Share

14. Terangsang

Author: Liachuu
last update publish date: 2026-06-02 19:07:34

"Gila! Dasar otak mesum!" Tegas Arinka kemudian.

Dia mendorong tubuh Dean. Di mana Arinka juga sudah menyodorkan kembali pistol itu pada Dean. Baik benda itu ataupun Dean, keduanya sama-sama membuatnya muak.

Dean terkekeh melihat tingkah Arinka di sana. Entah untuk ke berapa kalinya dia merasa sesenang itu saat menggoda adik tirinya.

"Aku hanya bercanda, Love. Kemari, ayo mulai belajar menembaknya," ucap Dean mencoba membujuk Arinka.

Sementara yang diajak bicara hanya terdiam dan memilin me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   37. Buat mereka bercerai

    Dean sempat terdiam. Isi kepalanya mendadak kosong setelah mendengar pertanyaan yang dilemparkan Arinka padanya. Benar-benar terasa kosong sampai dia sendiri tidak tahu bagaimana dia harus menjawab pertanyaan tersebut. Sekalipun itu adalah pertanyaan yang seharusnya bisa dia jawab dengan isi hati dan kepalanya."Maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatmu—""Biarkan aku menjawab dulu," potong Dean sebelum Arinka menyelesaikan kalimatnya di sana.Lantas Dean kini kembali membelai rambut Arinka dengan lembut, teramat lembut sampai kedua pasang mata itu saling menatap dengan lekat. Saling memancarkan perasaan masing-masing melalui hal itu. Disusul dengan satu anggukkan di kepala Arinka yang sudah ditunjukan padanya sebagai persetujuan."Kau tahu kan kalau aku tidak suka kau berbohong padaku?" tanya Dean kemudian. Di balas dengan anggukkan lagi dari wanita yang saat ini bersamanya. "Untuk itu, aku juga ingin mengatakan hal yang sebenarnya. Aku tidak akan menambahkan kebohongan, meskipun itu

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   36. Cinta atau nafsu

    Sakit.Arinka dapat merasakan ngilu pada seluruh tubuhnya. Sebab Dean memang melakukan semua yang sudah dia katakan sebelumnya. Tentang dia yang tidak akan membiarkan Arinka berjalan. Terbukti dengan tubuh Arinka yang bahkan kini terass ngilu di seluruh tubuh akibat aktivitas seksnya bersama Dean. Membuatnya kini hanya bisa berbaring lemas di atas ranjang dengan selimut yang membungkus tubuhnya."Lain kali jangan coba-coba berbohong padaku. Masih untung aku bisa mengendalikan diri, kalau tidak kau mungkin sama sekali tidak bisa bergerak," ucap Dean yang saat ini sudah terduduk di tepi ranjang. Hanya mengenakan celananya pendeknya.Lantas Arinka berusaha mengubah posisinya hingga berbaring menyamping sembari menahan rasa ngilu di bagian pusatnya. Dia menatap Dean dengan sorot matanya yang sayu."Kau marah sekali, ya?" tanya Arinka lirih.Dean sama sekali tak menoleh pada wanita itu. Dia justru malah bangkit dari posisi duduknya. "Kau pikir saja. Aku tidak suka kau berbohong," ucapnya k

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   35. Hukuman di atas ranjang

    "Aku buka ya pakaiannya?" Arinka menggelengkan kepalanya setelah mendengar pertanyaan tersebut dari Dean. Sebuah penolakan yang dia tunjukan dengan jelas, dengan tangan yang mulai menahan tangan Dean agar tidak melepas pakaiannya seperti apa yang pria itu katakan. "Kenapa, Love? Hm? Memangnya kau tidak merindukan aku?" tanya Dean sekali lagi. Berusaha membujuk Arinka yang masih menahan tangannya. Arinka mengatur nafasnya yang sempat terengah akibat ciuman yang mereka lakukan beberapa saat yang lalu. Kepalanya dekali lagi menggeleng dengan perlahan. "Jangan di sini, mereka bisa melihat kita." "Terus? Apa yang jadi masalah? Memangnya kenapa kalau mereka melihat kita, hm?" tanya Dean tanpa beban sama sekali. Hal yang membuat Arinka menatap pria itu dengan lekat, dengan kedua tangan yang sudah dia ulurkan untuk menyentuh pipi sang kakak, mengusapnya pelan. "Memangnya kau mau kalau mereka melihat tubuh kita berdua?" tanya Arinka sekali lagi. Namun, Dean malah tersenyum miring dibuat

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   34. Aku ingin melepaskan pakaianmu

