Chapter: 280. Pertunangan dan Pernikahan (Tamat)Yuki yang mendengar rumor tidak menyenangkan tentangnya, langsung mendatangi Luna dan meminta pertanggung jawaban atas tuduhan yang tidak berdasar. Keduanya bertengkar hebat."Dasar jalang nggak tahu diri. Sudah dilamar, tapi masih main sama om-om. Menjijikan sekali sih," kata Luna.Plak!Sebuah tamparan keras dilayangkan Yuki, dan mendarat diwajah Luna. Luna memegangi wajahnya yang tertampar, "sialan! Perempuan jalang, apa yang kamu lakukan?" tanganya.Plak!Tamparan keras kembali mendarat di sisi lain wajah Luna. Membuatnya semakin geram."Kamu ..." ucap Luna."Kamu, kamu, kamu apa? Aku muak mendengar ocehanmu, Luna. Jangan kamu pikir aku nggak tahu trik-trik kotormu. Kamu itu siapa menilaiku sebagai jalang? Yang jalang murahan dan menjijikan itu kamu bukan aku. Dan ya, jangan sembarangan nyebar rumor nggak berdasar!" sentak Yuki marah."Nggak berdasar katamu? Hahaha ... sudah ketahuan mau ngelak ya? Kamu pikir aku ini buta apa? Dan siapa bilang nggak berdasar? Aku punya bukti foto
Last Updated: 2025-10-06
Chapter: 279. KesalahpahamanDi ruangan divisi produksi, Dion yang sedang sibuk menulis laporan dikejutkan oleh berita lamaran Cristopher untuk Yuki dari teman-temannya yang bergosip."Wah, gila ... hei, hei ... sini kumpul. Ada berita menarik nih.""Eh, kamu nggak selesaikan tugasmu malah keluyuran.""Tahu tuh. Ntar kena marah pak kepala divisi baru deh tahu rasa.""Jangan ngomel aja. Aku ada berita menghebohkan nih. Mau denger nggak?"Apaan?""Iya, nih. Apaan? Awas aja kalau beritanya aneh-aneh.""Bukan berita aneh, tapi berita heboh. Kalian semua pada tahu si Yuki 'kan? Dewi divisi pemasaran? Dia dilamar sama Pak CEO.""Hah? Serius?""Jangan bercanda deh.""Masa sih? Berita beran apa cuma rumor nih?""Astaga kalian ini. Aku serius tahu. Aku baru dari sana lihat sendiri dari pintu. Pak CEO berlutut ngeluarin cincin terus cincinnya disodorin ke Yuki. Satu ruangan pada heboh pokoknya. Kecuali satu orang yang tadi tiba-tiba keluar sambil cemberut dan kesel. Ah, pokoknya heboh deh.""Eh, ke divisi pemasaran yuk.""
Last Updated: 2025-10-05
Chapter: 278. Dua Keluarga (2)Cristopher dan Yuki saling bertatapan sekilas. Keduanya sama-sama merasa malu dan bersalah karena sudah melarikan diri dari perjodohan yang sudah disiapkan."Kita sudahi dulu topik ini dan mulai makan. Kita bahas hal lain saja," kata Stevano."Jadi, Cris ... sejauh apa hubunganmu dengan Yuki saat ini?" tanya Stevano."Seperti yang sebelumnya aku katakan, Pa. Kalau aku dan Yuki, kami sudah sepakat untuk menikah. Yuki sudah menerima pernyataan cintaku dan lamaranku," jawab Cristopher."Ah, begitu. Jadi, tinggal pernikahan saja ya? Atau mau bertunangan dulu?" tanya Stevano."Itu ... aku sih terserah Yuki saja, tapi sebelumnya ada yang mau aku sampaikan. Untuk Om, tante dan kedua kakak, saya harap kalian mau menerima saya sebagai anggota baru dalam keluarga. Saya harap kita juga bisa menjalin hubungan yang baik kedepannya," kata Cristopher.Yoseph menatap sang istri, dan istrinya tampak tersenyum sembari menganggukkan kepala. Dia memalingkan pandangan ke Cristopher dan memberikan jawaban
Last Updated: 2025-10-03
