Share

Dokter Kecil Jenius

Author: Money Angel
last update publish date: 2026-09-17 08:00:23

"Alex, bawa Xavier ke kamar tamu dulu. Biar aku yang mengurus di sini," bisik Evelyn tenang.

"Duduklah di sini, Evelyn. Aku yang akan memapah Xavier sampai ke kamar," potong Alexander gentle. "Xander, bantu Paman merawat Daddy-mu."

"Ethan, ikut Papamu. Awasi adikmu jangan sampai dia mencampur racun atau senyawa aneh saat melihat kotak obat-obatan medis."  Evelyn teg

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Tumbal Malaikat Maut

    Evelyn menghentikan langkahnya seketika saat matanya bertabrakan dengan sorot mata Xavier yang sedang berdiri merangkul Xander di pekarangan. Langkah Evelyn terasa makin berat, dadanya bergemuruh oleh rasa bersalah yang teramat sangat."Mama! Paman Alex!" seru Xander gembira memecah keheningan yang membeku di antara ketiga orang dewasa itu.Namun, sebelum Evelyn sempat melangkah atau mengutarakan satu kata pun untuk menyapa Xavier, ponsel di saku jas Alexander mendadak berdering kencang. Alexander menyambar ponselnya, dan raut wajahnya seketika berubah tegang saat mendengar suara Julian, yang panik dari seberang sambungan."Lex! Ada masalah besar di kantor pusat! Karyawan tumbang massal dan kejang-kejang! Cepat ke sini sekarang!""Apa?! Bagaimana bisa?!" bentak Alexander dengan rahang mengeras kaku.Melihat kepanikan yang luar biasa di wajah Alexander, sosok pria yang biasanya selalu tenang dan terkontrol, membuat jantung Evelyn seketika berdegup kencang. Rasa cemas mendadak menyergap

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Perpisahan Dan Jawaban

    Evelyn perlahan bangkit dari ranjang dengan langkah ragu dan tubuh yang terasa lemas."Mau ke mana dengan kaki yang lemas seperti ini?" tanya Alexander lembut seraya dengan siaga memapah tubuh istrinya."Xavier sudah pergi dari rumahmu, bukankah kau mendengarnya barusan? Tentu saja aku harus menemuinya," jawab Evelyn pelan."Tidak sebagai tunangannya, tapi sebagai istriku. Kalau tidak, tidak ada yang boleh pergi dari vila ini," tegas Alexander, diutarakannya dengan nada tenang namun penuh penekanan."Alexander, kumohon," pital Evelyn."Baiklah, akan kuturuti setelah satu ronde lagi. Bagaimana?" sahut Alexander yang malah berguyon."Alexander, seriuslah," tegur Evelyn singkat.Alexander tersenyum menanggapi teguran Evelyn. Tanpa aba-aba, tubuh Evelyn langsung diangkatnya menuju kamar mandi."Aku serius. Mandilah dulu kalau kau ingin pergi, atau semua orang akan mencium aroma peluh kita semalaman dari tubuhmu," ujar Alexander seraya terkekeh pelan melihat kepanikan Evelyn yang lupa situ

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Lagi Manusia Bodoh

    Dahulu terasa indah, tak ingin lupakan... Bermesraan selalu jadi satu kenangan manis... Tiada yang salah, hanya aku manusia bodoh... Yang biarkan semua ini permainkanku, berulang-ulang kali.Mencoba bertahan sekuat hati, layaknya karang yang dihempas sang ombak. Jalani hidup dalam buai belaka, serahkan cinta tulus di dalam takdir..."Kenapa lagu seperti itu yang kau putar saat aku di sini?" omel Xavier pada anak buah Evelyn yang menjadi sopirnya hari ini.Xavier berada di dalam mobil yang sedang melaju menuju mansion utama keluarga Sterling. Ia ingin melihat Xander yang sudah beberapa hari ini tidak ditemuinya."Maaf, Bos. Aku akan mematikannya sekarang," jawab anak buah Evelyn yang seketika merasa bersalah."Hei, bodoh. Siapa yang menyuruhmu mematikannya? Aku bertanya padamu, kenapa kau memainkan lagu seperti itu?" tegur Xavier dengan kalimatnya yang pedas."Maksud Bos, alasanku memutar lagu ini?" tanya anak buah Evelyn memastikan. Wajahnya sudah pucat pasi, tak berani menatap spion

