INICIAR SESIÓNNot even halfway through the Thanksgiving holidays, my boss, Bill Griffin, calls me back to work. He demands I cold-call customers for sales and promises generous overtime pay. Eager to give my son a better learning environment, I seize every chance to earn more money and agree without hesitation. But once the holiday ends, the management posts a notice. "An employee has generated an excessive phone bill working overtime during the Thanksgiving holidays and incurred company losses. Please reimburse the phone bill immediately." Bill, whom I had worked alongside since graduating from college, swiftly turns on me. "Some people in their 30s are about to be laid off. Having a job at all is a blessing, yet they don't know how to appreciate the opportunities the company gives them." Refusing to bow to the absurd demands and open threats, I hand in my resignation that very same day. A company that discards its employees the moment the job is done isn't worth a second of my time. They will learn the hard way who holds the leverage.
Ver másEowyn tersentak dari lamunannya dan merasa sangat malu mendapati Pak Edward memandanginya dengan kening berkerut. Suara teguran yang lumayan keras keluar dari mulut Pak Edward.
Ia sungguh tak berani membayangkan sudah berapa lama atasannya itu berdiri di sana, sambil berkacak pinggang dan melotot galak ke arahnya!
Eowyn menghitung sampai tiga dalam hati sebelum akhirnya memberanikan diri menatap ke arah Pria tampan yang sudah menjadi atasannya selama dua tahun belakangan ini.
"Maaf, Pak. Apa yang Bapak katakan tadi? Bisa tolong diulang, Pak?" suaranya hanya berupa bisikan lirih yang mungkin saja akan langsung hilang terbawa angin sebelum mencapai telinga Pak Edward. Tapi untung saja di dalam ruangan kantor ini tak ada angin yang berhembus,hiburnya dalam hati.
Bagus, Eowyn .... Terus saja melucu dan silakan buat dirimu terlihat konyol di hadapannya!
"Apa yang kau katakan? Coba kau ulangi ucapanmu dengan suara yang lebih jelas, Eowyn. Karena suaramu terdengar hampir mirip suara anak ayam mencicit."
Edward merasa gemas dengan tingkah laku sekretarisnya yang sering kali kepergok melamun di ruangannya. Walau ia tahu Eowyn selalu menyelesaikan semua tugasnya dengan tepat waktu tapi hal itu tidak lantas membuatnya bebas dari teguran.
Dan Eowyn masih saja menatapnya tanpa berkedip. Seakan hanya dialah satu-satunya pria paling tampan di dunia ini, Edward balas menatapnya sambil dalam hati mencibir.
Eowyn merasa bingung harus menjawab dan akhirnya hanya bisa melongo menatap atasannya.
Sebetulnya jika Eowyn mau jujur, Pak Edward justru terlihat sangat lucu Saat dia berusaha memasang mimik galak seperti yang sedang dia lakukan saat ini. Sungguh! Tidak ada sedikitpun bakat galak di dalam dirinya.
Jika kau berkata seperti itu, lalu kenapa kau harus merasa ketakutan saat dia memergokimu melamunkan Nathan? Aku tidak takut, aku hanya merasa malu ... Itu jelas dua hal yang berbeda! Eowyn praktis terlihat bodoh saat ia berusaha membantah dirinya sendiri.
"Anak ayam biasanya disebut menciap, Pak. Bukan mencicit ... itu yang aku pelajari saat duduk di .... " perkataan Eowyn langsung dipotong oleh Pak Edward.
"Eowyn, aku tidak sedang meminta pendapatmu. Jadi simpan saja tenagamu untuk hal yang lebih berguna," kata Edward sewot dan terdengar tidak sabaran.
Edward berjalan ke arah mejanya dan menghempaskan bokongnya ke kursi besar berlapis kulit. Ia mulai membuka map berisi data total produksi migas siap jual bulan ini dan memeriksa ulang setiap biaya yang dikeluarkan perusahaannya termasuk eksplorasi pengeboran sumur baru untuk meningkatkan jumlah produksi migas mereka.
Edward melirik ke arah Eowyn dan dalam hati memuji kinerja wanita itu yang selalu menyerahkan data penting perusahaan dalam bentuk susunan yang sangat rapi hingga memudahkan ia mengecek ulang tanpa harus menanggung resiko terserang migrain.
🍀🍀🍀
Eowyn sedang membereskan mejanya dan bersiap-siap untuk pulang. Ia harus segera pulang agar bisa punya waktu lebih untuk mandi dan sekedar berdandan agar bisa tampil sepadan di samping Nathan yang luarbiasa tampan dan kaya. Tapi tak bisa setia, tambahnya dalam hati dengan senyum getir.