Chapter: 277. Dua Keluarga (1)Cristopher dan Yuki berada di depan gedung restoran tempat diadakannya pertemuan. Keduanya saling menatap dalam tanpa bicara, sampai Cristopher menyakinkan Yuki, jika semua akan baik-baik saja."Tenanglah. Aku yakin semua akan baik-baik saja. Papamu 'kan juga mengatakan itu," kata Cristopher, memegang tangan Yuki."Iya sih, papaku memang bilang semua akan baik-baik saja, tapi aku masih ragu. Aku takut, gimana kalau ternyata sebaliknya?" ucap Yuki ragu-ragu."Apa aku ikut ketemu keluargamu aja? Aku bisa batalin pertemuanku dengan papaku," kata Cristopher."Eh, nggak perlu segitunya. Aku yang nggak enak sama papamu. Padahal aku diundang makan bareng, tapi aku nggak bisa soalnya pas banget keluargaku ngajakin ketemuan. Kamu temenin papamu aja. Aku nggak masalah sendiri. Lagipula tempat janjiannya 'kan sama. Kita bisa ketemu lagi nanti," kata Yuki menjelaskan."Ya sudah, kalau itu maumu. Kalau ada apa-apa cepat hubungin aku ya," kaya Cristopher."Ok," jawab Yuki."Ayo, kita masuk. Lama-la
Last Updated: 2025-10-02
Chapter: 276. BerubahCristopher dan Yuki memutuskan pergi setelah makan siang. Yoseph dan istrinya juga langsung pergi untuk kembali ke Hotel. Sementara Yusak dan Yohan memilih untuk jalan-jalan ke pusat perbelanjaan untuk cuci mata.Dalam perjalanan kembali, Cristopher dan Yuki membicarakan tentang keluarga Yuki."Bagaimana menurutmu?" tanya Yuki, menatap Cristopher dalam."Apanya?" tanya Cristopher."Apa lagi? Ya keluargaku lah. Menurutmu bagaimana mereka?" tanya Yuki."Kalau boleh jujur. Mereka nggak terlalu buruk. Maaf, aku mengatakan sesuatu yang menyinggung ya? Aku nggak tau apa yang mereka lakukan padamu, tapi yakin mereka punya alasan. Yah, apapun itu, tadi aku lumayan gugup. Aku sudah terbayang akan di maki atau disiram air oleh papamu atau mamamu. Kalau hanya sebatas omongan aku masih bisa membalasnya. Padahal aku sudah berpikir bagaimana caranya menghadapi keluargamu. Ternyata nggak sesulit dugaanku," jawab Cristopher jujur."Begitu ya. Menurutku juga mereka berbeda. Biasanya mereka nggak akan
Last Updated: 2025-09-23
Chapter: 275. Pertemuan Keluarga (3)Yuki terkejut saat mendengar papanya membentak Yohan. Seingatnya, papanya tidak pernah bicara kasar pada Yohan. Sehingga semua orang tahu Yohan adalah anak kesayangan Yoseph."Apa yang terjadi? Dia seperti bukan papa yang aku kenal," tanya Yuki dalam hati.Saat melihat Yohan pergi, Yuki melihat papanya hanya diam saja, begitu juga Yusak dan mamanya.Yuki berdiri dari duduknya dan hendak pergi. Yoseph yang melihat langsung bertanya."Ada apa? Kenapa kamu berdiri?" tanya Yoseph mentap Yuki."Aku mau keluar sebentar," kata Yuki."Apa kamu mau menyusul Yohan?" tanya Yoseph."Papa kenapa sih? Papa itu bukan seperti papa yang aku kenal. Kalau sikap papa kayak gini, malah bikin aku merasa aneh. Kalian makanlah dulu. Aku mau keluar," kata Yuki.Saat Yuki berbalik dan pergi, tangannya dipegang oleh Cristopher.Yuki menatap Cristopher, "aku nggak apa-apa. Kamu di sini aja dulu," katanya."Ok, hati-hati. Bawa ponselmu. Kalau butuh sesuatu, langsung hubungi aku. Mengerti?" ucap Cristopher."Hm,"
Last Updated: 2025-09-22
Chapter: 5. KebohonganBeberapa jam kemudian ...Clarissa sudah sampai dan sempat beristirahat sebentar sebelum beraktivitas. Ia menerima pesan dari Raymond yang memberitahu, jika Mama Raymond akan datang ke rumah. Raymond meminta Clarissa untuk bersiap menyambut Mama mertuanya. Kembali mengingatkan Clarissa untuk bersikap biasa-biasa aja, agar tidak mencolok perhatian Mamanya.Clarissa menjawab pesan Raymond dengan kata singkat, "Ya" karena tidak ingin banyak mengetik tulisan."Mama mertuaku akan datang. Bagaimana nanti aku menghadapi beliau, ya?" batin Clarissa harap-harap cemas.Clarissa kembali mengerjakan pekerjaan rumah. Ia melupakan sejenak kecemasannya. ***Cecilia datang ke rumah putranya. Ia mengobrol dan bertanya-tanya seputar bulan madu pada Clarissa. Clarissa banyak diam, ia tidak tahu harus menjawab apa karena selama masa bulan madu Raymond tidak ada bersamanya. "Jadi bagaimana? apakah bulan madu kalian menyenangkan?" tanya Cecilia, Mama Raymond, menatap Clarissa lekat.Clarissa tersenyum
Last Updated: 2023-01-15
Chapter: 4. SendiriDi kamar, Raymond baru saja selesai mandi. Ia keluar dari kamar mandi dengan mengenakan celana panjang tanpa pakaian. Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk. Pintu kamar terbuka, Clarissa masuk dan melihat ke arah Raymond. Wajahnya langsung memerah. Ini pertama kalinya ia melihat tubuh pria tanpa pakaian. "Oh, ma-maaf. Seharunya aku mengetuk pintu lebih dulu. Itu, aku mau mandi. Aku ... " Clarissa terdiam. Ia tidak tahu lagi apa yang akan ia katakan karena gugup dan canggung melihat situasi yang tidak terduga."Hm, tak apa. Aku juga sudah selesai. Kau bisa pakai kamar mandinya," kata Raymond. Ia mengambil pakaian dari dalam lemari dan mengenakannya. Ia pun pergi meninggalkan Clarissa."Ray ... " paggil Clarissa. Mengentikan langkah Raymond tepat di depan pintu kamar.Raymond terdiam. Ia tidak berbalik ataupun menjawab panggilan sang istri. Clarissa mendekat, ia berdiri di samping Raymond."A-apa kau marah padaku? aku tidak bermaksud merendahkan Bibi Marie. Aku hanya ingin ... aku ..
Last Updated: 2023-01-15
Chapter: 3. KecewaMalam harinya. Clarissa berbaring di atas tempat tidur. Ia menanti kedatangan Raymond yang sejak sore hari pergi. "Dia pergi dan tidak bilang mau ke mana. Apa dia sibuk dengan pekerjaan, ya?" batin Clarissa.Tidak lama pintu kamar terbuka, Raymond masuk ke dalam kamar dan melepas jasnya. "Kau sudah kembali. Mau ganti pakaian? aku akan siapkan pakaianmu," kata Clarissa yang buru-buru bangun dari posisi berbaring."Tidak perlu. Kau tidur saja. Aku bisa sendiri," jawab Raymond pergi ke kamar mandi.Clarissa terdiam, ia menatap jauh ke arah pintu kamar mandi yang baru saja tertutup. Ia menarik napas dalam, kemudian mengembuskan napas perlahan."Dia masih marah rupanya. Entah sampai kapan dia seperti ini," batin Clarissa.Clarissa berdiri dan berjalan mendekati sofa, ia memungut jas suaminya lalu melipatnya. Ia mengusap jas tersebut dengan mata berkaca-kaca. Ia segera menyeka air matanya yang hampir jatuh, saat mendengar ponselnya berdering.Dengan langkah cepat ia mendekati nakas dan m
Last Updated: 2023-01-15
Chapter: 2. Peringatan!Tepat satu minggu setelah Clayton dan Vivian meminta putrinya menikah, pertemuan dua keluarga pun diadakan dan tanggal pernikahan langsung ditetapkan. Hari itu adalah kali pertama Clarissa bertemu Raymond, bahkan mereka tidak pernah bertemu lagi setelahnya sampai hari H pernikahan mereka.Saat mengepas gaun pun, keduanya datang terpisah. Dengan alasan sibuk, Raymond menyembunyikan diri dari Clarissa. Clarissa tidak menaruh rasa curiga. Ia berpikir mungkin Raymond memang sibuk. Ia sendiri juga sibuk dengan pekerjaannya yang masih menumpuk. Sebagai putri satu-satunya, tugasnya hanya menyenangkan orang tuanya. Sulit memang menerima kenyataan jika ia akan menikah, apalagi hari pernikahan semakin dekat. "Ahh ... aku bisa gila memikirkannya." gumam Clarissa.Pikirannya tiba-tiba tertuju pada sosok Raymond. Dahinya berkerut memikirkan pria tampan yang akan menjadi suaminya itu."Dia tampan, tapi sedikit kaku. Apa mungkin dia canggung padaku? aku tidak tahu seperti apa sifatnya, dan aku aka
