Home / Male Adult / GAIRAH MASA LAJANG / Bab 154. Masa Moneter

Share

Bab 154. Masa Moneter

Author: Andy Lorenza
last update publish date: 2026-06-01 21:11:21

“Itu gampang, kan tinggal dia selipkan aja nanti di pembukuannya atas nama kamu saat mengambil rokok, atau apa saja di cafe ini yang perlu di catat pengeluarannya.” ujar Eva.

“Iya Mas, Kemarin Bu Eva udah bilang begitu sama aku. Jadi, jika Mas Ryan butuh apa-apa di sini, tinggal ambil aja nggak perlu bayar.” tambah Lusi, aku pun pasrah setelah mendengar penjelasan dari kasir itu, lalu Lusi pun kembali ke meja kasir.

Aku kembali duduk di samping Eva, sebungkus rokok yang tadi diambil dari meja k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 162. Bram Berpura-pura

    “Aku harap kamu jujur, Bram. Kamu pernah bertemu dengan Ryan, ya?” tanya Dola, hal itu tentu membuat Bram terkejut, karena ia tak menyangka jika Dola akan bertanya begitu padanya.“Ryan? Ryan itu siapa? Sepertinya aku nggak pernah kenal dengan nama itu, apalagi bertemu dengannya.” jawab Bram yang sengaja menutupi jika dia memang pernah bertemu empat mata dengan ku, saat itu ia menyuruh supirnya untuk menyelediki siapa aku dan di mana aku tinggal.“Yakin kamu nggak berbohong?” tanya Dola lagi.“Iya, aku nggak berbohong. Memangnya Ryan itu siapa?” Bram balik bertanya berusaha menunjukan kalau dia benar-benar tak kenal dengan aku, karena memang sejak aku masih berada di rumah Dola, tak sekalipun Bram bertemu dengan ku. Bram hanya mengetahui nama ku saja dan cerita kedekatan Dola dengan aku dari Bi Lastri, setelah itu barulah ia mencari tahu tentang aku dengan menyuruh supir pribadinya.“Ryan itu mantan muridku, dia aku pekerjakan di rumah ini sebelum kamu datang. Dia benar-benar mampu me

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 161. Nongkrong Asyik Di Cafe

    Mereka kelihatan nyaman sekali berada di sana, meskipun cafe itu tidak berada di kawasan pantai, namun di bagian belakang cafe itu terdapat kolam ikan yang lebar dan indah, hingga melahirkan kesan sejuk dan betah duduk berlama-lama di sana. Ditambah dengan alunan musik yang selalu mengema mengisi seluruh ruangan terbuka cafe yang besar dan cantik itu.“Jadi kamu kerja di sini hingga larut malam, Ryan?” tanya Fitria.“Ya nggak lah, nanti jam 6 sore aku udah pulang karena aku kan harus jalani tugas yang diberikan Tante Eva untuk menjaga dan mengawasi kos-kosan mulai dari jam 7 hingga jam 10 malam.” jawab ku.“Oh, jadi di sini kamu hanya membantu hingga jam 6 sore aja?”“Ya Anggi. Itu pun tadinya Tante Eva nggak ngebolehin, tapi aku bilang jika aku nggak ada kegiatan di kos-kosan sepulang dari kuliah bisa buat aku nggak betah dan bosan. Makanya Tante Eva ngizinin tapi hanya sampai jam 6 sore,” tutur ku.“Asyik juga tempatnya, aku merasa betah duduk di sini!” seru Puspita yang merasa nyam

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 160. Ditemui 3 Orang Cewek

    Bram mengajak kedua pembantunya itu ke luar dari dalam kamar Dola, agar istrinya itu dapat istirahat dan tidur nyenyak. Bram, Bi Lastri dan Bi Sumi menuju ruangan depan, sambil duduk mereka tetap memasang telinga kalau-kalau Dola terbangun dan muntah-muntah lagi.“Apa yang terjadi, Tuan? Tak pernah Nyonya seperti itu?” tanya Bi Lastri.“Entahlah Bi, aku juga nggak tahu penyebabnya. Saat aku mengikuti Dola tadi, tiba-tiba ia membelokan mobilnya ke sebuah night club.” jawab Bram.“Night club? Tempat apaan tu, Tuan?” tanya Bi Lastri yang memang baru mendengar istilah itu.“Night club itu tempat hiburan malam, di sana banyak sekali tersedia minuman-minuman beralkohol. Dola minum banyak sekali, hingga ia mabuk berat seperti itu. Untung saja aku mengikutinya, kalau tidak entah hal apa lagi yang bakal terjadi di dirinya sebab tempat itu juga banyak pria-pria nakal yang suka memanfaatkan wanita-wanita untuk keuntungan pribadi mereka.” tutur Bram.“Wah, berbahaya sekali tempat itu Tuan!” seru

