Share

Bab 66.

Penulis: Ellea Neor
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-17 22:09:22
Tiara tidak dapat menahan keterkejutannya atas ucapan Erland. Ia memandang pria itu dengan dahi mengernyit, seolah berusaha memastikan bahwa pendengarannya tidak keliru. Apa sebenarnya yang baru saja dikatakan Erland?

Kata-kata itu bergema kembali dalam benaknya, membuat napasnya tercekat dan jemarinya refleks menggenggam ujung rok yang dikenakannya. Ada sesuatu dalam nada suara Erland, terdengar tenang namun penuh makna yang membuat dada Tiara terasa sesak oleh campuran cemas dan tidak percaya.

“Kak Erland, apa yang kau katakan? Kau menikahiku karena menginginkan anak. Tapi kau juga berkata bahwa kau akan menanggung seluruh hidupku ‘kan?”

“Itu benar, Tiara.” Erland menjawab singkat. Sesekali melirik ke arah istri pertamanya.

“Kau bilang aku harus pergi dari rumah ini apa itu benar? Lalu bagaimana dengan anakku?” Tiara mencoba mengingatkan kembali atas ucapan yang terlanjur terlontar dari bibir pria itu.

“Setelah menikah, anakmu akan jadi anakku,” sela Esther. Wanita itu ters
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 127.

    Arion tertegun untuk beberapa saat. Anak-anak itu berlarian menghampiri Esther. Usia mereka beragam, Arion memperkirakan usia mereka dari 6 sampai 9 tahun. Baik laki-laki atau perempuan, mereka semua terlihat sangat senang melihat kedatangan Esther. Seolah telah mendapatkan sebuah hadiah terindah. Beberapa di antara mereka ada yang meminta untuk digendong. Arion menahan senyumnya. Ia pikir Esther ingin mengajaknya pergi ke suatu tempat romantis. Nyatanya, wanita itu malah ingin pergi ke panti asuhan. “Miss Esther, kau datang bersama pria tampan. Tapi dia bukan suamimu.” Anak-anak ini memiliki ingatan yang sangat kuat, pertama kali Esther datang kemari bersama Erland untuk menyerahkan sebuah bantuan materi, dan mendaftar sebagai donatur tetap. Esther menatap Arion. Kemudian kembali fokus pada anak-anak. “Kalian harus memanggilnya Mister, dia adalah adik suamiku,” ucap Esther pada anak perempuan sekitar 6 tahun. Gadis kecil itu lantas melangkah mendekati Arion. “Hai, Mister tampan

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 126.

    Angin berhembus lembut, menggerakkan rumput dan daun kering di sekitar. Suasana menjadi sangat sepi. Esther dapat merasakan hawa sejuk yang merasuk ke dalam pori-pori kulitnya. Hening merayap di sela-sela waktu yang terus berjalan. Arion masih berdiri dengan raut wajah tak terbaca. Kesedihan tak terlihat di wajahnya, senyumnya memudar saat langkah kakinya mulai memasuki area pemakaman. “Maaf baru bisa mengunjungi kalian,” ucap Arion lagi. Ia lantas menoleh ke samping. “Mom, Dad, aku ingin memperkenalkan seseorang pada kalian.” Arion menjeda ucapannya. Mencoba memberi celah pada angin yang berhembus tenang siang itu. Ia kembali menoleh ke samping, wajahnya terlihat lebih bersemangat kali ini. “Esther adalah cinta pertamaku, dan juga terakhirku.” Mendengar itu, wajah Esther seketika bersemu merah. Ia tersipu malu. Di saat seperti ini, Arion justru membuatnya salah tingkah. Esther tak lantas diam saja, ia segera menyapa kedua orang tua Arion. “Halo, Paman, Bibi, aku Esther. Senang

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 125.

