MasukSean telah kembali bekerja seperti biasa ia duduk di ruang kerja sambil memikirkan bagaimana nasib kedepannya kalau sampai Ratna tahu bahwa bayi yang Violla kandung ternyata bukan cucu kandungannya. Otomatis orang tuanya akan terkena masalah besar yaitu penyakiynya akan kambuh dan itu semua tidak mau terjadi kepadanya, Sean harus mencari cara agar kasus sekandal istrinya bisa di dengar olen Ratna tanpa menimbulkan kecemasan yang berlebih. Hari ini Sean akan menghadiri acara di luar kota, kebetulan sekali Sean akan mengajak Kinan bermalam bersama dengannya. Hari ini Sean juga sudah memberitahu Kinan bahwa mereka akan pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Kinan sendiri menyetujui karena ini berurusan dengan kerjaan yang dia tekuni yaitu menggarap proyek baru yang akan mereka jalankan. “Apa kamu sudah siap?” Tanya Sean saat mereka sampai di lobby kantor, Sean menyuruh satpam untuk memasukan koper yang Kinan bawa. Entahlah Kinan merasa kegiatan ini kesempatan untuk Sean berduaan d
Kini Bastian tengah berada di rumah sakit, dirinya melihat Violla sedang bersama orang tuanya. Perasaan cemas dan khawatir menjadi satu, saat ini Violla sengaja memanas-manasi Ratna supaya Bastian tidak menjauhinya. “Mamah, apa yang terjadi?” Tanya Sean ia langsung duduk lalu meraih tangan orang tuanya. Akan tetapi Ratna malah menarik tangannya dan mengabaikan Sean, wanita paruh baya itu merasa kesal karena Sean tidak memperlakukan Violla dengan baik. Apalagi menantunya sedang mengandung membuatnya sangat geram sehingga penyakit jantungnya kumat. “Violla, kenapa kamu ada di sini?” Tanya Sean menoleh ke arah istrinya.Hanya saja Violla diam tidak menjawab pertanyaan Sean, wanita licik itu selalu membuat masalah apa lagi kehamilannya sekarang dia jadikan tameng untuk menjerat Sean supaya pria itu tidak berani macam-macam terhadapnya. “Sean, kenala kamu bicara dengan nada seperti itu? Untung saja Violla berada sedang bersama Mamah kalau tidak, entah apa yang akan terjadi sama Mamah.”
“Memangnya aku tidak boleh bertanya mengenai pria itu lagi?!” Sean segera beranjak dari tempat duduknya kemudian ia pergi ke arah kamar ruang tamu. Di sana Kinan hanya bisa duduk sambil memeluk dada ia berpikir bahwa Sean sedang cemburu kepadanya tapi kembali lagi Kinan mengingat bahwa mereka bukanlah siapa-siapa. Ia langsung menghapus pikiran tentang Sean. Hanya saja sekarang Kinan mulai males datang ke tempat kerja di mana di sana ada Kevin. Pria yang sudah membuatnya sakit hati, walau pun dulu dia sangat bego sekali karena sudah tahu bahwa Kevin tidak menyukainya dan diam-diam menjelek-jelekkan dirinya bersama keluarganya. Tapi saat itu Kinan belum sadar dia susah sekali melupakannya akan tetapi berangsur membaik hatinya mulai menerima kenyataan dan melupakan Kevin dari hidupnya. Terlebih pria itu sudah pindah entah ke mana, akhirnya Kinan melanjutkan hidup dan bertemu dengan Leon. “Bagaimana kalau suatu saat skandal kita berdua terbongkar di depan publik, sebaiknya aku tidak bo
Kinan dan Sean akhirnya sampai di tempat tujuan, hujan besar pun melanda akhirnya Sean memutuskan untuk mampir ke Apartement untuk menghangatkan tubuhnya. Kinan segera pergi ke arah kamar sementara Sean duduk di ruang sofa ia kembali menghirup sebatang rokok untuk menenangkan pikirannya. Sebersit Sean kembali mengingat masa lalunya di mana dia terus menunggu perasaan Olivia kepadanya. Tapi hingga kini dia tidak berubah, dengan mengakhiri hubungan tanpa perasaan Sean akan menyerahkan Olivia ke orang tuanya. Untung saja Kinan hadir menghiasi kehidupannya yang hitam putih, setelah banyak penyelidikan ternyata Olivia tidak sebaik yang dia kira. Kinan datang membuyarkan lamunannya ia segera menyodorkan teh manis hangat untuk Sean, seperti biasa gulanya tidak banyak hanya sejuput ujung sendok. Kinan duduk di sebrang sofa sambil menatap Sean yang sedari tadi belum bergeming. “Apa kamu lapar?” Tanya Kinan.Barulah Sean tersadar ia langsung mengangguk mengingat tadi siang dia tidak makan a
Setelah bekerja seharian Kinan pulang menggunakan angkutan umum, ia telah menolak Sean untuk makan siang bersama. Saat ini ia tengah menunggu mobil lewat dan duduk dengan tenang, mungkin Kinan akan menghindari Sean karena pria itu semakin ke sini semakin bandel. Dia sudah tidak takut untuk mendekatinya membuatnya sangat khawatir karena status keduanya bos dan bawahan. Tiba-tiba saja mobil berwarna putih menghentikan laju kendaraannya tepat di hadapan Kinan, pria itu tidak lain Kevin. Kinan yang melihat dia keluar dari dalam mobil merasa kesal sekali padahal dia sudah menolaknya dengan sangat keras. “Kinan, kita pulang bersama, sekalian aku mau membicarakan sesuatu darimu.” Ucap Kevin.“Sudah berapa kali aku katakan bahwa aku tidak mau dekat denganmu lagi.” Kinan berdiri kemudian ia pergi meninggalkan Kevin seorang diri. Adegan mereka terlihat kembali oleh Sean, ia merasa aneh kenapa keduanya terlihat sangat akrab sekali. Tidak lama Sean datang menghampiri mereka berdua yang sedang
Kinan menghela napas panjang ia merasa lega karena Siska tidak jadi melihat siapa yang ada di bawah meja. Siska di panggil oleh atasannya dia langsung pergi meninggalkan Kinan membuatnya sangat beruntung dan merasa lega atas kepanikam yang dia hadapi. Hampir saja ketahuan bahwa yang ada di bawah kolong meja tidak lain Sean. “Keluarlah dia sudah pergi.” Titah Kinan ia menyenderkan tubuhnya pada kursi sambil memejamkan kedua matanya. Sean keluar sambil menggelengkan kepala, baru kali ini seumur hidupnya di perlakukan seperti ini oleh wanita. Harga dirinya mendadak turun ia langsung mengukung Kinan yang sedang bersandar. “Kau keterlaluan menyuruhku di bawah kolong meja untuk bersembunyi, kalau nanti aku sedang bersamamu aku tidak mau ngumpet lagi.” Cecar Sean memperingati.Kinan membuka kedua mata ia tersentak kaget melihat Sean sudah ada di depan mata kepalanya sendiri. Seketika Kinan reflek langsung mendorong tubuh Sean supaya menjauh darinya, Kinan benar-benar tidak menyangka Sean s