Last Updated: 2023-01-15
Chapter: 1. PernikahanSebuah pernikahan mewah digelar disebuah Villa. Sepasang pengantin yang berasal dari dua keluarga konglomerat terpandang sedang menjamu tamu undangan. Tampak cantik sang mempelai wanita dengan gaun putih menjulai panjang. Di sampingnya tampak pula sosok tampan yang tak lain adalah mempelai pria. Ia terlihat gagah, dengan mengenakan stelan jas hitam. Clarissa Albert, hari itu resmi menjadi istri pria tampan dengan sejuta pesona bernama Raymond Harris."Aku tidak boleh terlihat tidak bahagia. Bagaimanapun, aku ingin menjadi anak yang berbakti pada Papa dan Mama. Semoga pilihan ini yang terbaik," batin Clarissa. Ia terus menorehkan senyuman pada tamu undangan yang mengucapkan selamat. Di sisi lain, Raymond sedang menyelisik sekitar. Matanya seakan-akan mencari sesuatu, ia menatap segala arah."Di mana Frans?" batin Raymond. Terus mencari keberadaan sang Asisten.Clarissa melirik ke arah Raymond. Ia merasa suaminya sedang mencari-cari sesuatu. Ingin bertanya, tetapi seseorang datang meng
Last Updated: 2023-01-15
Chapter: 82.Malam harinya ...Vanya mendatangi sebuah restoran, memenuhi undangan Robert.Awalnya Vanya ragu, apakah dia harus datang, atau tidak. Meskipun Vanya sangat penasaran dengan informasi yang dipunyai Robert, tetapi dia tetap tidak bisa mengendurkan kewaspadaannya pada Robert. Namun, pada akhirnya Vanya memelih datang. Sekalian untuk memperingatkan Robert, agar tak lagi menyentuh Hansel.Pelayan membuka pintu sebuah ruang VIP. Vanya berjalan masuk dan melihat Robert sedang berdiri menatap dinding kaca. Pemandangan di luar memang tampak indah.Robert memalingkan pandangan mendengar pintu di buka, dia tersenyum tampan ke arah Vanya."Sudah datang," sapa Robert. Segera Robert mendekati kursi, dia menarik kursi untuk Vanya, tetapi Vanya lebih memilih duduk di kursi lain."Nggak perlu repot. Aku punya tangan sendiri buat menarik kursi," kata Vanya, yang barus saja duduk.Robert menganggukkan kepala, dia duduk di kursi yang ditariknya sendiri."Bagaimana kabarmu?" tanya Robert basa-basi."Ng
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: 81.Hansel duduk bersandar bantal di atas tempat tidurnya. Dia memikirkan Vanya dengan begitu serius."Bodohnya aku, baru tahu kalau dia sebaik dan sepeduli itu padaku. Padahal dia bisa saja mengabaikanku, bukankah sebaiknya dia pergi meninggalkan keluarga ini? Kenapa dia tetap bertahan?" tanyanya dalam hati.Hansel membuka laci nakas dan mengeluarkan sebuah foto. Dalam foto ada gambar dirinya dan seorang lelaki paruh baya yang sedang merangkulnya dengan senyuman lebar."Pa ... apa papa melakukan sesuatu padanya, sehingga dia nggak bisa pergi meninggalkan keluarga kita? Bukankah dia masih muda? Masa depannya masih panjang," tanya Hansel. Mengusap wajah sang papa dalam foto.Hansel menatapi gambar papanya. Dia tidak mengatakan apa-apa dan hanya duduk diam."Apa papa tahu? Seseorang yang papa nikahi adalah sosok perempuan tangguh dan hebat. Aku akui dulu pikiranku memang sempit. Aku kekanak-kanakan dan bodoh. Sekarang, aku akan terus bersikap baik padanya. Aku ingin dia terus melihatku," uc