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Pelampiasan Nikmat

    Alexander telah mencampurkan obat perangsang dosis tinggi ke dalam seloki anggur yang dihabiskannya sebelum Evelyn tiba di penthouse.Lalu, kenapa Alexander tidak menunjukkan reaksi liar dan tak terkontrol seperti yang Evelyn bayangkan? Jawabannya hanya satu: cinta.Alexander sangat mencintai Evelyn. Kesakitan dan rasa panas yang membakar pembuluh darahnya ia tahan dengan susah payah. Apalagi setelah mendengar penolakan Evelyn sebelumnya, kekecewaan berat sempat menghantam dadanya. Namun, Alexander sudah memperhitungkan segala risiko atas pilihannya.Janjinya untuk tidak menyentuh Evelyn secara paksa—padahal seluruh sel di tubuhnya berteriak menuntut penyatuan—tetap dipegangnya teguh. Walau saat itu tubuhnya sudah berada di ambang batas menahan gairah memuncak yang tak berdaya diluapkannya.Di sampingnya, Evelyn berjuang keras menyelamatkan pria itu. Paham bahwa Alexander terlalu lemah untuk merespons, Evelyn membuang seluruh rasa malunya dan mengambil alih kendali.Woman on top menja

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Aku Kalah

    Evelyn terperangah. Tangannya refleks membekap mulutnya sendiri, seakan tak memercayai pendengarannya."A-Alexander... kau!" bisik Evelyn terbata."Kau marah? Atau malah senang, Sayang?" tanya Alexander tenang. "Tapi apa pun tanggapanmu, semua sudah terlambat. Semuanya berjalan sesuai rencanaku. Terima kasih, Evelyn.""Apa kau tidak punya malu melakukan hal sepicik ini padaku, Alexander?! Apa kau memang sudah benar-benar gila?!" bentak Evelyn, napasnya memburu menahan gelombang panas yang mulai membakar pembuluh darahnya. "Ke mana akal sehatmu? Bagaimana bisa kau menjebakku seperti ini? Ahh..."Evelyn menyerah dan merebahkan tubuhnya yang bergetar hebat ke atas ranjang. Di sudut matanya, bulir air mata lolos dan mengalir menembus pelipis.Alexander mendekat, mengusap lelehan air mata itu dengan lembut menggunakan jemarinya."Jangan menangis. Bukan air mata seperti ini yang ingin kulihat malam ini, Sayang," bujuk Alexander penuh k

  • Hidup Kedua Ibu Pewaris Yang Terbuang   Hukuman Manis

    Sementara itu, kehangatan terpancar di rumah megah keluarga Sterling. Rumah besar yang selama bertahun-tahun sepi tanpa celoteh anak-anak—karena sering ditinggal pergi pemiliknya—malam ini mendadak penuh dengan gelak tawa.Sepasang suami istri berusia senja tengah duduk berdampingan di sofa, memperhatikan kedua cucu mereka, Ethan dan Xander, yang sedang asyik bermain gim konsol sambil tertawa lepas."Apa kau ingat, Sayang? Sudah berapa lama rumah ini tidak dipenuhi suara anak kecil?" tanya Nyonya Victoria pada suaminya dengan mata berkaca-kaca."Terakhir kali waktu Alexander dan Julian masih kecil, sebelum Julian dikirim orang tuanya ke sekolah kedokteran di Inggris," bisik Tuan Richard Sterling lirih, air mata menetes mengaliri pipinya yang berkerut. "Demi Tuhan... aku sangat merindukan masa-masa saat mereka masih kecil, saat mereka tertawa dan menangis bebas di rumah ini."Nyonya Victoria merengkuh lengan suaminya, merapatkan tubuh untuk saling menguatkan. Bayangan masa lalu mendada

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status