Share

9. Kegagalan

Penulis: Nannys0903
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-22 21:07:15

Bab 9

"Maaf, Tuan Luis. Celina tak sengaja." Nick panik. Ia kira wajah Celina bisa menaklukkan Luis ternyata sebaliknya pria itu murka. Semua ini ide dari temannya yang melihat Celina masuk ke ruangannya.

“Dasar bodoh. Kamu tahu berapa harga jas itu. Berlutut, Celina dan minta maaf, ” tegas Nick tanpa mempedulikan orang melihatnya.

Luis bersandar di sofa, menatap mereka tanpa ekspresi. Ia mampu beli jas lain yang lebih mahal dari itu. Tapi kali ini situasinya berbeda.

“Tuan Nick, saya ...."
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 117

    Bab 117 Aldo sedih karena neneknya belum pulang juga. Dia duduk di teras termenung menatap langit. Riana melihat keponakannya duduk di sampingnya dan memberikan permen lolipop rasa buah-buahan."Mau?" tanya Riana lembut. Biasanya ia tak mengizinkan keponakannya itu makan permen. Tapi kali ini berbeda. Suasana hati Aldo sedang tak baik. "Aunty. Bagaimana keadaan Nenek Lela?" Wajah Aldo masih menyiratkan kecemasan. "Nenek gak apa. Dia hanya butuh istirahat saja. Jangan cemas." Riana paham dengan pikiran Aldo. Anak itu jadi tak nafsu makan. Makan siang hari ini masih utuh. "Aldo takut, Aunty." Netra Aldo mengembun tak bisa menahan kesedihan. Petugas rumah sakit tidak mengizinkan anak kecil untuk menjenguk kecuali usianya sudah 10 tahun. "Takut kenapa?" tanya Riana ikut duduk di sampingnya. Angin hari ini begitu sejuk dan hangat. Cuaca tak terlalu panas. Hari ini Aldo tak semangat. Biasanya ia sudah bermain sepeda keliling komplek. Tapi kali ini seperti hilang moodnya "Takut Nenek

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 116

    Bab 116 Celina berdiri di samping Mama Lela. Ia menggenggam jemari wanita itu. Semalam Celina tak tidur karena Mama Lela merintih kesakitan. "Ma, apa masih sakit?" tanya Celina takut mertuanya kambuh lagi. Beberapa bulan ini Mama Lela sering merasakan nyeri di dadanya. Ia tak pernah memberitahu Celina. Memendam rasa sakitnya sendirian. "Tidak. Mama tak apa. Kamu belum tidur, ya?" "Aku sudah tidur sebentar. Hari ini aku akan temenin Mama." "Cel, lebih baik kamu istirahat saja Mama bisa mengurus sendiri." "Mama mau urus sendiri, sejak kemarin saja Mama pingsan. Aku libur kerja." Mama Lela merasa bersalah. Apalagi selalu merepotkan Celina. Ia hanya bisa tersenyum saja. Sebenarnya ia tak ingin Celina dan putranya bercerai. Tapi anaknya itu sangat mencintai kekasihnya. Celina merawat Mama Lela dengan baik. Ia mengurus penuh senyum dan tak ada gurat kekesalan di wajah ketika harus mengantikan pampersnya. Tak ada rasa canggung bagi Celina. "Mama kangen Aldo sedang apa dia?" tanya M

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 115

    Bab 115Celina baru saja berdiri dari kursinya. Map proyek sudah berada di tangannya. Hari ini ia seharusnya turun langsung meninjau pembangunan proyek besar. Celina sudah bersiap untuk meninjau ke proyek. Semua yang diperlukan sudah dibawa bersama asistennya. “Mobil sudah siap, Bu,” ujar Julia dari ambang pintu.Celina mengangguk. “Kita berangkat sekarang. Mumpung masih pagi. Siang sedikit bisa macet." Julia masuk membawakan tas Celina. "Nona, ada beberapa yang harus di tanda tangani." Karyawan bagian keuangan masuk setelah mengucapkan salam. Celina menerima map itu dan mengecek isinya dengan teliti. "Apa ini tak salah? Coba kamu lihat lagi nominalnya." Celina menyerahkan map itu, ia tak akan memberikan tanda tangannya karena pertanggung jawabannya sangat besar. Jangan sampai kejadian ibunya akan menimpan dirinya. "Maaf, Nona. Saya akan mengecek lagi." Celina melanjutkan langkahnya. Tapi ponselnya berdering, panggilan dari ibunya. "Celina. Mertumu ...." Suara Denada tersedak