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: 80.Ciuman lembut penuh gairah itu, perlahan berubah menjadi ciumam panas."A-apa yang dia lakukan? Ciumannya ... " kata Vanya dalam hati, yang tiba-tiba saja mendorong tubuh Charlexon menjauh darinya."Apa yang kamu lakukan, Charlexon? Apa kamu gila? Sudah aku peringatan untuk tidak sembarangan menciumku, bukan?" omel Vanya tidak senang.Vanya langsung mengusap bibirnya, "pergi kamu dari sini," katanya mengusir.Charlexon kaget, "Ma-maaf. Aku minta maaf. Aku tidak bermaksud jahat, hanya saja aku memang tidak tahan untuk menciummu setelah melihatmu. Maafkan aku," jelasnya.Vanya mengerutkan dahi, "hah? Apa katamu? Bisakah kamu memberi penjelasan yang lebih masuk akal. Kamu benar-benar bajingan mesum. Pergi sana, sebelum aku panggil keamanan untuk menyeretmu keluar," katanya.Charlexon memegang tangan Vanya, "maafkan aku, aku benar-benar hilang kendali buat sesaat. Aku mohon," pintanya memelas.Vanya menepis tangan Charlexon, "apa kamu mau membuatku lebih marah dari ini?" tanyanya. Menatap
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: 79.Malam harinya ...Hansel datang ke bar langganannya. Di sana sudah ada Charlexon yang sedang duduk menunggunya."Maaf telat," kata Hansel. Menepuk bahu Charlexon, lalu duduk disamping Charlexon.Charlexon menatap Hansel, "santai saja. Aku juga baru sampai kok," jawabnya."Gimana kerjaanmu di luar kota?" tanya Hansel ingin tahu."Ya, nggak gimana-gimana. Aku ke luar kota cuma mau ambil sesuatu," jawab Charlexon."Sesuatu apa?" tanya Hansel penasaran. Menatap Charlexon begitu lekat.Charlexon tersenyum, "ada deh. Kepo banget," jawabnya."His ... sudah dibuat penasaran, ujung-ujungnya nggak dikasih tahu. Teman macam apa kamu," kata Hansel mengejek Charlexon."Hei, hei. Begini-begini cuma aku satu-satunya temanmu di dunia ini. Emang ada yang mau temenan sama kamu selain aku? Dasar nggak tahu terima kasih," ejek balik Charlexon."Eh, eh, eh, kamu ... kalau ngomomg suka bener. Cih," kata Hansel mengakui."Ngeselin benget sih bocah satu ini. Bisa-bisanya dia blak-blakan ngomong gitu. Aku 'k
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: 78Hansel menatap Nicky dengan tatapan penuh harap. Dia penasaran dengan apa yang terjadi antara papanya dan Vanya sebelumnya. Dan satu-satunya yang tahu akan hubungan keduanya adalah Nicky."Om sudah lama kenal papa dan mama. Berarti tahu hubungan mereka seperti apa. Aku nggak meragukan siapapun, aku cuma ingin tahu. Tapi, kenapa om Nicky nggak ngomong apa-apa ya? Duh, bikin penasaran aja," kata Hansel dalam hati.Sedangkan Nicky masih diam berpikir. Dia tidak tahu harus bagaimana menanggapi pertanyaan Hansel."Aduh, kalau pertanyaannya kayak gini, gimana aku jelasinnya ya? Kalau salah ngomong, bisa-bisa buat salah paham. Apa aku harus jujur kasih tahu? Atau bohong dan ngarang cerita? Nggak, nggak. Nggak boleh. Mau jujur atau bohong aku nggak berhak bicara sekarang. Lebih baik aku tanyakan saja ke Nyonya nanti. Dan aku akan bilang kalau aku ada urusan dan harus balik ke kantor," kata Nicky dalam hati."Hm ... Hans, maaf sebelumnya, tapi om tiba-tiba ingat sesuatu. Karena om buru-buru ke
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: 77Vanya berjalan selangkah, dia diam sebentar sebelum mengatakan sesuatu pada Robert."Jangan lagi kamu menganggu atau menyakiti Hansel. Jangan pernah menginginkan apa yang bukan menjadi milik dan hakmu. Aku nggak akan tinggal diam, jika kamu macam-macam pada anakku. Sekalipun kamu omnya, dan aku hanyalah mama sambungnya, tetapi aku sama sekali nggak keberatan untuk melindunginya dan melawanmu. Pasang telingamu dan dengar omonganku ini, Robert Oliver," kata