Share

Bab 209

Author: Joker Sarjana
last update publish date: 2026-03-14 22:01:29
Maya pulang dari kantor sekitar jam 8 malam, lebih larut dari biasanya karena ada tenggat proyek. Dia menemukan Radit duduk di meja makan dengan laptop terbuka, dikelilingi dokumen-dokumen yayasan yang di-print, dengan wajah yang sangat tertekan.

"Radit? Kamu kenapa?"

Radit mengangkat kepalanya, matanya merah, jelas dia sudah menangis atau hampir menangis.

"Maya, duduk. Aku perlu cerita sesuatu."

Maya langsung merasa kecemasan naik. Dia duduk dengan hati-hati.

Radit menceritakan semuan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Mama Muda   Bab 218

    Radit terbangun dengan leher yang kaku, dia tertidur di sofa hotel karena tidak mau mengganggu Maya yang akhirnya bisa tidur setelah minum obat penenang yang diresepkan dokter.Ponselnya menunjukkan 47 panggilan tak terjawab dan 89 pesan belum dibaca.Sebagian besar dari media yang minta wawancara atau komentar.Beberapa dari donor yayasan yang khawatir.Satu dari nomor tidak dikenal dengan pesan yang membuat darahnya dingin:Tidak Dikenal: Radit, ini sudah di luar kendali. Kita perlu bicara. Temui aku. Sendiri. - AAlya.Sialan Alya.Dia hampir menghapus pesan itu tanpa baca lebih lanjut, tapi ada lampiran, sebuah foto.Foto Bima... dengan wanita yang bukan Maya. Di restoran. Intim. Penanda waktu: dua minggu lalu.Radit memperbesar foto. Wanita itu... dia tidak kenal. Tapi bahasa tubuh mereka jelas lebih dari sekadar makan malam bisnis.Pesan lain masuk:Tidak Dikenal: Aku punya lebih banyak. Video. Pesan. Bima sudah berselingkuh selama berbulan-bulan. Aku bisa membantumu. Tapi kamu

  • Godaan Mama Muda   Bab 217

    Pengadilan Negeri Jakarta Selatan - Jam 9 PagiRuang sidang ternyata penuh. Ada media (terbatas yang diizinkan masuk), ada anggota keluarga dari kedua pihak, ada juga pengamat yang entah kenapa tertarik.Radit duduk di barisan belakang, dia secara teknis bukan pihak dalam kasus ini jadi dia tidak bisa duduk bersama Maya di depan.Maya duduk dengan Ibu Ratna di sisi penggugat (secara teknis Bima adalah pemohon jadi Maya adalah termohon, tapi istilahnya bisa berbeda-beda).Bima duduk di sisi berlawanan dengan tim pengacaranya, tiga pengacara untuk satu kasus, menunjukkan sumber daya yang dia miliki.Hakim masuk, Ibu Hakim Sari Kusuma, perempuan di usia 50-an dengan reputasi tegas tapi adil."Sidang dibuka. Kasus permohonan perubahan hak asuh, Bima Prakasa melawan Maya Kusuma Prakasa."Pengacara Bima berdiri, menyampaikan argumen dengan sangat profesional:"Yang Mulia, kami mengajukan permohonan darurat karena ada perubahan signifikan dalam keadaan yang memengaruhi kesejahteraan anak. Se

  • Godaan Mama Muda   Bab 216

    Respon Bima datang cepat dan brutal.Pertama: siaran pers dari perusahaannya dengan bahasa hukum yang pada intinya mengatakan tuduhan itu tidak berdasar, mencemarkan nama baik, dan akan ditangani melalui jalur hukum.Kedua: permohonan darurat diajukan ke pengadilan untuk mempercepat sidang hak asuh, dari hari Jumat menjadi besok (Kamis sore/malam) dengan argumen bahwa "anak berada dalam bahaya langsung karena perilaku ibu yang semakin tidak stabil."Ketiga: dan ini yang paling mengejutkan, Bima entah bagaimana mendapatkan wawancara eksklusif dengan media berita besar yang akan tayang jam 8 malam.“Bagaimana bisa dia dapat slot utama dalam waktu kurang dari 6 jam?” tanya Radit dengan tidak percaya.“Uang,” jawab Rara muram. “Dan koneksi. Bima punya keduanya.”Mereka menonton wawancara itu bersama di kamar hotel, Radit, Maya, Ibu Ratna, Rara, Mama Jessica, dan Priska.Bima tampil tenang, simpatik, dengan energi “ayah yang peduli” yang sangat pas.Pewawancara: “Bapak Bima, ada tuduhan se