Nathan akan mengajaknya ke perjamuan makan salah satu koleganya. Tentu saja ia tak boleh mempermalukan pria itu di depan teman-temannya yang terkenal memiliki kekayaan yang mencengangkan.
Ia meninggalkan kantornya dengan mengendarai mobil perusahaan, yang merupakan salah satu fasilitas mewah yang ia dapatkan selama ia menjabat sebagai sekretaris Pak Edward,selaku direktur utama di perusahaan migas tempat ia bekerja.
Sering kali ia harus menulikan telinganya dari segala gosip tak sedap yang berhembus diantara para karyawan di kantornya. Mereka bergunjing tentang hak istimewa yang ia dapatkan. Dan selalu berbisik-bisik di balik punggungnya.
Seharusnya mereka bisa melihat dan menyadari semua yang ia nikmati saat ini adalah bentuk dari penghargaan atas hasil kerjanya. Bukan dari hasil rajin bergosip masalah tak penting!
Fasilitas mobil dan apartemen yang ia dapatkan bukan karena ia memiliki hubungan khusus dengan Pak Edward, seperti yang dituduhkan para teman kantornya.
Apakah penglihatan mereka semua terganggu? Harusnya mereka membuka mata mereka lebih lebar. Pak Edward merupakan pria bujangan paling diincar para wanita sosialita. Sedangkan aku? Hanya seorang wanita pengecut yang tak memiliki keberanian untuk melawan sikap kekasihnya yang brengsek karena terlalu mencintai pria itu dan tak ingin pria itu meninggalkannya.
Jadi bisa dibayangkan betapa kelirunya tuduhan yang mereka lontarkan selama ini. Atas dasar apa ia bisa menjadi wanita pilihan Pak Edward? Sedangkan atasannya itu bisa memilih wanita tercantik yang dia inginkan? Eowyn hanya bisa tertawa getir sambil menggelengkan kepalanya. Hidup ini memang sangat rumit ....
🍀🍀🍀
Ponsel Eowyn berbunyi Tepat pada saat ia menyelesaikan sapuan terakhir di bibirnya dengan lipstik berwarna peach.
"Aku sudah di bawah menunggumu,Eowyn. Jangan membuatku harus menanggung malu karena kita datang terlambat."
Dasar perusak suasana! Apakah dirimu tidak bisa mengucapkan kalimat yang enak didengar? Omel Eowyn. Tapi tentu saja ia hanya bisa melakukannya dalam hati.
"Eowyn, apa kau sedang mendengarkan aku? Kenapa kau tidak menjawab? Waktu terus berjalan, jika kau tak bisa turun sekarang maka aku akan pergi sendiri."
"Aku akan segera turun, Nath. Aku... " Eowyn belum sempet menyelesaikan kalimatnya tapi Nathan sudah menutup teleponnya. Eowyn merasa seperti berbicara dengan benda mati.
Ia berusaha mengabaikan rasa sakit yang menusuk hatinya. Tidak ada waktu untuk meratap, batinnya dalam hati. Ia harus segera turun atau Nathan akan melaksanakan ancamannya.
Sekali lagi ia memeriksa kembali penampilannya di cermin panjang dan tanpa membuang waktu segera menyambar wristlet miliknya dan berjalan tergesa-gesa ke arah pintu.
🍀🍀🍀
Sepanjang perjalanan ke tempat tujuan, Nathan mendiamkannya. Tak ada sepatah kata pun keluar dari bibir pria itu. Tak ada senyuman apalagi pujian.
Mobil mereka akhirnya sampai di sebuah rumah megah bergaya mediterania. Rumah bercat putih itu di dominasi pilar-pilar besar yang menjulang tinggi sampai ke langit-langit rumah. Atap di ruang tengah berbentuk kubah dengan ornamen kaca yang sangat indah.
Eowyn yakin acara perjamuan ini pasti sudah menghabiskan uang dengan jumlah yang sangat banyak. Ini bisa dilihat dari makanan enak yang berlimpah di sepanjang meja yang berderet rapi mengelilingi keseluruhan ruangan tamu yang sangat luas. Juga ada meja berisi penuh makanan pencuci mulut dan puluhan jenis cemilan yang menggugah selera.
Eowyn yakin ia tak akan sanggup melewati pintu depan dengan selamat jika ia berani melahap semua makanan yang ada di sini.
Masih segar dalam ingatannya ucapan Nathan saat menilai bentuk tubuhnya. Seumur hidup ia tak akan melupakan ucapan Nathan yang mengandung belati itu.
