Chapter: Bab 414 Alana Terus Di GodaErfan hanya tersenyum, saat mendengar ocehan para wanitanya ~ yang sedang menggoda Alana. Alana tak pernah mengira, kalau ternyata ~ beberapa wanita Erfan pada awalnya punya suami. "Tuan Muda, kamu jahat banget, yah... suka merebut istri orang," ucap Alana sambil menatap Erfan dengan tatapan main-main. "Hey, aku merebut ada alasannya. Buka berati aku jahat! Aku merebut karena aku gak tega melihat wanita cantik gak bahagia," ucap Erfan dengan ekspresi wajah yang dibuat seperti orang bijak. Kemudian, dia menatap para wanitanya. "Iya gak sayang? Ucapanku benar, kan?" "Iya, iya... gimana kamu saja sayang," ucap Bu Sandra. Erfan terkekeh pelan. "Sayang, kalau Alana gak bahagia sama suaminya, apa kamu mau merebutnya juga?" tanya Jessy dengan nada main-main, sambil melepaskan lirikan menggoda ke arah Alana. "Tentu saja! Kalau dia mau... aku gak akan nolak! Sangat di sayangkan menolak wanita cantik," balas Erfan dengan berani, tanpa malu sama sekali. Mendengar itu, seketika jantung Al
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: Bab 413 Saran Bisnis Untuk AlanaSetibanya di vila, Alana langsung di buat terkejut oleh banyaknya wanita cantik di sana. Bahkan ada satu yang dia akui ~ lebih cantik dari Viona. Tentu saja, wanita itu adalah Dewi. Erfan memperkenalkan Alana kepada semua wanita. Pada akhirnya, mereka pun berkenalan dengan penuh kehangatan. Di antara para wanita Erfan, hanya dua wanita yang Alana kenali. Dua wanita itu adalah, Calista dan Tante Yurike. Setelah berkenalan, mereka pun duduk di sofa. Beberapa wanita Erfan, dengan cepat mengambil minuman dan makanan untuk di nikmati Alana dan mereka semua. "Tuan Muda, anda gak pernah berubah!" ucap Alana sambil tersenyum penuh arti. "Hahaha, aku lebih suka seperti ini... jadi buat apa berubah," balas Erfan sambil tertawa. Setelah makanan dan minuman di sajikan, Erfan menceritakan tentang persoalan Viona. Mendengar cerita itu, tentu saja semua wanita sangat terkejut. "Nona Alana, apa kamu gak be
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: Bab 412 Selidiki KembaliTelepon tersambung. "Halo, Tuan Muda. Sudah lama anda tidak menelepon saya. Ada yang bisa saya bantu?" terdengar suara pria yang terdengar sangat bersemangat. "Tolong gali lebih dalam masalah Viona! Soalnya... ada hal yang gak beres," ucap Erfan dengan suara tegas. Di seberang telepon, tampak hening sejenak. Tak lama kemudian, terdengar kembali suara pria di sana. "Maaf, Tuan Muda, bak beres gimana maksudnya?" tanya pria itu dengan nada serius. "Pokoknya cari tahu saja! Kalau bisa korek informasi dari orang terdekatnya! Bagaimana pun caranya!" tegas Erfan. "Baik, Tuan Muda! Saya lakukan hari ini juga!" balas pria itu, tanpa banyak bertanya lagi. Erfan pun menutup panggilan telepon tersebut. Melihat Erfan yang langsung menelepon bawahannya, diam-diam Alana bergumam di dalam hatinya. "Dia ternyata masih sangat peduli. Vio, kalau kamu tahu, Tuan Muda Erfan masih sangat peduli sama kamu, kamu pasti merasa senang." Erfan meletakkan ponselnya, lalu menatap Alana kembali.
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Bab 411 Kebenaran Tentang VionaErfan menghela nafas dalam-dalam, dia berusaha menenangkan kembali hatinya yang terasa campur aduk itu. "Huh, ternyata Nona teman dia! Pantas saja saya merasa familier," ucap Erfan. Dia berusaha tetap tenang, tidak menunjukkan ekspresi yang salah. Namun, tetap saja, Alana menyadari sesuatu. Dia melihat ada percikan kekecewaan di sorot mata Erfan. Bukan hanya Alana, bahkan Jessy dan Erika pun menyadari itu. Jessy dan Erika secara refleks memegang tangan Erfan. Merasakan sentuhan kedua wanita itu, Erfan merasa lebih tenang. Walau Erfan tidak ingin membahas Viona lebih jauh, namun tiba-tiba dia sangat ingin menanyakan sesuatu tentang Viona kepada Alana. "Gimana kabar dia sekarang?" Itulah yang ingin di tanyakan Erfan. Alana menghela nafas panjang. "Huh... sekarang dia sangat menyedihkan! Sejak keluarga Tuan Muda menyuruh semua perusahaan hiburan memblokirnya, dan semua asetnya di ambil sama keluarga Tuan Muda, dia benar-benar sengsara! Bahkan suaminya pun sama! Gak ada perusa
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Bab 410 Teman Viona"Sayang, ada ini Nona Alana, pemilik dealer mobil auto, tempat kamu beli mobil," ucap Erika memperkenalkan. "Oh, silakan duduk!" ucap Erfan, sambil memberi gerakan mempersilakan ke arah sofa. Wanita itu mengangguk sambil tersenyum. Erfan bangkit dari kursi, lalu berjalan ke sofa. Wanita itu buru-buru mengikuti. Jessy mengikuti Erfan, sementara Erika pergi menyiapkan minuman dan camilan. Melihat Jessy yang begitu dekat dengan Erfan, sedangkan tadi Erika memanggil Erfan dengan sebutan sayang, wanita bernama Alana itu secara kasar menebak ~ bahwa semua wanita yang ada di ruangan tersebut adalah wanita Erfan. "Tuan Muda Erfan masih seperti biasa," gumam Alana di dalam hati. Setelah duduk santai di sofa, Erfan mulai berkata. "Nona Alana, ada apa datang jauh-jauh ke mari?" "Saya ke sini hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuan Muda. Soalnya, Tuan Muda sudah membeli banyak mobil mewah di dealer saya,. Saya juga mau minta maaf, karena saat Tuan Muda membeli mobil sa
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: Bab 409 Pekerjaan NumpukErfan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang tak terlalu kencang. Di sepanjang jalan, dia terus bernyanyi dan bersiul, yang menunjukkan bahwa suasa hatinya sangat baik. Beberapa saat kemudian, dia pun sampai di vila. Mendengar ruangan mobil sport masuk ke dalam parkiran vila, para wanita yang ada di dalam vila, langsung beranjak keluar. Setelah mobil terparkir, Erfan turun dari mobil, lalu melangkah ke arah pintu masuk vila. Melihat para wanitanya berjalan cepat keluar dari vila, senyuman cerah perlahan terlukis di bibir Erfan. "Sayang..." sapa Erfan, sambil melangkah lebih cepat. "Sayang... kamu pulang," ucap para wanita itu. Erfan memeluk para wanita itu satu persatu. Bahkan, tanpa sadar ia memeluk Riana ~ yang statusnya bukan wanitanya. Saat wanita itu mendapatkan pelukan, hatinya berdebar seperti genderang perang. Seketika, wajahnya pun memerah. Namun, reaksi Riana itu tak ada yang menyadarinya. "Sayang... beli gak susu buat Serina, Dewi, sama Erlina?" tanya Bu
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: Bab 72 Bu Guru, Sangat LiarSetelah desahan itu berhenti, Joko menarik telapak tangannya dari mulut wanita itu."Jangan keras-keras, takut kedengaran orang," ucap Joko dengan nada lembut."Maaf, tadi aku refleks!" balas Bu Dewi. "Lagian... kamu sih... masukinnya keras banget," gerutu Bu Dewi.Joko menundukkan kepalanya, sampai wajahnya dan wajah wanita itu, hanya berjarak beberapa senti."Apem mu... masih sangat sempit! Kalau gak pake tenaga... bakalan susah masuk," ucap Joko dengan nada main-main. "Tapi gimana, enak gak di tusuk batangku ini?" tanya Joko."Bukan enak lagi! Ini enak banget..." balas Bu Dewi dengan nada genit.Joko tersenyum nakal, lalu ia mencium ganas bibir merah wanita itu. Mendapatkan ciuman itu, Bu Dewi langsung menanggapinya. Sambil terus terikat dalam ciuman ganas, Joko mulai menggerakkan pinggangnya perlahan. Terlihat, batang besar itu ~ bergerak keluar masuk di dalam apem tembem wanita itu."Emm... emm..."
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: Bab 71 Bu Guru Nekad, Karena Hasrat Joko mengucek matanya, karena dia menyangka kalau dia sedang bermimpi. Namun, ternyata semua itu bukalah mimpi. "Dewi! Kenapa... bisa kamu?" Ternyata yang sedang mengulum batang Joko itu adalah Bu Guru cantik, Bu Dewi. Mendengar ucapan Joko, wanita itu langsung menoleh ke arah wajah Joko, sambil mengeluarkan batang Joko dari mulutnya. "Jo, maaf mengganggu tidurmu," ucap Bu Dewi, dengan nada genit. "Dewi, kenapa... kamu bisa..." Joko sangat terkejut, sampai ia mengeluarkan kata-kata. Bu Dewi merangkak ke sisi Joko, lalu ia berbaring, sambil memeluk Joko. "Jo, aku udah gak tahan! Pas terakhir kali kamu menjamah tubuhku... aku selalu kepikiran," ucap Bu Dewi dengan nada manja. "Tapi, kok... kamu bisa di sini?" tanya Joko. Sebelum Bu Dewi menjawab, Bu Sinta datang. Joko dan Bu Dewi pun langsung menatap ke arah Bu Sinta. Saat Joko hendak berkata, Bu Sinta berkata terlebih dahulu:
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: Bab 70 Berfoto Hot Bareng Bu SintaBu Sinta menghela napas panjang, berusaha meredam keterkejutannya. Anehnya, tak ada sedikit pun rasa cemburu atau marah di hatinya saat mengetahui Joko memiliki hubungan dengan wanita lain. "Jo, kamu sangat hebat! Baru beberapa hari antar jemput gadis SMA, udah ada aja gadis SMA yang kamu bodohi," ucap Bu Sinta. Senyuman tipis yang tampak nakal, terlukis bibirnya. "Hey, aku gak membodohi, yah! Gadis itu saja yang terpesona olehku," balas Joko dengan narsis. Bu Sinta terkikik pelan. "Hihi... tapi emang tak bisa di sangkal! Kamu emang gampang menarik hati wanita!" Joko menatap Bu Sinta dengan lekat. "Kamu gak marah, tau cemburu gitu, pas denger aku ada main sama wanita lain?" "Buat apa cemburu. Sedari awal, hubungan antara kita cuma sampai batas kepuasan. Aku juga udah menyangka, kalau kamu pasti punya wanita lain," balas Bu Sinta dengan nada santai. "Hehe, kalau gitu bagus! T
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Bab 69 Keuntungan BesarJoko melajukan motornya ke kampung yang ingin di tuju Bu Yeni. Setibanya di sana, Bu Yeni meminta turun sebelum rumah temannya. Joko pun menghentikan motornya. Bu Yeni turun dari motor, lalu ia membuka tas yang dibawanya. Ia meraih seikat tebal uang 100 ribu, lalu menyerahkannya kepada Joko. "Nih, bayaran kamu! Aku tambahin lima ratus, jadi dua juta lima ratus," ucap Bu Yeni dengan nada genit. Melihat uang yang banyak itu, Mata Joko seketika berbinar. Tanpa rasa sungkan, ia mengambil uang tersebut. "Makasih yah, Bu! Hubungi aku kalau butuh lagi," ucap Joko dengan nada main-main, sambil memasukkan uang itu ke dalam kantung celananya. "Oke... itu pasti!" balas Bu Yeni. "Kalau ada teman ibu yang cantik! Butuh pelayan kayak ibu... bisa hubungi aku juga!" ucap Joko. "Cantik? Kayaknya kamu mau melayani yang cantik doang y
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Bab 68 Aku Sangat KuatJoko melepaskan puncak gunung wanita itu, lalu menatap wanita itu dengan sorot mata panas ~ penuh kenakalan. "Pantas saja kamu sangat gatal! Sampai bersedia mengeluarkan uang buat bercinta sama pria lain," ucap Joko. "Ahh.. hah, aku seperti ini cuma sama kamu! Alasan... utamanya... karena kamu sangat tampan, Jo! Aku sangat tergoda," balas Bu Yeni. "Jadi... kalau sama pria lain... kamu gak mau?" tanya Joko dengan nada main-main. "Enggak! Enggak mau... walau aku gak pernah terpuaskan... aku gak sembarangan ngasih tubuhku ke pria lain," balas Bu Yeni. "Kalau gitu bagus!" ucap Joko. Dia mempercepat gempurannya kembali. "Owhh... Jo, terlalu cepat, sayang! Tapi... tapi sangat enak... ahh... terus, Jo!" racau Bu Yeni dengan suara yang lantang. Setelah beberapa menit berlangsung, keduanya merasakan puncak yang selalu mereka idamkan. "Bu, aku mau keluar!" ucap Joko dengan s
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: Bab 67 Gairah Di HutanBu Yeni menjulurkan lidahnya, lalu mulai menjilati batang besar pria itu. Sambil menjilati, tangannya pun bergerak ~ mengocok lembut batang tersebut. "Ahhh... hah... enak, ahh..." desahan nikmat keluar dari mulut Joko. Dia memejamkan matanya, lalu fokus menikmati jilatan dan kocokan wanita itu. Setelah puas menjilat, Bu Yeni memasukkan batang besar Joko ke dalam mulutnya, lalu mengulumnya. "Ahh... ahhh, enak... banget... ahh.." rasa nikmat yang di rasakan Joko, terasa semakin besar. Tak bisa di pungkiri, keterampilan mengulum wanita itu, sudah sangat terampil. Baru saja di mulai pun, Joko sudah merasakan kenikmatan yang sangat besar. "Ahhh... Yeni... kuluman mu sangat nikmat, kamu ternyata sangat pandai," puji Joko. Mendengar pujian itu, membuat Bu Yeni merasa semakin bersemangat. Ia mengeluarkan semua keterampilan mengulumnya, sambil me
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: Bab 124 SelesaiSampai di luar, Ares pergi ke parkiran mobil, masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya keluar dari tempat tersebut. Suara deru mesin mobil sport yang menggelegar bergema di sepanjang jalan yang di lewati mobil Ares. Ares kembali ke vila. Sampai di sana, Ares melihat ~ mobil milik Stevani sudah terparkir di garasi vila, tandanya wanita itu sudah pulang.Ketika dia masuk ke dalam vila, dia melihat wanita sudah berkumpul di ruang tamu. Bahkan, Tante Siska ada di sana."Sayang, kamu dari mana?" tanya Stevani dengan nada riang."Kepo banget sih..." balas Ares dengan nada main-main, lalu dia duduk di samping Stevani. Tangannya langsung melingkar di pinggang wanita itu."Ih, kok gitu sih!" Stevani cemberut lucu. Melihat ekspresi Stevani, semua wanita tertawa karena merasa geli."Tante, kamu ikut ke sini lagi," ujar Ares sambil menatap Tante Siska."Emangnya gak boleh kalau aku ikut ke sini?" tanya Tante Siska, ada sedikit keluhan di ekspresi wajahnya."Eh, enggak gitu kok tante! bole
Last Updated: 2026-03-13
Chapter: Bab 123 Lanjut Yuk Tante"Tante... kamu malah menertawakanku," gerutu Ares dengan nada tak berdaya. "Hihi, maaf... Tante hanya merasa lucu saja!" ucap Tante Yuna. "Oh iya, kenapa Sandra gak bisa ikut?" tanya Tante Yuna. "Dia lagi sibuk! sama kayak tante," balas Ares. "Huh, sayang sekali! kalau janda itu bisa ikut, pasti kamu bisa mencicipinya," ucap Tante Yuna dengan nada main-main. "Tadi siang aku ke kantornya, dia memintaku membantunya menilai barang antik. Tadi, aku hampir saja bisa menidurinya... tapi sayangnya dia ada urusan mendesak," ucap Ares dengan nada lesu. Tante Yuna sedikit terkejut. "Benarkah? walaupun begitu... pasti kamu sudah berhasil dong mendapatkan beberapa keuntungan darinya?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ares menyeringai bangga, lalu dia berkata, "Tentu saja, aku sudah mencicipi tubuh bagian atasnya!" "Aku gak nyangka ~ dia akan semudah itu di taklukkan olehmu," ucap Tante Yuna dengan nada takjub. Setahu dia, temannya itu sulit di taklukkan pria. Setelah dia jadi janda,
Last Updated: 2026-03-10
Chapter: Bab 122 Gak Kalah Dari Yang Muda++Tante Yuna menatap Ares dengan tatapan panas. Senyuman genit itu terlukis jelas di bibir seksinya. "Mau langsung... apa mau di kulum dulu?" tanya Tante Yuna dengan nada menggoda. "Terserah mertua saja," balas Ares sambil memeluk wanita itu, sehingga batangnya bergesekan langsung dengan apem wanita itu. "Langsung aja yah! kalau kelamaan, takutnya... ada yang datang," ucap Tante Yuna menyarankan. "Boleh... gak masalah," Ares langsung setuju. "Tante nungguin yah, aku main dari belakang," lanjutnya dengan nada nakal. Tante Yuna mengangguk setuju. Dia membalikkan tubuhnya, lalu sedikit membungkuk. Tante Yuna menopangkan tangannya di meja untuk menyeimbangkan tubuhnya. "Ayo.. masukin!" udang Tante Yuna dengan penuh godaan. "Oke. Aku masukin yah." Ares memosisikan batangnya di lubang apem wanita itu. Setelah posisinya pas, dia mendorongnya masuk ke dalam sana. "Ahhh... masuk!" Tante Yuna seketika mendesah keras sambil mendongakkan kepalanya saat merasakan benda besar itu me
Last Updated: 2026-03-10
Chapter: Bab 121 Imbalan Satu RondeAres terkekeh pelan. "Hehe, aku bercanda! aku kesini mau kasih Tante sesuatu!" "Apa itu?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ekspresinya menjadi serius. Ares mengepalkan tangannya di hadapan Tante Yuna, saat tangannya di buka kembali, terlihat sebuah cincin dan gelang tergeletak di telapak tangannya. Mata Tante Yuna membelalak karena kaget. "Ares... cincin dan kalung ini sangat indah! gak kalah indah dari milik Keysha," ucap Tante Yuna. "Hey, ini kalung dan cincin yang sama kayak milik Keysha, hanya saja... desainnya aku ubah sedikit," balas Ares dengan santai. "Jadi... kalung dan cincin yang Keysha pakai, pemberian kamu?" "Iya. Itu pemberianku! cincin dan kalung ini bukan barang biasa... cincin ini sebuah cincin penyimpanan dan kalung ini sebuah kalung perlindungan!" ucap Ares menjelaskan. Mendengar itu, Tante Yuna sangat terkejut dan ragu. "Ares... bukannya... cincin menyimpan sudah langka, kenapa kamu me
Last Updated: 2026-03-09
Chapter: Bab 120 Untuk Tante SandraAres mengeluarkan beberapa bahan langka yang akan digunakan untuk membuat kalung dan cincin penyimpanan. Potongan logam spiritual dan batu inti kecil tersusun rapi di hadapannya. Pertama, Ares membuat cincin penyimpanan terlebih dahulu. Semua bahan yang di butuhkan dia panaskan dengan api miliknya. Saat bahan tersebut sudah menyatu dan menggumpal menjadi cairan kental, Ares membentuknya menjadi bentuk cincin yang sangat indah. Setelah cincin terbentuk, Ares memberikan menerapkan beberapa susunan formasi di cincin tersebut. Tak lama kemudian, cincin tersebut telah selesai di jadikan cincin penyimpanan. Ares lanjut meleleh bahan untuk membuat kerangka kalung. Beberapa rapa menit kemudian, sebuah kalung indah selesai di buat oleh Ares. Ares meletakkan kalung tersebut, lalu dia mengambil sebuah batu berwarna biru gelap seukuran telapak tangan. Batu tersebut merupakan batu giok yang sangat langka. Ares ingin menggunakan batu tersebut untuk di jadik
Last Updated: 2026-03-09
Chapter: Ban 119 Janji DesiAres menatap Meli dan Sisil, lalu menjelaskan. "Kalau pakai cara biasa, akan membuang sia-sia bakatnya. Desi memiliki hal pendukung kultivasi yang sangat baik, bisa di bilang, sangat mirip dengan kalian berdua," Meli dan Sisil mengangguk paham. "Aku gak nyangka, ternyata Saudari Desi calon jenius," ucap Meli dengan antusias. "Iya... perkembangannya mungkin akan sangat cepat," tambah Sisil. "Kalau dia di bimbing sedari dulu, mungkin sekarang, dia sudah setara kalian," ucap Ares dengan santai. Meli dan Sisil mengangguk setuju. "Sangat banyak orang jenius, tapi sayangnya terpendam di kehidupan fana," ucap Meli dengan nada prihatin. Ucapan wanita itu di beri anggukan setuju oleh Ares dan Meli. === Beberapa menit kemudian, Desi membuka matanya. Dia telah selesai berkultivasi awal dan menyerap semua pengetahuan kultivasi yang di berikan oleh Ares. Desi bangkit berdiri, lalu menghampiri Ares dan langsung memeluk pria itu. Ekspresi wajahnya tampak sangat gembira. "Tuan muda, aku
Last Updated: 2026-03-07