Share

Mantan

Author: Purplexyiii
last update publish date: 2026-09-14 10:22:34

"Kau membawakan tamu yang sangat berisik di jam kerja kita, Suamiku," bisik Ivy mengalun lembu, tapi menyengat tepat di dada Zea.

Wajah Zea memucat, berganti menjadi warna merah padam akibat hinaan terselubung itu. "Kau wanita murahan! Kau pikir kau bisa bertahan lama di sisi Arthur?! Kau hanya boneka yang dimanfaatkannya!"

Ivy menatap Zea dari atas ke bawah. Pandangannya begitu dingin, menyiratkan keanggunan yang tak perlu berteriak untuk menunjukkan kekuasaan.

"Tuan Putri," jawab Ivy, nadanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Ampun

    Arthur menarik tubuh Ivy agar mendekat, membiarkan kepala wanita itu bersandar di dadanya yang bidang. Ivy bisa mendengar detak jantung Arthur yang stabil, ritme yang selalu membuatnya merasa bahwa dunia sedang berada dalam genggamannya. Lampu di sana menembus kaca dan menciptakan garis-garis cahaya di atas permukaan marmer yang dingin.Arthur meraih ponsel di meja nakas, menggeser layarnya sebentar, lalu menunjukkannya pada Ivy. "Lihat ini."Ivy menyipitkan mata. Itu adalah notifikasi transfer bank skala internasional. Angka nol yang berderet di sana membuatnya sedikit pusing. "Itu uang Liam?""Itu adalah semua yang dia curi, ditambah denda 'ketidaksopanan' yang kuambil dari rekening rahasia ayahnya di Cayman. Semuanya masuk ke akunmu pagi ini. Kau sekarang secara teknis sepuluh kali lebih kaya daripada saat kau masih bertunangan dengan bajingan itu."Ivy tertawa pendek yang terdengar dingin, tapi penuh kepuasan. Ia merebut ponsel itu, menatap angka-angka tersebut seolah itu adalah t

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Berbeda

    "Kau terlihat sangat berbeda malam ini," bisik Arthur tepat di depan bibir Ivy. "Ada kegelapan di matamu yang membuatku ingin menelanmu bulat-bulat.""Lakukan saja," balas Ivy jahil. "Jangan hanya bicara, Arthur. Aku muak dengan kata-kata."Arthur menarik napas dalam, seolah sedang menghirup keberanian dan amarah Ivy sekaligus. Ia merengkuh pinggang Ivy, mengangkat wanita itu ke atas meja bar yang dingin. Ivy melingkarkan kakinya di pinggang Arthur, menarik pria itu semakin mendekat hingga tidak ada lagi udara yang tersisa di antara mereka.Ciuman itu datang seperti ledakan. Kasar dan penuh dengan rasa haus yang sudah lama dipendam. Arthur mencium Ivy seolah ia ingin menandai setiap inci dari bibir wanita itu, sementara Ivy membalasnya tanpa paksaan. Jemari Ivy menyusup ke rambut hitam Arthur, menariknya agar ciuman itu semakin dalam, semakin menyiksa.Arthur melepaskan tautan bibir mereka sejenak, napasnya memburu kencang di ceruk leher Ivy. "Kau milikku, Ivy Sterling. Kau mengerti?

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Aman

    Ivy menatap Liam yang meratap di bawah kakinya. Sudah tidak ada lagi rasa kasihan yang tersisa, tergantikan rasa hampa yang perlahan terisi oleh kepuasan yang aneh. Ia menyadari jika membalas dendam tidak membuatnya merasa seperti pahlawan, justru itu membuatnya merasa bebas."Kau punya dua pilihan, Liam." Ivy berbicara sambil merapikan sarung tangannya. "Keluar lewat pintu belakang dan hadapi orang-orang yang mencarimu itu, atau aku akan menelepon polisi sekarang dan kau akan menghabiskan dua puluh tahun ke depan di penjara federal atas penggelapan dana. Mana yang menurutmu lebih baik?"Liam terisak, napasnya tersengal-sengal. "Penjara, panggil polisi, tolong, panggil mereka."Ivy menoleh ke arah Arthur. Arthur memberikan isyarat pada tim keamanannya yang sudah menunggu di luar. Dalam sekejap, sirene polisi terdengar mendekat. Arthur sudah mengatur semuanya, laporan, bukti-bukti, hingga koordinasi dengan pihak berwenang agar Liam tidak punya celah untuk membela diri.Saat petugas kep

