Beranda / Romansa / Hot Night With Boss / 252. Kenangan Indah (2)

Share

252. Kenangan Indah (2)

Penulis: Dea Anggie
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-30 14:08:12

Karena masih belum mengantuk, Cristopher menyempatkan membaca buku sebentar. Sampai hampir tengah malam.

Tiba-tiba saja Ceistopher menguap dan matanya berair.

"Aduh, ngantuk. Harus langsung tidur nih," kata Cristopher yang langsung menutup buku.

Cristopher segera berdiri dari duduknya dan berjalan menuju rak buku untuk mengebalikan buku yang baru dibaca. Dia berjalan mendekati pintu ruangan, mematikan lampu dan keluar dari ruang baca.

Criatopher segera turun, dia berjalan perlana menyusuri tangga. Dilihatnya lampu ruang tengah dan area dapur sudah gelap. Artinya semua penghuni rumah termasuk pelayan sudah beristirahat.

Sesampainya di lantai bawah, Cristopher langsung berjalan menuju kamar papanya. Dia mengetuk pelan pintu sebanyak tiga kali, lalu membuka pintu dan masuk ke dalam kamar.

"Baru turun?" tanya Stevano.

Cristopher kaget. Karena mengira papanya sudah tidur, ternyata belum.

"Papa belum tidur?" tanya Cristopher yang baru menutup pintu kamar tidur papanya.

Cristopher berbalik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Hot Night With Boss   254. Sampai Jumpa Lagi

    Akhirnya yang ditunggu-tunggu muncul. Cristopher dan Yuki bergabung dengan Stevano di meja makan."Selamat pagi, om ... " sapa Yuki dengan begitu manis."Selamat pagi. Bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak?" jawab Stevano yang langsung bertanya balik."Sangat nyenyak," jawab Yuki tersenyum cantik."Baguslah. Sering-seringlah mampir dan menginap," kata Stevano.Stevano menatap Cristopher, "kamu, ke mana saja kamu pagi-pagi sudah menghilang?" tanya Stevano."Aku? Aku nggak ke mana-mana kok. Aku ... olahraga," jawab Cristopher."Dasar pembohong! Papa melihatmu masuk kamarmu. Kamu pikir papamu ini buta, hah?" sahut Stevao menatap tajam ke arah Cristopher.Cristopher tersenyum lebar, "hehe ... ketahuan ya?" ucapnya."Dasar anak ini," ucap Stevano geregetan.Yuki mengerutkan dahi bingung. Dia tidak mengerti dengan percakapan Stevano dan Cristopher."Tidurmu nggak diganggu 'kan, Yuki?" tanya Stevano."E-enggak kok, om. Cuma apa maksudnya ya, om? Kok saya nggak bisa ngerti maksud percakapan om sa

  • Hot Night With Boss   253. Menanti Waktu Sarapan

    Cristopher menutup album foto, dan berdiri dari duduknya. Dia membawa album foto untuk dikembalikan ke tempatnya."Papa tidurlah. Sudah tengah malam lho," kata Cristopher."Kamu juga. Jangan cuma memerintah papa," kata Stevano.Cristopher kembali berjalan mendekati tempat tidur, dia langsung naik, masuk dalam selimut dan berbaring."Sudah 'kan? Papa juga berbaring. Jangan cuma duduk," kata Cristopher."Hm," gumam Stevano.Stevano segera membenahi bantalnya dan berbaring. "Pa ... " panggil Cristopher."Ya?" jawab Stevano menatap Cristopher yang menatapnya dengan tatapan mata sendu."Kenapa? Kok tatapanmu kelihatan sedih gitu?" tanya Cristopher."Ahir pekan ini. Papa nggak lupa 'kan?" tanya Cristopher."Enggak lupa kok. Kenapa? Kamu mau nggak bisa? Mau ngubah jadwal?" tanya balik Stevano."Bukan gitu. Aku cuma ngingetin aja," jawab Cristopher."Papa sudah ngosongin jadwal sejak kamu ngajakin papa waktu itu. Jadi, papa sudah siapkan semuanya," kata Stevano."Papa semangat sekali ya mau

  • Hot Night With Boss   252. Kenangan Indah (2)

