author-banner
Tristar
Tristar
Author

Novel-novel oleh Tristar

Hasrat Wanita Desa

Hasrat Wanita Desa

21+Seorang pemuda bernama Erfan, di tugaskan oleh keluarga nya untuk memimpin perusahaan yang terletak di sebuah desa. Erfan tidak pernah menduga bahwa desa tersebut, banyak sekali wanita cantik dan menggoda yang membuat Erfan tidak tahan.
Baca
Chapter: Bab 540 Tambahan
Setahun berlalu. Desa yang dahulu sunyi dan terpencil kini telah berubah drastis. Deretan bangunan modern berdiri megah di sepanjang jalan, menghapus hampir seluruh jejak suasana pedesaan yang dulu begitu kental. Arus kendaraan tak pernah sepi, silih berganti memenuhi jalan raya yang kini lebar dan mulus. Tak hanya itu, jalur kereta api yang membentang membelah tebing telah beroperasi sepenuhnya. Sesekali, kereta berkecepatan tinggi melintas, menjadi simbol kemajuan yang tak pernah terbayangkan oleh penduduk setempat. Kawasan wisata mewah beserta berbagai proyek bisnis yang dibangun Erfan akhirnya rampung dan telah resmi beroperasi. Dalam waktu yang relatif singkat, desa yang dulunya nyaris tak dikenal itu menjelma menjadi destinasi wisata kelas dunia. Keindahan alam yang dipadukan dengan fasilitas modern menarik jutaan pengunjung, menjadikan kawasan tersebut sebagai sorotan media internasional dan salah satu ikon wisata paling bergengsi di dunia. === Erfan, sebagai orang yang
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 539 Selesai
Sampai di rumah, Erfan dan semua wanitanya berkumpul di ruang tamu. Tanpa basa basi, Erfan langsung saja memberitahukan rencananya. "Aku akan menikahi kalian semua!" Mata semua wanita itu berbinar terang. Pertanda, mereka semua sangat gembira. "Kamu... kamu serius?" tanya Anne. "Tentu saja. Semuanya sudah selesai, sudah saatnya aku memberikan status untuk kalian semua!" balas Erfan. Air mata kebahagiaan menggenang di pelupuk mata para wanita itu. Penantian yang selama ini mereka tunggu, akhirnya tiba. "Mari kita tentukan waktunya! Oh iya. Tempatnya juga ayo kita tentukan!" lanjut Erfan. "Sayang, sebelum itu... kamu harus pikirkan dulu sesuatu," ucap Ayu. "Apa itu?" tanya Erfan sambil mengangkat alisnya. Ayu menatap Tesa dan Frisa. "Tesa sama Frisa masih SMA. Apa kamu akan menikahinya juga? Kalau iya, berarti mereka gak bisa lanjut sekolah lagi." "Ibu, aku gak apa-apa kok putus sekolah," ucap Tesa buru-buru. "Iya. Aku mau menikah saja, gak apa-apa kalau gak lan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Bab 538 Kepulangan
Tak terasa tiga hari telah berlalu. Pesawat khusus yang membawa Pemimpin Negara A akhirnya mendarat mulus di bandara internasional ibu kota Negara Chine. Tak lama kemudian, pintu pesawat terbuka. Tuan Edward turun lebih dulu sambil menggandeng tangan Nyonya Rosalie. Keduanya melangkah dengan tenang dan penuh wibawa. Di belakang mereka, Erfan beserta para wanitanya mengikuti dengan santai. Di bawah tangga pesawat, lautan manusia telah menanti. Seluruh petinggi Negara Chine hadir untuk menyambut kedatangan rombongan tersebut. Tak hanya itu, Tuan Wijaya, Nyonya Kartika, serta seluruh wanita Erfan juga tampak berdiri di barisan penyambutan. Bahkan, para sahabat Erfan ikut datang untuk menyaksikan momen penting itu. Pengamanan di lokasi berlangsung sangat ketat. Polisi dan tentara bersenjata lengkap berjajar mengelilingi area bandara, membentuk lapisan keamanan yang rapat. Tak seorang pun diizinkan mendekat tanpa izin, menciptakan suasana yang megah sekaligus penuh kewaspadaan.
