LOGINTerlihat, mobil Lamborghini milik Erfan melaju dengan kecepatan cukup tinggi di jalan pedesaan. Kondisi jalan yang sudah mulus membuatnya bisa memacu kendaraan itu dengan leluasa, seolah tengah melintas di jalanan kota.Waktu tempuh perjalanan yang biasanya menghabiskan waktu satu jam lebih, sekarang Erfan bisa menempuhnya hanya dengan 30 menit.Pertemuan untuk membahas proyek Bandara di adakan di kediaman Tuan Gubernur. Sesampainya di sana, Erfan langsung di sambut oleh seorang pelayan. Kemudian, dia di antar pelayan tersebut ~ ke ruang pertemuan.Saat Erfan masuk ke ruang pertemuan, dia bisa melihat sudah ada banyak orang di sana."Maaf semuanya, kalian pasti sudah menunggu lama, yah," ucap Erfan dengan nada santai, tak ada rasa canggung sama sekali."Enggak kok, Tuan Muda," balas orang-orang itu hampir bersamaan."Fan, duduk di sini!" panggil Tuan Gubernur, sambil menepuk kursi di sebelahnya."Oke. Ayah mertua!" balas Erfan dengan nada santai, lalu dia duduk di kursi tersebut.Di s
"Sekarang... kalian semua jadi wanita pria itu. Jangan sampai kalian sia-siakan kesempatan ini! Soalnya... aku sangat yakin! Gak ada pria yang sebaik dan semampu dia!" ucap Tante Yurike dengan serius. Para wanita mengangguk, lalu satu persatu menyatakan ~ bahwa mereka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, dan akan selalu setia kepada Erfan. "Apalagi... kalau ada di antara kalian yang sampai selingkuh, tanpa sepengetahuan dia. Saat dia tahu nanti... pasti kalian akan sengsara! Contohnya Viona... dia selingkuh begitu lama di belakang Erfan, saat Erfan dan keluarganya tau... sekarang dia hanya bisa menyesal!" lanjut Tante Turike. "Aku gak akan lakuin hal kayak gitu! Aku pasti selalu setia sama Erfan," ucap Dewi. "Aku juga," sahut Serina. Semua wanita pun menyatakan hal yang sama. "Kalian gak perlu mengatakan ucapan kayak gitu! Yang perlu, hanya tindakan kalian! Soalnya aku tahu pasti... semua wanita Erfan yang berselingkuh ~ mengatakan hal yang sama kayak kalian sekarang,"
Nyonya Tina, yang tidak bisa menahan lagi rasa penasarannya, kembali menanyakan tentang Verona. "Emang, Verona itu siapa? Kayaknya Erfan... begitu peduli. "Dulu, Verona wanitanya juga!" balas Serina. Mendengar itu, para wanita yang belum tahu tentang Verona sangat lah terkejut. "Wanitanya? Terus, kenapa dia meninggal?" tanya Tante Yurike. Serina menjelaskan tentang kejadian tragis yang di alami Verona. Setelah mendengar itu, para wanita yang belum tahu tentang Verona, tentu saja sangat marah dan geram. "Sialan! begitu kejam!" umpat Nyonya Tina. "Gimana, keadaan pria mantan pacar Verona itu? Apa Erfan bertindak?" tanya Tante Yurike. "Erfan bertindak! Kayaknya, pria itu udah mati sekarang," balas Bi Ayu. "Soalnya, Erfan menyuruh polisi mengirim pria itu ke penjara, lalu dia menyuruh penghuni penjara untuk membunuhnya." Beberapa wanita yang baru tahu seberapa kejam Erfan, seperti Riana dan Nyonya Tina, sangat terkejut saat mendengar perkataan Bi Ayu. Namun, ada satu wanita yang
Sampai di dalam rumah, Erfan melihat jelas jenazah Pak Surya. Tampak, ekspresi wajahnya, tampak sangat murung ~ seakan-akan memiliki beban berat, sampai dia meregang nyawa. Setelah di rasa cukup melihat, Erfan dan para wanitanya keluar dari rumah tersebut. Bahkan, Frisa pun ikut keluar.Para warga dengan penuh perhatian, memberikan tempat duduk di luar untuk Erfan dan para wanitanya."Sayang, kayaknya aku gak bisa ikut ke pemakaman, ada yang harus aku kerjain buru-buru, gak apa-apa, yah," ujar Anne."Ya udah gak apa-apa. Tapi kamu bilang dulu ke Bu Resti," balas Erfan.Anne mengangguk."Sayang, aku juga," sahut Jessy."Gak apa-apa kak, kalau kakak sibuk, gak perlu ikut ke pemakaman," ucap Frisa kepada Anne dan Jessy.Anne dan Jessy mengangguk.Hanya Anne dan Jessy yang memutuskan untuk tidak ikut. Sementara, para wanita lainnya termasuk Tante Yurike, memutuskan ikut ke pemakaman.Tak lama kemudian, Anne dan Jessy pergi. Ada satu wanita lagi yang ikut bersama mereka, dia adalah Erika.
