Share

Pagi Jenaka

Author: Money Angel
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-18 12:02:23

Guncangan pelan di bahunya disertai bunyi dering ponsel yang bising, mau tidak mau membuat Evelyn bangkit dan duduk tegak di atas ranjang. Matanya bahkan belum sanggup terbuka sepenuhnya.

"Siapa yang kepalanya mau kujadikan bola boling hari ini?" gumam Evelyn setengah sadar dengan suara serak khas orang bangun tidur.

Guncangan di tubuhnya langsung terhenti seketika, namun dering ponsel di atas nakas masih saja menjerit-jerit. Dengan malas, Evelyn mengulurkan tangan tangannya, meraba-raba area m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Sampai Kapan

    "Apa tidur Mama nyenyak?" tanya Xander datar tanpa menoleh ke arah Evelyn.Evelyn membatin bingung, ‘Kenapa anak ini? Apa aku melakukan kesalahan saat tidur seperti kata Xavier tadi? Tapi bukankah seharusnya aku yang bingung?’"Kenapa bertanya pada Mama dengan nada seperti itu, Sayang? Mama tidak melakukan kesalahan padamu, kan?" tanya Evelyn lembut.Sementara itu, Tuan Richard yang menyaksikan interaksi ibu dan anak itu hanya terkekeh pelan.‘Evelyn memang wanita yang sangat baik. Sayang sekali karena kesalahan masa lalu kami, hubungannya dengan Alexander jadi serumit ini. Aku sangat menyesal,’ batin Tuan Richard dengan penyesalan mendalam.

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Terima Kasih Sudah Bersamaku

    Malam berlarut tanpa kepastian. Alexander tidak kunjung kembali ke penthouse. Bahan-bahan medis dan obat yang dipesan Xavier bahkan diantarkan oleh anak buah kepercayaannya.Di kamar tamu, Evelyn terjaga menemani Xavier yang juga belum memejamkan mata."Tidurlah, Scarlett. Nanti kau sakit dan aku sedang tidak bisa merawatmu," tegur Xavier lembut."Kalau aku sakit, ada Xander yang merawatku. Aku bisa jadi pasien anakku sendiri," sahut Evelyn santai, lalu mendengkus. "Jangan coba mengalihkan pembicaraan, kau kira aku lupa dengan kelakuan konyolmu? Untuk apa kau pergi ke bar kotor itu dan mabuk sendirian?"Evelyn yang gemas menepuk pelan kaki Xavier yang terbalut perban, membuat dokter genius itu mengaduh kesakitan."Auw! Sakit,

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Dokter Kecil Jenius

    "Alex, bawa Xavier ke kamar tamu dulu. Biar aku yang mengurus di sini," bisik Evelyn tenang."Duduklah di sini, Evelyn. Aku yang akan memapah Xavier sampai ke kamar," potong Alexander gentle. "Xander, bantu Paman merawat Daddy-mu.""Ethan, ikut Papamu. Awasi adikmu jangan sampai dia mencampur racun atau senyawa aneh saat melihat kotak obat-obatan medis." Evelyn tegas memperingati pada kedua anaknya."Apa yang bisa dilakukan anak kecil sepertiku, Ma? Iya kan, Paman Alex?" celetuk Xander tanpa dosa."Sudah, cepat masuk sebelum luka Daddy-mu makin parah!" tegas Evelyn, menghentikan reka eksperimen apapun yang ada di kepala putra kecilnya.Suasana di aula utama seketika hening saat tersisa Evelyn bersama kedua orang tua Ale

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Gunung Dosa Tetua Sterling

    "Kau benar, anak ini sangat mirip dengan Alexander sewaktu kecil, bukan? Apa jangan-jangan yang waktu itu dikandung Evelyn adalah darah daging Alexander?" tanya Tuan Richard dengan binar lega dan haru di matanya.Kedua tetua Sterling itu bergantian memeluk Xander erat-erat. Hati mereka meyakini sepenuhnya bahwa bocah di hadapan mereka adalah cucu kandung yang selama ini terpisah."Nenek, Kakek, jangan seperti ini," potong Ethan lembut namun tegas. "Kalian baru saja tiba dari perjalanan jauh, kumohon jangan menangis. Ingat kesehatan Kakek. Kalau sampai drop, kita semua akan repot karena Mama dan Papa sedang tidak ada di rumah."Mendengar teguran cucu tertuanya, Tuan Richard dan Nyonya Victoria segera mengusap air mata dan mengendalikan emosi. Mereka menggamit kedua cucu itu untuk duduk bersama di sofa utama."Ethan, katamu tadi, Evelyn juga datang ke sini? Apa mamamu bersedia kembali ke rumah ini, Nak?" tanya Nyonya Victoria penuh harap."Iya, tapi itu juga karena Xander yang bersikera

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Taring Sang Iblis Noctis

    Bukannya menjawab, ketua geng berjambang yang terluka tangannya itu kembali berusaha merayap meraih senjata di dekatnya. Krak! "AAAGHH!" pekik pria itu sejadinya. Evelyn tanpa ampun menginjak jemari tangan pria itu lalu berjongkok, mendekatkan wajahnya ke arah sang ketua geng. "Kau mengabaikan kata-kataku. Kalau saja tidak ada suamiku di sini, tempat ini sudah menjadi lautan darah sejak tadi!" bisiknya tepat di telinga pria tersebut. "Baik, baik! Aku mengaku kalah! Tapi... siapa kau sebenarnya?" tanya pria itu lemas dengan napas tersengal. "Jawab dulu, kenapa kau bisa mendapatkan Noctis N-19 ini? Aku tidak pernah mengizinkan senjata itu dijual massal di pasar gelap!" ujar Evelyn menekan tumitnya. Pria itu membelalakkan mata. Pengusaan senjata teknis pabrikan itu, keberanian gila menghajar puluhan anak buahnya seorang diri, ditambah tujuannya yang nekat menerobos sarang musuh demi menyelamatkan Xavier Frozz—sosok penting yang dikenal sebagai bagian dari inti Noctis—seket

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Jangan Sentuh Istriku

    Sementara itu, di luar lokasi... Mobil sports milik Alexander berhenti agak jauh dari titik koordinat bar terselubung tempat Xavier disekap demi menghindari kecurigaan. Sekilas, tempat terlarang milik geng lokal penguasa pelabuhan itu tampak seperti bar malam biasa yang ramai pengunjung. Jika dilihat dengan mata orang awam, tak ada yang menyangka tempat itu adalah sarang kriminal. "Alexander, kau tunggu di sini saja. Aku akan masuk dan membawa Xavier keluar dari sana." ucap Evelyn cepat seraya bersiap membuka pintu. Klap! Pintu mobil tertutup otomatis saat Alexander menekan tombol pengunci di panel kemudi. "Tidak ada yang turun dari mobil sebelum kita sepakat, Evelyn!" tegur Alexander keberatan dengan sikap Evelyn yang selalu ingin bertindak sendiri. "Baik. Mari kita dengarkan usulanmu. Tapi cepatlah. Aku yakin Xavier akan lebih cepat mati karena mulutnya yang terlalu tajam memprovokasi musuh!" cetus Evelyn buru-buru, sangat paham dengan tabiat Xavier yang suka memancing emosi l

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status