Terakhir Diperbarui: 2026-07-30
Chapter: Bab 537 Berita Yang Mengguncang Dunia
Keesokan harinya, berita tentang kehancuran Keluarga Rex menyebar luas di ke seluruh dunia. Semua orang yang mengenal Keluarga Rex tentu saja sangat terkejut. Apalagi, berita itu secara langsung di umumkan oleh Tuan Edward, sebagai pemimpin dari Negara A. Jadi, itu bisa di pastikan sebuah kebenaran.Tuan Edward tidak gegabah. Dia menyertakan banyak bukti kejahatan Keluarga Rex ke berita tersebut. Langkahnya itu, tentu saja untuk menjaganya martabat Negara A.Banyak orang yang pernah di rugikan oleh Keluarga Rex merasa sangat gembira dan puas. Namun, bagi orang yang memiliki hubungan dengan Keluarga Rex merasa sangat tertekan sekaligus khawatir. Apalagi, beredar rumor dari para pengamat ~ bahwa Keluarga Purnama lah yang berada di balik kehancuran Keluarga Rex. Meski hanya tebakan para pengamat, tapi mereka punya alasannya. Karena tepatnya hari ini, beredar foto Paris bersama Erfan di media sosial pribadi milik Paris.Paris tidak menyembunyikan sama sekali hubungannya dengan Erfan. Bah
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bab 536 Kehancuran
Erfan menatap Pemimpin Keluarga Rex. "Orang tua, istrimu ini terlalu cantik! Gak cocok kalau jari istri pria tua sepertimu! Jadi buat aku saja yah," ucapnya dengan nada main-main sambil memeluk tubuh Clara dengan erat. "Suami, maaf yah... aku sudah mendapatkan pria yang aku cintai! Dia juga jauh lebih hebat dari kamu," ucap Clara dengan nada main-main. Setiap perkataan Clara itu seperti pukulan telak untuk Pemimpin Keluarga Rex. "Clara... Clara, kau jalang! Kau... kau..." sebelum perkataannya selesai, seteguk darah segar menyembur dari mulut pria tua itu. "Uhukk... uhuk..." Tubuh Pemimpin Keluarga Rex goyang dan dia langsung terduduk di kursi. Beberapa anggota keluarga di sebelahnya, buru-buru memastikan kondisi pria tua itu. "Clara, dasar jalang! Kau berani sekali mengkhianati ku!" teriak Pemimpin Keluarga Rex menggunakan seluruh tenangnya sampai urat di leher dan pelipisnya menonjol. "Tentu saja aku berani, pria tersayang ku ini akan melindungiku. Lagi pula, kalian sudah buk
Terakhir Diperbarui: 2026-07-29
Chapter: Bab 535 Kemarahan
Wajah semua anggota Keluarga Rex terasa sangat panas. Terutama Tuan Muda Keluarga Rex. Wajah pemuda itu sangat merah matang. Nafasnya berpacu cepat karena amarah yang sudah sangat memuncak. "Kau... kau siapa kau!" teriak Tuan Muda Rex sambil menunjuk Erfan. "Menjauhlah dari Nona Paris, atau kau... atau kau akan menyesal!" Paris menatap tajam pemuda itu. "Kau lancang sekali, berani mengancam priaku di depanku," ucapnya dengan suara dingin. "Di-dia... priamu? Kamu pasti bercanda kan?" tanya Tuan Muda Rex sambil bangkit berdiri. "Tuan Edward, sebenarnya apa maksudnya ini? Siapa sebenarnya pria ini?" tanya Pemimpin Keluarga Rex. "Orang tua, apa kau tuli?" tanya Paris dengan ekspresi sinis. "Bukannya tadi aku sudah bilang, dia priaku!" Meski mendapatkan sedikit hinaan, tapi Pemimpin Keluarga Rex berusaha menekan rasa marahnya. "Nona, anda pasti bercanda kan?" tanya Pemimpin Keluarga Rex. "Iya. Pasti Nona Paris lagi bercanda," ucap Tuan Muda Rex. "Buat apa aku bercanda.
