LOGINRonald Satria, terpaksa pensiun dini dari posisinya sebagai tentara elit karena cedera tulang. Ia menjadi luntang-lantung dan menganggur. Beruntung datang seorang pengacara, sahabat mendiang ayahnya, yang menawarkan pekerjaan sebagai Caretaker/Perwakilan Pengelolaan atas kekayaan, aset, perusahaan, dan mansion yang ditinggal mati seorang miliarder. Namun yang membuat Ronald tercengang adalah anggota keluarga si miliarder yang tinggal di mansion itu, SEMUANYA WANITA CANTIK!
View More"Aku tahu selama ini kalian anggap aku cuma parasit kecil yang kerjanya cuma bisa nyinyir. Tapi kalian salah besar. Kenyataannya jauh lebih mengerikan dari itu," ucap Septa dengan suara yang bergetar namun penuh dengan tekanan emosional yang selama ini ia pendam sendirian.Septa mengeluarkan sebuah ponsel dari saku gaunnya yang ketat, lalu dengan jemari yang gemetar ia membuka beberapa folder tersembunyi. Ia meletakkan ponsel itu di atas meja kayu di tengah ruangan, memperlihatkan beberapa foto dan memutar sebuah rekaman suara yang nampak diambil secara sembunyi-sembunyi dari balik celah pintu."Aku selama ini diam karena aku takut, Ron! Aku takut kalau aku buka mulut, aku bakal jadi korban selanjutnya yang muntah darah hitam di mansion itu!" lanjut Septa sembari menunjuk ke layar ponselnya. Di sana terlihat foto Diana, wanita yang selama ini mereka pikir paling lembut dan penakut, tengah menuangkan serbuk halus ke dalam botol suplemen milik Pak Hermanto.Keempat wanita lainnya, May
"Itu bisa saja terjadi. Kita lupa kalau ada orang-orang penting di dua perusahaan itu yang mungkin punya ambisi tersembunyi," kata Maya sembari menyandarkan punggungnya di sofa, membuat bulatan sekalnya yang montok sedikit bergoyang mengikuti gerakan tubuhnya yang gelisah.Ronald mengangguk, namun raut wajahnya tetap menunjukkan keraguan yang mendalam. Ia mengusap dagunya sembari memandangi keempat wanita cantik itu secara bergantian. "Kemungkinan itu memang ada, tapi yang perlu kita ingat adalah alat pembunuhan ini berupa racun yang harus masuk melalui makanan atau minuman yang mereka konsumsi secara langsung. Itu artinya pelakunya harus punya akses yang sangat privasi," ucap Ronald dengan nada bariton yang menegangkan."Kalau Pak Hermawan mungkin bisa mereka dekati saat jam kantor atau makan siang bisnis, tapi bagaimana orang luar bisa menjangkau Pak Hermanto dan Bu Hermin yang minim interaksi dengan perusahaan? Mereka lebih banyak menghabiskan waktu di dalam mansion atau di lingk
"Siapa yang paling punya kemungkinan buat ngelakuin itu, Ron? Kasih tahu kami biar aku sendiri yang habisi dia sekarang!" tanya Bianca dengan mengepalkan tangannya kuat-kuat, sorot matanya yang liar nampak berkilat penuh amarah yang tertahan.Ronald menggeser posisi duduknya agar lebih tegak, membuat otot lengannya yang kekar nampak semakin menonjol. Ia menatap keempat wanita cantik di hadapannya dengan tatapan yang sangat dalam dan serius. "Kita akan coba menganalisa satu persatu biar nggak salah langkah. Kita mulai dengan Septa. Menurut kalian, bagaimana dengan Septa?" ucap Ronald membuka diskusi."Septa emang terlihat licik dan culas sejak dulu. Tapi dia itu masih di bawah umurku, pengalamannya belum seberapa. Menurutku, dia nggak bakal seberani itu buat ngerencanain pembunuhan berantai dalam keluarga sendiri," ujar Bianca sembari menyandarkan punggungnya, membuat gumpalan daging di dadanya sedikit terangkat."Aku juga kurang yakin jika Septa pelakunya. Meskipun dia egois, tapi p
"Katakan, Ron. Apa yang bisa kami bantu buat kamu?!" ucap Lia lembut sembari memperbaiki posisi duduknya, menatap Ronald dengan sorot mata yang kini sepenuhnya patuh dan penuh kedekatan emosional.Ronald pun melangkah mendekat dan duduk di sofa panjang bersama mereka. Posisi duduknya berada di tengah-tengah, diapit oleh Maya dan Citra, sementara Bianca dan Lia berada di sisi lainnya. Kehadiran Ronald yang begitu terlihat serius membuat keempat wanita cantik itu secara otomatis memberikan perhatian penuh."Ada rahasia yang perlu kita selidiki kebenarannya. Ini menyangkut nyawa dan masa depan mansion kalian sendiri," ucap Ronald pelan dengan nada bicara yang sangat serius, membuat suasana di dalam rumah singgah itu mendadak berubah hening."Apa itu, Ron? Kamu jangan bikin kami penasaran dong! Katakan saja, kami semua di sini ada di pihak kamu," ucap Maya manja sembari menyandarkan kepalanya di bahu Ronald, tangannya tanpa sadar mengelus lengan berotot sang caretaker.Citra dan Bianca
"Loh, kok kamu balik lagi, Citra?" Ronald membuka pintu dengan gerakan cepat setelah merapikan celananya yang berantakan. Ia tampak berusaha mengatur napasnya agar kembali teratur. Citra tidak langsung menjawab. Matanya melirik melewati bahu Ronald, menembus ruangan hingga menangkap sosok Arumi
“Jangan biasa mikir picik mulu deh, Kak. Dikit-dikit nuduh, dikit-dikit curiga. Padahal aku ini adikmu sendiri,” bantah Citra merasa tersinggung. Bianca hanya menatap datar ke arah Citra tanpa terpancing sedikitpun. “Demi uang, saudara bisa jadi lawan, kerabat bisa jadi saingan. Sori ya, Citra, a
Ronald menoleh dan mendapati Citra yang menempelkan dada dengan lembut ke punggungnya.“Aku kan udah ngomong tadi, Ron. Wanita disini itu pada susah diatur. Kamu tahu sendiri 'kan sekarang?!“ ucap Citra sembari mengelus dada Ronald. “Pokoknya di sini itu harus ekstra sabar,” imbuhnya.Emosi di dada
Ronald tak mampu menjawab. Matanya terkunci pada paras cantik Citra yang memabukkan.Pikirannya juga terkunci pada sensasi empuk semriwing yang ditimbulkan oleh gesekan dada Citra.Citra dengan tenang mulai berani mendekatkan wajahnya, mengecup ringan bibir Ronald.Cupp!Ronald pun tak tinggal diam
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore