Chapter: Bab 490 Bongkar Kebusukan Dan Rahasia "Keluarga Wings, pernah... pernah membakar satu desah, yang ada di pinggir ibu kota, buat... di bangun pabrik. Ayahku juga... menyuruh orang membunuh para polisi, yang menyelidiki masalah kebakaran itu," ucapan Tuan Muda Wings terhenti. "Cepat, katakan semuanya!" bentak Erfan. "Sudah... cuma itu!" ucap Tuan Muda Wings. "Jangan bohong! Cepat katakan... atau aku kuliti kau lagi!" Karena desakan dan ancaman, akhirnya Tuan Muda Wings mengatakan kembali keburukan keluarganya. "Pamanku pernah memerkosa pegawai perusahaannya sampai hamil, lalu dia membunuhnya. Narkotika yang beredar di ibu kota ini, semuanya berasal dari Keluargaku. Ayahku juga... banyak memasukkan mata-mata ke militer negara, untuk mengetahui kekuatan militer dan rahasia militer, yang nantinya di jual kepada Keluarga Rex Negara A." "Siapa saja mata-mata itu? Katakan!" perintah Erfan. Tuan Muda Wings menyebutkan setiap
آخر تحديث: 2026-06-16
Chapter: Bab 489 Kejam, Melebihi Iblis"Nyonya... goyang yang bagus! Biar anakmu itu menikmati permainanmu," ucap Erfan dengan nada main-main. Wanita itu mulai kegoyangan pinggulnya. Terlihat batang Rizal, keluar masuk di dalam apem itu. "Mmm... mmm... mm.." Hanya suara desahan-desahan lembut yang keluar dari mulut wanita itu. Rizal hanya bisa pasrah di bawah sana. Namun, tak dapat di pungkiri, dia masih merasakan rasa nikmat yang di alirkan batangnya. Meski begitu, tetap saja rasa sakit yang lebih dominan. Erfan menghembuskan asap rokok. "Rizal... kau harus berterima kasih kepadaku. Sebelum mati, kau menikmati kenikmatan dulu," ucap Erfan dengan nada main-main. Goyangan wanita itu semakin lama semakin lincah. Sehingga, suara benturan kulit pun tercipta di sana. "Mantap sekali! Bagus... terus!" ucap Erfan dengan nada memuji. Suara-suara itu mungkin terdengar indah bagi orang lain. Namun, tida
آخر تحديث: 2026-06-15
Chapter: Bab 488 Penyiksaan Setibanya di sana, suami Viona dan keluarganya langsung berbicara dengan putus asa. "Tuan Muda, tolong... jangan sekejam ini. Kasih aku kesempatan!" ucap Rizal, suami Viona. "Hmm... aku gak bisa memberi kesempatan kepada musuhku," ucap Erfan sambil menghampiri Rizal. Dia berjongkok di hadapan pria itu, lalu menghantam kan botol anggur ke lantai. PRAKK! Botol itu pecat, hanya menyisakan pegangan atas botolnya saja. Terlihat, ujung bawahnya lancip, itu pastilah sangat tajam. Semua keluarga Rizal pucat pasi, dengan tubuh yang bergetar hebat. "Tuan Muda... anda... anda mau apa," ucap ayahnya Rizal. Erfan tak menjawab. Dia menjambak Rizal, lalu menghantamkan wajahnya ke area pecahan kaca botol. KRASS! "Arghhh..." Rizal berteriak kesakitan, saat serpihan botol itu menancap ke wajahnya. Melihat kekejaman itu, semua orang di s
آخر تحديث: 2026-06-15
Chapter: Bab 487 Anggap Kalian Lagi Gak BeruntungBeberapa saat kemudian, Erfan sampai di sebuah bangunan tinggi, yang terlihat dari luar tampak terbengkalai. Namun, saat Erfan masuk ke dalam, terlihat di dalam bangunan itu banyak sekali orang.Saat melihat Erfan, orang-orang itu langsung menyapanya dengan hormat."Tuan Muda," ucap mereka serentak."Gak perlu begitu sopan!" balas Erfan sambilmelambaikan tangannya."Tuan Muda, para bajingan itu sudah di tempat eksekusi," ucap seorang pria bertubuh tinggi kekar."Oke. Remon sama yang lainnya ada di sini?" tanya Erfan."Mereka semua ada di sana, lagi minum-minum," balas pria itu.Erfan mengangguk, lalu dia melangkah pergi ke ruangan yang di maksud pria kekar tadi.Setibanya di sana, terlihat belasan orang yang sedang berlutut, dengan tubuh yang di ikat kuat. Semua orang itu tampak menyedihkan, dengan luka memar yang memenuhi wajah mereka.Dari semua orang itu, terus meronta dan berteriak meminta di lepaskan."Apa maksudnya ini? Aku gak pernah menyinggung kalian, kenapa kalian melakukan
آخر تحديث: 2026-06-14
Chapter: Bab 486 Banyak Jejak Pria Lain"Anak aku? Kok bisa?" teriak Erfan dengan ekspresi penuh keterkejutan. "Aku lebih sering bercinta sama kamu. Lagi pula, pas si bajingan itu meniduriku, cuma dua kali dia mengeluarkannya di dalam. Jadi... anak di kandunganku itu, sudah pasti anak kamu," balas Viona. Erfan mematung, saking terkejutnya. "Maaf, Fan... aku gak menjaga baik kandunganku. Gara-gara jatuh, aku keguguran," ucap Viona dengan air mata yang menetes keluar dari sudut matanya. Erfan menghela nafas panjang, mencoba menenangkan hatinya yang kacau itu. "Ini semua gara-gara si bajingan itu! Kalau bukan gara-gara dia, aku gak bakalan kehilangan anakku!" gumam Erfan di dalam hatinya. "Lihat saja... kau pasti menderita di tanganku!" Erfan menghapus air mata di sudut mata Viona. "Sudah... gak apa-apa! Semua sudah terjadi. Di masa depan, kamu juga pasti bisa mengandung lagi anakku." Viona mengangguk pelan. "Besok, aku antar kamu ke rumah sakit. Kamu harus periksa kesehatan tubuhmu. Selain bekas para bajingan itu ~ y
آخر تحديث: 2026-06-14
Chapter: Bab 485 Bawa Viona PulangSetibanya di rumah, Viona menatap seisi rumah Erfan dengan tatapan linglung. Dia masih merasa seperti bermimpi, bisa melihat rumah itu lagi. Tuan Wijaya yang kebetulan sedang duduk di di ruang keluarga bersama beberapa bawahannya, langsung bangkit saat melihat Erfan membawa Viona. Erfan menatap Tuan Wijaya. "Ayah sialan, aku berhasil bawa menantumu kembali," ucap Erfan dengan nada arogan seperti biasanya. Melihat Viona, Tuan Wijaya buru-buru melangkah menghampiri. "Baguslah... baguslah, kau berhasil bawa dia pulang," ucap Tuan Wijaya dengan ekspresi penuh syukur. Melihat pria tua itu, Viona buru-buru menyapanya dengan hormat, namun sedikit gugup. "Tu-Tuan." "Viona... maafkan pria tua ini! Gara-gara saya gak menyelidiki lebih dalam masalahmu, kamu jadi menderita," ucap Tuan Wijaya dengan nada meminta maaf. "Tuan, kamu tidak salah. Saya sendiri yang salah. Saya yang memendam masalah s
آخر تحديث: 2026-06-13
Pemuda Pemikat Gadis Desa
(21+)Joko adalah pemuda tampan bertubuh gagah yang bekerja sebagai tukang ojek di sebuah desa. Wajahnya yang rupawan, tubuh atletis, dan sikapnya yang penuh percaya diri membuat banyak wanita terpikat padanya ~ mulai dari gadis muda hingga wanita yang sudah bersuami.
Di balik pekerjaannya yang sederhana, Joko tahu betul bagaimana memanfaatkan pesonanya. Dengan senyum nakal dan kata-kata manis, ia sering membuat para wanita luluh. Banyak dari mereka yang dengan sukarela memberinya uang, barang, bahkan perhatian yang lebih dari sekadar penumpang biasa.
Bagi Joko, ketampanan adalah modal. Ia menikmati bagaimana para wanita memandangnya dengan penuh hasrat, sementara dirinya perlahan mengambil keuntungan dari setiap godaan, rayuan, dan kedekatan yang tercipta di antara mereka. Desa itu pun dipenuhi bisik-bisik tentang Joko ~ tukang ojek tampan yang selalu dikelilingi wanita dan cerita-cerita panas di baliknya.
قراءة
Chapter: Bab 184 Semakin CemburuKeesokan paginya, Joko terbangun dari tidurnya. Di sisinya, terlihat Lana yang masih tertidur pulas. Karena tubuh bagian dada wanita itu tak tertutup selimut, sehingga buah semangka besarnya itu masuk ke dalam pandangan Joko. Di pagi hari, seorang pria selalu dalam kondisi bersemangat, begitu pula dengan Joko. Di tambah melihat pemandangan seperti itu, tentu saja membuat Joko tidak tahan. "Kamu sungguh menggoda. Lagi tidur juga ~ bisa buat aku kepanasan," ucap Joko dengan nada main-main. Ide nakal muncul di benak Joko. Dia bangkit, menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Lana, membuka kaki Lana perlahan, lalu dia berlutut di antara kaki wanita itu. Joko meraih batangnya, lalu dia posisikan ujungnya di lubang apem wanita itu. Setelah pas, Joko mendorongnya masuk perlahan. Lana yang sedang tertidur, langsung terbangun. Desahan indah secara refleks di keluarkannya, saat sensasi tusukan itu di rasakan apemnya. "Ahhh
آخر تحديث: 2026-06-16
Chapter: Bab 183 Darto Mengadu"Halo, Bang. Maaf ganggu malam-malam," terdengar suara Joko di seberang telepon. "Santai aja. Ada apa?" tanya Joko. "Bang, ada orang yang mengincar mu!" Darto langsung berkata ke intinya. Ekspresi Joko menjadi serius setelah mendengar ucapan Darto. "Siapa itu? Katakan!" ucap Joko. Darto menceritakan tentang Pak Kades yang ingin menyewa jasa pukulan ~ untuk memukuli Joko. Mendengar cerita itu, senyuman sinis terlukis di bibir Joko. "Pak Kades. Kau benar-benar ingin bermain-main denganku," ucap Joko. Lana menjadi serius, saat mendengar Joko menyebutkan "Pak Kades" namun dia diam tak berniat bertanya sekarang. "Bang, aku menipu dia," ucap Darto. "Maksudnya?" tanya Joko bingung. "Aku pura-pura setuju, cuma buat dapetin uang dari dia. Hehe... orang kayak gitu, sayang sekali kalau gak di manfaatin," ucap Darto dengan nada riang. "
آخر تحديث: 2026-06-15
Chapter: Bab 182 Lana Sangat MenggairahkanJoko bangkit. Tangannya memegang pinggang wanita itu, lalu pinggangnya mulai bergerak maju mundur perlahan. Di bawah sana, terlihat batang besar itu, timbul tenggelam di apem wanita itu. "Ahhh... ahh..." desahan-desahan indah keluar dari mulut Lana, yang berarti rasa nikmat telah dia rasakan. "Apem yang baru di robek... memang yang paling nikmat," ucap Joko dengan ekspresi yang tampak sangat menikmati, saat sensasi jepitan kuat dan remasan di rasakan oleh batangnya. Gempuran Joko semakin bertambah cepat. Rasa nikmat yang di rasakan Lana pun, semakin bertambah hebat. "Shhh... ahhh... enak sayang.... terus sayang!" racau Lana dengan desahan yang sangat keras. Semakin kerasnya gempuran Joko, membuat suara benturan kulit terdengar cukup keras. Di padukan dengan suara-suara desahan, suara itu menjadi melodi indah yang semakin menikmati gairah. Tangan Joko berpindah dari pinggang ke buah semangka Lana. Kemudian, remasan pun di lakukannya di sana. "Ahhh... sayang... enak bang
آخر تحديث: 2026-06-14
Chapter: Bab 181 Salah Menduga, Di Kira BerpengalamanSatu tangan Joko turun ke area bawah tubuh Lana, lalu masuk ke dalam CD wanita itu. Akhirnya, dua jari nakal Joko ~ hinggap di titik paling sensitif wanita itu. "Ahhh..." Lana menegang, saat merasakan sensasi sentuhan tersebut. Setelah menyentuhnya, Joko bisa dengan jelas merasakan kondisi di sana. "Sekretaris cantik, punyamu sudah basah banget," ucap Joko dengan nada main-main. Kedua jarinya itu, bergerak menggesek-gesek area di sana. "Punyamu juga... halus banget yah... kayak mulus banget," lanjutnya. "Ahh... sayang, gatal banget... ahh... ahh.." desah Lana. Mata wanita itu terpejam, dengan ekspresi yang tampak keenakan. Joko sedikit menekan masuk jarinya ke dalam apem wanita itu. Namun, saat dia mencoba itu, dia merasa sangat heran, karena satu jarinya saja sulit untuk tenggelam. "Kok sempit banget? Ini terasa sama banget, pas aku pertama kali main-in punya Tania," gumam Joko di dalam hatinya. "Apa jangan-jangan Lana juga masih segel? Tapi kok... dia jago banget tadi." Me
آخر تحديث: 2026-06-14
Chapter: Bab 180 Skil Lana Membuat Joko MelayangLana tersadar dari keterkejutannya. Dia menggigit bibirnya, lalu bergumam di dalam hatinya. "Milikku gak bakalan robek, kan?" Setelah hening sebentar, dia kembali bergumam. "Sudah lah... itu gak bakalan mungkin, banyak yang bilang juga... semakin besar, bakalan semakin nikmat." Joko menurunkan tubuhnya, sampai menempel erat dengan tubuh Lana. "Kenapa diam? Kamu takut sama ukuran batang aku?" tanya Joko dengan nada main-main. Lana menyunggingkan senyuman tipis. "Buat apa takut! Aku malah semakin bersemangat," ucapnya, lalu dia berguling, merubah posisi jadi dia yang di atas Joko. Tangan Lana langsung meraih batang Joko, lalu kocokan lembut di lakukannya. "Ahhh..." Joko mendesah nikmat, saat merasakan sensasi lembut dan geli dari kocokan wanita itu. "Aku mau mainin dulu punyamu ini, jadi kamu jangan nakal dulu, yah," ucap Lana sambil turun ke bawah tubuh Joko. "Silakan. Lakukan saja, apa yang kamu mau!" balas Joko. Lana mendekatkan wajahnya ke batang besar itu, aroma pria yang s
آخر تحديث: 2026-06-14
Chapter: Bab 179 Sudah Gak TahanMendengar itu, mata Lana seketika membelalak. "Kamu serius? Gak bercanda kan?" tanya Lana buru-buru. "Serius! Nih yah... aku cerita-in," Joko menceritakan dari awal pertemuannya dengan Ayu, sampai mereka berdua berakhir di ranjang rumahnya. Setelah mendengar cerita itu, ekspresi Lana menjadi muram. Dia mencubit pinggang Joko dengan keras, sampai Joko yang kuat itu pun, tetap meringis kesakitan. "Aww... sayang... jangan cubit aku! Bahaya... aku lagi bawa motor!" ucap Joko dengan ekspresi pahit. "Pria nakal! Jadi kemarin malam kamu sudah ada di rumah. Bukannya pergi ke rumah aku, kamu malah enak-enak sama Bu Ayu. Aku nahan gairahku semalam, sampai susah tidur, kamu malah manjakan wanita yang baru kenal!" cerocos Lana. "Sayang.... maaf, Aku salah! Posisinya sudah nanggung. Kalau aku gak pulang sama Ayu, aku pasti ke rumah kamu," balas Joko. "Hmph..." Lana mendengus. "Oke... aku maafin kamu. Kamu tidur sama Bu Ayu gak buruk juga. Aku sangat puas mendengarnya. Kades sialan itu... p
آخر تحديث: 2026-06-13
Chapter: Bab 124 SelesaiSampai di luar, Ares pergi ke parkiran mobil, masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya keluar dari tempat tersebut. Suara deru mesin mobil sport yang menggelegar bergema di sepanjang jalan yang di lewati mobil Ares. Ares kembali ke vila. Sampai di sana, Ares melihat ~ mobil milik Stevani sudah terparkir di garasi vila, tandanya wanita itu sudah pulang.Ketika dia masuk ke dalam vila, dia melihat wanita sudah berkumpul di ruang tamu. Bahkan, Tante Siska ada di sana."Sayang, kamu dari mana?" tanya Stevani dengan nada riang."Kepo banget sih..." balas Ares dengan nada main-main, lalu dia duduk di samping Stevani. Tangannya langsung melingkar di pinggang wanita itu."Ih, kok gitu sih!" Stevani cemberut lucu. Melihat ekspresi Stevani, semua wanita tertawa karena merasa geli."Tante, kamu ikut ke sini lagi," ujar Ares sambil menatap Tante Siska."Emangnya gak boleh kalau aku ikut ke sini?" tanya Tante Siska, ada sedikit keluhan di ekspresi wajahnya."Eh, enggak gitu kok tante! bole
آخر تحديث: 2026-03-13
Chapter: Bab 123 Lanjut Yuk Tante"Tante... kamu malah menertawakanku," gerutu Ares dengan nada tak berdaya. "Hihi, maaf... Tante hanya merasa lucu saja!" ucap Tante Yuna. "Oh iya, kenapa Sandra gak bisa ikut?" tanya Tante Yuna. "Dia lagi sibuk! sama kayak tante," balas Ares. "Huh, sayang sekali! kalau janda itu bisa ikut, pasti kamu bisa mencicipinya," ucap Tante Yuna dengan nada main-main. "Tadi siang aku ke kantornya, dia memintaku membantunya menilai barang antik. Tadi, aku hampir saja bisa menidurinya... tapi sayangnya dia ada urusan mendesak," ucap Ares dengan nada lesu. Tante Yuna sedikit terkejut. "Benarkah? walaupun begitu... pasti kamu sudah berhasil dong mendapatkan beberapa keuntungan darinya?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ares menyeringai bangga, lalu dia berkata, "Tentu saja, aku sudah mencicipi tubuh bagian atasnya!" "Aku gak nyangka ~ dia akan semudah itu di taklukkan olehmu," ucap Tante Yuna dengan nada takjub. Setahu dia, temannya itu sulit di taklukkan pria. Setelah dia jadi janda,
آخر تحديث: 2026-03-10
Chapter: Bab 122 Gak Kalah Dari Yang Muda++Tante Yuna menatap Ares dengan tatapan panas. Senyuman genit itu terlukis jelas di bibir seksinya. "Mau langsung... apa mau di kulum dulu?" tanya Tante Yuna dengan nada menggoda. "Terserah mertua saja," balas Ares sambil memeluk wanita itu, sehingga batangnya bergesekan langsung dengan apem wanita itu. "Langsung aja yah! kalau kelamaan, takutnya... ada yang datang," ucap Tante Yuna menyarankan. "Boleh... gak masalah," Ares langsung setuju. "Tante nungguin yah, aku main dari belakang," lanjutnya dengan nada nakal. Tante Yuna mengangguk setuju. Dia membalikkan tubuhnya, lalu sedikit membungkuk. Tante Yuna menopangkan tangannya di meja untuk menyeimbangkan tubuhnya. "Ayo.. masukin!" udang Tante Yuna dengan penuh godaan. "Oke. Aku masukin yah." Ares memosisikan batangnya di lubang apem wanita itu. Setelah posisinya pas, dia mendorongnya masuk ke dalam sana. "Ahhh... masuk!" Tante Yuna seketika mendesah keras sambil mendongakkan kepalanya saat merasakan benda besar itu me
