Share

Jebakan

Penulis: Falisha Ashia
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-31 13:49:09

Keheningan di dalam sedan lapis baja itu terasa mencekik, jauh lebih berat daripada udara beracun di dalam Emerald Viper.

Guntur memacu mobil membelah jalanan pelabuhan yang gelap dengan kecepatan tinggi, meninggalkan distrik neraka itu di belakang kami. Lampu-lampu jalan menyapu wajah kami secara bergantian, menciptakan bayangan yang berkedip-kedip, seolah mencemooh dosa yang baru saja kami lakukan.

Di sudut kursi belakang, Livia duduk memeluk lututnya. Jas tuxedo-ku masih membalut tubuhnya yang gemetar. Dia tidak menangis lagi, tapi tatapannya kosong, menatap keluar jendela tanpa benar-benar melihat apa pun.

"Kau..." Livia akhirnya bersuara, suaranya serak dan pecah. "Kau benar-benar menikmatinya, kan?"

Aku menoleh perlahan, menatapnya datar. "Apa maksudmu?"

"Cara kamu menyentuh wanita itu... cara kamu menatapnya..." Livia menelan ludah, jijik sekaligus takut. "Itu bukan akting, Rey. Kamu... kamu monster sama seperti mereka."

"Aku melakukan apa yang harus kulakukan," jawabku dingin,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Bertemu Bram Dan Siska

    Amanda berdiri dengan tangan bersedekap, dadanya naik turun menahan emosi. Tatapannya menuntut, tajam, dan... sedikit liar. Efek obat itu membuat emosinya tidak stabil."Jawab, Rey!" desak Amanda lagi, suaranya bergema di lobi marmer itu. "Dari mana uang 15 Miliar itu? Kamu rampok bank? Atau kamu bandar judi?"Di sampingnya, Alex terlihat seperti orang yang ingin menghilang ditelan bumi. Keringat dingin sebesar biji jagung mengalir di pelipisnya. Dia sadar dia baru saja menyulut api di dalam rumah tangga orang lain dan mungkin membangunkan macan tidur jika identitas asliku terbongkar.Hanya ada satu jalan keluar. Menggunakan otoritas yang tidak bisa dibantah."Oke," ucapku tenang, mengangkat kedua tanganku tanda menyerah. "Aku akan buktikan. Tapi bukan dengan kata-kataku."Aku merogoh saku celana, mengeluarkan ponselku."Kamu mau tahu siapa pemilik uang itu? Kita tanya langsung sama orangnya."Tanpa ragu, aku menekan kontak Jonathan dan langsung mengaktifkan mode pengeras suara.Tuuut

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Alex Membongkar Rahasia

    Ponsel di dashboard masih bergetar, nama Haris berkedip-kedip di layar seperti lampu peringatan bahaya. Aku membiarkannya saja, fokus memutar setir untuk keluar dari kompleks perumahan."Kenapa nggak diangkat, Rey?" tanya Amanda. Matanya tidak lepas dari layar ponselku, seolah dia sedang menunggu sesuatu."Susah, Sayang. Lagi nyetir," jawabku beralasan, meski sebenarnya aku hanya perlu menekan satu tombol handsfree di setir mobil. "Nanti saja aku telepon balik kalau sudah sampai."Amanda memiringkan kepalanya, menatapku dengan senyum yang aneh. "Kamu takut aku dengar percakapan kalian ya?""Takut?" Aku tertawa kecil, berusaha terdengar santai. "Takut kenapa?""Ya siapa tahu... kalian mau bahas sesuatu yang privasi,” kata Amanda, jarinya memainkan kancing kemejaku. "Kalau kamu malu, aku bisa tutup kuping kok."Jantungku berdegup kencang. Celetukannya terdengar seperti candaan, tapi ada nada serius di sana. Efek obat itu benar-benar mengikis rasa malunya."Nggak lah, Amanda," potongku c

