เข้าสู่ระบบErfan tidak langsung bergerak, dia ingin menikmati sensasi penyatuan awal terlebih dahulu. "Tante, apa suamimu... masih suka meminta jatah kepadamu?" tanya Erfan dengan nada main-main. "Itu sudah pasti! kamu gak harus bertanya," balas Tante Yurike dengan nada manja. "Tapi... kenapa vaginamu begitu sempit?" "Kamu jangan seolah-olah gak tahu deh!" balas Tante Yurike sedikit ketus. Erfan terkekeh lucu. Dia tahu kondisi suami Tante Yurike, alasannya bertanya hanya untuk menggoda wanita itu. "Aku kira... batang suami tante... ukurannya sudah membesar," goda Erfan. "Udah, jangan bicarakan dia terus! ayo mulai! udah gatal nih," rengek Tante Yurike. "Oke. Aku mulai, yah!" Setelah Erfan berkata, dia mulai menggerakkan batangnya maju mundur di dalam apem wanita itu. Gerakan awal tampak pelan, namun lama kelamaan gerakannya semakin cepat.
Setelah mengantarkan Sinta ke rumahnya, Erfan tidak langsung pulang ke vila. Dia membelokkan mobilnya masuk ke area hutan yang dulu di jadikan tempat untuk bercinta bersama, Bi Ayu. Tante Yurike merasa bingung kenapa Erfan membawanya ke tempat seperti itu. Namun, dia tidak bertanya apapun. Setelah sampai di tempat yang biasa dia kunjungi, Erfan menghentikan mobilnya. Dia melirik Tante Yurike, lalu memeluk tubuh wanita itu dan tangannya langsung hinggap di payudara besar wanita itu. Tante Yurike mengerti, mengapa Erfan membawanya ke tempat seperti ini. Senyuman genit mulai terlukis di bibir seksinya. "Kamu benar-benar yah, mau ajak tante bercinta di tempat seperti ini," ucap Tante Yurike dengan nada menggoda. "Hehe, tante harus mencobanya. Lebih seru loh!" ucap Erfan dengan nada main-main. Tante Yurike melingkarkan tangannya di leher Erfan. "Oke. Tante setuj
Beberapa saat kemudian, Tante Yurike mengajak Erfan pergi ke lokasi wisata. Dia ingin segera membuat perencanaan untuk pembangunan nanti.Erfan memiliki ide mengajak Sinta, karena nantinya yang mengelola tempat wisata tersebut adalah Sinta. Mereka berdua masuk ke dalam mobil, lalu Erfan melajukan mobilnya keluar dari vila.Di dalam mobil, Tante Yurike terus menatap Erfan dengan sorot mata panas. Tangannya hinggap di paha Erfan, lalu dia berkata, "Bocah nakal, apa kamu gak rindu tante," ucapnya dengan nada genit.Erfan tersenyum tipis, ekspresi wajahnya tampak nakal. Satu tangannya memegang setir mobil, dan yang satunya merangkul tubuh wanita dewasa itu."Tentu saja aku rindu! sudah lama gak mengunjungi vagina indah tante," ucap Erfan dengan nakal.Benar saja, mereka memiliki hubungan rahasia di belakang. Tante Yurike yang telah memiliki suami, ternyata berselingkuh di belakang suaminya.Tante Yurike terkikik g
Setelah selesai makan, mereka kembali ke ruang tamu dan lanjut mengobrol. "Oh iya, tadi aku sempat dengar Tante Yurike menyebut nama Reya. Apa itu wanitamu juga?" tanya Dewi penasaran. "Aku pernah bilang dulu, selain Calista, masih ada wanitaku yang lain di sana. Dia juga, masih setia sampai sekarang. Wanita itu bernama, Reya!" balas Erfan dengan santai. "Kenapa kamu gak suruh dia kesini saja?" tanya Serina dengan nada heran."Dia sibuk mengurus bisnis keluarganya," jawab Erfan."Reya juga pernah bilang kepadaku. Dia sangat ingin ke sini, hanya saja... belum ada waktu," Calista menimpali.Para wanita mengangguk paham.Tante Yurike menatap Erfan."Di Ibukota, sudah heboh saat mendengar kalau kamu mau membangun bisnis wisata di desa," ucap Tante Yurike."Gimana, respons mereka?" tanya Erfan dengan nada santai."Tentu saja mereka ingin memantau terlebih dahulu, tapi... keluarga teman-teman dekatmu s
Dewi datang membawa segelas teh, lalu menyajikannya di hadapan Tante Yurike."Nyonya, maaf yah... hanya ada teh di sini!" ucap Dewi dengan canggung."Gak apa-apa. Makasih yah cantik," balas Tante Yurike dengan hangat."Aduh, aku lupa!" Erfan menatap para wanita."Sayang, kenalin! ini Tante Yurike, dia yang akan menghandle pembangunan proyek wisata. Tante Yurike ini, teman ibuku!" Erfan memperkenalkan Tante Yurike kepada para wanita.Satu persatu wanita itu memperkenalkan diri mereka dengan sopan."Kalian semua sangat cantik!" puji Tante Yurike kepada empat wanita itu. "Aku gak bawa hadiah pertemuan, maaf yah!" ucap Tante Yurike dengan nada meminta maaf."Gak apa-apa tante," balas keempatnya sampir bersamaan.Tante Yurike menatap Erfan."Apa cuma mereka wanitamu?" tanya Tante Yurike sambil menatap Erfan dengan tatapan curiga."Masih banyak! yang lainnya ada di vila," balas Erfan dengan nada nakal.
Setelah rasa terkejut itu hilang, Pak RW baru sadar, jika Sinta pulang membawa banyak barang."Nak, barang-barang ini?" tanya Pak RW dengan ragu.Sinta sedikit tersentak, lalu buru-buru menjawab."Oh ini. Ini di kasih tuan muda!" balas Sinta dengan jujur."Di kasih tuan muda? kok... tuan muda baik banget sama kamu?" tanya Pak RW. Rasa curiga di hatinya kembali datang.Jantung Sinta berdebar keras, karena gugup. Namun, dia berusaha menyembunyikan kegugupannya itu."Aku jaga gak tahu! tadi kan tuan muda ke Mal beli hadiah pertemuan buat Tuan Gubernur, eh... dia malah belanjakan aku juga," balas Sinta santai.Rasa curiga Pak RW belum sepenuhnya hilang, walaupun dia sudah mendengar jawaban Sinta."Kamu... gak ada hubungan apapun kan sama tuan muda?" tanya Pak RW dengan serius."Enggak kok!" balas Sinta buru-buru. "Mana mungkin aku punya hubungan dengannya. Aku udah punya suami."Pak RW menghela nafas, t