Vanya dengan mata berkaca-kaca.Vanya berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Robert. Sesampainya di pintu, dia segera membuka pintu dan pergi keluar dari ruagan.Vanya berjalan pergi meninggalkan restoran, wajahnya tampak pucat dengan mata yang masih berkaca-kaca.Tanpa sadar air mata Vanya jatuh, menyadari hal itu, dia segera menyeka air matanya dan berjalan cepat keluar keluar dari restoran.Seseorang muncul dari balik dinding, memandangi punggung Vanya. Seseorang itu menyeka air matanya, lalu tersenyum. Dia lantas pergi meningga
Last Updated: 2026-01-03
Chapter: 107. AncamanSeseorang mengawasi gerak-gerik Andrew, Nathan dan Felix dari dalam sebuah restoran. Seseorang itu sedang sarapan dengan rekannya."Apa dia, anaknya Daisy?" "Benar. Menurut informasi, dia baru saja sadar dari koma selama beberapa bulan."Seseorang mengunyah makanan sambil terus menatap Nathan yang tampak sedang tersenyum."Karena Mamamu sudah membunuh sauadaraku, maka jangan salahkan aku membalas dendam. Kamu akan menggantikan nyawa saudaraku," kata seseorang dalam hati."Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" "Apalagi? Buruan di depan mata harus didapatkan. Karena dia sudah susah payah keluar tanpa diminta, ini merupakan keuntungan besar buatku. Nggak perlu basa basi lagi, langsung saja kita mulai permainannya. Hubungi dia, suruh lakukan pekerjaannya dengan baik.""Ok."Rekan seseorang itu mengeluarkan ponsel dari saku celana dan menghubungi seseorang lain."Mereka sudah bersiap.""Hm ...""Angelica oh Angelica ... Kamu nggak akan menduga 'kan, kalau ajal anakmu sudah dekat. Hahaha
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: 106. Obrolan SantaiAndrew mendorong kursi roda yang diduduki Nathan keluar dari dalam lift. Dipersimpangan jalan, mereka bertemu Felix."Lho, anda sudah sampai di sini. Saya baru mau naik menjemput anda dan Tuan Muda," kata Felix, saat bertemu Andrew dan Nathan di lantai bawah."Oh, apa kamu disuruh Angelica menjemputku?" tanya Andrew."Ya. Nona tadi menghubungi saya dan meminta saya menemani Anda. Makanya saya inisiatif mau naik," jawab Felix."Bukannya kamu lagi melakukan pemeriksaan? Apa sudah selesai?" tanya Andrew."Iya. Baru saja selesai," jawab Felix."Gimana hasilnya? Apa kamu masih ngerasa nggak nyaman karena kejadian waktu itu?" tanya Andrew."Bisa dibilang penulihan saya cepat. Sekarang saya merasa sudah baikan," kata Felix."Oh, ok. Kalau gitu kamu ikut kami jalan-jalan saja. Sekalian melemaskan kaki," kata Andrew, yang dijawab anggukan kepala cepat oleh Felix."Biar saya yang mendorong Tuan Muda," kata Felix yang langsung mengambil alih posisi Andrew.Nathan menatap Felix, "apa om Asistenny
Last Updated: 2026-05-26
Chapter: 105. Pendekatan AktifSetelah hari kesepakatan dengan Nathan, Ethan secara aktif melakuakan pendekatan dengan Angelica.Dia bahknan secara terang-terangan menunjukkan perhatian tanpa rasa canggung sedikitpun.Angelica merasa aneh, sikap Ethan semakin hari semakin aneh. Seperti bukan Ethan yang dia kenal sebelumnya."Dia kenapa? Aneh sekali. Kerasukan hantu 'kah?" tanya Angelica dalam hati. Saat melihat Ethan membawakan sarapan untuknya dan bahkan menyiapkan menu khusus."Cobalah. Aku yang memasaknya sendiri," kata Ethan."Ethan ... Kamu kenapa? Tumben masak sendiri," tanya Angelica."Mulai hari ini aku akan memasakkan kalian berdua. Kalau ada yang ingin kamu dan Nathan makan, katakan saja. Sekalipun masakan asing, aku akan buat dan masakkan untuk kalia . Jangan sungkan-sungkan," kata Ethan dengan percaya diri.Nathan tersenyum, "cukup bisa diandalkan. Gayanya sudah lumayan. Entah Mama akan menerimanya atau tidak dengan sikapnya yang seperti ini," katanya dalam hati.Ethan memberikan Nathan semangkuk bubur