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 159. Dola Mabuk

    Satu jam kemudian Bram tak lagi sabar menunggu di luar, ia nekad untuk ikut masuk ke dalam night club itu, dari kejauhan ia melihat istrinya itu tengah duduk di sofa leter U yang di depannya terdapat meja kaca yang telah tersedia berbagai macam minuman beralkohol. Seorang pria menghampiri Dola yang saat itu sudah mulai dalam pengaruh minuman beralkohol itu, Dola hanya senyum-senyum saja saat pria itu duduk di sampingnya.“Sendirian aja nih, boleh aku temani?” sapa pria itu, Dola hanya tersenyum anggukan kepala.“Ayo, ikut minum!” tawar Dola diiringi tawa kecilnya.“Makasih.” ucap pria itu, menuangkan sedikit minuman ke dalam gelasnya kemudian menambah isi gelas yang ada di genggaman Dola.“Oh ya, kenalkan namaku Rocky.” ujar pria itu mengulurkan tangan.“Dola,” jawabnya menjabat tangan pria bernama Rocky itu.Rocky tahu jika wanita yang ada di sampingnya itu untuk pertama kalinya masuk ke dalam ruangan itu, karena Rocky memang pria yang selalu datang setiap malamnya ke night club itu

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 158. Aku Ditampar

    “Maafkan aku Tante, mungkin sikap yang aku ambil ini menyakiti perasaan Tante. Tapi aku punya alasan sendiri untuk melakukan semua itu,” ucap ku, sebaliknya Dola merasa tak puas dengan penjelasan singkat ku itu.“Alasan apa yang membuatmu melakukan semua ini, pergi dan menghilang secara diam-diam begini?” tanya Dola yang masih berurai air mata.“Sebaiknya kita lupakan saja hubungan yang pernah terjadi selama ini di antara kita, Tante. Bagaimana pun juga semua angan-angan yang pernah ada di hati kita itu, takan mungkin terwujud sampai kapanpun jua.” tutur ku.“Maksudmu apa Ryan, dengan berkata begitu?”“Tante, tidak kah Tante sadari hingga saat ini seorang pria yang mendampingi Tante dengan sabar itu sangat mencintai dan berharap suatu saat dapat membahagiakan diri Tante. Aku nggak boleh menurutkan egoku, begitu pula dengan Tante. Terimalah dia yang memang pada kenyataan telah menjadi suami sah Tante itu! Aku yakin dengan kesungguhan dan kasih sayang yang ia miliki, akan dapat membahag

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 157. Bertemu Kembali Dengan Dola

    “Oh, jadi Bu Eva itu ya yang punya kos-kosan di dekat kampus yang kamu maksudkan?”“Ya, Mbak.” jawab ku diiringi senyum.“Wah, beruntung kamu. Udah nggak nyewa tempat, kediamanmu juga dekat dari kampus ini. Oh ya Ryan, aku belum sempat minta maaf sama kamu,” ujar Siska.“Minta maaf? Rasanya Mbak Siska nggak pernah deh, melakukan kesalahan apa-apa.”“Masa kamu udah lupa, waktu kejadian di kos-kosan dulu itu. Waktu aku minta tolong sama kamu untuk dibenerin pompa air yang macet, saat itu aku benar-benar lagi kacau pikirannya hingga mendesakmu untuk melakukan itu.” tutur Siska.“Oh, aku udah melupakan kejadian itu. Walaupun awalnya aku sempat kepikiran kenapa itu musti terjadi. Nggak apa-apa Mbak, toh semuanya itu udah terjadi dan udah cukup lama. Jadi lupakan saja, dan tak perlu juga merasa bersalah.” ujar ku.“Iya Ryan, usia kita sepertinya nggak terlalu jauh beda. Aku mungkin lebih tua 2 tahunan dari kamu, jadi panggil nama aja. Nggak enak juga kedengarannya dipanggil Mbak, apalagi ki

  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 35. Tante Dewi Berubah

    Ataukah Tante Dewi hanya cari muka saja, pura-pura ramah padanya di depan Om Ramlan? Atau ia sekarang benar-benar telah berubah dari sikapnya yang dulu terkesan arogan? aku tak mau memikirkan itu terlalu mendalam, yang penting bagi ku saat itu telah memenuhi undangan Om Ramlan di acara ulang tahunn

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 27. Terasa Hambar

    Apa yang selama ini tidak membuatnya terlalu curiga pada Deni, saat mendengar Riko sahabat mereka bercerita melalui sambungan telepon kabel, kalau Deni suaminya itu tengah terlibat jalinan cinta terlarang dengan seorang wanita karyawan di perusahaan tempatnya bekerja. Dola seakan tidak percaya deng

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 28. Bu Dola Tak Rela

    “Aku baru bekerja 3 hari ini, Bu. Kemarin aku butuh uang untuk penambah bayar sewa kosku, yang bulan ini orang tuaku di desa hanya bisa mengirim uang untuk membayar SPP saja. Sementara untuk bayar sewa kos masih kurang Rp. 10.000,- makanya aku cari kerja di pasar untuk menutupinya,” jelas ku, menye

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • GAIRAH MASA LAJANG   Bab 25. Lani Merasa Senang

    Malam itu di rumah Bu Dola kedatangan seorang pria yang telah hampir sebulan tidak mengunjungi Guru cantik itu, pria yang bernama Deni itu merupakan suaminya yang baru kembali dari luar kota. Harusnya ada kehangatan tersendiri saat mereka berkumpul kembali, namun hal yang terlihat justru sebaliknya

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status