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Pemuda Pemikat Gadis Desa

Pemuda Pemikat Gadis Desa

(21+)Joko adalah pemuda tampan bertubuh gagah yang bekerja sebagai tukang ojek di sebuah desa. Wajahnya yang rupawan, tubuh atletis, dan sikapnya yang penuh percaya diri membuat banyak wanita terpikat padanya ~ mulai dari gadis muda hingga wanita yang sudah bersuami. Di balik pekerjaannya yang sederhana, Joko tahu betul bagaimana memanfaatkan pesonanya. Dengan senyum nakal dan kata-kata manis, ia sering membuat para wanita luluh. Banyak dari mereka yang dengan sukarela memberinya uang, barang, bahkan perhatian yang lebih dari sekadar penumpang biasa. Bagi Joko, ketampanan adalah modal. Ia menikmati bagaimana para wanita memandangnya dengan penuh hasrat, sementara dirinya perlahan mengambil keuntungan dari setiap godaan, rayuan, dan kedekatan yang tercipta di antara mereka. Desa itu pun dipenuhi bisik-bisik tentang Joko ~ tukang ojek tampan yang selalu dikelilingi wanita dan cerita-cerita panas di baliknya.
Baca
Chapter: Bab 333 Beli Mobil Mewah
Joko sebagai pria yang suka kecantikan, tentu akan memilih yang paling cantik. Dia menatap ketiga wanita itu, lalu menunjuk wanita berambut pirang. "Kamu saja!" ucapnya. Wanita berambut pirang itu tampak sangat gembira. "Mari Tuan, saya antar!" ucapnya sambil memberi isyarat mengundang. Dua wanita lainnya menghentakkan kaki dengan wajah cemberut. Joko mengikuti wanita berambut pirang itu. Tak lupa, matanya itu terus mencuri-curi pandang ke tubuh aduhai wanita itu. Namun, Joko teringat akan pesan dari Kak Rita dan Ayu. Ekspresi wajahnya tampak menjadi sedikit tertekan. "Tuan Joko, di dealer ini semua merek mobil mewah ada. Kalau boleh tahu, Tuan Joko suka mereka apa?" tanya sales wanita itu. Joko yang sudah sering melihat mobil mewah di internet, tidak tampak kebingungan sama sekali. "Aku suka merek Ferrari," ucapnya. "Kalau gitu, saya antar
Terakhir Diperbarui: 2026-09-14
Chapter: Bab 332 Hari Pertama Di Ibu Kota
Dana sebesar 1,2 triliun, sedari tadi sudah masuk ke rekening Joko. Melihat uang sebanyak itu, Joko mulai berpikir akan menggunakannya buat apa. Akhirnya, dia membuka pasar saham, ingin melihat-lihat apa ada saham yang menjanjikan. Jika ada, dia berniat menginvestasikan sebagian uang yang baru saja dia dapatkan. "Saham Perusahaan SHO, walau masih naik ~ tapi gak terlalu banyak!" ucapnya sambil melihat statistik saham perusahaan tersebut. Kemudian, Joko berpindah ke saham Perusahaan Permata Biru. Melihat akhir-akhir ini saham tersebut terus naik, mata Joko berbinar. "Dari 100 miliar yang aku investasikan, sudah jadi 160 miliar. Ternyata perusahaan ini pesat juga berkembangnya. Hmmm, apa aku tanam lagi di perusahaan ini yah?" Karena merasa ragu, Joko tidak langsung memutuskan. Dia mencari tahu dulu kabar tentang perusahaan tersebut beberapa hari ini. "Ternyata, perusahaan ini baru mengeluarkan banyak produk perhiasan yang bagus. Kalau
Terakhir Diperbarui: 2026-09-13
Chapter: Bab 331 Kehangatan Di Vila