    Esther terdiam untuk beberapa saat. Ia tahu di mana orang tua Arion. Mereka tak lagi berada di dunia ini. Melainkan di dunia yang berbeda. Itu artinya, Arion akan mengajaknya untuk berziarah ke makam mereka. Arion melirik ke arah Esther. Wanita itu tampak terdiam. Dan itu membuat Arion merasa dirinya telah salah bicara. “Kenapa kau diam? Apa kau tidak senang?” Esther menoleh ke arah Arion. Senyum kecil terukir di bibir wanita itu. “Bukan itu, kenapa kau tidak bilang dari tadi kalau kau ingin mengajakku bertemu orang tuamu,” kata Esther. “Memangnya kenapa?” “Kita akan mengunjungi kedua orang tuamu, bukankah kita harus membawa sesuatu?” Esther berkata dengan sangat lembut, sehingga ucapannya dengan cepat dipahami oleh Arion. “Berhenti di toko bunga.” “Baiklah.” Beberapa meter kemudian, Arion menepikan kendaraannya dan berhenti di toko bunga sesuai dengan permintaan Esther. Wanita itu keluar setelah Arion membukakan pintu mobil. Aroma harum bunga menyentuh indera penciuman Esther

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 124.

    Esther tidak mengerti apa maksud Daxton menanyakan hal ini. Apa pria itu hanya ingin menguji dirinya saja? Atau ada maksud lain? Yang terpenting, Esther sudah menjawab sesuai dengan kata hatinya. Selanjutnya, Esther pasrah dengan keputusan Daxton. Ia tahu pria itu adalah pria yang sangat bijak. Ia tidak pernah melihat Daxton memberikan keputusan yang salah selama ini. “Baguslah.” Daxton menghela napas lega. Esther menatap pria tua itu. Ia sangat penasaran dengan semua ini. Mengapa pria itu tidak marah saat dirinya mengakui perasaannya kepada Arion? “Kakek,” panggil Esther. “Hmmm…” “Kenapa Kakek melakukan ini? Maksudku kenapa Kakek tidak marah pada kami karena telah menyembunyikan hubungan kami. Kenapa Kakek justru mendukung kami?” Esther memberondong Daxton dengan beberapa pertanyaan yang bersarang di kepalanya. Mendengar itu, Daxton malah tertawa. Dan itu membuat Esther semakin heran. Detik selanjutnya, pria itu malah mengangguk-angguk saja. Membuat Esther makin bingung saja.

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 123.

    Daxton berdiri dengan tatapan yang tak dapat diartikan. Tak jauh darinya, berdiri asistennya yang selalu menemani ke mana pun Daxton pergi. Arion jelas saja kaget. Bagaimana bisa Daxton tiba-tiba ada di sini. Tidak banyak yang tahu tentang mansion ini kecuali orang kepercayaannya saja, seperti Eric dan Harvey. Tetapi bukankah hal semacam itu sangat mudah dilakukan oleh seorang Daxton? Sementara Esther tampak menundukkan kepalanya. Mencoba menyembunyikan wajahnya beserta rasa malu dan rendah dirinya. Ia tidak menyangka bahwa Daxton akan melihat dirinya yang seperti ini. “Kakek, kenapa bisa ada di sini?” Arion ingin menampar mulutnya sendiri. Pertanyaan bodoh itu tak seharusnya keluar dari mulutnya. “Kita harus bicara.” Suara Daxton terdengar sangat berat.Satu kalimat, cukup membuat Arion segera bergeser meninggalkan tempat. Ia melangkah memasuki mansion. Tanpa isyarat, Esther yang cukup tahu diri memutuskan untuk mengekor di

  • Gairah Liar Adik Ipar    Bab 122.

    Corrina sedikit puas saat melihat wajah pucat Daxton. Pria itu pasti tidak akan menduga bahwa cucu kesayangannya itu bertindak kotor seperti itu. Menyukai istri kakaknya sendiri adalah sesuatu yang sangat menjijikkan. Corrina yakin, Daxton pasti sangat kaget. Bersyukur bila sampai jantungan dan meninggal. Justru itu akan menjadi sesuatu yang menguntungkan baginya. Daxton meninggal karena Arion, kira-kira seperti itulah narasinya. “Ayah bisa menanyakannya pada Arion. Aku yakin saat ini cucu ayah itu sedang menyembunyikan Esther.” Corrina terus saja memprovokasi Daxton. Tetapi sepertinya pria itu sama sekali tidak terpengaruh. Alih-alih menyalahkan Arion. Daxton justru menyalahkan Erland. “Itu karena Erland menduakan Esther.” Mendengar itu, Corrina mendelik. Bisa-bisanya pria itu menyalahkan putranya. Corrina jelas tidak terima. “Pernikahan kedua Erland terjadi atas persetujuan ayah!” seru Corrina. “Tapi tidak dengan Esther,” sahut Daxton cepat yang membuat Corrina seketika terceng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status