Beranda / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 121 Jeri Menceritakan Erfan

Share

Bab 121 Jeri Menceritakan Erfan

Penulis: Tristar
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-07 02:03:06

Mendengar hal itu, membuat semua orang ngeri. Wajah orang tua Lusi begitu rumit, karena anak laki-laki mereka di penjara karena masalah melecehkan Serina, mereka semakin ketakutan, mungkinkah anak mereka tidak akan kembali lagi.

Ayah Lusi memikirkan sesuatu, lalu dia bertanya.

"Apa kamu tau, bagaimana cara agar tuan muda Erfan memaafkan musuhnya?"

Jeri yang mendengar hal itu, sangat bingung, tapi dia menjawab, sesuai apa yang dia ketahui.

"Setahuku, tidak pernah tuan muda Erfan mengampuni musuhnya. Pokoknya jika sudah menyinggung tuan muda Erfan, hanya ada satu kata yaitu kehancuran! Entah itu mati di penjara, atau tiba-tiba menghilang, tidak diketahui kemana,"

Mendengar jawaban Jeri, membuat ayah dan ibu Lusi semakin panik, bahkan ekspresi Lusi sedikit mendung.

Jeri yang melihat ini, sangat penasaran. Karena dia merasa, pasti ada sesuatu.

"Sebenarnya ada apa? apa kalian menyinggung tuan muda?" tanya Jeri, dengan kening berkerut.

Ayah Lusi menghela nafas, lalu menceritakan tentang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 135 Nyonya Gina ++

    Karena dress yang Nyonya Gina pakai, memiliki kerah rendah, sehingga Erfan bisa melihat belahan dadanya yang begitu dalam, apa lagi dalam posisi Nyonya Gina membungkuk.Menyadari tatapan Erfan yang tertuju ke dadanya, senyuman nakal, terlukis di bibirnya."Silakan tuan muda, adanya kopi hitam, tidak ada kopi susu," ucap Nyonya Gina, sambil membusung dadanya, saat menyebutkan kata "Susu"Tenggorokan Erfan menjadi kering, melihat tindakan wanita dewasa itu."Apa wanita ini mencoba menggodaku," gumam Erfan di dalam hari. Tubuhnya mulai memanas, tapi dia berusaha menahannya."Wanita ini sangat menarik," gumam Erfan, matanya terus menelusuri tubuh Nyonya Gina.Nyonya Gina tersenyum menggoda, dia berbalik pergi mengambil dokumen di meja kantornya lalu kembali. Nyonya Gina duduk di samping Erfan, jaraknya begitu dekat dengan Erfan, sampai Erfan bisa mencium aroma wanita tubuh wanita itu."Tuan muda, ini dokumennya," ucap Nyonya Gina, dengan nada suara menggoda, sambil meletakkan dokumen itu

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 134 Ibu Reza Memiliki Niat

    Tuan Tanji ragu-ragu sejenak, lalu dia memutuskan untuk berbicara."Tuan muda, apa anda berminat berinvestasi lagi, ke bisnis keluarga saya yang lain?" tanya Tuan Tanji, dengan ragu.Erfan mengalihkan pandangannya kepada Tuan Tanji, lalu menjawab."Tergantung bisnis apa dulu itu," "Bisnis tersebut adalah bisnis perhiasan, Ibu Reza yang menjalankannya. Aku memiliki rencana, untuk memperbesar bisnis perhiasan tersebut," ucap Tuan Tanji."Bisnis perhiasan yah," ucap Erfan, mengangguk-angguk kan kepalanya, sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya."Tuan muda tidak perlu khawatir, bisnis perhiasan sangat stabil, apalagi semakin hari harga perhiasan semakin tinggi," ucap Tuan Tanji."Benar tuan muda, bisnis perhiasan yang saya jalankan keuntungannya cukup tinggi dan terus meningkat," sahut Nyonya Gina, Ibu Reza.Erfan menatap Nyonya Gina dan Tuan Tanji, lalu bertanya dengan dengan ekspresi serius."Seberapa besar dana yang kalian inginkan?" "Tidak ada batas tuan muda, semakin besar sem

