MasukLaura Minora, seorang gadis penghibur kelas atas yang diam-diam menyimpan banyak luka dari masa lalu. Suatu hari dia bertemu pelanggan yang merupakan seorang pria yang berbeda dengan pria lain, namanya Lucky. Seharusnya Laura dan Lucky bercinta dan menghabiskan waktu bersama. Tapi kenapa tiba-tiba Lucky mengajaknya menikah? Lalu bagaimana reaksi Laura? Apakah dia harus menerima lamaran dari pria yang baru dikenalnya itu atau menolaknya? Dan sebenarnya apa tujuan Lucky, si pria misterius itu melamarnya? Apakah sungguh karena cinta? Atau justru ada niat tertentu?
Lihat lebih banyak"Gimana? Udah percaya, kan, sama aku sekarang?" tanya Lucky saat gadis itu sudah tenang. Dan kini mereka berada dalam mobil, hanya berdiam diri, sibuk dengan pikiran masing-masing sejak tadi. Sampai akhirnya Lucky memutuskan bertanya lebih dulu. Laura menoleh, gadis itu terdiam sesaat. Sebelum akhirnya bertanya. "Tapi ... kenapa kamu lakukan ini semua? Buat apa?" "Maksudnya?" "Ya buat apa kamu sampai bela-belain lakukan segala hal untuk membalikkan kepercayaanku sama kamu?" "Aku cuman nggak mau kamu berpikir hal yang enggak-enggak tentang aku. Berpikir suatu hal yang nggak pernah aku lakukan," jelas Lucky.Laura terdiam. Jawaban Lucky tidak seperti yang dia harapkan. "Aku cuman nggak mau kamu benci aku karena hal yang nggak aku lakukan," sambung Lucky lagi. Laura tiba-tiba teringat sesuatu. "Tapi masalah kita belum selesai.""Apa lagi?" tanya Lucky tak habis pikir. "Mama kamu. Kamu dan Mama kamu punya dendam sama aku. Dan kalian berniat membalaskannya. Aku yang dengar sendiri."
Lucky akhirnya mengantar Laura ke rumah bordil untuk bertemu Mami Berliana. Kini mobilnya sudah di depan rumah itu. Namun, Laura masih terdiam di tempat duduknya seakan ragu apakah yang dia lakukan ini benar."Ayok turun!" ajak Lucky yang lantas memegang gagang pintu mobil. Laura menoleh. "Menurutmu apakah ini benar?" Lucky mengernyit, dan sebelum laki-laki itu menjawab, Laura lebih dulu menambahkan. "Kalau Mami nggak mau ngaku gimana?" "Ya, kan kita belum coba. Kalau belum coba nggak tahu," jawab Lucky. Gadis itu terdiam. "Ya udah ayok turun." Lucky turun lebih dulu, Laura mengikutinya. Mereka berdua berjalan memasuki gerbang rumah bordil yang telah lama tak Laura masuki itu. Baru saja langkah keduanya mencapai halaman, suara yang tak asing menyambut kedatangan mereka, disertai tepukan tangan. "Wah, wah, wah, calon pengantin ini akhirnya datang kemari ...." Dia tak lain dan tak bukan adalah Mami Berliana. Wanita itu menatap Laura dan Lucky dengan penuh kewaspadaan, dari ujung
"Kak, sebaiknya dengerin Om Lucky dulu, kasihan dia ...," bisik Bella pada Laura. Setelah berpikir beberapa menit, Laura mendengarkan adiknya. Tidak ada salahnya dia dengarkan dulu bukti dari laki-laki itu. Yang penting setelah ini dia bisa pergi dan bebas dari laki-laki itu. "Oke, kamu tunggu di sini, ya?" Bella mengangguk. Laura berjalan mendekati Lucky. Tatapannya serius tepat ke manik hitam Lucky. "Bukti apa yang mau kamu tunjukkin?" Lucky lalu mengeluarkan ponselnya, mengotak-atiknya sebentar, lalu menunjukkan layar ponselnya pada Laura, yang mana menampilkan sebuah video. "Kamu lihat video ini baik-baik."Belum apa-apa, Laura membelalak melihat video itu. Dalam video itu menunjukkan sosok wanita yang sangat dia kenali. Sosok itu tampak sedang berbicara dengan seseorang. Dan video itu sepertinya diambil dari rekaman CCTV di gedung hotel pertunangan mereka. Suara di CCTV itu tidak ada, hanya menampakkan gerakan demi gerakan. Sosok itu menghampiri seorang tim multimedia dia a
Tiga hari kemudian. "Kak, kakak mau pergi, ya, dari rumahku?" Laura yang sedang sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam koper besar terhenti. Dia menoleh ke sumber suara, Bella berdiri menatapnya penuh tanya. Laura menghela napas dan meletakkan pakaian yang baru saja dia pegang ke kasur. Tiga hari telah berlalu, malam setelah balik dari menemui Lucky dengan perasaan hancur, Laura mendapati dirinya terjaga di kursi teras rumahnya, karena dibangunkan oleh adiknya besok pagi. Laura tak tahu siapa yang mengantarnya ke depan rumahnya ketika dia pingsan terakhir kali. Mungkin Lucky, mungkin juga orang asing. Entahlah. Dan Laura tak mau pusing memikirkan itu.Yang pasti sejak hari itu, perasaannya sangat hancur, tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Dan dia juga tidak mungkin menceritakan pada Bella bahwa Lucky mendekatinya hanya untuk balas dendam. Cukup dirinya saja yang tahu. Dia berencana untuk pergi dari rumah ini, bersama adiknya. Dan dia juga tidak memberitahu hal itu, lebih tepatny












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak