MasukRania Prameswari tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah drastis hanya karena diterima bekerja di perusahaan ternama milik Arsen Dirgantara — seorang CEO muda yang terkenal dingin, perfeksionis, dan tanpa belas kasihan. Di mata semua orang, Arsen adalah mimpi buruk dalam balutan jas mahal. Tatapannya tajam, tutur katanya menusuk, dan setiap perintahnya adalah hukum. Namun, di balik sikap kejamnya, tersimpan luka masa lalu yang tak pernah disembuhkan siapa pun. Rania hanya ingin bekerja dengan tenang dan membuktikan kemampuannya. Tapi sejak hari pertama, ia justru menjadi sasaran amarah sang bos. Setiap kesalahan kecil berujung pada teguran, setiap tatapan pria itu membuatnya gugup—dan anehnya, hatinya mulai bergetar tanpa alasan. Hubungan mereka semakin rumit saat Arsen mulai menunjukkan sisi lain dari dirinya: perhatian yang terselubung di balik kemarahan, dan tatapan yang seolah ingin melindunginya, bukan menyakitinya. Ketika rahasia besar masa lalu Arsen terungkap, Rania harus memilih—melarikan diri dari cinta yang menyakitkan, atau tetap tinggal dan mencoba menyembuhkan hati seorang pria yang bahkan tak percaya pada cinta. Dalam dunia di mana kekuasaan dan perasaan saling bertabrakan, mampukah cinta mereka bertahan? Atau justru hancur di tangan sang bos yang tak pernah mengenal kata “maaf”?
Lihat lebih banyakSuara mereka mulai menjauh. Padahal mereka masih di sana. Aku masih bisa melihat Adrian—rahangnya mengeras, matanya tajam penuh peringatan. Nara masih menggenggam tanganku, jari-jarinya gemetar, seolah kalau dia melepas sedikit saja… aku akan benar-benar hilang. Tapi yang aneh— semuanya terasa seperti dilihat dari jauh. Seperti aku berdiri di balik kaca. Tipis. Rapuh. Dan perlahan… retak. Pintu Itu Sudah Terbuka Pintu terbuka Sinkronisasi akhir tersedia Pilihan diperlukan Aku menelan ludah. Tanganku terasa ringan. Terlalu ringan. Seperti bukan lagi milikku. Aku menatap pria di depan—yang pernah keluar dan kembali. Dia tidak bicara. Tidak mendesak. Hanya… menunggu. Seolah tahu— ini bukan sesuatu yang bisa dipengaruhi. Dua Dunia yang Mulai Terpisah
Angin malam di tempat itu terasa… aneh. Tidak dingin. Tidak hangat. Seperti tidak punya suhu. Seperti tidak benar-benar ada. Aku berdiri diam, menatap pria di depan kami—orang yang katanya pernah melanggar aturan… dan masih ada sampai sekarang. Satu-satunya yang sistem tidak bisa baca. Satu-satunya yang tidak terdaftar. Dan mungkin— satu-satunya jalan keluar. Kalimat yang Tidak Bisa Dianggap Remeh “…lo hampir keluar.” Kata-katanya masih terngiang. Tidak keras. Tidak mengancam. Tapi— lebih berat dari semuanya. “Keluar dari apa?” tanya Adrian. Nada suaranya datar. Tapi aku tahu— dia juga tegang. Pria itu tidak langsung menjawab. Ia hanya melihat ke sekitar. Tanah retak. Udara kosong. Langit yang terasa terlalu jauh. “…dari semua
Udara malam terasa lebih dingin saat kami keluar dari kafe. Bukan karena angin. Tapi karena satu hal yang baru saja kami sadari— kami bukan lagi sekadar bagian dari masalah. Kami sudah masuk terlalu dalam. Dan tidak ada jalan keluar yang sederhana. Langkah yang Terasa Berat Kami berjalan tanpa bicara. Trotoar basah oleh sisa hujan sore. Lampu jalan memantul di genangan kecil. Semua terlihat normal. Tapi di dalam kepala— semuanya berisik. Aku masih memikirkan satu kalimat itu. “Gue yang bikin aturan.” Kalimat sederhana. Tapi efeknya— menghancurkan semua asumsi yang kupunya. Kalau Dia di Atas… Lalu Siapa di Atasnya? “Lo percaya dia?” tanya Adrian tiba-tiba. Aku tidak langsung menjawab. Karena itu bukan pertanyaan sederhana. “Gue percaya dia punya kontrol,” kataku akhir
Kafe itu tetap ramai. Sendok beradu dengan cangkir. Mesin kopi mendesis. Pintu terbuka-tutup, mengantar masuk orang-orang yang tidak tahu apa-apa. Di tengah semua itu, kami berdiri—tegang, diam, dan terlalu sadar bahwa sesuatu yang jauh lebih besar sedang terjadi tepat di depan mata kami. Pria itu duduk santai, jari-jarinya mengetuk ringan sisi cangkir, seolah sedang menunggu waktu yang tepat untuk berbicara. Bukan menunggu kami. Bukan menunggu kesempatan. Tapi menunggu… momen. “…gue yang bikin aturan.” Kalimat itu masih menggantung. Tidak keras. Tidak dramatis. Tapi efeknya… menekan. Seperti sesuatu yang tidak perlu dibuktikan—karena memang benar. Tidak Ada Aura Ancaman… Tapi Lebih Berbahaya Aku menatapnya. Mencoba membaca. Mencoba memahami. Tapi yang kudapat— tidak ada apa-apa. Bukan kosong seperti yang sebelumnya.
Pintu ruang rahasia itu menutup tepat di belakang Arsen, menyisakan aku seorang diri di dalam ruangan yang tidak seharusnya kutinggali.Aku masih duduk di sofa, tetapi rasanya seperti seluruh tubuhku tak lagi sama. Ada sesuatu di dadaku—campuran cemas, bingung, dan… tertarik.Aku memeluk kedua tang
Aku kembali ke meja kerjaku dengan langkah yang hampir tidak terasa menyentuh lantai. Pikiran tentang apa yang hampir Arsen katakan—kamu milik…—terus terulang di kepalaku seperti gema yang tidak mau hilang.Tidak mungkin.Tidak mungkin aku mendengarnya dengan benar.Atau… apakah ia sengaja menggant
Sejak kejadian dengan klien kemarin, suasana di antara aku dan Arseniel berubah. Tidak drastis, tapi cukup untuk membuatku sadar bahwa jarak profesional itu… mulai retak sedikit demi sedikit.Bukan karena kata-kata manis—dia tidak pernah mengucapkannya.Bukan karena gestur lembut—dia bukan tipe sep
Sejak kalimat itu di ruang rapat—“Jangan biarkan siapa pun meremehkanmu. Termasuk saya”—pikiranku tidak pernah benar-benar tenang. Kalimat itu berputar seperti bisikan yang menolak pergi. Bukan hanya karena ia bosku, tapi karena cara dia mengatakannya… seolah ada sesuatu di balik suaranya yang ding






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan