Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek

Lamaran Tiga Lelaki Hebat Warisan Kakek

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-02-18
Oleh:  kamiya sanBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
8Bab
8Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Sabella Nazaha tiba-tiba dihadapkan pada tiga lelaki hebat yang diwariskan oleh mendiang kakek. Mulai dari Samuel, sang dokter kebanggaan sekaligus menantu idaman, Ben, penguasa andal yang menjadi incaran para wanita, dan Ryke Idris, atlet berkuda dan pemanah andal. Namun, masalahnya, Sabella harus memilih salah satu dari mereka untuk dinikahi. B agaimana Sabella bisa memilih jika selama ini ia sama sekali tidak pernah dekat dengan pria mana pun?

Lihat lebih banyak

Bab 1

1. Kabar Mengejutkan

Lelaki yang menyayanginya telah mati. 

Namun, Sabella tidak sempat melihat pria itu untuk terakhir kalinya. Yang bisa ia temui hanyalah batu nisan dan gundukan tanah di hadapan.

Kini, ia tidak punya siapa-siapa.

“Ayo, Mbak … saatnya kembali ke asrama.”

Tanpa repot terdengar bersimpati, sopir itu menegur Sabella, gadis berkerudung yang masih saja mematung di hadapan pusara kakeknya. Ia baru mendapatkan kabar duka setelah sang kakek telah dikebumikan.

Sakit sekali. Memang dirinya selama ini tinggal di asrama. Namun, apakah tidak ada seorang pun yang tergerak untuk mengabarinya? Pihak rumah sakit, mungkin? Atau tetangga? Kakeknya menyimpan nomor Sabella sebagai nomor darurat. Harusnya pihak yang bersama sang kakek untuk terakhir kalinya tahu.

Lantas siapa yang mengurus pemakaman? Mendiang Kakek dulu bilang kalau Sabella adalah satu-satunya anggota keluarga yang tertinggal sejak orang tua Sabella meninggal.

“Mbak? Hari sudah sore–”

Sabella menghapus air matanya dan berbalik. “Iya, Pak,” jawabnya. “Tapi kita mampir ke rumah Kakek sebentar ya.”

Sopir mengangguk cepat. Tampaknya lega Sabella setuju untuk kembali.

Sesuai petunjuk, sopir mengantarkan Sabella ke rumah sang kakek. Sebuah bangunan sederhana yang Sabella kunjungi setahun sekali, hanya saat Kakek menjemputnya keluar dari asrama.

Sabella membuka pagar–dan tertegun sejenak saat menyadari pagar tidak terkunci.

Detik berikutnya, ia melihat seorang lelaki terlihat keluar dari dalam rumah dan mengunci pintu dengan terburu-buru. Membuat dadanya berdetak cepat sebab terkejut dan penuh tanya.

Lelaki itu juga tertegun melihatnya saat berbalik. Dahinya berkerut setelah Sabella berhenti lebih dekat.

“Anda siapa? Ini rumah kakekku.” Sabella menatap tajam.

“Aku tahu.” Lelaki itu berkata cepat. “Jangan tinggal di sini. Kembali ke asrama.”

Pria itu menambahkan singkat sebelum bergegas pergi. Acuh tak acuh, tetapi pandangannya tampak teduh saat beradu tatap dengan Sabella.

Siapa … lelaki itu? Kenapa dia memegang kunci rumah sang kakek?

🫒

Prang!

“Sabel … kamu melamun lagi? Lah, menangis juga?! Sudah sebulan lebih masih sedih-sedih. Sudah ….”

Kepala Asrama yang baru datang ke dapur itu mengelus punggung Sabella demi menenangkan. Bukan tenang, gadis yang jongkok memungut pecahan piring justru makin tersedu-sedu.

“M-maaf, Bu–”

“Aku tahu kamu ingat kakekmu. Tapi beliau sudah tenang, jangan terus  ditangisi,” ucap sang kepala asrama lembut. “Ayo, hapus air matamu. Ada tamu.”

“Tamu?” tanya Sabella sambil mengusap air mata dengan ujung kerudung. Ia tidak pernah mendapatkan tamu, selain kakeknya datang berkunjung. “Siapa, Bu?”

“Orang penting. Jangan membuat mereka menunggu,” ucap kepala asrama. Ia membimbing Sabella ke ruang tamu. “Katanya, mereka membawa wasiat kakekmu.”

Sabella terkejut, segera mendongak. 

Di ruangan tamu asrama, Sabella melihat seorang lelaki duduk sambil membaca sesuatu dari ponsel. Tak jauh dari pria itu, Sabella melihat seorang lelaki lain yang tengah bicara  di telepon.

Kening Sabella sedikit mengerut. Lelaki itu … sepertinya ia pernah melihat–

Ah! Lelaki yang ia temu di depan rumah Kakek waktu itu!

“Sabella Nazaha?”

Mendadak Sabella merasa lebih tegang. Lelaki berkacamata yang tadi membaca, telah mendongak dan memanggil namanya.

“Iya, Pak.” Suara Sabella seperti tercekat.

“Silakan duduk,” ucap lelaki itu. “Perkenalkan, saya Edo. Kuasa hukum Bapak Ahmad Rifai, kakek kamu.”

Sabella mengangguk. Ia duduk bersama kepala asrama di sisi pria asing itu.

“Saya di sini untuk menyampaikan amanah penting dari Bapak Ahmad Rifai,” terang Edo. Di tangannya terdapat lembaran file tebal. “Beliau mengkhawatirkan nasib Nona Sabella sepeninggal beliau, karenanya beliau memberikan amanat pertama beliau, yakni agar Nona Sabella menikah.”

Sabella berkedip atas tuntutan yang tiba-tiba tersebut. “M-maaf?”

Namun, mengabaikan selaan Sabella, Edo tetap melanjutkan, “Ada tiga calon yang disiapkan oleh Bapak Ahmad Rifai. Yang pertama adalah seorang dokter, yang kedua adalah pengusaha, dan ketiga–”

“Sebentar, Pak. Sebentar!” sela Sabella, memaksa kuasa hukum kakeknya untuk berhenti bicara. “Mana mungkin saya menikah? Bagaimana mungkin Kakek meninggalkan wasiat seperti itu? Dari mana pula calon-calon mapan yang Bapak sebutkan tadi?”

Eko memandang Sabella sejenak sebelum melanjutkan, “Nona, Bapak Ahmad Rifai, kakek Anda, memiliki harta tunai di bank negara yang besarnya triliunan. Namun, harta tersebut, mengutip wasiat Bapak, hanya akan bisa diturunkan ke Anda apabila Anda menikah dengan salah satu dari tiga calon yang telah beliau sediakan.”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
8 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status