Pengantin Pengganti Revano

Pengantin Pengganti Revano

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-01-07
โดย:  Lia Lintangยังไม่จบ
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
คะแนนไม่เพียงพอ
5บท
13views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Rania tumbuh sebagai gadis manja yang tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah dalam satu keputusan keluarga. Demi menyelamatkan kehormatan dan kepentingan bisnis, ia dipaksa menggantikan kakaknya, Raline, menjadi pengantin seorang pria misterius bernama Revano adalah lelaki cacat yang selalu bersembunyi di balik topeng, dingin, dan tertutup dari dunia. Pernikahan itu terjadi tanpa cinta. Rania memasuki rumah Revano dengan ketakutan, prasangka, dan rasa terbuang. Namun, di balik sikap kaku dan topeng yang menutupi wajahnya, Revano menyimpan luka, kecerdasan, serta ketulusan yang perlahan membuka hati Rania. Hubungan yang awalnya terpaksa berubah menjadi ikatan penuh kehangatan dan kepercayaan. Ketika Rania mulai menemukan arti cinta dan penerimaan, Raline tiba-tiba kembali. Sang kakak yang dulu pergi kini datang dengan ambisi: merebut kembali posisi, harta, dan suami yang pernah ia tolak. Kehadiran Raline mengguncang rumah tangga Rania dan Revano, membuka rahasia masa lalu, serta memaksa Rania memilih tetapi bertahan sebagai istri pengganti yang diremehkan, atau memperjuangkan cinta yang telah ia bangun.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Bab 1. Istri Pengganti Revano

Matahari tertutup awan hitam, ketika seorang gadis cantik bernama Rania baru pulang kerja. Tubuhnya lemas, karena ia baru saja menyelesaikan dua operasi besar.

Ya. Profesinya sebagai seorang dokter memang lumayan menyita waktunya.

Hari ini menjelang sore. Bukan karena perubahan menuju senja, tetapi langit memang sedang tidak bersahabat. Hujan deras bercampur petir mengguyur pekarangan rumah saat Rania baru saja turun dari mobilnya.

Langkahnya bahkan lunglai, letihnya belum hilang.

Brak!

Tetapi ia dikejutkan dengan suara pertengkaran hebat di ruang tamu rumah keluarganya.

"Raline, berhenti! Dasar anak durhaka!" teriak ayah Rania.

Mata Rania terbelalak, saat menyadari kakaknya berlari melewatinya. Ya. Ternyata hari ini keluarga Revano datang, mereka memutuskan untuk membahas pernikahan yang mereka telah sepakati sejak lama.

"Aku, Revano Wongso. Memutuskan pernikahan ini batal. Itu artinya, kedepannya ... kerja sama Ravanta Capital dengan Tomy Goup dibatalkan," cetus seorang pria yang duduk di kursi roda.

Suaranya terdengar tegas dan lugas. Rania melihat ibunya menangis, sedangkan sang ayah, kondisinya lebih buruk.

Ia duduk bersimpuh seperti hilang harapan dan harga dirinya di lantai.

"Tunggu, Tuan. Maaf, kau ingin menikah?" Suara lembut Rania membuat seisi ruangan langsung menatap ke arahnya.

Tak terkecuali dengan Revano dan juga stafnya.

Revano mengamati wajah Rania. Tak lama, hanya beberapa detik saja. Lalu senyum getir seketika mengembang dari sudut bibirnya.

"Kenapa?" tanya Revano tak banyak bicara.

"Aku mau menggantikan kakakku. Mari kita menikah, dan lanjutkan kerja sama antara kedua belah pihak keluarga!" seru Rania.

Tak ada raut takut sedikitpun di wajahnya.

"Baik, mari kita mendaftarkan pernikahan ke kantor catatan sipil. Besok jam 07.00 pagi, aku tidak mau menarik ulur. Datanglah jika kau benar-benar serius!"

Mendadak suasana menjadi hening.

