Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

last updateÚltima actualización : 2026-01-29
Por:  ArandiahActualizado ahora
Idioma: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
8.4
5 calificaciones. 5 reseñas
105Capítulos
23.3Kvistas
Leer
Agregar a biblioteca

Compartir:  

Reportar
Resumen
Catálogo
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP

"Bagaimana kalau kamu masuk ke kamar saya sebentar? Saya butuh bantuan laki-laki yang ... kuat kayak kamu, Rus." Rusdi tediam mendengar ucapan Nyonya Vivian, majikannya yang terasa ambigu itu. Selama ini, Rusdi bekerja sebagai tukang kebun, tapi tidak sekali dua kali majikannya itu seolah berusaha menggodanya dan membuatnya hilang kewarasan.

Ver más

Capítulo 1

1. Godaan

"Kamu sepertinya menikmati sekali mandi keringat begitu, Rus."

Suara itu terdengar lembut, namun dampaknya seketika membuat tubuh Rusdi membeku. Gunting rumput di tangannya berhenti di udara. Lantas, saat ia berbalik badan, napasnya langsung tercekat karena melihat siapa yang berdiri di sana.

Ternyata itu Nyonya Vivian.

Akan tetapi, penampilannya hari ini sungguh berbeda. Tidak ada pakaian kantor yang kaku atau gaun pesta mewah seperti biasanya.

Kali ini, hanya sehelai lingerie sutra merah menyala yang membungkus tubuhnya. Kain itu begitu tipis dan licin, jatuh pas mengikuti lekuk pinggang serta pinggulnya.

Apalagi ketika angin siang menyingkap sedikit ujung gaun itu, paha putih mulusnya terpampang nyata.

Pemandangan itu sangat kontras dengan tangan Rusdi yang kotor dan kasar akibat tanah kebun.

Rusdi merasa darahnya langsung naik ke wajah, lalu turun ke bawah perut dalam satu tarikan panas yang menyakitkan. Ia buru-buru menunduk, mencoba menghindari pemandangan itu, tapi sudah terlambat.

Bayangan tubuh Nyonya Vivian sudah muncul di matanya, lekuk pinggul yang menggoda, dada yang naik-turun pelan mengikuti napasnya, dan bibir merah yang sedikit terbuka seolah menanti sesuatu.

Pria normal jelas akan terbuai dengan kemolekan tubuh Vivian. Tak terkecuali Rusdi!

“Nyo—Nyonya?” suaranya serak, hampir pecah. Ia tahu diri, siapa dirinya saat ini.

"Kenapa menunduk?" Vivian terkekeh pelan seraya melangkah maju tanpa alas kaki. "Saya justru suka pemandangannya."

Sekarang jarak mereka hanya beberapa senti. Rusdi bisa melihat renda tipis lingerie itu dari dekat, bisa merasakan panas tubuhnya.

Vivian mengangkat tangan kanannya perlahan. Jari-jarinya hampir menyentuh dada Rusdi, tapi berhenti tepat sebelum bersentuhan.

Seketika itu juga, wangi parfum mahal menyerbu hidung Rusdi, mengalahkan bau tanah maupun sengatan matahari.

Rusdi menelan ludah keras. Tubuhnya bereaksi tanpa izin. Di bawah sana ada sesuatu yang mengeras di antara pahanya yang ia coba abaikan dengan sekuat tenaga.

Ini Nyonya Vivian, majikannya. Wanita yang selama dua tahun ini ia panggil “Nyonya” dengan hormat, yang selalu berdiri jauh di balik tembok es sikapnya yang dingin.

Para pekerja menyebutnya “Putri Salju” karena kulitnya yang pucat dan tatapannya yang tak pernah benar-benar melihat mereka.

Namun siang ini, tembok es itu seakan runtuh sepenuhnya.

"Gerah sekali ya ..." bisik Vivian.

Rusdi merasakan telunjuk Nyonya Vivian yang lentik menyentuh lengan. Sentuhan itu ringan, tapi langsung membuat otot lengannya mengeras.

Kulit Nyonya Vivian dingin dan halus, sangat kontras dengan lengan Rusdi yang kasar dan panas oleh matahari siang.

“I-iya, Nyonya. Panas,” jawab Rusdi. Suaranya parau, tenggorokannya mendadak kering.

Vivian tersenyum kecil, matanya menyipit sedikit. Ia menarik jarinya perlahan, seolah enggan melepaskan kontak itu.

Rusdi tak bisa menahan diri, pandangannya jatuh ke lingerie sutra merah yang menempel ketat di tubuh Nyonya Vivian.

Kain tipis itu mengikuti lekuk pinggang ramping dan pinggul lebar. Belahan dada dalam terlihat jelas saat ia condong sedikit ke depan.

Vivian tersenyum nakal, lalu menarik jarinya perlahan seolah enggan melepaskan kontak fisik itu.