Nadya menatap Joko, dia menyodorkan tangannya. "Mana mutiaranya!" Joko merogoh tas kecilnya. "Hei, kamu lebih gak sabaran dari aku yah," ucap Joko sambil meletakkan mutiara di telapak tangan Nadya. Nadya mendengus, lalu dia menatap mutiara itu dengan tatapan berbinar. "Benar... ini benar-benar mutiara kaisar!" ucapnya. Sonya menatap mutiara di tangan Nadya, lalu menatap Joko. "Kamu mendadak jadi pemuda yang punya uang lebih dari satu triliun!" ucapnya. Joko terkekeh. "Ini baru awal! Di masa depan, aku pasti dapat ratusan bahkan ribuan triliun!" ucapnya dengan penuh percaya diri. "Iya... iya, aku percaya sama kamu!" ucap Sonya. Nadya menatap Joko. "Uangnya mau pakai cek, atau transfer?" tanyanya. "Transfer saja!" balas Joko. "Baiklah." Dia mengeluarkan ponselnya, lalu menelepon seseorang. Dia menyuruh orang di telepon untuk mentransfer uang ke rekening Joko setelah itu telepon pun di tutup.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-12
Chapter: Bab 330 Ibu Kota
Keesokan paginya... Joko sibuk memasukkan barang-barang ke mobilnya dan ke mobil Lana. Mereka ibu kota menggunakan dua mobil, karena satu mobil gak akan cukup. Sesaat kemudian, akhirnya semua barang selesai di masukan. "Kalau lelah, nanti gantian sama yang bisa menyetir," ucap Joko kepada Lana. Lana mengangguk. "Kamu di depan saja! Jangan kebut-kebutan santai saja!" ucap Joko. "Baiklah." Mereka semua masuk ke mobil. Mobil Lana melaju lebih dulu, disusul mobil Joko yang mengikuti dari belakang. Perjalanan ke Ibu Kota lebih jauh hampir tiga kali lipat dari perjalanan ke Kota Awan. Sehingga, mereka yang berangkat pagi-pagi, baru sampai di sana malam hari. Joko dan semua wanita yang baru pertama kali ke Ibu Kota, tampak sangat takjub saat melihat gedung-gedung tinggi, dan suasana ramainya jalanan. Meski ini sudah malam, mobil dan motor yang berlalu lalang di sana masih sangat padat. "Inikah Ibu Kota?" ujar Sinta yang duduk di samping Joko. "Ini lah Ibu Kota. Bag
Terakhir Diperbarui: 2026-09-12
Chapter: Bab 329 Pemakaman
Joko meninggalkan rumah Kak Rita saat matahari sudah menggantung tinggi langit. Dia pulang ke rumah Lana. Sampai di sana, terlihat semua wanitanya sedang sibuk berkemas. "Sayangku, sudah pamitan nya?" tanya Lana sambil bergelayut manja. Joko mengangguk. "Sudah! Besok kita berangkat!" Semua wanita itu, terkecuali Nyonya Desi bersorak kegirangan. Mereka sudah tidak sabar ingin melihat Ibu Kota. Joko menghampiri Nyonya Desi yang tampak sedikit murung itu. Joko seperti memahami apa yang wanita itu rasakan saat ini. Dia merangkul Nyonya Desi. "Jangan murung begitu! Yakinlah, musuhmu nanti... akan hancur di tangan kita!" ucapnya. Nyonya Desi mengangguk. Dia membaringkan kepalanya di dada Joko. "Kamu belum mengunjungi makam Kakek dan orang tuamu?" tanya Sinta kepada Joko. "Sore ini aku akan ke sana," balas Joko. "Awas lupa! Bagaimana pun, k
Terakhir Diperbarui: 2026-09-10
Chapter: Bab 328 Berpamitan
Keesokan harinya... Joko tidak pulang ke rumah Lana. Dia pergi menemui setiap wanita yang punya hubungan gelap dengannya. Dia berpamitan kepada para wanita itu, namun pamitan itu tidak biasa. Setiap wanita meminta jatah enak-enak kepada Joko sebelum akhirnya membiarkan Joko pergi. Wanita yang terakhir Joko temui adalah Tante Riana. Mereka bertemu di hotel yang berada di pusat Kota. Saat ini, terlihat keduanya sedang berpelukan dengan tubuh yang tak tertutup sehelai benang pun. Tubuh keduanya pun di banjiri keringat hangat ~ tanda kalau mereka baru saja selesai bercinta. "Tante, aku harus pergi! Ada satu wanita lagi yang harus aku temui," ucap Joko. Wanita yang di maksud Joko adalah Kak Rita. Dia belum sempat menemui Kak Rita. "Ini sudah malam! Besok saja lagi!" ucap Tante Riana. Joko melirik ke jendela. Terlihat bintang-bintang sudah menghiasi langit yang gelap. "H
Terakhir Diperbarui: 2026-09-09
Ampun Tuan, Aku Lemas!

Ampun Tuan, Aku Lemas!

Ares adalah seorang pemuda yatim piatu. Saat bayi Ares di temukan dihutan oleh seorang petapa tua, lalu ares dibesarkan oleh petapa tersebut. Ares sangat jenius dalam kultivasi, di masa remaja dia sudah menjadi pemimpin sebuah organisasi besar di negara barat. saat usia 21 thn ares di beri misi oleh petapa tua yang menjadi guru kultivasi nya sekarang, untuk pergi ke negara chine menemukan wanita wanita yang memiliki tubuh spesial. Karena tubuh itulah, Ares bisa mencapai kultivasi tertinggi, dengan 8 wanita yang terus minta jatah padanya!
Baca
Chapter: Bab 124 Selesai
Sampai di luar, Ares pergi ke parkiran mobil, masuk ke dalam mobil, lalu melajukan mobilnya keluar dari tempat tersebut. Suara deru mesin mobil sport yang menggelegar bergema di sepanjang jalan yang di lewati mobil Ares. Ares kembali ke vila. Sampai di sana, Ares melihat ~ mobil milik Stevani sudah terparkir di garasi vila, tandanya wanita itu sudah pulang.Ketika dia masuk ke dalam vila, dia melihat wanita sudah berkumpul di ruang tamu. Bahkan, Tante Siska ada di sana."Sayang, kamu dari mana?" tanya Stevani dengan nada riang."Kepo banget sih..." balas Ares dengan nada main-main, lalu dia duduk di samping Stevani. Tangannya langsung melingkar di pinggang wanita itu."Ih, kok gitu sih!" Stevani cemberut lucu. Melihat ekspresi Stevani, semua wanita tertawa karena merasa geli."Tante, kamu ikut ke sini lagi," ujar Ares sambil menatap Tante Siska."Emangnya gak boleh kalau aku ikut ke sini?" tanya Tante Siska, ada sedikit keluhan di ekspresi wajahnya."Eh, enggak gitu kok tante! bole
Terakhir Diperbarui: 2026-03-13
Chapter: Bab 123 Lanjut Yuk Tante
"Tante... kamu malah menertawakanku," gerutu Ares dengan nada tak berdaya. "Hihi, maaf... Tante hanya merasa lucu saja!" ucap Tante Yuna. "Oh iya, kenapa Sandra gak bisa ikut?" tanya Tante Yuna. "Dia lagi sibuk! sama kayak tante," balas Ares. "Huh, sayang sekali! kalau janda itu bisa ikut, pasti kamu bisa mencicipinya," ucap Tante Yuna dengan nada main-main. "Tadi siang aku ke kantornya, dia memintaku membantunya menilai barang antik. Tadi, aku hampir saja bisa menidurinya... tapi sayangnya dia ada urusan mendesak," ucap Ares dengan nada lesu. Tante Yuna sedikit terkejut. "Benarkah? walaupun begitu... pasti kamu sudah berhasil dong mendapatkan beberapa keuntungan darinya?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ares menyeringai bangga, lalu dia berkata, "Tentu saja, aku sudah mencicipi tubuh bagian atasnya!" "Aku gak nyangka ~ dia akan semudah itu di taklukkan olehmu," ucap Tante Yuna dengan nada takjub. Setahu dia, temannya itu sulit di taklukkan pria. Setelah dia jadi janda,
Terakhir Diperbarui: 2026-03-10
Chapter: Bab 122 Gak Kalah Dari Yang Muda++
Tante Yuna menatap Ares dengan tatapan panas. Senyuman genit itu terlukis jelas di bibir seksinya. "Mau langsung... apa mau di kulum dulu?" tanya Tante Yuna dengan nada menggoda. "Terserah mertua saja," balas Ares sambil memeluk wanita itu, sehingga batangnya bergesekan langsung dengan apem wanita itu. "Langsung aja yah! kalau kelamaan, takutnya... ada yang datang," ucap Tante Yuna menyarankan. "Boleh... gak masalah," Ares langsung setuju. "Tante nungguin yah, aku main dari belakang," lanjutnya dengan nada nakal. Tante Yuna mengangguk setuju. Dia membalikkan tubuhnya, lalu sedikit membungkuk. Tante Yuna menopangkan tangannya di meja untuk menyeimbangkan tubuhnya. "Ayo.. masukin!" udang Tante Yuna dengan penuh godaan. "Oke. Aku masukin yah." Ares memosisikan batangnya di lubang apem wanita itu. Setelah posisinya pas, dia mendorongnya masuk ke dalam sana. "Ahhh... masuk!" Tante Yuna seketika mendesah keras sambil mendongakkan kepalanya saat merasakan benda besar itu me