Di pagi hari, saat Erfan sedang sarapan bersama semua wanitanya, tiba-tiba Bu Resti datang dengan langkah cepat ~ dari luar vila dan ada kepanikan di ekspresi wajahnya. Melihat itu, Erfan dan semua wanita merasa sangat penasaran. "Ada apa, Res? Kayaknya panik banget!" tanya Anne. "Su-suamiku... dia... dia meninggal!" balas Bu Resti, dengan nafas berat. Semua orang di sana tentu terkejut, mendengar jawaban Bu Resti itu. "Apa kamu serius?" tanya Erfan, sambil bangkit berdiri. Bu Resti mengangguk. "Kayaknya, dia meninggalkan udah beberapa jam lalu, tapi aku baru sadar pas tadi mau ngasih makan." "Kamu udah kasih tau Pak RW, sama warga?" tanya Erfan. "Udah... sekarang di rumah... para warga udah kumpul! Aku kesini, cuma mau kasih tau kalian," balas Bu Resti. Karena kepanikannya, dia tak memikirkan ada ponsel untuk mengabari Erfan dan para wanita. "Ya sudah, sekarang kita ke sana!" ucap Erfan buru-buru. "Fan, sarapan dulu saja! Gak apa-apa, kok!" ucap Bu Resti buru-buru. "Aku
Setelah cukup mengobrol, Erfan ingin melajukan kembali permainan. "Sayang, ayo kita lanjut!" ajak Erfan, sambil meremas kedua payudara wanita itu. "Bentar, sayang! Sebelum lanjut, kita lihat suamiku dulu yuk!" "Eh, kenapa mengajakku?" tanya Erfan heran. "kalau dia udah bangun... pasti dia udah tau yang kita lakukan... kalau gitu, sekalian aja kita bercinta di depannya, udah terlanjur ini! Aku pikir juga, pasti itu sangat menggairahkan," ucap Bu Resti dengan nada main-main. "Apa gak keterlaluan?" tanya Erfan, ekspresinya tampak heran. "Keterlaluan sih... tapi kan udah terlanjur juga," balas Bu Resti. "Sayang... kamu istri yang sangat jahat!" ucap Erfan dengan nada lirih. "Sayang, ayolah! Apa kamu gak penasaran, gimana rasanya bercinta di depan suami selingkuhanmu?" bujuk Bu Resti. Erfan memikirkan ucapan wanita itu. Setelah di pikir-pikir, kalau hal itu dia lakukan, pasti memiliki sensasi yang berbeda. Pada akhirnya, dia pun menyetujui keinginan wanita itu. Mereka pun turun
Erfan menatap Bi Ayu dan Bu Susan, secara bergantian. "Oke...agar Bi Ayu, Tesa, Bu Susan, dan Cika, gak sedih lagi, gimana kalo besok kita pergi berlibur!" ucap Erfan. "Kapan dan Ke mana?" tanya Dewi, dengan antusias. "Kalo besok gimana? tempatnya tentukan saja sama kalian!" ucap Erfan. "Gi
Sore hari, semua wanita yang berada di vila, pulang ke rumah masing-masing. Mereka ingin berkemas terlebih dahulu, dan nanti malam mereka kembali ke vila. Di rumah Bu Susan. Cika menghampiri ibunya, yang sedang mengemas pakaian. Ekspresi gadis itu, terlihat ragu-ragu, lalu dia menarik nafas dalam
Tidak lama, Erfan kembali ke vila, dia langsung membagikan tas belanja, ke masing-masing wanita.Para wanita langsung mencari pakaian seksi itu, di antara tas belanja. Setelah menemukannya, mereka langsung memilihnya, karena ada banyak di tas belanja itu."Sepertinya aku tidak jadi pulang! mana mun
Kembali ke ke warung Bi Ayu. Terlihat wanita yang masih memakai seragam sekolah, sedang bergoyang liar di atas tubuh pria. Tentu saja mereka adalah Tesa dan Erfan yang sedang terjerat di dalam hasrat yang membara. Bi Ayu dan Frisa masih ada di dalam studio, mereka sibuk dengan ponsel mereka masin