    Karena masih belum mengantuk, Cristopher menyempatkan membaca buku sebentar. Sampai hampir tengah malam.Tiba-tiba saja Ceistopher menguap dan matanya berair. "Aduh, ngantuk. Harus langsung tidur nih," kata Cristopher yang langsung menutup buku.Cristopher segera berdiri dari duduknya dan berjalan menuju rak buku untuk mengebalikan buku yang baru dibaca. Dia berjalan mendekati pintu ruangan, mematikan lampu dan keluar dari ruang baca.Criatopher segera turun, dia berjalan perlana menyusuri tangga. Dilihatnya lampu ruang tengah dan area dapur sudah gelap. Artinya semua penghuni rumah termasuk pelayan sudah beristirahat.Sesampainya di lantai bawah, Cristopher langsung berjalan menuju kamar papanya. Dia mengetuk pelan pintu sebanyak tiga kali, lalu membuka pintu dan masuk ke dalam kamar."Baru turun?" tanya Stevano.Cristopher kaget. Karena mengira papanya sudah tidur, ternyata belum."Papa belum tidur?" tanya Cristopher yang baru menutup pintu kamar tidur papanya.Cristopher berbalik

  • Hot Night With Boss   251. Kenangan Indah (1)

    Yuki menyelisik isi kamar Cristopher. Dia melihat isi dalam lemari pakaian, buku dan lemari kaca yang memajang piala juga mendali dan setifikat."Wah, berapa banyak ini?" kata Yuki menatap lemari kaca."Tidak banyak," jawab Cristopher."Kamu ternyata sangat pintar dan rajin ya," puji Yuki."Biasa saja kok," jawab Cristopher.Yuki menatap Cristopher yang berdiri di sampingnya."Ada apa? Kok kamu kayak nggak senang aku puji?" tanya Yuki."Enggak kok. Mana ada yang seperti itu," sahut Cristopher."Aku muji kamu karena kamu beneran hebat lho. Aku nggak bohong. Piala, mendali dan setifikatku aja nggak sebanyak kamu," kata Yuki."Aku nggak sehebat yang kamu pikirkan, sayang. Kamu terlalu memuji," kata Cristopher."Jujur deh, kamu kenapa? Mau cerita ke aku?" tanya Yuki.Cristopher mengusap kaca lemari di hadapannya."Sejujurnya aku belajar cuma buat diperhatikan sama papa. Dulu aku mikir, papa sibuk karena aku nggak pinter. Gimana kalau nilaiku bagus? Papa perhatiin aku nggak? Pas aku belaja

  • Hot Night With Boss   250. Datang Untuk Makan Malam (2)

    Cristopher menarik kursi, mempersilkan papanya duduk. Dia juga menarik kursi untuk Yuki, lalu mempersilakan Yuki juga."Duduklah," kata Cristopher."Ok, makasih," jawab Yuki. Yang langsung duduk.Cristopher segera menyajikan makanan yang sekiranya Yuki sukai. Mendekatkan semua menu pada Yuki. Ia juga langsung memotong steak yang tersaji di hadapan Yuki."Nah, cobalah ini. Rasanya tak akan diragukan," kata Cristopher.Cristopher juga menbantu papanya memotong steak milik papanya dan mendekatkan menu yang papanya sukai."Papa juga makan yang banyak. Habiska steaknya," kata Cristopher.Stevano hanya menatap Cristopher tanpa bicara apa-apa. Dia senang putranya memperhatikannya."Sudah cukup. Kamu duduk dan makan saja sana," ucap Stevano.Cristopher segera duduk dan mulai makan."Selamat makan, Om," kata Yuki. Menatap Stevano."Ya, Nak. Selamat makan juga. Makanlah pelan-pelan. Makan juga apa yang mau kamu makan. Jika ada masakan yang tidak tersedia kamu boleh bilang pada pelayan. Biar ko

  • Hot Night With Boss   249. Datang Untuk Makan Malam (1)

    Cristopher mengajak Yuki masuk ke dalam rumah lamanya. "Ayo," ajak Cristopher. Menggandeng tangan Yuki."Hm," gumam Yuki menganggukkan kepala.Yuki mengikuti langkah kaki Cristopher tanpa ragu. Mereka berjalan masuk ke dalam rumah.Di dalam, Stevano yang sudah menunggu menyambut kedatangan putra dan calon menantunya."Halo, Pa. Aku dan Yuki datang," kata Cristopher."Halo, om ... " sapa Yuki tersenyum cantik."Halo, Yuki. Mau mandi dan ganti baju dulu?" tanya Stevano. Dia menatap Cristopher," ajak Yuki naik dan kalian bersih-bersih dulu sana. Masaka juga masih dibuat," katanya."Oh, ok. Ayo sayang," ajak Cristopher.Yuki kaget, "eh, emang boleh ya?" tanyanya pada Cristopher berbisik."Boleh dong," jawab Cristopher."Itu ... a-aku 'kan nggak bawa baju ganti," jawab Yuki."Pakai bajuku," jawab Cristopher."Ta-tapi ... " kata-kata Yuki terpotong oleh Cristopher."Sudahlah, ayo ... " ajak Cristopher.Cristopher menarik tangan Yuki agar ikut bersamanya. Yuki langsung memalingkan pandangan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status