Seakan mengetahui isi pikirannya, Nathan memberikan tekanan saat memeluk pinggang Eowyn.
"Jaga sikapmu,Eowyn. Jangan membuatku malu dengan caramu melahap semua makanan itu seakan tidak ada lagi hari esok bagimu untuk menikmatinya."
" Dan apa perlu kuingatkan juga bahwa saat ini kau sudah kelebihan beberapa kilogram lemak yang sangat menjengkelkan. Coba kau lihat wanita yang ada di sana. Kau seharusnya malu dengan kondisi tubuhmu saat ini. Jadi aku ingin sekarang juga kau jauhi meja itu, angkat dagumu dan bersikaplah lebih terhormat di depan orang-orang ini. Ingat, di sini bukan area sirkus. Jangan membuat dirimu menjadi tontonan gratis."
Nathan tersenyum mesra ke arah Eowyn sambil memeluk ringan pinggangnya, seakan dia sedang merayu Eowyn. Pria itu melontarkan kalimat menusuk itu dengan cara berbisik di telinganya. Memberi anggapan ke semua orang jika dirinya sangat mencintai Eowyn. Padahal sebetulnya yang sedang dilakukan pria itu adalah mengintimidasi diri Eowyn.
Soon after I took over the branch, Bill came to me.He wore a fawning smile, a far cry from his former arrogance, and wanted me to give him a job for old times' sake.I was processing documents and didn't even look up."There’s nothing left between us, so save the sentimental speech."Seeing how cold I was, he started reminiscing about our early startup days, but I grew impatient and cut him off. "If you're truly that desperate, we do have a job here, but I'm not sure if you can handle it."His eyes lit up at the mention of an available position.Smiling, I continued, "But we can't afford to keep you around for free, given your age and lack of usable skills."A few days ago, one of our cleaners called in sick, and with the holidays coming up, you can work overtime cleaning up all the bathrooms in the building. There won't be any overtime pay, though, and remember to cover the rental fee for the broom and mop."I returned every word he'd once thrown at me. It was interesting t
Nutty Auto went bankrupt and collapsed, with rival companies swooping in to claim a piece of the pie.Riding the wave of online attention, I gave Melon Wheels a major publicity boost. After all, the company's CEO had promised me 20% of the company's shares. It was an offer too substantial to ignore.As I stepped out of the courthouse, sunlight fell warmly on my face.Hattie extended her hand and sincerely said, "Congratulations on clearing your name. From now on, we’ll be working together. I look forward to it."I shook her hand and smiled. "Likewise."After joining Melon Wheels, I noticed many forms of internal oppression within the company, so I proposed a series of reforms to the upper management. The CEO fully supported my ideas and granted me the authority for restructuring. The first thing I did was eliminate internal exploitative behaviors and give the employees at the bottom a real chance to breathe and survive.Besides, I set up a larger training program than the one I
With both witnesses and solid evidence laid bare, Bill had no way out this time.The judge and internet users were completely stunned. For a time, the barrage of comments froze entirely.After a long stretch of silence came an explosive backlash.Spectators in the courtroom were the first to break into an uproar and hurl curses at Bill. Some even leaped from their seats, yanked off their shoes, and slapped him across the face with the insoles.The judge struggled to maintain order.Seeing his first scheme fail, Bill immediately pivoted to his second move. "Stan, even if you didn't harass anyone, your resignation has caused the company losses amounting to hundreds of millions of dollars. You're responsible for compensating every bit of it!"I raised an eyebrow and looked at him. "How so?"Encouraged by my response, he straightened up again. "The clients you worked with were accumulated over a decade while you were working for us. They are the company's network and resources. No
"Mr. Blevins, have you ever harassed or coerced other female colleagues at the company before this incident?"The reporters' questions were sharp and vicious, relentlessly pushing me toward a dead end. I casually took a microphone and coldly responded, "Everything being said about me online right now is false. The truth will reveal itself on the day of the trial."Due to the overwhelming public outrage online, the court decided to stream the trial live to satisfy the public interest.Bill wanted to use me as a stepping stone to elevate Nutty Auto. Internet users were unanimously condemning me online, and it seemed like his victory was almost guaranteed.Only I knew that the bigger he was now, the harder he would fall.Just before the trial, the other key party in the case finally reached out to me. Goldie appeared disheveled with bloodshot eyes. When she saw me, it was as if she'd grabbed hold of a lifeline."Stan, I finally found you! Bill wants to use me to crush you! He thre












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.