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Amanda Yang Tambah Agresif

    Suara deru mesin mobil yang halus terdengar memasuki halaman rumah.Tidak lama kemudian, Papa Surya melangkah masuk dengan wajah sumringah. Dia baru saja kembali dari perjalanan bisnis yang melelahkan, tapi semangatnya kembali menyala saat melihat kondisi rumah yang tak biasa."Wah, rumah bersih sekali pagi ini," puji Surya sambil meletakkan tas kerjanya di sofa. Matanya berbinar melihat lantai marmer yang mengkilap tanpa noda. "Tumben Mama rajin bebersih? Biasanya kan nunggu asisten."Lydia yang sedang menata piring di meja makan hanya tersenyum kaku. Senyum yang dipaksakan, seolah bibirnya ditarik menggunakan kawat."Iya, Pa," jawab Lydia pelan, suaranya terdengar lelah. "Mama... Mama lagi pengen olahraga sedikit. Biar sehat."Kami duduk mengelilingi meja makan."Ma, kopi Rey habis. Tolong tuangkan lagi dong," pintaku santai, menyodorkan cangkir kosongku ke arah Lydia.Lydia membeku sejenak. Tangannya mengepal di atas meja. Biasanya, akulah yang menuangkan minum untuk mereka. Tapi h

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Di Kamar Mandi

    Aku masih mematung di pinggir kasur, menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat.Pikiran-pikiran buruk berputar di kepalaku. Bagaimana kalau dia mengira aku terlibat dalam pesta gila itu? Bagaimana kalau dia berpikir aku mau melakukan itu padanya?Aku mondar-mandir di depan pintu kamar mandi seperti setrikaan rusak. Maju selangkah, mundur lagi. Tanganku sudah terulur ingin mengetuk, tapi kembali ditarik karena ragu.‘Rey, jangan pengecut. Jelaskan sekarang atau kesalahpahaman ini akan membusuk.’ batinku.Aku menarik napas panjang, memantapkan hati. Aku harus masuk. Aku harus menjelaskan bahwa aku menolak ajakan gila Haris itu.Cklek.Aku memutar gagang pintu. Tidak dikunci.Pintu terbuka perlahan, menampilkan uap hangat yang memenuhi ruangan. Amanda berdiri di dekat shower, baru saja melepaskan handuknya. Tubuhnya yang polos terekspos sempurna di bawah cahaya lampu kuning yang temaram.Dia menoleh saat mendengar pintu terbuka."Eh, Rey?" sapanya. Matanya berkedip polos, tidak ada j

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Kiriman Video Dari Haris

    Aku membuka pintu kamar tidur sepelan mungkin. Keheningan malam menyelimuti ruangan.Aku melangkah masuk.Pemandangan di atas ranjang membuat dadaku terasa sesak. Amanda tertidur sangat pulas. Dadanya naik turun dengan ritme lambat, efek dari obat tidur dosis tinggi yang dicekoki ibunya sendiri.Mataku menyapu ruangan dan berhenti pada gelas susu yang kosong di atas nakas. Ada sisa endapan putih di dasarnya. Jejak kejahatan Lydia.Aku segera menyambar gelas itu dan membawanya ke kamar mandi.Krrrrr...Air keran mengucur deras. Aku menggosok bagian dalam gelas itu dengan sabun berkali-kali, memastikan tidak ada residu obat yang tertinggal. Bau susu bercampur bahan kimia harus hilang. Aku tidak mau Amanda bangun besok pagi dan menyadari rasa aneh di bekas minumannya.Biar rahasia busuk ini terkubur bersama malam ini. Biar Amanda tetap melihat ibunya sebagai ibu, bukan sebagai monster.Setelah gelas itu bersih dan kering, aku meletakkannya kembali ke rak di pantry kecil.Aku menatap cerm

  • Hasrat Terlarang: Gairah Tersembunyi Istriku   Licik Dibalas Licik

    Napas Lydia memburu, dadanya naik turun dengan cepat di balik sisa kain lingerie yang robek. Darah segar masih menetes dari luka cakar di leher dan lengannya, mengotori kulit putihnya yang selama ini dia rawat dengan biaya ratusan juta.Dia berdiri di sana, di sudut kamar yang temaram, menatapku dengan mata melotot penuh kemenangan gila. Pecahan gelas wine berserakan di sekitar kakinya seperti ranjau."Kenapa diam saja, Rey?" tantangnya dengan suara melengking. "Takut? Kamu sadar sekarang kalau kamu kalah? Satu teriakanku, dan hidupmu hancur!"Aku masih duduk di kursi tunggal itu, menyilangkan kaki dengan santai. Tidak ada kepanikan di wajahku. Tidak ada keringat dingin.Perlahan, aku mengangkat kedua tanganku dan bertepuk tangan.Prok. Prok. Prok.Tepukan pelan itu bergema di ruangan yang sunyi, terdengar ganjil dan mengerikan."Akting yang luar biasa, Ma," pujiku datar. "Benar-benar totalitas. Hollywood pasti bangga kalau melihat bakat terpendam Mama."Senyum gila di wajah Lydia sed

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status