Share

76. Ditangguhkan

Penulis: Nannys0903
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-14 22:07:08

Bab 76

“Celina, kamu dipanggil ke ruang dekan.” Celina menoleh pelan ke arah staf administrasi yang menyampaikan pesan itu. Hari ini masih ada yang harus diselesaikan.

“Sekarang?” tanyanya. Ia melihat jam di pergelangan tangannya.

“Iya. Sekarang. Sudah ditunggu mereka."

"Baiklah, aku segera ke sana."

Vina yang meminta bantuan Celina untuk riset tugasnya hanya bisa menatap.

"Aku ke Dekan dulu." Celina melambaikan tangan.

"Baiklah. Aku menunggumu di sini."

Celina menggenggam map proposal riset yang sejak pagi ia bawa dan sudah disetujui pembimbingnya minggu lalu.

Lorong fakultas terasa lebih panjang dari biasanya.

Di depan pintu ruang dekan, ia berhenti sejenak. Tangannya mengetuk pintu tersebut tiga kali.

“Masuk!" Suara pria tegas dan berwibawa terdengar jelas dari dalam.

Di dalam, bukan hanya dekan yang duduk. Ada dua dosen senior. Dan seorang wanita bergaun elegan yang tak asing, Riana Dewi Lestari.

Celina membeku sepersekian detik untuk apa wanita itu ada di sini. Apak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    85. Jerman

    Bab 85 Luis memijat keningnya. Beberapa hari ini pikiran tak karuan. Ia sudah selesai di Paris, tapi malah ada masalah di Jerman. Dinas dadakan yang membuatnya frustasi. Mau tak mau ia harus terbang ke negara itu untuk mengecek keadaan di sana. Walau sebenarnya hatinya ragu dan malas. Beberapa kali Luis menolak perintah ibunya. Tapi wanita itu tetap kekeh dan tak boleh dibantah. Malah ia mengancam akan mengirim Luis ke Amerika jika melawan ibunya. Semua ini untuk perusahaan Luis pikir hanya beberapa hari saja, tapi ternyata ia seminggu di sini. Terhitung dua puluh hari ia berada di luar negri belum perjalanannya yang panjang. Kalau dihitung memakan waktu hampir sebulan. Luis mengacak rambutnya. Tatapannya tajam dan dingin. Masalah ini bisa diselesaikan mereka tanpa bantuan darinya. "Kenapa kalian tak bisa menyelesaikan ini sendiri," keluh Luis dengan bahasa Inggris. Ia menatap tumpukkan berkas dan mengecek satu persatu. Seharusnya bukan Luis yang melakukannya. Riana yang meminta

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    84. Pindah

    Bab 84 Celina memutuskan untuk pergi dari kantor polisi, membatalkan laporannya apalagi tak punya bukti yang kuat. "Aku akan membalasnya nanti. Tunggu saja," ucap Celina. Saat ini Celina harus beberes dan pergi dari kota ini. Apalagi ibunya tak tahu yang dialami Celina. Ia harus membawa keduanya. Sesampai di rumah, Riana menunggunya di teras. Denada meminta Riana untuk mengantar ke pasar. "Bu, tidak perlu belanja lagi." Celina menahan tangan ibunya yang hendak pergi. Riana sudah berada di atas motor. "Barang di toko habis. Ibu harus beli." "Aku ingin bicara dengan kalian. Ada hal yang penting." Wajah Celina serius. Denada melihat mata anaknya sembab. Ia menarik Riana dan menyuruh karyawannya menjaga toko. Celina meminta ibu dan Riana berkumpul di ruang tamu. Ia harus melakukannya dan tak ingin meninggalkan mereka apalagi Riana jug sudah selesai ujian. Adiknya tinggal menunggu hasil kelulusan saja. "Ada apa Cel? Apa ada hal yang penting?" Denada duduk di samping Riana. Mere

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 83. Pengkhianat itu Adalah ....

