HE LEFT ME FOR MY STEPSISTER, I MOVED ON TO THE NEXT

HE LEFT ME FOR MY STEPSISTER, I MOVED ON TO THE NEXT

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-08-27
Oleh:  SelomeTamat
Bahasa: English
goodnovel16goodnovel
9.6
12 Peringkat. 12 Ulasan-ulasan
534Bab
11.0KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Betrayed, broken, but never defeated. When Jasper cast Elena aside for her sister, she thought her world had ended. Left heart-shattered and humiliated, she becomes determined to heal the wounds his betrayal carved into her soul. But Elena is not a woman who stays broken. Out of her pain rises a bold, breathtaking queen, fierce, radiant and unstoppable. Her beauty turns heads, her strength commands respect, and suddenly the very man who once overlooked her now craves her. Yet among the powerful men drawn to her light, one stands apart, Nathan. Mysterious, protective, and everything Jasper was not. His presence awakens a love, Elena thought she had lost forever… but with enemies circling and Jasper refusing to let go, her heart is now both her greatest weapon and her greatest risk. A secret about her later comes to light and it changes her whole life she thought she knew, find out what it is!!!!!!!!!!

Lihat lebih banyak

Bab 1

The wrong door

“Ahh, enak, Gus. Lebih keras lagi, Gus. Hnghh.…”

“Tante yakin? Mau lebih keras lagi?”

“Iya, Gus. Ahhh… makin keras makin enak… uhhh…”

Walaupun ragu, aku tetap menuruti permintaan Tante Miya. Aku tekan punggungnya lebih kuat dengan tangan kasarku yang biasa kerja kasar di desa.

Sebenarnya aku takut tenaga dalamku ini akan menyakitinya, tapi melihat Tante Miya yang malah makin mendesah keenakan, sepertinya dia sangat menikmati servis gratis ini.

Akhir-akhir ini Tante Miya memang sering mengeluh badannya gampang pegal. Sebagai keponakan yang menumpang hidup, aku cukup tahu diri. Menawarkan jasa pijat adalah bentuk balas budi paling minimal yang bisa kulakukan.

“Harusnya kamu buka jasa pijat aja, Gus. Soalnya pijatanmu enak banget. Bikin badan Tante yang awalnya tegang jadi rileks,” puji Tante Miya sambil tiba-tiba berbalik posisi, berbaring menghadapku.

Tante Miya baru saja selesai mandi. Tubuhnya hanya dibalut handuk putih yang lilitannya sengaja dilonggarkan— katanya sih, supaya kulitnya bisa bernapas. Tapi aku yang justru sesak napas melihat belahan dan gundukan yang menyembul di balik kain itu.

Aku menelan ludah susah payah melihat pemandangan ini.

Perlu kuakui, di usia 40 tahun, tubuh Tante Miya masih seperti gadis 20 tahunan. Semok, mulus, dan wangi bunga semerbak yang bikin otak mungilku ini mendadak korsleting.

Aku yakin pria manapun tidak akan sanggup menolak pesona Tante Miya.

“Saya nggak ahli mijet, Tan. Lagian kerjaan yang sekarang juga sudah enak, gajinya UMR. Lumayanlah buat ditabung,” balasku, berusaha mengalihkan pandangan agar pikiranku tidak makin liar. Tanganku mulai bergerak perlahan, memijati bahu Tante Miya yang kaku.

“Eh, jangan salah, Gus. Penghasilan jadi terapis pijat juga gak sedikit loh. Apalagi kalau pelanggan puas sama pelayanan kamu, kemungkinan bisa dapat tip banyak. Tapi ya terserah kamu saja, toh kamu yang menjalani.”

Minggu lalu, aku diterima jadi Office Boy di perusahaan ternama. Walaupun cuma jadi OB, gaji UMR Jakarta bagiku yang orang desa ini sudah terasa sangat tinggi.

Maklum, sejak lulus SMA aku cuma kerja serabutan di kampung. Orang tuaku meninggal karena kecelakaan saat aku masih SMP, membuatku hidup tanpa dukungan materi.

Beruntung, Paman Karyo, saudara almarhum ayahku, mau menampungku di rumah mewahnya ini. Aku jadi bisa menghemat uang kos dan makan. Ditambah lagi, aku bisa masuk ke perusahaan itu berkat rekomendasi langsung Paman Karyo. Jalur orang dalam. Itulah sebabnya aku merasa sangat berutang budi padanya.

