ホーム / Romansa / Hasrat Wanita Desa / Bab 38 Serina Tidak Tahan Lagi

共有

Bab 38 Serina Tidak Tahan Lagi

作者: Tristar
last update 最終更新日: 2025-12-18 06:17:36
Mereka pun melakukan pemanasan terlebih dahulu, sebelum pertempuran di mulai.

"Sayang, milikmu ini membuat ku candu," ucap Anne sambil bermain dengan senjata Erfan.

"Em. enak sayang," Erfan menikmati permainan Anne.

Setelah dirasa penasaran cukup, dan Erfan juga, sudah membuat Anne mencapai puncak sekali dalam pemanasan tersebut, mereka memulai permainan inti.

Anne mengambil posisi di atas, dalam permainan kali ini. Mereka pun menyatu, yang menandakan permainan di mulai. Anne bermain dengan ganas membuat Erfan menikmati permainan.

Erangan nikmat, beserta suara benturan kulit, bergema di dalam ruangan. Semua itu di sebabkan karena intensitas permainan yang begitu seru.

Posisi demi posisi mereka lakukan, mereka bermain di kursi kerja Erfan lalu berakhir di sofa besar.

2 jam kemudian, mereka berhenti bermain, karena Anne kelelahan. Mereka saling berpelukan, dengan tubuh penuh keringat karena saking intens nya permainan.

"Sayang aku puas, dan perutku terasa kenyang, setelah
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 112 Kematian Suami Bi Ayu dan Bu Susan

    Tapi alam berkehendak lain, beberapa menit kemudian, Pak Jukri suami Bu Susan meninggal, tidak lama setelah itu, Ningsih juga meninggal.Akhirnya Erfan memutar balik mobil, tidak ada gunanya melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.Di jalan pulang, Pak RW menelepon salah satu warga di kampung, memberi informasi jika ketiga nya sudah meninggal.Sampai di kampung, mobil Erfan langsung di kerumuni warga."Pak kita bawa jenazah mereka ke mana?" tanya Erfan."Bawa ke rumah pengurus jenazahnya, agar kita bisa mengurus ketiganya, tanpa harus bolak balik! Dan sekarang hari sudah sore, kita adakan pemakaman besok saja!" balas Pak RW.Erfan mengangguk, dia melajukan mobilnya ke tempat yang di maksud. Sampai di sana, para warga langsung membawa ke 3 jenazah itu ke dalam sebuah rumah.Bi Ayu, Bu Susan, Tesa, dan putri Bu Susan menghampiri Erfan, bersama para wanita Erfan yang lain.Tesa langsung memeluk Erfan, sambil terisak."Kakak, ayah ayahku mati secara memalukan!" ucap Tesa, dengan nada sedih

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 111 2 vs 1 Di Hutan, Malah Di Gigit Ular

    Bu Susan yang mendengar suaminya di gigit ular sangat cemas. "Mereka mereka bercinta di dalam hutan, lalu digigit ular!" jawaban Anne, membuat Erfan dan Bu Susan seketika terdiam.Wajah Bu Susan seketika memucat, yang perasaan khawatirnya di gantikan dengan amarah."Bajingan! ternyata begitu kelakuannya!" teriak Bu Susan, dengan penuh amarah."Bilangnya mancing, ternyata mancing di lubang gua janda itu!" "Bagus di gigit ular! mati sekalian lebih bagus!" umpat Bu Susan.Anne yang mendengar suara Bu Susan, langsung bertanya."Sayang, apa kamu sedang di rumah Bu Susan?" "Iyah, aku sedang bersamanya!" jawab Erfan."Kalo gitu, bawa saja ke kebun, dan perlihatkanlah kelakuan suaminya, yang terlihat polos itu!" ucap Anne."Oke. apa kamu sudah memberi tahu Bi Ayu?" tanya Erfan."Bi Ayu sedang disusul oleh warga!" balas Anne."Oke, aku kesana sekarang!" ucap Erfan, lalu mematikan ponselnya."Ayo kesana!" ajak Erfan, kepada Bu Susan.Bu Susan mengangguk, Ekspresinya sudah sangat gelap."Baji

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 110 Jatah Siang Dari Bu Susan++