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Monster

    Arthur duduk di tepi tempat tidur, mengambil tablet dari tangan Ivy dan meletakkannya di meja nakas. Ia menarik Ivy ke dalam pelukannya dan membiarkan kulit mereka bersentuhan dalam keheningan yang intim."Kau akan mendapatkannya besok pagi. Jam sepuluh di gudang terbengkalai dekat dermaga yang sudah tidak terpakai. Memang bukan tempat yang cantik, tapi sangat efektif untuk membuat seseorang menghilang tanpa jejak," bisik Arthur.Ivy menyandarkan kepalanya di dada Arthur, mendengarkan detak jantung pria itu yang terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja merencanakan kehancuran hidup orang lain. "Kau tidak takut aku akan berubah menjadi terlalu dingin? Sampai suatu saat aku mungkin akan berbalik menyerangmu?"Arthur tertawa pelan yang terdengar seperti gesekan logam. Ia mencium kening Ivy dengan posesif. "Itulah yang membuatku tetap tertarik padamu, Sayang. Aku bosan dengan wanita yang hanya bisa tunduk. Aku ingin seseorang yang sanggup memegang pisau di leherku saat aku sedang tid

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Kegelapan

    Chloe merosot ke lantai, memegangi kepalanya sambil mengerang. Ia tampak sangat hancur di bawah sorotan lampu LED yang terang benderang. Petugas keamanan galeri, yang sudah menerima instruksi dari Arthur, mendekat untuk menyeretnya keluar sebelum pihak berwenang tiba.Ivy berdiri tegak, menatap kehancuran itu tanpa sedikit pun keraguan. Rasa puas yang ia rasakan bukan karena kemenangan materi, tapi karena melihat kebenaran yang dipaksakan keluar dari kegelapan.Arthur meletakkan tangannya di pinggang Ivy, menariknya menjauh dari tontonan tragis itu. "Kau terlihat sangat cantik saat menjadi kejam.""Aku hanya mengembalikan apa yang seharusnya," sahut Ivy tetap stabil meski jantungnya berdegup kencang.Mereka keluar dari galeri menuju area parkir privat. Mobil hitam milik Arthur sudah menunggu. Di dalam mobil yang kedap suara itu, ketegangan yang tadi memuncak berubah menjadi sesuatu yang lebih intim. Ivy menyandarkan kepalanya di jok yang lembut, memejamkan mata sejenak."Satu mangsa s

  • Gairah Obsesi Bos Kejamku   Bukti

    Chloe diseret keluar dari The Glass Pavilion, melewati barisan orang paling berkuasa di New York yang kini menatapnya seolah ia adalah sampah di pinggir jalan.Ivy berdiri di tengah ballroom yang mendadak sunyi. Ia tidak merasakan gelombang kemenangan yang manis seperti di film-film. Yang ia rasakan adalah hampa yang tenang. Ia telah menyelesaikan satu urusan.Arthur melangkah maju, berdiri tepat di belakangnya. Ia tidak menyentuh Ivy di depan umum, namun kehadirannya memberikan tekanan protektif yang nyata. "Satu mangsa sudah diasingkan. Dia akan dikirim ke fasilitas rehabilitasi tertutup di utara malam ini. Tidak ada akses internet dan pengunjung. Hanya dia dan bayang-bayangnya sendiri.""Berapa lama dia akan di sana?" tanya Ivy, matanya menatap pintu tempat Chloe baru saja diseret keluar."Selama yang kau inginkan. Aku sudah memastikan rekam medisnya menunjukkan dia tidak stabil secara mental. Dia tidak akan pernah bisa bicara pada pers tanpa dianggap gila," jawab Arthur datar.Ivy

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status