    Bab 83 "Celina, aku ...." Celina mengangkat salah satu tangannya. Ia menatap Fio kecewa. Tubuh Fio reflek berdiri. Kenapa Celina datang dan tak memberitahu dulu biasanya ia akan mengabari kalau dirinya akan datang. "Aku sudah mendengar semuanya. Kenapa kamu tega melakukan ini kepadaku, Fio? Kenapa? Apa salahku kepadamu? Apa selama ini aku pernah menyakitimu?" Berbagai pertanyaan dilontarkan. Celina tak bisa menahan air mata. Sahabatnya yang sudah dianggap saudara ternyata menusuk dari belakang dan memberikan tubuhnya kepada penjahat. "JAWAB FIO!" Tubuh Fio membeku. Ia tak bisa menjawab itu semua hanya saja Sofia adalah sepupunya. Selama ini tak ada saudara yang menganggapnya keluarga. Tapi kali ini Sofia mau pergi jalan-jalan, main dan curhat dengannya. Sofia juga sering membawa ke acara mewah bersama Sofia dari sana ia mendapatkan pria tampan dan idamannya. Beberapa bulan ini ia menghindari berkumpul dengan Vina dan Celina. Tapi mereka tak menyadari kejauhan Fio. Mereka mengang

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    82. Pengkhianat Yang Lain

    Bab 82 Hati Celina sedikit tenang setelah mengambil keputusan demikian. Ia akan pergi, tapi sebelum itu ingin pamit dengan sahabatnya, Vina dan Fionita. Kali ini Celina ingin bawa motor sendiri. Cuaca tak begitu panas. Ia mengambil ponsel di tas sebelum berangkat. "Vin, kamu di rumah tidak?" Celina membawa dua bingkisan kenang-kenangan untuk mereka disimpan di dalam jok motor. "Ada. Tapi aku mau pergi sama Mama nanti siang." Vina melirik jam dinding masih ada dua jam lagi. "Aku mau ke rumah kamu. Ini lagi mau jalan. Sebentar doang mau ngasih sesuatu. Kamu di rumah siapa?" Vina selalu berpindah-pindah tempat kadang di rumah ibunya, nenek kadang tantenya."Rumah Mama. Dia juga pulang satu jam lagi. Datanglah ke sini." Vina tahu tentang proposal Celina. Ia sangat sedih melihat sahabatnya terpukul. Ia tak mudah percaya tentang gosip yang beredar. Berkali-kali berdebat dengan teman kampus di grup. Vina kekeh kalau itu semua hanya Fitnah. Celina pun belum membuka suara tentang hal it

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    81. Cinta atau Keluarga

    Bab 81 “Aku tidak akan mengancammu hari ini,” ujar Riana sambil menyilangkan kaki. Suaranya datar, profesional. “Aku datang membawa pilihan untukmu. Semua yang aku berikan sangat menguntungkan." Padahal barusan saja ia mengeluarkan data keluarga Celina walau halus Celina paham kalau Riana Dewi mengancam cara yang tak terlihat dan elegan. Celina menelan ludah. “Pilihan apa?”“Aku tidak menawarkan uang,” lanjut Riana. “Aku tahu kamu akan menolaknya.” Riana Dewi melirik Celina dan tersenyum meremehkan. Tabungan Celina cukup banyak tentu saja uang itu dari Luis. "Tenang Celina. Aku tak akan menyentuh keluargamu. Meraka aman asal kamu mengikuti apa yang kuinginkan. Aku menawarkan sesuatu yang jauh lebih berharga dan penting dari hidupmu.”Riana menekan kata paling akhir. Napas Celina tercekat. Kedua kaki bergetar. Riana memperhatikan itu. "Pelayan berikan tempat duduk kepadanya." Riana tak memberikan kursi di sampingnya justru pelayan memberikan kursi lainnya."Silakan duduk Nona." C

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    80. Kediaman Suarez

    Bab 80Ponsel Celina bergetar di atas meja belajar.Satu getaran pendek, lalu hening.Nomor itu tidak ia simpan. Namun deretan tiga angka terakhir ia ingat. Tiga dua lima dan nomor cantik di depannya. Hanya satu pesan singkat.[Kita perlu bicara. Supir akan menjemputmu di depan kampus. Besok, jam 9 pagi ] Celina menatap layar cukup lama dan mengetik balasan [Baiklah Nyonya]Tak ada kata lain selain persetujuan saja. Celina merebahkan tubuhnya dan segera memejamkan mata entah ada apa besok ia harus menyiapkan mental. Malam itu Celina tak bisa tidur ia bermimpi sangat buruk, tubuhnya penuh dengan ular. Celina berusaha lepas dari ular kecil itu. Setelah itu ada ular sangat besar membantu Celina lari dari mereka. Ular putih dan bersih. Ia tak berbelit-belit, tapi pergi meninggalkan Celina sendiri di tempat yang aman. Celina bangun setelah jam alarm berbunyi. "Hanya mimpi." Celina mengusap wajahnya penuh dengan peluh. Malam itu kipas tak dinyalakan karena tubuh Celina panas dingin. Ta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status