Beranda / Urban / Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku / Berani Menyinggung Dan Kalian Akan Hancur!

Share

Berani Menyinggung Dan Kalian Akan Hancur!

Penulis: Falisha Ashia
last update Terakhir Diperbarui: 2026-03-11 22:14:56

Pintu kamarku tertutup rapat, menyisakan tawa kecil ibuku yang menggema di lorong.

Aku berdiri mematung di tengah kamar, menatap kedua istriku yang kini sedang membongkar lemari pakaian raksasa dengan antusiasme yang jauh lebih mengerikan daripada pasukan bayaran Ibukota.

"Meja makan utama kita butuh kayu mahoni padat," gumam Amanda, menempelkan sebuah gaun hijau zamrud ke tubuhnya di depan cermin. "Dan lampu kristalnya... aku ingin model vintage dari Italia."

Livia mengangguk setuju sambil men
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Berani Menyinggung Dan Kalian Akan Hancur!

    Pintu kamarku tertutup rapat, menyisakan tawa kecil ibuku yang menggema di lorong.Aku berdiri mematung di tengah kamar, menatap kedua istriku yang kini sedang membongkar lemari pakaian raksasa dengan antusiasme yang jauh lebih mengerikan daripada pasukan bayaran Ibukota."Meja makan utama kita butuh kayu mahoni padat," gumam Amanda, menempelkan sebuah gaun hijau zamrud ke tubuhnya di depan cermin. "Dan lampu kristalnya... aku ingin model vintage dari Italia."Livia mengangguk setuju sambil menarik sebuah mantel musim gugur yang elegan. "Kita juga harus mencari karpet Persia baru. Karpet di aula sudah tidak bisa diselamatkan dari noda darah Beruang Besi semalam."Aku menghela napas panjang, memijat pangkal hidungku. Tiran yang semalam membelah peluru tank dengan tangan kosong, pagi ini harus menyerah di bawah tirani daftar belanjaan.Satu jam kemudian, kami tiba di Verdansk Grand Mall, pusat perbelanjaan paling mewah dan eksklusif di seluruh provinsi, tempat di mana para elit menghamb

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Pagi Yang Damai

    Suara baling-baling helikopter penjemput Veleno memecah keheningan langit fajar.Aku duduk bersandar di kursi kulit kabin penumpang, menatap keluar jendela kaca.Aku menunduk menatap kondisiku sendiri. Jas three-piece hitam yang kupakai dengan penuh kebanggaan semalam kini hancur lebur. Kainnya robek di berbagai tempat, basah kuyup oleh air sungai es Ngarai Merah, dan berlumuran lumpur serta sisa noda darah dari Beruang Besi.Namun, bukannya marah, aku justru tersenyum tipis. Tidak ada satu pun luka fatal di tubuhku. Aku pulang sebagai pemenang mutlak.Di seberang kursiku, Paman Julian dan kelima komandan Ghost Unit tertidur karena kelelahan ekstrem, meski tangan mereka masih menggenggam senapan dengan erat. Mereka adalah pejuang sejati.Helikopter perlahan turun dan mendarat di landasan helipad cadangan di sayap timur Mansion Morales.Begitu pintu kabin terbuka, udara pagi yang segar menyapaku. Aku melompat turun, membiarkan Julian dan pasukannya diurus oleh tim medis keluarga yang s

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Ayah Menyelesaikan Semuanya

    [SATU...]Suara sistem otomatis itu menjadi vonis kematian bagi jembatan gantung raksasa Ngarai Merah.Dalam seperseribu detik sebelum detonator C4 di bawah aspal meledak, otakku bekerja melampaui batas nalar fana. Berlari kembali ke arah Verdansk adalah mustahil. Melangkah maju menuju daratan Ibukota sama saja dengan bunuh diri di tengah kobaran api.Hanya ada satu jalan keluar. Ke bawah."Pegang mobilnya! SEKARANG!" raungku membelah malam.Aku melompat turun dari kap mobil "Banteng Hitam", mencengkeram kerah jas Paman Julian dengan tangan kiriku, dan menggunakan tangan kananku yang terbalut Obsidian Knuckles untuk meninju pilar baja di sisi jembatan hingga hancur.Kelima komandan Ghost Unit yang sangat terlatih tidak membuang sedetik pun. Mereka melompat keluar dari kabin dan mencengkeram sasis baja mobil SUV kami erat-erat.DUUUAAARRR!Ratusan ton bahan peledak C4 meledak secara serempak. Gelombang panas yang luar biasa menyapu punggungku. Seluruh struktur jembatan gantung seharga