Last Updated: 2026-05-25
Chapter: 104. Mengenal Keluarga (2)Setelah Andrew pulang, sekarang giliran Ethan yang melakukan pendekatan dengan Nathan. Dia ingin saling mengenal dengan putranya itu.Meskipun canggung, Nathan berusaha menjaga sikap dan ucapannya agar tak menyinggung. Dia takut Ethan sakit hati dan memarahi Mamanya.Seperti sebelumnya, saat berduaan mereka hanya saling diam. Nathan menatap Ethan, "itu ... Apa om nggak kerja? Mama aja sudah berangkat kerja lho," tanyanya."Oh, aku bisa masuk dan pulang kerja kapan saja. Kamu nggak perlu khawatir. Kita punya banyak waktu untuk saling mengenal satu sama lain," jawab Ethan."Kalau nggak bekerja, apa om punya uang? Kalau mau jadi keluarga kami, om harus punya banyak uang lho. Aku nggak mau punya Papa pengangguran banyak acara. Itu sangat menyebalkan. Nanti yang susah Mamaku," ucap Nathan tanpa basa-basi. Ethan tersenyum, "entah kenapa, meskipun kata-katamu itu pedas di telinga, tapi aku menyukainya. Tenang saja. Aku bukan tipe lelaki yang numpang hidup dari uang perempuan. Aku punya ban
Last Updated: 2026-05-25
Chapter: 103. Mengenal Keluarga (1)Kedatangan Andrew memberi kesan tersendiri bagi Nathan. Dia senang bisa bertemu Kakeknya. Keduanya langsung akrab dan dekat.Melihat kedekatan Papa dengan Anaknya, Angelica hanya bisa tersenyum. Dia senang Nathan bisa menerima keberadaan keluarganya meski sejak kecil tidak pernah bertemu."Mereka langsung akrab, ya?" tanya Ethan. Duduk di sofa di samping Angelica.Angelica menatap Nathan, "kenapa? Kamu cemburu?" tanyanya."Iyalah. Kamu nggak lihat dia memusuhiku kayak aku ini mau ngerebut kamu dari dia. Padahal aku ini Papanya lho," ucap Etha menggerutu."Gitu aja ngambek. Kamu kekanak-kanakan banget," kata Angelica."Nggak mau tahu ya, pokoknya kamu harus bantuin aku. Supaya aku bisa dekat sama Nathan. Aku nggak mau dia cuekin aku kayak gini," kata Ethan."Lah, kok malah aku yang harus buat Nathan dekat sama kamu. Rayu sendiri lah. Cari cara supaya dia nggak cuekin kamu. Aku juga nggak mau tahu. Cari cara sendiri. Jangan libatin aku," jawab Angelica menolak permintaan Nathan.Ethan m
Last Updated: 2026-05-24
Chapter: 102. Kedatangan KakekSetelah berteleponan dengan Ervan, Angelica kembali. Ethan berbisik sesuatu. Mengajak Angelica bicara sebentar.Keduanya lantas bergeser agak jauh dari Nathan, laku berbisik-bisik. Ethan menyarankan agar Angelica menceritakan apa yang terjadi antara dia dan Ethan, tapi Angelica menolak. Merasa Ethan tak perlu tahu. Ethan dan Angelica sempat berdebat. Membuat Nathan curiga karena kedua orang tuanya lama sekali berbisik-bisik."Ma ..." panggil Nathan.Angelica memalingkan pandangan menatap Nathan, "ya, sayang. Sebentar," jawabnya.Angelica kembali menatap Ethan, "kamu jangan meracuni isi kepala anakku dengan cerita nggak bener. Ngerti?" bisiknya."Lho, nggak bener dari mana. Aneh kamu ini. Dia sudah tujuh belas tahun. Mengetahui tentang kita 'kan wajar," bisik Ethan."Nggak boleh. Itu rahasia kita," tolak Angelica."Ya sudah. Kalau gitu ceritakan singkat saja tentang kita. Kalau nggak ada omongan apa-apa, apa yang dia pikirkan tentang kita?" sahut Ethan.Angelica diam beberapa saat, "o
Last Updated: 2026-05-23