  • Godaan Mama Muda   Bab 215

    Tim mereka bekerja sepanjang malam. Rara menyusun dokumentasi dengan detail obsesif. Ibu Ratna mempersiapkan strategi hukum. Priska terbang ke Jakarta untuk persiapan kesaksian. Dan Radit serta Maya, mereka mencoba untuk tetap waras di tengah kekacauan.Pukul 2 dini hari, Maya duduk di lantai kantor yayasan, dikelilingi oleh cetakan dokumen, dengan mata yang merah dari kelelahan dan tangisan."Radit," panggilnya dengan suara serak.Radit yang sedang di komputer langsung menghampiri, duduk di sebelahnya."Ada apa?"Maya menunjukkan ponselnya. Pesan dari Kara, dikirim jam 10 malam (seharusnya Kara sudah tidur)."Mama, kenapa Papa bilang Mama gak sayang aku lagi? Kenapa Mama gak telepon aku hari ini? Aku kangen Mama."Maya menangis, isak pelan yang membuat dadanya naik turun."Aku... aku terlalu fokus sama perjuangan ini sampai aku lupa telepon anakku sendiri. Apa... apa aku ibu yang buruk?"Radit memeluknya erat."Kamu bukan ibu yang buruk. Kamu ibu yang berjuang untuk anakmu. Ada bedan

  • Godaan Mama Muda   Bab 214

    "Bima,""Terima kasih untuk pertemuan kemarin dan penawaran yang kamu sampaikan. Setelah pertimbangan matang, saya ingin mengajukan pengaturan alternatif.""Saya mengetahui keterlibatanmu dalam kampanye melawan Yayasan Kiara Harapan. Saya memiliki bukti, jejak email, catatan pembayaran, dan kesaksian dari berbagai sumber. Saya juga mengetahui pola intimidasi dan manipulasi yang kamu lakukan, didukung oleh dokumentasi dari hubungan-hubungan sebelumnya.""Namun, saya tidak tertarik pada konfrontasi publik. Saya percaya kita bisa mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.""Proposal tandingan saya:" "1. Kamu menghentikan seluruh kampanye negatif terhadap yayasan segera." "2. Kamu menyetujui pengaturan hak asuh yang direvisi, Maya mendapatkan hak asuh utama dengan hak kunjungan yang setara untukmu." "3. Kamu berkomitmen pada pengasuhan bersama secara profesional tanpa manipulasi atau intimidasi.""Sebagai imbalannya:" "1. Saya tidak akan menempuh jalur hukum terkait campur tanganmu t

  • Godaan Mama Muda   Bab 213

    Mereka meninjau dokumentasi Priska bersama Rara dan juga Ibu Ratna (pengacara Maya yang dipanggil untuk konsultasi darurat)."Ini... ini pengubah keadaan," kata Ibu Ratna setelah meninjau semua dokumentasi. "Dengan kesaksian dari Priska, dikombinasikan dengan bukti tentang kampanye melawan yayasan, kita bisa membangun kasus bahwa Bima punya pola pelecehan dan intimidasi.""Tapi," lanjut Ibu Ratna dengan nada serius, "membawa ini ke publik akan jadi opsi paling ekstrem. Bima akan melawan dengan semua yang dia punya. Dan akan ada dampak tambahan.""Dampak tambahan ke siapa?" tanya Maya."Ke Kara," jawab Ibu Ratna terus terang. "Dia baru 7 tahun. Kalau cerita tentang ayahnya yang bersikap kasar dan manipulatif tersebar ke publik... dia akan terekspos. Anak-anak di sekolah akan bicara. Dia akan terdampak."Maya menutup matanya dengan rasa sakit yang jelas terlihat di wajahnya."Jadi aku harus memilih antara melindungi Kara dari trauma jangka pendek atau melindungi dia dari manipulasi Bima

  • Godaan Mama Muda   Bab 100

    Tiga minggu berlalu sejak malam itu. Hubunganku dengan Kiara semakin renggang.Kami masih bertemu, tapi tidak sesering dulu. Dan setiap kali bertemu, ada jarak yang tercipta di antara kami.Jarak yang sebenarnya kubuat sendiri.Perubahan pada diri Kiara pun mulai terlihat jelas. Senyumnya yang dulu

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Godaan Mama Muda   Bab 85

    Ia berbalik menatapku sepenuhnya, lalu mengusap air matanya sendiri dengan punggung tangan."Dan… aku akan ingat ini selamanya," ucapnya pelan. "Walaupun kamu akan lupa."Aku menggeleng cepat, reflek."Aku… aku gak akan lupa, Siska," ucapku. "Aku akan ingat. Selamanya."Ia menatapku ragu, seakan ta

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Godaan Mama Muda   Bab 102

    Plak!Sebuah tamparan keras mendarat di pipiku. Kiara menamparku dengan sekuat tenaga.Rasa panas menjalar seketika, meninggalkan denyut perih yang menjalar hingga ke rahang.Namun, sengatan fisik itu tak ada apa-apanya dibanding tatapan matanya. Tatapan yang biasanya penuh binar hangat, kini redup

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Godaan Mama Muda   Bab 92

    Setibanya di rumah, Mama Jessica sudah menungguku di ruang tamu."Radit?" panggilnya saat melihatku masuk. "Dari mana aja? Kok pulangnya malem banget?"Aku melepas sepatu dan menaruh tas di sudut ruangan."Dari rumah Kiara kan, Ma?"Mama Jessica bangkit dari sofa dan menghampiriku. Matanya menatapk

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status