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Membelah Peluru

    Kilatan cahaya dari moncong meriam kaliber 120mm itu menyilaukan seluruh pandangan di atas jembatan gantung.Di mataku, waktu melambat menjadi kepingan milidetik. Sebuah peluru pelontar baja penembus zirah meluncur membelah udara dingin malam dengan kecepatan hipersonik, menciptakan gelombang kejut berupa cincin asap putih di sekelilingnya. Moncong meriam itu telah mengunci tepat ke tengah-tengah kap mesin mobil kami.Paman Julian di sebelahku memejamkan mata, pasrah menyambut kematian yang tak terhindarkan.Baja berlapis obsidian milik "Banteng Hitam" mungkin kebal terhadap rentetan peluru senapan mesin, namun benturan kinetik murni dari peluru tank seberat belasan kilogram dengan kecepatan suara ini pasti akan meremukkan mobil kami beserta isinya menjadi besi tua berdarah.Menghindar ke kiri atau kanan adalah bunuh diri; kami akan terjun bebas ke dasar Ngarai Merah. Mengerem juga sudah terlambat.Hanya ada satu cara untuk seorang Tiran bertahan hidup. Maju dan hancurkan ancaman itu.

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Konvoi Monster Baja

    Hawa panas Emas Kemerahan yang meledak dari pori-poriku membuat cat di dinding lorong mansion perlahan mengelupas dan menghitam.Namun, amarah murni itu hanya berlangsung selama dua detik.Aku memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam, dan memutus aliran Qi Purgatoriku secara paksa. Aku menekan kembali lautan energi yang mengamuk itu ke dalam Dantian-ku hingga suhu di lorong kembali normal. Seorang Raja tidak boleh kehilangan ketenangannya hanya karena lawannya menutup satu jalan.Aku menatap ibuku, Angeline, yang masih berdiri dengan tenang menghisap pipa tembakaunya. Dia tidak tampak terkejut dengan kabar hancurnya jet pribadi kami."Mereka membakar sayap kita," ucapku datar, mempererat genggamanku pada gagang koper Black Ledger di tangan kiriku."Lalu apa yang akan kau lakukan, Tiran?" tantang Angeline dengan seulas senyum tipis yang penuh intrik. "Apakah kau akan merengek dan menunda keberangkatanmu?"Aku mendengus pelan, sebuah seringai dingin terukir di bibirku. Aku menekan ear

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Sumpah Para Ratu

    "Kita punya undangan makan malam di Ibukota. Dan Veleno tidak pernah datang terlambat."Kata-kataku memutus keheningan di halaman depan yang berlumuran darah. Paman Julian tidak membuang sedetik pun. Dia langsung menekan earpiece komunikasinya, menyalakan rentetan perintah dengan nada militer yang tegas untuk menyiapkan jet pribadi keluarga, mengamankan landasan pacu, dan menunjuk lima elit Ghost Unit paling mematikan untuk menjadi pengawalku.Aku memutar tubuhku, meninggalkan sisa-sisa mayat pasukan Ibukota, dan melangkah masuk kembali ke dalam mansion yang hancur.Sepatu botku yang berlapis abu dan darah meninggalkan jejak samar di atas karpet Persia yang robek di aula utama. Para pelayan yang bersembunyi kini mulai keluar dengan gemetar, mencoba membersihkan puing-puing. Saat melihatku berjalan melewati mereka, mereka serentak menunduk dalam-dalam, menahan napas karena aura pembunuh yang masih menempel pekat di jas hitamku.Aku menaiki tangga utama menuju sayap barat lantai dua. Tu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status