MasukDemi menjaga marwah dan reputasinya, cuma Pak Erik yang tidak ketawa. “Bagus juga jam tangan-mu. Boleh lah nanti aku minta belikan buat hadiah putraku.” Aden menggaruk kepalanya yang tak gatal. “Tidak diperjualbelikan, Pak. Hehe. Lagipula jam ini jelek. Tidak ada apa-apanya kalau dibandingkan jam tangan Pak CEO.” 99 persen dipastikan bahwa Aden memang bukanlah Ace of Spades. Maka sejauh ini Aden tetap aman. Kendati demikian, tidak ada yang bisa benar-benar aman di dunia ini! Tadi pas Aden pergi buru-buru dari Warnet MBG rupanya dia lupa mengubah OS ke normal dan mencabut AceChip miliknya. Mang Bowo yang menggantikan posisi Aden di kursi billing sontak kaget saat kali pertama dia menyaksikan semua maha karya hebat ini. OS-nya tidak sama dengan OS dua puluh PC lainnya. Hitam dan aneh. Lebih mirip tampilan situs rahasia. Mang Bowo membuka tab Tor Browser yang tadi belum sempat Aden tutup walaupun sudah logout otomatis. Mang Bowo menganga, “Portal The Carbon! Sejak kapan Aden mem
Setelah tugasnya rampung, Aden buru-buru pergi menuju kantornya lagi. “Kembaliannya ambil saja, Kak.” Si Ojol kaget, “Tiga puluh ribu lebih kembaliannya.” Dia segera menyiapkan kembalian. “Gak apa-apa, Kak. Aku lagi hepi. Hehe.” Aden senyum lalu berlari kecil. “Ambillah!” Pas tadi pergi, suasana kantor kacau balau, dan sekarang suasana jauh lebih tenang dan kondusif. Aden mengendap-endap masuk ke ruang kontrol bawah tangga. Jangan sampai ada yang melihatnya. Dan begitu sudah masuk, tiba-tiba ada sahutan dari jauh. “Den! Kau dari mana saja?” Itu adalah Pak Erik! Gawat! Raden segera merapikan kemeja putihnya dan memasukkannya ke dalam celana. “Ya ada apa, Pak? Aku dari luar tadi." Pak Erik bisa bernapas lega. “Kami tadi mencari kau. Barusan ada kejadian hebat dan mengerikan. Semua ahli gagal menghalau serangan mematikan The Carbon. Kami pikir kau bisa mengatasinya dengan WSCD-mu. Tapi kami tidak menemukan mu. Memangnya kau dari mana?” Dengan polosnya Aden memberikan bungku
Dan ketiga yang terakhir adalah Billing Mikrotik Overload. Ini adalah trik paling konyol. Aden menggunakan software billing Warnet MBG yang dimodifikasi. Dia menganggap hardware Trojan yang ditancapkan Pak Teguh sebagai "komputer klien warnet yang menunggak sewa". ===== TARGET NODE : HARWARE_TROJAN_PORT_01 (THE CARBON GATEWAY) ACTION : FORCE TIME-OUT & BROADCAST FLUSH ===== Aden memborbardir Hardware Trojan milik The Carbon dengan jutaan permintaan otentikasi billing Mikrotik. Perangkat keras kecil itu tidak dirancang untuk menampung lalu lintas data bertubi-tubi dari protokol kuno. Dongle rahasia milik Pak Teguh di ruang server S-Security mendadak overheat dan terbakar secara fisik di dalam port switch. Begitu Hardware Trojan terbakar dan memutus jalur The Carbon, fitur Deep Freeze Auto-Rollback buatan Aden yang ada di Aegis-Shield v4 otomatis aktif kembali. Dalam 0.1 detik, seluruh firmware palsu buatan The Carbon terhapus, dan server S-Security kembali bersih total se
“Stop di sini, Kak!” ujar Aden lalu membayar pakai uang tunai pada pengemudi online. Aden berjalan agak ngebut sebelum akhirnya kaget melihat pintu Warnet MBG tutup. Aden mengetuk pintu beberapa kali. “Mang Bowo! Mang Bowo!” Beberapa saat tidak ada sahutan. “Mang Bowo!” Sekitar satu menit barulah ada jawaban dari dalam. “Tutup! Warnet tutup!” teriak Mang Bowo dengan suara yang sangat nyaring. “Mang, aku Aden, Mang. Buka dulu!” Tak berpikir lagi, Mang Bowo segera membuka pintu, dan sejurus kemudian seorang lanang berbadan gemuk dan perut buncit langsung memeluk Aden dengan wajah yang sangat ceria. “Den, akhirnya kau kembali!” Mang Bowo hampir saja meneteskan air mata karena saking terharunya. Namun, dada Aden sesak sebab pelukan Mang Bowo kencang sekali. “Emmm. Mang, tolong lepaskan. Aku… Aku sakit.” Perut buncit itu menjauh. Aden menatap mata yang berkaca-kaca Mang Bowo lantas berkata, “Libur Mang ya?” “Ayo masuk dulu nanti aku ceritakan.” Di dalam, Mang
Akses untuk database klien S-Security terbuka lebar dan berpeluang jatuh ke tangan The Carbon. Itulah kenapa Pak Teguh tidak perlu membayar mahal sampai puluhan ribu dolar, tapi cukup memberikan keleluasaan akses saja. The Carbon mendapatkan banyak sekali keuntungan dari akses yang diperoleh sebab mereka tahu bahwa mayoritas klien S-Security adalah instansi dan lembaga negara. Terakhir muncul pesan yang agak panjang dari The Carbon: ===== [THE CARBON SYNDICATE :: BLACKMAIL BROADCAST] TARGET RECIPIENT : S-SECURITY BOARD OF DIRECTORS & SHAREHOLDERS TRANSMISSION NODE: COMPROMISED CORE SERVER (PUBLIC DEMO DISPLAY) ===== ATTN: BOARD OF DIRECTORS & MAJORITY SHAREHOLDERS OF S-SECURITY YOUR INFRASTRUCTURE IS NO LONGER YOURS. THE CARBON SYNDICATE HAS EXFILTRATED ALL PROPRIETARY SOURCE CODES, CLIENT DATABASES, AND ENCRYPTED GOVERNMENT CONTRACTS. ALL LOCAL BACKUPS HAVE BEEN PERMANENTLY PURGED. WE HAVE ONLY ONE REQUIREMENT TO PREVENT THE IMMEDIATE PUBLIC RELEASE AND AUCTION
Siang tadi, sebelum meninggalkan S-Security sepenuhnya, Pak Teguh menyelinap masuk ke ruang server utama, menancapkan sebuah dongle USB miniatur yang menyamar sebagai dongle Bluetooth di port belakang Core Switch utama S-Security. Dia pun menggunakan kredensial Super Admin miliknya yang masih aktif, dengan cara memasukkan SSL Private Key bawaan milik The Carbon ke dalam Trust Store tingkat kernel server. Dan sebelum melangkah keluar dan menyerahkan surat resign di meja Pak Erik, Pak Teguh mematikan indikator lampu sensor di ruang server agar aksinya tidak memicu motion alarm. Semua rencananya berjalan dengan sangat mulus dan dia amat yakin dengan kinerja para sindikat The Carbon yang amat profesional. Terbukti misi ini diberikan langsung kepada anggota tier Gold. Keesokan harinya di S-Security. Sirine meraung keras dan lampu peringatan merah menyala terang berputar-putar. Riko berdiri dari kursi kerjanya, “Gawat! Serangan tingkat tinggi! Aku harus….” Beberapa rekan mengawasiny







