Beranda / Romansa / Gairah Sang CEO Muda / Gairah di Dalam Gubuk

Share

Gairah di Dalam Gubuk

Penulis: Vianita
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-24 02:21:31

"Tidak akan ada wanita lain. Dulu, sekarang, atau nanti. Ingatanku mungkin sempat hilang, tapi jantungku punya ingatannya sendiri. Dan dia selalu berdetak untukmu, Alya."

Di bawah atap seng yang berderit karena hantaman badai, dunia di luar gubuk itu seolah lenyap. Hanya ada mereka berdua, terbungkus dalam kegelapan yang intim dan aroma tanah basah yang menyeruak. Daniel tidak lagi menatap Alya sebagai pengawalnya, dan Alya tidak lagi memandang Daniel sebagai aset yang harus dilindungi. Mereka hanyalah dua jiwa yang nyaris hancur, akhirnya bersatu kembali dalam pelukan yang penuh kerinduan.

Tangan Daniel yang masih sedikit gemetar berpindah dari pipi Alya ke tengkuk lehernya. Ia menarik wanita itu lebih dekat, memperpendek jarak yang selama berbulan-bulan terasa seperti ribuan kilometer. Ketika bibir mereka akhirnya bertemu, itu bukan lagi sekadar kecupan lembut di kening. Ciuman itu dalam, mendesak, dan penuh dengan emosi yang meledak-campuran antara rasa sakit
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Sang CEO Muda   Mengantar Bunda

    Setelah sarapan yang penuh kejutan itu usai, suasana di kediaman Arkana berubah drastis menjadi markas operasi taktis. Kenzo, dengan antusiasme seorang ilmuwan gila, menggiring Daniel dan Leo menuju ruang bawah tanah yang telah disulap menjadi laboratorium teknologi tinggi.Di tengah ruangan, sebuah kapsul futuristik berwarna hitam legam terpasang pada lengan hidrolik raksasa. Inilah simulator The Ghost Ray. Ruangan itu dipenuhi layar holografik yang menampilkan grafik arus bawah laut dan titik-titik koordinat pulau misterius tersebut."Oke, Leo. Ingat, ini bukan permainan video konsolmu," ujar Kenzo sambil membantu Leo naik ke kursi navigator khusus. "Kapal ini dikendalikan dengan sinkronisasi saraf ringan dan sensor gerak. Jika kau terlalu gugup, sistem kemudinya akan menjadi kaku."Daniel duduk di kursi pilot di depan Leo. Ia menoleh ke belakang, memberikan jempol pada putranya. "Siap, Jagoan?""Siap, Pa! Inisialisasi sistem dalam 3... 2... 1... Ignition!" seru Le

  • Gairah Sang CEO Muda   Mulai Perjalanan

    Dermaga rahasia di Marina malam itu tampak sunyi, hanya suara riak air yang menghantam pilar-pilar beton yang memecah keheningan. Namun, di balik dinding kontainer yang tersusun rapi, sebuah operasional tingkat tinggi sedang berlangsung. The Ghost Ray telah mengapung rendah di permukaan air, tubuhnya yang hitam matte tampak menyatu sempurna dengan kegelapan malam, hampir tidak terlihat bahkan oleh mata telanjang."Semua sistem hijau," suara Kenzo terdengar melalui earpiece saat ia melakukan pengecekan terakhir dari dermaga. "Ingat, Dan, kapal ini bukan mainan. Dia punya torsi yang bisa mematahkan leher jika kau tidak hati-hati dengan akselerasinya."Daniel masuk lebih dulu ke dalam kabin yang sempit namun sangat ergonomis. Interior kapal itu didominasi oleh layar sentuh transparan dan lampu indikator berwarna biru redup. Di belakang kursi pilot, Leo dengan tas taktisnya sudah duduk manis, mengenakan sabuk pengaman empat titik yang dirancang khusus untuk tubuh kecilnya."