    Merekapun pergi makan bersama, Erfan hanya fokus menguapi Nayla, tidak memedulikan kedua wanita itu.Melihat hal itu, membuat Dewi dan Bu Evi tersenyum pahit."Dewi, sepertinya kita di kalahkan oleh gadis kecil itu!" ucap Bu Evi.Dewi mengangguk dengan ekspresi pahit.Setelah selesai makan, Bu Evi membawa Nayla berganti pakaian."Sayang, 2 hari lagi kan hari libur, gimana kalo kita bawa Nayla jalan-jalan," ucap Dewi."Aku juga berpikir seperti itu, kalo gitu kita pergi jalan-jalan 2 hari lagi!" balas Erfan.Dewi mengangguk.Bu Evi kembali membawa Nayla di gendongannya, gadis kecil itu sudah berganti pakaian."Ayah ayo main lagi!" ajak Nayla.Erfan mengangguk, lalu membawa Nayla main kembali. Mereka bermain sampai Nayla mengangguk, pada akhirnya gadis kecil itu tidur, di pelukan Erfan.Erfan memindahkannya ke kamar, lalu dia kembali menghampiri kedua wanita itu."Sayang, aku pulang dulu! jika Nayla mencariku katakan saja aku sedang kerja!" ucap Erfan, sambil tertawa kecil."Bekerja apa

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 109 Putri Angkat Erfan

    Tidak lama Erfan kembali, membawa beberapa tas belanja. Dia membagi rata tas belanjaan itu. Dewi tidak melihat belanjaan lainnya, dia hanya fokus mencari pesanannya. Setelah menemukannya, Dewi mengeluarkannya. Melihat barang di tangan Dewi, membuat Bu Evi membelalak. "Itu dalam? sangat seksi," ucap Bu Evi, wajahnya panas, membayangkan dia memakai dalaman seperti itu. "Kan biar pria kita semakin bersemangat!" ucap Dewi, sambil tertawa kecil. "Sayang, apa kamu membelikannya juga untukku?" tanya Bu Evi, dengan nada berharap. "Tentu saja, cari saja!" balas Erfan. "Sayang, kamu membeli sangat banyak ternyata!" ucap Dewi, sambil mengeluarkan semua dalaman dan pakaian tidur seksi. "Biar gak bosan kan," balas Erfan, sambil tersenyum nakal. "Dasar nakal," ucap Dewi.Tangan Erfan mulai gelisah, tangannya hinggap di dada Dewi dan Bu Evi. Tapi Dewi dan Bu Evi menahannya, tidak memperbolehkan Erfan menyentuhnya."Eitss, kami akan memberikan jatah nanti malam! jadi sekarang kamu tidak bole

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 108 Shara Sangat Kejam

    Erfan dan para wanita sampai di hotel. Mereka tidak langsung bermain, karena perut mereka semua merasakan lapar, dan akhirnya mereka memesan makanan terlebih dahulu. "Sambil menunggu makanan, aku akan menepati taruhan tadi!" ucap Shara, sambil berjalan menuju Erfan. "Kamu beneran mau putus dengan pacarmu?" tanya Geya. Shara tertawa kecil, dia duduk di pangkuan Erfan dengan pose menggoda. "Bagaimana lagi, selain aku taruhan ku sama pria ini, aku juga sudah ditaklukkan pria ini, dan tidak mungkin bisa lepas!" balas Shara, sambil bergelayut manja. Geya dan Zihan hanya bisa menghela nafas. Shara mengeluarkan ponselnya, menemukan sebuah nomor, lalu meneleponnya. Telepon tersambung. "Halo sayang, kamu di mana? aku nyari kamu tau!" terdengar suara pria di seberang telepon, dengan nada khawatir. "Ji, maaf kita putus saja!" ucap Shara tanpa basa basi. "Apaaa? kamu bercanda kan?" teriak pria itu tidak percaya. "Aku gak bercanda! aku sudah memiliki pria yang bisa membuatku nyaman!" b

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 107 Shara Dan Zihan

    Erfan menarik Geya, dan ingin bermain dengannya, tapi Geya buru-buru menghentikannya."Sayang, gua aku masih sakit! jangan di masukin dulu yah," ucap Geya, dengan nada memohon.Sebelum Erfan menjawab, Shara berkata."Geya gimana kalo aku menggantikanmu?" ucap Shara, dengan nada penuh hasrat."Aku juga mau!" sahut Zihan buru-buru."Terserah kalian, jika pria ini mau, aku tidak keberatan!" balas Geya.Mendengar perkataan para wanita itu, membuat Erfan bersemangat. "Sebentar! aku akan memuaskan wanita ini dulu, selanjutnya kalian!" ucap Erfan, dia langsung merebahkan Geya, membuka pahanya, lalu menyerang guanya itu menggunakan lidah dan mulutnya."Ahh... sayang, enak sayang!" desahan nikmat, keluar dari mulut Geya.Erfan memainkan gua Geya beberapa menit, sampai wanita itu mencapai puncak yang dia inginkan."Ahhh...ini sangat nikmat!" desah Geya, dengan tubuh yang terus bergetar dan mengejang hebat.Setelah Geya mencapai puncak, Erfan menarik Shara terlebih dahulu."Apa kamu yakin?" tan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status