Rania pun tak banyak bicara, ia hanya mengangguk setuju, lalu pergi lagi.

***

Rania kembali ke kamarnya. Pakaian kerjanya masih melekat, sepatu putihnya berlumur tanah karena langkahnya terburu-buru tadi.

Ia menatap wajahnya di cermin. Terlihat lebih pucat, letih, tapi sorot matanya tetap terlihat tajam.

"Apa yang baru saja kulakukan?" bisiknya lirih.

Ia bahkan tak sempat memikirkan konsekuensi dari kalimat nekat yang meluncur begitu saja.

Menggantikan kakaknya di pelaminan bukanlah hal sepele.

Itu bukan hanya soal pernikahan, tetapi menyangkut harga diri keluarga, reputasi rumah sakit tempatnya bekerja, hingga masa depan yang mungkin tidak lagi sama.

Namun, di kepalanya hanya terngiang satu hal, wajah ayahnya yang hampir roboh kehilangan kehormatan di depan keluarga besar Wongso yang sombong itu.

**

Malam itu, hujan terus mengguyur. Rania belum bisa tidur. Pikirannya kacau.

Sesekali ia mendengar suara tangis ibunya di kamar sebelah, juga suara bentakan ayahnya yang masih marah besar pada Raline.

Sementara kakaknya itu entah menghilang ke mana. Tidak ada jejak, tidak ada kabar.

Di atas meja kerjanya, ponselnya bergetar. Sebuah pesan singkat masuk dari nomor tak dikenal.

["Besok jangan terlambat. Aku tidak suka orang yang tidak menepati janji. —R"]

Jantung Rania berdegup lebih cepat. Itu jelas dari Revano. Pria yang bahkan tadi ia tatap hanya dalam hitungan detik, sudah berhasil membuat seluruh tubuhnya dingin seperti es bercampur gigil.

Rania gelisah sepanjang malam.

Pagi pun akhirnya datang lebih cepat dari yang ia harapkan. Rania duduk di kursi rias, menatap gaun putih sederhana yang sudah disiapkan ibunya sejak dulu. Awalnya itu untuk kakaknya.

Tangannya gemetar saat menyentuh kain halus itu. Bukan karena takut pada pernikahan, melainkan karena ia sama sekali tidak mengenal pria yang akan menjadi suaminya.

"Rania ...," suara ibunya terdengar parau, penuh tangis yang dipendam semalaman.

"Kau yakin akan melakukannya?" tanyanya, lengkap dengan ekspresi cemas yang dihiasi kerutan di wajahnya.

Rania mengangkat wajahnya, menatap ibunya yang tampak lelah. Senyumnya samar, tapi tegas.

"Bu, kalau aku mundur ... apa kau rela melihat Ayah hancur begitu saja? Aku tidak bisa membiarkan kita dipermalukan."

Ibunya menutup mulut, menahan tangis, lalu memeluk putrinya erat.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 06.45

Di depan kantor catatan sipil, sebuah mobil hitam mewah sudah terparkir. Seorang sopir dengan setelan rapi membukakan pintu, memperlihatkan sosok pria yang semalam hanya sempat ia lihat sekilas.

Revano Wongso.

Wajahnya tegas, mata gelapnya menusuk, dan meski tubuhnya terkurung di kursi roda, aura yang ia pancarkan membuat semua orang di sekelilingnya otomatis menunduk.

Tatapannya langsung mengunci mata Rania.

"Hm," gumamnya pelan, seolah menilai. "Kau benar-benar datang."

Rania mengangguk, menatap lurus, berusaha tidak gentar.

Dan tepat di saat itulah, pintu mobil lain terbuka.

Seorang wanita cantik turun, mengenakan gaun mahal dengan senyum licik menghiasi wajahnya.

"Rania? Jadi kau yang berani menggantikan Raline?" katanya dengan nada mengejek.

Rania hanya diam membeku.