  • Gairah Sang CEO Muda   Sarapan Bersama

    "Ayo Al, kita sarapan bersama, Leo pasti sudah menyiapkan kopi untuk kita." ajak Daniel sambil menggenggam tangan Alya, sementara itu aroma kopi Arabika dan roti panggang mentega memenuhi ruang makan kediaman Arkana yang megah namun hangat. Di meja makan kayu jati yang panjang, suasana pagi itu tampak seperti keluarga normal pada umumnya, jika saja tidak ada tiga tablet dan satu laptop yang menyala di antara piring-piring omelet.Bunda Laura duduk di ujung meja, menyesap teh melatinya dengan anggun. Sebagai ibu kandung Alya, ia memiliki ketenangan yang sama dengan putrinya, namun dengan kelembutan yang lebih matang. Ia menatap Alya, Daniel, dan cucunya dengan tatapan yang penuh kasih sekaligus haru. Ia tahu betul darah peretas yang mengalir di tubuh Alya berasal dari rasa ingin tahu yang ia tanamkan sejak kecil, namun ia tidak menyangka cucunya, Leo, akan melampaui mereka semua begitu cepat."Leo, makan brokoli itu dulu sebelum kau menyentuh kodingan di tabletmu," tegur Bund

  • Gairah Sang CEO Muda   Kamar Terpisah Untuk Leo

    "Bagaimana kalau kita buatkan Leo kamar yang terpisah dengan kita, agar dia tak bisa mengganggu kita seperti malam ini," goda Daniel.Alya tertawa kecil, sebuah suara renyah yang perlahan menenangkan debar jantungnya yang masih berpacu. Ia menyandarkan kepalanya di lekukan leher Daniel, menghirup aroma maskulin yang bercampur dengan sisa-sisa keintiman mereka. Di bawah selimut sutra abu-abu yang berantakan, ia merasakan kulit hangat Daniel bersentuhan dengan miliknya—sebuah jangkar yang selalu membuatnya merasa aman setelah badai adrenalin, baik itu karena misi berbahaya maupun gairah yang meluap."Membuatkan kamar sendiri untuk Leo itu solusi yang logis, Daniel," bisik Alya sambil jemarinya menari tanpa arah di atas otot perut suaminya yang keras. "Tapi kau lupa satu variabel penting. Anak itu adalah replika digital darimu dan aku. Kau pikir pintu kayu dengan kunci pintar akan menghentikannya? Dia akan menganggap itu sebagai teka-teki pemanasan sebelum sarapan."Daniel terkekeh, suar

  • Gairah Sang CEO Muda   Aaaaaaah

    Malam semakin larut, namun kehangatan di halaman belakang kediaman Arkana justru semakin terasa. Setelah Raka dan Kenzo pamit pulang—dengan Kenzo yang masih sempat menjanjikan Leo sebuah "proyek rahasia" berikutnya—suasana kembali tenang. Leo, yang kelelahan setelah seharian menjadi peretas cilik dan mengejar drone, akhirnya tertidur pulas di sofa ruang tengah dengan masih memegang kacamata tanpa lensanya.Daniel dan Alya berdiri di balkon lantai dua, memandang hamparan lampu kota Jakarta yang berkelap-kelip di kejauhan."Kau tahu," gumam Alya sambil memainkan liontin kunci hitam di lehernya, "Tiga puluh enam terasa sangat berbeda dari yang aku bayangkan sepuluh tahun lalu. Dulu, aku pikir di usia ini aku mungkin sudah berada di penjara bawah tanah atau menghilang dengan identitas palsu di pinggiran Eropa."Daniel memeluknya dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Alya. "Dan sekarang kau di sini. Menjadi 'target' paling dicari oleh seorang anak berusia empat tahun yang ingin belaj

  • Gairah Sang CEO Muda   ALYA-1

    "Biarkan saja Raka dan Kenzo membantunya," gumam Daniel sambil menciumi bahu Alya. "Tapi kau benar, aku merindukan jagoan kecil itu. Dan aku ingin segera melihatnya sebelum dia benar-benar menguasai sistem kontrol rumah kita."Dua jam kemudian, mereka sudah berada di dalam jet pribadi menuju Jakarta. Selama penerbangan, mereka duduk berdampingan, saling menggenggam tangan. Liburan ini telah mengisi ulang "baterai" emosional mereka.Begitu sampai di rumah, suasana sunyi yang mereka nikmati di Maladewa langsung pecah."Mama! Papa!" Leo berlari secepat kilat dari arah taman belakang, diikuti oleh Bunda Laura yang tampak sedikit lelah namun bahagia.Leo langsung menabrak kaki Daniel, minta digendong. Alya memeluk ibunya dengan rasa terima kasih yang mendalam."Bagaimana, Bun? Semuanya aman?" tanya Alya.Bunda Laura menghela napas panjang sambil tersenyum. "Dia sehat, pintar, dan... yah, dia berhasil meretas kode kunci lemari camilan kemarin malam. Dia benar-benar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status