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 114

    Bab 114 Luis menatap Celina dari kejauhan. Pria itu menghentikan langkahnya dan memastikan wanita yang ia lihat pagi-pagi keluar dari mobil di parkiran apakah benar Celina. Ia keluar dan mengikuti langkahnya. Hingga wajah Celina terlihat jelas ketika menyapa petugas keamanan. Senyum itu pernah ia lihat sewaktu di kampus. Diam-diam Luis memperhatikan cara Celina berinteraksi dengan lingkungannya. Wanita itu ramah dan tak sombong. Ia selalu rendah hati walau terkadang membuat Luis jengkel karena sifatnya yang keras. Luis segera memakai kacamata, usianya tidak lagi muda. Ia butuh pengelihatan yang jelas bukan PHP. Kedua kaki Luis mendadak lemas. Wanita yang selama ini ia cari ada di depan mata. Ia benar-benar yakin kalau itu Celjna Win kekasih kontraknya yang menghilang. Celina menghilang setelah masuk ke perusahaan itu. Ia melangkah pelan mendekati petugas yang baru saja bertegur sapa dengan Celina. "Maaf

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 113

    Bab 113 — Investor Terakhir"Nona, apa Anda sudah siap? Sebentar lagi investor akan datang." "Oke, aku sudah siap. Ayo kita ke ruangan." Celina membawa berkas penting dan asistennya Julia menyusul dengan langkah sejajar. Celina menatap jam tangannya masih ada waktu sepuluh menit lagi. Ia bisa membaca ulang kembali agar pertemuan hari ini berjalan lancar..Ruang rapat utama Dinding kaca memantulkan cahaya pagi, meja panjang mengkilap, kursi-kursi kulit tertata rapi. Semua terlihat profesional. Tempat di mana pertemuan selalu berada di titik itu. Celina masuk setelan asistennya membuka pintu, ruangan masih kosong, tapi mereka sudah mempersiapkan semunya agar terasa nyaman. Celina duduk di kursi pimpinan rapat dengan punggung tegak. Map proyek sudah tersusun di meja. Ia merasakan hawa di ruangan kurang dingin "Tambahkan lagi suhu pendinginnya." "Baik Nona. Apa sudah pas? " tanya asistennya Julia memegang remote pendingin ruangan. "Sudah cukup. " Beberapa orang penting sudah dat

  • Gadis 100 Juta Tuan Luis    Bab 112

    Bab 112 Celina bangun tidur dan menyiapkan sarapan seperti biasa, seolah hidupnya tak sedang berada di persimpangan paling rumit. Wajan dipanaskan, nasi dihangatkan, dan aroma masakan perlahan memenuhi dapur kecil itu.Sesekali pandangannya melayang ke arah kamar mertuanya.Semalam ia tak bisa tidur mengingat perkataan Mama Lela. Beberapa kali mengintip ke kamarnya takut sesuatu terjadi dengan wanita itu. Ia juga memasak untuk siang, hanya saja diletakkan di dalam lemari pendingin yang diberikan catatan kecil. Mama Lela terlihat kurang sehat. Jadi ia membuat ayam yang sudah dipanir dengan bumbu. Aldo bisa memasaknya sendiri dengan alat pemanggang listrik. Mama Lela masih terlelap di sana perempuan yang sejak awal tak pernah menginginkan perceraian ini. Bukan karena cinta yang besar antara Celina dan Brian, melainkan karena Mama Lela tak ingin kehilangan kekeluargaan bersamanya. Celina tak bisa menghalangi Brian memiliki pujaan hatinya. Ia juga berjanji jika Brian bertemu wanita l

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status