    "Jika kau memang benar-benar berada di posisi Dean, apa kau akan tetap mengusir wanita jalang yang menjadi parasit ini, Tuan Lucas?" "Kenapa hanya diam? Tidak bisa menjawab? Mulai menyesali ucapanmu sebelumnya, Lucas?" tanya Arinka sekali lagi setelah melihat keterdiaman Lucas di sana. Wanita itu tersenyum, penuh kemenangan. Dia benar-benar puas melihat respon Lucas yang seperti itu. Setidaknya, dia bisa melihat Lucas yang tak lagi membantah dan menyombongkan diri seakan dia ada di atas segalanya hingga bisa merendahkan Arinka seperti sebelumnya. "A–apa maksudmu tent—" "Bicara lagi nanti. Sudah terlanjur malas membahas soal ini denganmu," potong Arinka cepat sebelum Lucas menyelesaikan ucapannya. Arinka berniat melangkahkan kakinya di sana. Namun, baru saja melewati pria itu, tangannya sudah kembali ditarik. Dengan pergerakak cepat, Lucas menarik Arinka dan menyudutkan tubuh wanita itu pada meja makan. Tak peduli dengan kursi yang tersenggol hingga akhirnya terguling denga

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   33. Desahan wanita itu

    Rasa takut.Sepertinya Arinka mulai merasakan jika rasa takut itu semakin nyata. Rasa takut yang membuat hatinya terasa tak nyaman dan juga tidak tenang. Rasa takut yang selalu membuatnya was was. Apalagi, jika dia memikirkan bagaimana keadaan sang ibu yang sekarang sudah jauh darinya. Sang ibu yang masih menyandang status sebagai istri dari seorang Arthur, si brengsek yang hampir melecehkannya.Tidak hanya itu saja, Arinka juga menakuti hal lainnya. Tentang dirinya yang sekarang mulai terlibat dengan dunianya Dean. Dunia sang kakak tiri yang terlihat semakin gelap dan benar-benar menakutkan. Sampai Arinka harus dikurung di mansion besar itu bersama orang-orang yang ada di sana. Dengan Arinka yang belakangan ini terus diajarkan bagaimana caranya menembak dan membela diri jika saja seseorang akan menyakitinya suatu saat nanti."Ayo, Nona Arinka. Sudah waktunya berlatih lagi."Seorang pria baru saja menghampiri Arinka yang sedang terduduk di kursi dapur. Dia baru saja menyelesaikan sara

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   32. Keterlibatan sang ayah

    "Kau kira aku akan begitu saja percaya pada apa yang kau ucapkan?"Dean mendecih. Dia juga tersenyum menatap Lucas, sebuah senyum yang meremehkan. Apalagi, saat dia melihat Lucas yang juga masih terduduk dengan bagian lengan yang sudah terluka. Karena kenyataannya, lengannya itu terkena tembakan Dean. Sampai dia begitu saja terduduk dengan pistol yang terjatuh begitu saja.Ya, Dean tidak mengenai titik vital Lucas. Dia hanya menembak lengan pria itu demi menyingkirkan ancaman yang Lucas berikan sebelumnya.Tidak mungkin juga Dean membunuh Lucas begitu saja."Kau bisa memeriksa data perusahaan ayahmu. Kau mungkin akan menemukan petunjuk yang mengarah ke sana," ucap Lucas kemudian.Kali ini dia terlihat semakin serius dari sebelumnya. Meski rasa nyeri sedang dia rasakan pada lengannya.Bagaimanapun, luka tembak itu memang menyakitkan. Apalagi saat darah itu terus menetes dari lukanya. Membuat Lucas semakin lama juga bisa merasa lemas karena kehilangan cukup banyak darah."Kita ke rumah

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   8. Suntikan yang nikmat

    "Good moaning!"Kedua mata Arinka membelalak saat dia mendengarkan sapaan itu di telinganya.Ya, dia teramat yakin kalau dia tidak salah dengar. Alih-alih mengatakan sapaan 'Good Morning', pria yang baru saja mengambil tempat untuk duduk di sampingnya itu malah mengatakan 'Good Moaning'."Tutup mul

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   7. Kegilaan nikmat

    Siapa sangka kalau ciuman Dean akan sememabukan ini. Sampai Arinka tak sadar kalau dia terus menikmati ciuman yang kakak tirinya berikan itu. Membalas setiap pergerakan yang membuat matanya terpejam dan melenguh beberapa kali dengan sentuhan-sentuhan yang membuatnya tak bisa berhenti.Meski saat Ar

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   6. Aku akan menikmatimu

    Satu tembakan.Dua tembakan. Tiga tembakan.Sampai belasan tembakan dilesakkan oleh Dean dengan begitu mudah.Bukan hal sulit untuknya mengarahkan timah panas tersebut pada kepala orang-orang yang memancing emosinya tersebut. Tidak peduli dengan nyawa yang akhirnya melayang di tangannya begitu saj

  • Godaan Kakak Tiri Mafia   5. Panggil aku dalam rintihanmu

    Gila!Hanya kata itu yang terus terngiang di kepala Arinka sekarang.Keadaannya benar-benar gila! Bagaimana mungkin Dean yang merupakan kakak tirinya itu selama ini merupakan pelanggannya? Pria yang selalu dia puaskan di atas ranjang?! Benar-benar gila!"Tapi, tunggu ... Pelangganku? Itu berarti, k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status