เข้าสู่ระบบSembilan puluh sembilan kali rencana pernikahan mereka gagal. Di kegagalan yang ke-100, batas sabar Jane akhirnya hancur tak berbekas. Lelah terus mengalah pada Samuel yang selalu memprioritaskan janda pamannya, Jane memilih mengeksekusi taruhan gila bersama Jasper—kakak tiri Samuel yang dingin dan berkuasa. Hari itu, Jane tidak membatalkan pesta, melainkan mengganti nama pengantin prianya di pelaminan. "Pernikahan ini tetap berjalan. Gantilah nama Samuel Jake Blackwood dengan Jasper Keith Blackwood di seluruh undangan."
ดูเพิ่มเติม“Jane! Apakah kamu sekarang sudah menyesal memilih Jasper?!” seru Samuel sambil setengah berlari menghampiri Jane yang sudah duduk di salah satu meja kecil di pojok kafe.Jane hanya meliriknya. “Duduk,” suaranya terdengar pelan, tapi Samuel begitu menurut.“Angin apa yang membuatmu tiba-tiba menghubungiku?” Matanya celingukan. “Dan kamu hanya minta bertemu berdua saja denganku. Apakah kamu sekarang akhirnya menyesal?”Ditatapnya pria di hadapannya. Jane kini melihat sosok Samuel yang sama seperti semalam, hanya saja siang ini penampilannya sudah lebih rapi. Tapi kantung mata di bawah matanya tampak begitu gelap.“Aku tidak pernah menyesal dengan keputusanku,” Jane memutar cangkir di tatakannya. “Sekarang a
“Istriku, berhentilah melotot ke arahku. Apakah aku melakukan kesalahan semalam?” Jari Jasper masih menari di layar tablet miliknya di meja makan pagi itu.“Dari mana kamu tahu aku sedang melotot ke arahmu? Kamu kan sedang sibuk. Lagi pula aku sedang melihat ke arah jendela di belakangmu.” Jane pura-pura melihat ke arah lain.“Ya ampun, tentu saja aku bisa merasakannya. Matamu seperti busur yang menembakkan panah ke arahku sedari tadi,” katanya sambil tersenyum tanpa menengadahkan kepalanya.Jane hanya menyesap tehnya lalu membuang pandangannya ke arah lain.“Lalu… kamu mau ke mana pagi-pagi sudah rapi? Bukankah kamu sudah mengundurkan diri dari pekerjaanmu di butik?” tanya Jasper.
“Kamu bicara apa, sih?! Mana mungkin waktu itu aku sudah tertarik kepadamu?” Wajah Jane memerah. Dia melangkah mundur, berusaha menjauhkan jarak di antara mereka. Tapi tangannya yang masih digenggam Jasper ditarik mendekat, membuat dada Jane merapat ke tubuh Jasper. Jasper menunduk, menatap Jane dan melemparkan senyuman yang menggoda. “Ayo lah, jangan terlalu serius. Aku hanya bercanda,” katanya santai. “Aku tahu itu.” Dia membalikkan badan, kembali melangkah di trotoar. Sedangkan tangannya masih menggenggam tangan Jane dengan erat. Jane mendengus, mencoba menetralkan detak jantungnya yang terlalu cepat. Dia menatap lagi pria di sam
"Jane?" panggil Samuel dengan suara parau.Samuel melangkah limbung mendekat ke arah meja mereka. Matanya tidak lagi menyorotkan amarah yang meledak-ledak. Dia berhenti di depan meja Jane, penampilannya tampak berantakan dan tidak berdaya. Sisa-sisa wibawa sebagai pewaris keluarga Blackwood yang selama ini Jane kenal dari Samuel tampak luntur dari wajahnya yang sekarang nampak kuyu. Dia menatap Jane dengan tatapan memelas, seolah tengah mencari sisa-sisa empati yang pernah ada.Pria itu tidak berteriak seperti yang Jane prediksi sebelumnya. Dia hanya berdiri di sana, memandang wajah Jane yang membuat Jane merasa canggung karena kini semua mata orang-orang di restoran sedang mengarah ke arah meja mereka.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
ความคิดเห็น