Ia mengenal wajah itu adalah Felia, wanita yang diam-diam pernah dikabarkan dekat dengan Revano.

Kini Rania berdiri tegak di depan gedung catatan sipil.

Jantungnya berdegup kencang, tetapi wajahnya tetap tenang.

Hujan semalam telah reda, tetapi udara pagi ini terasa berat, seolah-olah langit pun tahu ada badai lain yang akan segera datang.

Revano menatapnya sekilas, lalu memberi isyarat kepada asistennya untuk mendorong kursi rodanya masuk.

"Ikut aku," ujarnya singkat.

Rania menarik napas panjang. Ia melangkah mengikuti pria itu, berusaha menyingkirkan rasa gugup yang menyelusup ke dalam dadanya.

Namun, langkahnya terhenti ketika suara centil terdengar memotong keheningan.

"Tunggu sebentar!"

Felia, dengan gaun ketat berwarna merah marun yang mencolok, masuk ke aula catatan sipil tanpa peduli pada tatapan orang-orang.

Senyumnya manis, tapi itu adalah sarat racun.

Ia mendekat, menaruh tangan di bahu Revano, seolah menandai bahwa pria itu adalah miliknya.

"Revano, kau tidak serius, 'kan? Menikah dengan gadis pengganti ini?"

Semua orang di ruangan itu saling berbisik. Pegawai catatan sipil yang sudah siap dengan berkas-berkas pun terdiam, bingung menunggu kejelasan.

Rania mengepalkan tangannya di sisi tubuhnya.

Sorot mata Felia menusuknya, seakan ingin mengusirnya bahkan sebelum prosesi dimulai.

Revano hanya mengangkat alis, ekspresinya semakin dingin.

"Felia, jangan membuat keributan."

Felia tertawa kecil, langkahnya makin mendekat.

"Keributan? Aku justru menyelamatkanmu. Semua orang tahu Raline adalah yang paling pantas mendampingimu, bukan perempuan ini—perempuan cadangan."

Kata-katanya menusuk seperti belati.

Rania menggertakkan gigi, tapi ia tetap berusaha tenang.

Ia menatap Felia dengan sorot mata tajam yang tak kalah menusuk.

"Aku mungkin cadangan, tapi hanya aku yang berani berdiri di sini. Dan hanya aku yang dipilih oleh Revano.

Ruangan mendadak hening. Semua pasang mata kini menatap ke arah Revano, seolah sedang menunggu jawaban.

Pria itu menyipitkan mata, seolah sedang menimbang.

Lalu senyum tipis mengembang di wajahnya, tetapi bukan senyum yang menenangkan. Lebih mirip tantangan.

"Benar. Dan siapa pun yang berdiri di hadapanku hari ini ... akan resmi menjadi istriku."

Felia membeku. Tatapannya berganti menjadi murka, tapi ia tidak bisa membantah di depan umum.

Rania, dengan napas bergetar tetapi mantap, melangkah ke meja pencatatan, duduk di sisi Revano. Tangannya sedikit gemetar saat menerima pena.

"Silakan tanda tangan di sini," ucap pegawai catatan sipil.

Rania menatap kertas itu. Hanya satu tanda tangan yang akan mengikatnya pada pria di sampingnya—dan pada takdir yang belum ia pahami.

Tangan Revano bergerak lebih dulu. Dengan tenang, ia menorehkan tanda tangan yang tegas di atas kertas.

Kini giliran Rania.

Namun sebelum ujung pena menyentuh kertas, Felia menepuk meja keras hingga semua orang terkejut.

"Jika kau menandatangani itu, Rania, kau akan menyesal seumur hidup!"

Rania membeku. Pena di tangannya bergetar. Tatapannya bertemu dengan Revano—pria itu masih memandangnya dengan sorot dingin, seolah menantang.

'Apakah kau benar-benar berani melangkah sejauh ini?'

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ไม่มีความคิดเห็น
5
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status