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 133 Berbisnis Dengan Reza

    Setelah Frisa tidur pulas, Erfan pergi ke kamar tempat para wanita lainnya berada. Saat di masuk ke dalam kamar, matanya langsung berbinar. Dia melihat para wanita sedang duduk di atas kasur, mereka sudah menggunakan pakaian tidur seksi tembus pandang, memperlihatkan lekuk tubuh menggoda itu samar-samar."Sayang, sini!" ucap Serina, dengan nada lembut, tapi seringai nakalnya nya itu, benar-benar membuat Erfan kepanasan.Erfan melangkah maju, matanya masih menatap lurus tubuh para wanita. Setelah sampai di sisi kasur, para wanita itu langsung menariknya, mereka pun mengerumuni Erfan.Permainan panas pun terjadi, suara erangan dan benturan kulit bergema di dalam kamar. Erfan tidak gentar, walau harus bermain dengan banyak wanita, dia terus bekerja keras untuk memuaskan satu persatu wanita.====Pagi hari tiba. Erfan dan para wanita bersiap-siap pergi ke tempat wisata selanjutnya. Terlihat wajah para wanita sangat segar, tapi tidak dengan Erfan.Malam tadi Erfan benar-benar di peras o

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 132 Pertama Kalinya Frisa++

    Hari pun semakin larut, Erfan dan para wanita kembali ke hotel.Erfan masuk ke dalam kamar hotel, tapi wanita yang mengikutinya hanyalah Frisa."Fris, yang lainnya gak ikut ke kamar ini?" tanya Erfan santai, sambil duduk di atas kasur.Frisa duduk di pangkuan Erfan sambil menjawab."Para bibi menyuruhku menemani kakak," Erfan langsung mengerti, jika Frisa ingin tidur dengannya."Apa kamu sudah siap?" tanya Erfan, sambil tersenyum nakal. Tangannya melingkar pinggang sempit wanita itu.Frisa melingkarkan tangannya di leher Erfan, lalu menjawab dengan nada penuh godaan."Tentu saja, aku siap! aku udah belajar banyak gerakan loh,""Bagus," ucap Erfan, tanpa membuang waktu, dia langsung mencium bibir Frisa dengan ganas. Frisa menanggapi ciuman Erfan tidak kalah ganas.Tangan Erfan menggerayangi tubuh Frisa, lalu berhenti di dada besar wanita muda itu, Erfan pun meremasnya dengan keras.Bibir mereka terpisah, suara desahan indah keluar dari mulut Frisa."Ahh...enak kak! lebih keras kak," u

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 131 Bertemu Tuan Muda Reza Kembali

    Nayla yang sedang di gendong, menatap boneka di depannya, dia langsung berkata sambil menunjuk salah satu boneka yang sebesar dirinya."Ayah, aku mau boneka itu," "Oke oke, kita beli yah," balas Erfan, dengan nada ceria.Erfan membeli 3 boneka besar yang hampir seukuran orang dewasa, dan satu boneka yang sebesar Nayla, dengan harga 7 juta.Para wanita yang melihat itu, hanya bisa menggelengkan kepalanya.Para pengunjung yang melihat Erfan membeli 4 boneka untuk ketiga gadis itu, hanya bisa berdecak kagum."Enak jadi orang kaya, apapun yang mereka inginkan bisa mereka beli," ucap salah satu pengunjung.Karena Cika kesulitan membawa boneka besar itu, akhirnya Erfan yang membawanya, satu sangan menggendong Nayla, tangan lainnya membawa boneka."Sayang, biar aku yang bawa," ucap Bu Susan, dengan nada tidak enak."Sudah, aku saja!" balas Erfan, sambil tersenyum."Kak, ternyata boneka ini berat yah," rengek Tesa, dengan ekspresi cemberut.Sebelum Erfan menjawab, Bi Ayu berkata terlebih dah

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 130 Berwisata Penuh Kebahagiaan

    Mata hari sudah mulai terbenam, di sepanjang jalan, Erfan melihat para pengunjung yang sedang sibuk mengambil foto, dan ada juga yang hanya diam menikmati pemandangan. Sampai di tempat para wanita, Erfan langsung masuk. Semua wanita sudah berkumpul di dalam sambil menatap matahari, termasuk ketiga gadis yang tadi sedang membuat konten. Melihat Erfan masuk, para wanita itu langsung menoleh. Ekspresi mereka terlihat penasaran. "Dari mana kamu pria nakal? beli rokok kok begitu lama," ucap Dewi, dengan tatapan menyelidik. Erfan tertawa santai, dia memberi alasan. "Aku tadi bertemu teman lama, jadi ngobrol dulu, soalnya gak enak kalo langsung pergi," balas Erfan. Ekspresinya tidak ada kaku sama sekali, dia benar-benar pandai menyembunyikan sesuatu. "Kami kira kamu mendapatkan masalah. Tadinya kami ingin mencarimu," ucap Serina. Erfab terkekeh, lalu duduk di antara para wanita. "Kalian gak mau keluar untuk berfoto?" tanya Erfan, sambil merebahkan kepalanya, di pangkuan Serina. "B

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status