Jantung Rusdi berdegup kencang, terasa sampai di telinga. Panas naik cepat dari dada ke bawah perut. Celana jeans terasa semakin sesak. Ia buru-buru menunduk, tapi gambar lekuk tubuh itu sudah terpaku di kepalanya.

“Apa Tuan Adrian tidak akan pulang malam ini, Nyonya?” tanya Rusdi, suaranya masih serak.

Ia mencoba mengalihkan pikiran ke Tuan Adrian, suami Nyonya Vivian yang selalu sibuk, sering pergi ke luar kota atau luar negeri, meninggalkan rumah besar ini sepi.

“Tuan Adrian tidak akan pulang malam ini, Rus,” jawab Nyonya Vivian dengan nada rendah dan tenang.

Nyonya Vivian melangkah setengah langkah lebih dekat. Wangi parfumnya langsung menyerbu hidung Rusdi, manis dan kuat, menutupi bau tanah dan keringat di tubuhnya sendiri.

“Oh iya, di kamar saya AC-nya dingin, Rus. Tapi rasanya sepi,” bisiknya lagi, suara penuh undangan. “Saya butuh laki-laki kuat untuk pijat kaki saya. Bukan laki-laki yang sibuk rapat terus. Kamu mau temani saya?”

Jantung Rusdi berdegup gila-gilaan. Walaupun logikanya berteriak bahaya karena takut dipecat jika tidak menuruti majikannya, tapi sebagai pria normal tubuhnya bereaksi lain. Godaan wanita yang biasanya angkuh ini terlalu sulit untuk ditolak.

Vivian tidak menunggu jawaban. Ia lantas berbalik dan membiarkan pinggulnya bergoyang lembut di balik sutra merah itu saat berjalan masuk.

"Jangan kelamaan mikir. Pintunya nggak saya kunci," serunya tanpa menoleh.

Rusdi menatap punggung itu menghilang di balik pintu kaca.

Akhirnya, persetan dengan logika. Ia meletakkan guntingnya di rumput, kemudian melangkah cepat menyusul majikannya. Begitu masuk, udara dingin AC langsung menyergap kulitnya yang basah.

Ketika sampai di dalam kamar utama, lampu temaram menciptakan suasana intim. Vivian sudah duduk di tepi ranjang besar dengan kaki disilangkan anggun sehingga gaunnya tersingkap tinggi.

"Masuk, Rus," perintahnya pelan saat melihat Rusdi di ambang pintu. "Dan kunci pintunya, karena saya nggak mau diganggu."

Rusdi menelan ludah sambil memutar kunci pintu dengan tangan gemetar.

Klik.

Suara itu terdengar sangat keras di telinganya.

Ia berbalik, tetapi langkahnya terhenti sebab ia sadar kondisinya saat melihat cermin besar di sudut kamar. Celana jeans penuh debu tanah, tangan kasar berlumur kotoran.

Di tepi ranjang, Vivian duduk. Ia menyilangkan kakinya, membuat paha mulusnya semakin terlihat. Bahkan, renda dari celana dalamnya sudah mengintip keluar.

Itu jelas membuat Rusdi semakin bergetar. Kapan lagi ia bisa melihat Nyonya-nya dengan pemandangan seperti ini?!

"Maaf, Nyonya," ucap Rusdi ragu sambil mencoba memalingkan wajahnya. "Saya ... saya kotor dan banyak keringat. Nanti seprai Nyonya kotor."

Mendengar itu, Vivian tertawa kecil dengan suara serak yang menggoda. Ia bangkit, lalu berjalan mendekat hingga tubuh mereka nyaris bersentuhan.

Wangi tubuh Vivian bercampur dengan aroma keringat Rusdi, menciptakan sensasi yang memabukkan.

"Siapa bilang kamu harus naik ke kasur sekarang?" bisiknya tepat di depan wajah Rusdi seraya mendongak, menatap matanya dengan lapar.

Vivian meletakkan tangannya di dada Rusdi yang bidang. "Lagi pula, saya bosan dengan segala sesuatu yang terlalu bersih dan rapi seperti suami saya. Saya suka kalau kamu kotor begini. Terlihat lebih... jantan."

Expandir
Siguiente capítulo
Descargar

Último capítulo

Más capítulos

A los lectores

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

reseñas

SKrizQ
SKrizQ
mampir . ninggal jejak
2025-12-30 22:41:46
1
0
Irana
Irana
Cerita yang bagus ...wajib mampir guys
2025-12-20 10:50:58
1
1
Arandiah
Arandiah
bantu dukung author
2025-12-16 03:33:38
3
0
Abdullah Mubarok
Abdullah Mubarok
Kebanyakan ngewe nya ketimbang jalan cerita. Si Rusdi gak tobat ngewe terus.
2026-01-24 23:23:19
0
0
Dotha
Dotha
anjir ceritanya.. lama2 si tuannya juga dia setubuhi dn hidup bahagialah mereka,, kocakk banget njirrr ceritanyaaa isinya cumaaa ngelocooo aja
2026-01-27 00:30:41
0
0
105 Capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status