Dan di sinilah aku sekarang, duduk di pinggir kasur memijati istri pamanku sendiri.

Paman Karyo sedang di luar kota dan ketiga sepupuku juga ada urusan di luar. Rumah ini benar-benar sunyi, kecuali suara desahan Tante Miya yang makin lama makin terdengar aneh.

Saat aku sedang fokus memijat bahunya, tiba-tiba tangan lembut Tante Miya memegang tanganku, lalu menariknya ke atas bagian paling kenyal menawan tubuhnya.

“Ehh??”

Aku tersentak. Ini kali pertama aku memegang bukit wanita. Meski terhalang kain handuk, sensasi kenyalnya terasa sangat nyata di telapak tanganku.

“Pijat di bagian sini juga, Gus...” bisiknya serak. Tangannya menuntun tanganku untuk meremas bagian kenyal itu.

Aku benar-benar tak berkutik. Otakku mendadak lumpuh, dan tanganku bergerak mengikuti kemauan Tante Miya, mulai meremas bukit itu dengan perlahan.

‘Anjrit... kenyal banget woiii!’ batinku menjerit histeris.

Aku pun meremas untuk kedua kalinya, hendak memastikan bahwa ini bukan mimpi.

“Argus…” panggilnya lagi. Suaranya kian serak, sementara matanya yang sayu menatapku cukup dalam.

Aku bukan anak kecil lagi. Aku pria 25 tahun yang normal. Kalau dilihat dari tatapannya, Tante Miya mungkin ‘kepengen’ main denganku. Tapi aku buru-buru menepis pikiran jorok itu.

Aku menghormati Tante Miya sama seperti aku menghormati almarhum ibuku. Apalagi Paman Karyo sudah sangat baik. Tidak mungkin kan aku 'pagar makan tanaman'?

Buru-buru aku menarik tanganku.

“Kenapa, Gus? Capek?” tanya Tante Miya lembut.

“Eng-enggak, Tan... tapi anu... saya kebelet! Perut saya mendadak mules, permisi!” alibiku sambil ngibrit keluar kamar.

Aku kabur dari kamar itu seolah dikejar setan. Bisa gila aku kalau lama-lama di sana.

Di balik celana, 'adik kecilku' sudah bangun sepenuhnya, bahkan sudah di ujung tanduk.

“Aduh, duhhh, jangan keluar sekarang dong! Masa baru pegang yang kenyal-kenyal aja sudah mau muncrat!” bisikku pada diriku sendiri sambil memegangi selangkangan yang menegang hebat.

Aku memang punya penyakit aneh: burungku gampang sekali terangsang kalau melihat cewek cantik. Dan gara-gara memegang 'bukit' Tante Miya tadi, si LUKMAN— begitu kunamai burungku yang artinya LUcu, Kuat, dan MANja— sudah tidak bisa diajak kompromi lagi.

Aku harus mengeluarkannya sekarang juga!

Karena mengira para sepupuku masih di luar, aku tanpa ragu membuka ritsleting celana bahkan sebelum sampai di toilet belakang.

Sambil berjalan, tanganku sudah mulai bekerja mengelus-elus si Lukman.

Tepat di depan toilet, tanganku sudah siap membuka pintu. Namun, pintu itu terbuka sendiri sebelum sempat kusentuh. Seseorang membukanya dari dalam dengan cepat.

“Akhhh!!”

Aku teriak kaget, tapi orang di dalam jauh lebih kaget.

Mbak Masha, sepupuku berdiri di sana dengan wajah syok.

Dan si Lukman? Dia berdiri dengan gagah tepat di depan mata Mbak Masha yang membelalak sempurna.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ulasan-ulasanLebih banyak

Selome
Selome
So guys this book is finally complete after everything. Do well to enjoy the journey and a special thanks to all my readers and supporters
2026-08-28 20:10:40
1
0
Angela
Angela
362 chapters. 6/25/26
2026-06-26 06:48:45
1
0
Angela
Angela
Will this story end soon? The updates are still slow.
2026-02-20 04:15:52
1
0
amour
amour
86 chapters 8-26-25
2025-08-27 00:14:26
2
0
ellajoel780
ellajoel780
This book is so good and I am in for all the twists to come. I give all thumbs to the author, this is a great book, please don't stop updating ...️...️...️...️...
2025-07-26 22:40:01
6
0
534 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status