Terakhir Diperbarui: 2026-03-10
Chapter: Bab 121 Imbalan Satu Ronde
Ares terkekeh pelan. "Hehe, aku bercanda! aku kesini mau kasih Tante sesuatu!" "Apa itu?" tanya Tante Yuna ingin tahu. Ekspresinya menjadi serius. Ares mengepalkan tangannya di hadapan Tante Yuna, saat tangannya di buka kembali, terlihat sebuah cincin dan gelang tergeletak di telapak tangannya. Mata Tante Yuna membelalak karena kaget. "Ares... cincin dan kalung ini sangat indah! gak kalah indah dari milik Keysha," ucap Tante Yuna. "Hey, ini kalung dan cincin yang sama kayak milik Keysha, hanya saja... desainnya aku ubah sedikit," balas Ares dengan santai. "Jadi... kalung dan cincin yang Keysha pakai, pemberian kamu?" "Iya. Itu pemberianku! cincin dan kalung ini bukan barang biasa... cincin ini sebuah cincin penyimpanan dan kalung ini sebuah kalung perlindungan!" ucap Ares menjelaskan. Mendengar itu, Tante Yuna sangat terkejut dan ragu. "Ares... bukannya... cincin menyimpan sudah langka, kenapa kamu me
Terakhir Diperbarui: 2026-03-09
Chapter: Bab 120 Untuk Tante Sandra
Ares mengeluarkan beberapa bahan langka yang akan digunakan untuk membuat kalung dan cincin penyimpanan. Potongan logam spiritual dan batu inti kecil tersusun rapi di hadapannya. Pertama, Ares membuat cincin penyimpanan terlebih dahulu. Semua bahan yang di butuhkan dia panaskan dengan api miliknya. Saat bahan tersebut sudah menyatu dan menggumpal menjadi cairan kental, Ares membentuknya menjadi bentuk cincin yang sangat indah. Setelah cincin terbentuk, Ares memberikan menerapkan beberapa susunan formasi di cincin tersebut. Tak lama kemudian, cincin tersebut telah selesai di jadikan cincin penyimpanan. Ares lanjut meleleh bahan untuk membuat kerangka kalung. Beberapa rapa menit kemudian, sebuah kalung indah selesai di buat oleh Ares. Ares meletakkan kalung tersebut, lalu dia mengambil sebuah batu berwarna biru gelap seukuran telapak tangan. Batu tersebut merupakan batu giok yang sangat langka. Ares ingin menggunakan batu tersebut untuk di jadik
Terakhir Diperbarui: 2026-03-09
Chapter: Ban 119 Janji Desi
Ares menatap Meli dan Sisil, lalu menjelaskan. "Kalau pakai cara biasa, akan membuang sia-sia bakatnya. Desi memiliki hal pendukung kultivasi yang sangat baik, bisa di bilang, sangat mirip dengan kalian berdua," Meli dan Sisil mengangguk paham. "Aku gak nyangka, ternyata Saudari Desi calon jenius," ucap Meli dengan antusias. "Iya... perkembangannya mungkin akan sangat cepat," tambah Sisil. "Kalau dia di bimbing sedari dulu, mungkin sekarang, dia sudah setara kalian," ucap Ares dengan santai. Meli dan Sisil mengangguk setuju. "Sangat banyak orang jenius, tapi sayangnya terpendam di kehidupan fana," ucap Meli dengan nada prihatin. Ucapan wanita itu di beri anggukan setuju oleh Ares dan Meli. === Beberapa menit kemudian, Desi membuka matanya. Dia telah selesai berkultivasi awal dan menyerap semua pengetahuan kultivasi yang di berikan oleh Ares. Desi bangkit berdiri, lalu menghampiri Ares dan langsung memeluk pria itu. Ekspresi wajahnya tampak sangat gembira. "Tuan muda, aku
Terakhir Diperbarui: 2026-03-07
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status