Sst, Pelan-Pelan Pak Presiden!

Sst, Pelan-Pelan Pak Presiden!

last updateHuling Na-update : 2026-08-20
By:  Anggun_sariIn-update ngayon lang
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 Rating. 1 Rebyu
6Mga Kabanata
15views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Skandal panas yang menyeret nama seorang Presiden Muda, Demian, membuat Rubby yang bekerja sebagai sekertaris negaranya meminta sang presiden untuk menikahi wanita yang telah menghabiskan malam panas bersamanya. Namun kenyataan menampar Rubby kala Demian mengatakan sejujurnya tentang siapa sosok wanita itu.

view more

Kabanata 1

Bab 1

'Presiden Demian Tertangkap Keluar Hotel Bersama Seorang Wanita!'

Ruby yang baru menegak kopinya seketika tersedak saat membaca berita terkini pagi ini. Ia benar-benar tak percaya dengan apa yang baru saja ia baca pagi ini.

Bagaimana bisa hal ini terjadi?! Bukankah Demian langsung pulang setelah mengantarnya ke apartemen?

Ia merutuki dirinya sendiri. Sebagai sekretaris seorang presiden seharusnya ia bisa menjaga dirinya dengan baik dan mengutamakan keselamatan presiden, bukan malah minum dan mabuk sampai lupa segalanya.

Ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, Ruby langsung menyambar kunci mobilnya yang ia letakkan di atas nakas. Sebuah mobil hitam dengan plat merah ia kendarai membelah jalanan ibu kota yang cukup padat. Tujuannya saat ini adalah istana negara.

Beberapa pers terlihat berkumpul di depan istana negara, sepertinya menunggu juru bicara kepresidenan untuk melakukan konferensi pers. Ruby mengabaikannya dan langsung melesat masuk ke dalam istana negara.

“Dimana bapak?!” tanya Ruby pada salah satu paspampres yang sedang berjaga di depan pintu utama.

“Bapak ada di ruang kerja. Beliau sedang melakukan rapat bersama dengan beberap mentreri,” jawab si paspamres.

Ruby menganggukkan kepalanya lantas berjalan ke ruang tengah, menunggu sang presiden selesai melakukan meeting. Beberapa pertanyaan sudah berjejal di pikirannya minta dituntaskan.

Ruby menghela napasnya beberapa kali. Kakinya terus bergerak melakukan hentakan kecil. Sementara matanya beberapa kali melirik jam yang melingkar di tangan kirinya. Sudah hampir satu jam ia menunggu, namun pintu ruang kerja Demian belum juga terbuka.

Kegelisahan itu semakin nyata ketika juru bicara kepresidenan menghubunginya dan mengatakan bahwa ada beberapa warga sipil yang turut berjejal di depan istana negara.

Untuk menutupi kegelisahannya Ruby memilih membuka ponselnya. Tangannya bergerak lincah membuka beberapa sosial media yang sebagian besar membicarakan tentang Demian.

Dari sekian banyak hujatan, mata Ruby tertuju pada satu tulisan yang membuatnya mengumpat dalam hati.

“Pantas belum juga menikah, kelakuannya jelek begitu. Presiden kok suka celup sana sini.”

“Sialan, tangan orang-orang lincah bener kalau menghujat seseorang!” umpat Ruby.

Demian adalah presiden termuda dan belum memiliki pasangan, tidak heran jika namanya sering terseret dalam beberapa gosip murahan. Amora—ibu Demian sebenarnya sudah mempersiapkan beberapa calon pendamping untuk Demian, namun pria nomer satu di Andalas itu seakan tutup mata dan telinga.

Dan sekarang gosip murahan kembali menyerang Demian, namun kali ini foto Demian terpampang nyata.

Ruby yang tak sabaran menunggu rapat usai, berjalan ke depan. Dilihatnya sekali lagi kerumunan para wartawan dan beberapa warga sipil yang masih betah berdiri di depan pagar.

“Apa semalam bapak tidak pulang?” tanya Ruby pada salah satu paspamres yang berjaga di depan pintu masuk.

“Semalam bapak berpisah dari rombongan. Beliau mengantarkan Anda tanpa pengawalan dan kembali ke istana hampir jam 4 pagi,” jawab sang paspamres.

“Aku?" Tunjuk Ruby pada dirinya sendiri. “Semalam bapak mengantarkanku pulang, benarkah?" sambung Ruby seakan tak percaya.

Ruby mencoba mengingat kembali kepingan kejadian tadi malam yang terlupakan olehnya. Namun sayangnya Ruby tidak mengingat apapun. Kebiasaan buruknya kalau sudah minum, ia akan melupakan semua kejadian yang dialaminya saat mabuk.

“Apa bapak tidak berniat melakukan konferensi pers dan menemui para wartawan serta warga sipil secara langsung?” tanya Ruby kembali pada sang paspampres.

"Mungkin setelah rapat bapak akan melakukan konferensi pers. Beliau sudah menyuruh juru bicara kepresidenan untuk menyampaikan beberapa hal untuk membantah tuduhan yang dilontarkan awak media, tadi” sahut si paspampres.

Ruby bernapas lega. Ia menepuk pundak paspampres yang diajaknya bicara. "Semoga skandal ini segera berlalu,” ucapnya penuh harap.

Usai mengatakan harapannya, Ruby kembali ke ruang tengah, bersamaan dengan itu pintu ruang rapat Demian terbuka, Ruby membungkukkan sedikit badannya untuk memberikan hormat pada para menteri.

“Tunggu, aku ingin bertemu dengan bapak," kata Ruby saat salah satu paspampres Demian hampir menutup pintu ruang rapatnya.

Ruby langsung masuk ke dalam, di kursi kebesarannya Demian terlihat tegas dan berwibawa. Pria itu terlihat tampan dari segi manapun, bahkan ketika memakai kacamata.

“Katakan!" ucap Demian melepas kacamatanya.

Demian menatap lurus Ruby yang berdiri di depannya. Wajah wanita itu seakan menyiratkan banyak sekali pertanyaan yang ditujukan kepadanya.

“Saya ingin mengkonfirmasi tentang berita yang beredar luas pagi ini. Bagaimana bisa Bapak tersangkut skandal seperti ini. Dan foto yang didapatkan oleh wartawan seolah memperjelas skandal Bapak,” ujar Ruby yang berdiri di depan meja Demian.

Demian menggulung lengan kemejanya. Ia juga melepas kacamata yang bertengger di hidungnya. Tatapannya seolah tengah menyelidik lawan bicaranya. Sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya seiring dengan langkah kakinya yang mendekati Ruby.

“Apa kamu tidak mengingatnya?" lontar Demian.

Kening Ruby mengkerut. " Mengingat? Mengingat apa Pak?”

“Mengingat tentang apa yang kita lakukan semalam," sahut Demian.

“Kamu tidak mungkin melupakan semuanya kan?” imbuh Demian.

“Jangan bilang kamu melupakan semuanya karena mabuk?!”

Kening Ruby dibuat semakin mengkerut oleh kata-kata yang diucapkan oleh Demian. "Tu–tunggu dulu m–maksud Bapak apa?”

“Apa yang sebenarnya saya lupakan?!” lanjut Ruby.

“Kamu. Wanita yang semalam tidur denganku adalah kamu Ruby."

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Rebyu

Layli Dinata
Layli Dinata
udah lama nungguin Kak Anggun comeback! otw marathon Kak
2026-08-20 18:44:05
1
0
6 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status