آخر تحديث: 2026-03-10
Chapter: Bab 121 Imbalan Satu RondeAres terkekeh pelan. "Hehe, aku bercanda! aku kesini mau kasih Tante sesuatu!" "Apa itu?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ekspresinya menjadi serius. Ares mengepalkan tangannya di hadapan Tante Yuna, saat tangannya di buka kembali, terlihat sebuah cincin dan gelang tergeletak di telapak tangannya. Mata Tante Yuna membelalak karena kaget. "Ares... cincin dan kalung ini sangat indah! gak kalah indah dari milik Keysha," ucap Tante Yuna. "Hey, ini kalung dan cincin yang sama kayak milik Keysha, hanya saja... desainnya aku ubah sedikit," balas Ares dengan santai. "Jadi... kalung dan cincin yang Keysha pakai, pemberian kamu?" "Iya. Itu pemberianku! cincin dan kalung ini bukan barang biasa... cincin ini sebuah cincin penyimpanan dan kalung ini sebuah kalung perlindungan!" ucap Ares menjelaskan. Mendengar itu, Tante Yuna sangat terkejut dan ragu. "Ares... bukannya... cincin menyimpan sudah langka, kenapa kamu me
آخر تحديث: 2026-03-09
Chapter: Bab 120 Untuk Tante SandraAres mengeluarkan beberapa bahan langka yang akan digunakan untuk membuat kalung dan cincin penyimpanan. Potongan logam spiritual dan batu inti kecil tersusun rapi di hadapannya. Pertama, Ares membuat cincin penyimpanan terlebih dahulu. Semua bahan yang di butuhkan dia panaskan dengan api miliknya. Saat bahan tersebut sudah menyatu dan menggumpal menjadi cairan kental, Ares membentuknya menjadi bentuk cincin yang sangat indah. Setelah cincin terbentuk, Ares memberikan menerapkan beberapa susunan formasi di cincin tersebut. Tak lama kemudian, cincin tersebut telah selesai di jadikan cincin penyimpanan. Ares lanjut meleleh bahan untuk membuat kerangka kalung. Beberapa rapa menit kemudian, sebuah kalung indah selesai di buat oleh Ares. Ares meletakkan kalung tersebut, lalu dia mengambil sebuah batu berwarna biru gelap seukuran telapak tangan. Batu tersebut merupakan batu giok yang sangat langka. Ares ingin menggunakan batu tersebut untuk di jadik
آخر تحديث: 2026-03-09
Chapter: Ban 119 Janji DesiAres menatap Meli dan Sisil, lalu menjelaskan. "Kalau pakai cara biasa, akan membuang sia-sia bakatnya. Desi memiliki hal pendukung kultivasi yang sangat baik, bisa di bilang, sangat mirip dengan kalian berdua," Meli dan Sisil mengangguk paham. "Aku gak nyangka, ternyata Saudari Desi calon jenius," ucap Meli dengan antusias. "Iya... perkembangannya mungkin akan sangat cepat," tambah Sisil. "Kalau dia di bimbing sedari dulu, mungkin sekarang, dia sudah setara kalian," ucap Ares dengan santai. Meli dan Sisil mengangguk setuju. "Sangat banyak orang jenius, tapi sayangnya terpendam di kehidupan fana," ucap Meli dengan nada prihatin. Ucapan wanita itu di beri anggukan setuju oleh Ares dan Meli. === Beberapa menit kemudian, Desi membuka matanya. Dia telah selesai berkultivasi awal dan menyerap semua pengetahuan kultivasi yang di berikan oleh Ares. Desi bangkit berdiri, lalu menghampiri Ares dan langsung memeluk pria itu. Ekspresi wajahnya tampak sangat gembira. "Tuan muda, aku
آخر تحديث: 2026-03-07