Share

Tak Dianggap

Bab 13

Menatap pil yang diberikan Arshaka, Nala menghela napas panjang. Rasanya begitu pahit, tapi bukan pilnya, melainkan keputusan Arshaka.

"Nala?" Suara Oma Erni memanggil dari balik pintu. Sementara Arshaka telah keluar tanpa bicara setelah memberikan pil itu.

"Ya, Oma?" Nala meletakkan pilnya di atas nakas dan beranjak membuka pintu kamar.

Raut khawatir tampak membias di wajah keriput Oma Erni.

"Kamu baik-baik saja, Nala?"

"Baik. Kenapa Oma?"

"Tidak kenapa-napa. Oma liat kamu tidak bersemangat sejak pagi."

Nala menggaruk tengkuknya. "Semangat kok, Oma."

"Alhamdulillah kalau baik-baik saja. Ada yang ingin Oma bicarakan dengan mu. Tapi sebelumnya, kamu harus minum dulu, wajah mu pucat sekali. Oma akan minta Mbok Ijah buatkan teh hijau untuk mu."

"Nggak usah, Oma. Biar Nala yang minta sendiri ke dapur," cegah Nala cepat. "Oma tunggu di dalam aja."

"Ya sudah kalau begitu."

Oma Erni masuk ke dalam kamar cucunya dengan bantuan tongkat. Matanya mengedar ke sekeliling kamar. Tak ada
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status