Compartir

Bab 3 

Autor: Simon
Trending topic itu meledak di pukul tiga dini hari. Ketika menerima telepon, Alesha baru selesai mandi.

"Bu Alesha, kamu masuk trending topic." Suara asisten Alesha terdengar agak ragu.

"Karena kasus sore ini?" tanya Alesha sambil mengeringkan rambutnya. "Nggak apa-apa. Masalahnya akan berlalu dalam beberapa hari."

Dalam industri pengacara, dikritik adalah hal biasa. Alesha sudah terbiasa.

"Kali ini agak berbeda. Ada seorang artis yang membicarakannya saat siaran langsung ...," jawab asistennya dengan tergagap. "Bu Alesha, kamu lihat sendiri, deh."

Alesha mengklik tautan tersebut. Itu adalah rekaman siaran langsung Prisha.

Seseorang bertanya apa pendapat Prisha tentang pengacara wanita yang dimaki karena membela seorang pria bajingan.

Prisha menutup mulutnya dan tertawa. "Maksudmu dia? Orangnya memang begitu. Dia memang suka lakukan hal-hal yang nggak umum untuk menarik perhatian pria. Seperti kata yang sering digunakan semua orang, cewek caper."

Seseorang bertanya apalah Prisha mengenalnya.

"Tentu saja." Prisha memutar kameranya dan wajah Austin muncul di layar. "Ini teman masa kecilku. Waktu kuliah dulu, dia itu sosok legendaris, lho. Waktu itu, pengacara wanita itu juga berusaha keras untuk menarik perhatian Austin. Benar kan, Austin?"

Austin mengangguk di video itu, seolah-olah sedang menyetujui sesuatu yang tidak penting.

Kolom komentar pun heboh.

[ Buset, siapa pria tampan itu? ]

[ Austin! Pewaris Keluarga Soeradi! Seniorku bilang, mereka sudah menikah! ]

[ Jadi, dulu pengacara wanita itu yang merendahkan diri untuk mengejar orang? ]

Alesha tidak menonton lebih lanjut. Rambut basah yang menempel di tengkuknya terasa sedikit dingin.

Merendahkan diri untuk mengejar orang, melemparkan diri ke orang lain tanpa harga diri ....

Bertahun-tahun yang lalu, orang-orang di forum kuliah juga pernah mengatakan hal yang sama. Mereka mengatakan bahwa Alesha adalah contoh hidup orang biasa yang berhasil mengubah nasib. Keluarga Soeradi memiliki pengaruh yang sangat besar di dunia hukum selama tiga generasi berturut-turut. Berhubung dia berhasil mendapatkan Austin, masa depannya pasti cerah.

Apa yang dikatakan Austin saat itu? Dia yang jarang memosting di forum hanya meninggalkan satu baris kalimat.

[ Tidak ada yang mendapatkan siapa pun, kami memilih satu sama lain. ]

Satu kalimat itu langsung membuat forum geger selama setengah jam penuh.

Kemudian, Alesha bertanya untuk apa Austin menjelaskan. Pria itu menjawab, "Aku nggak suka orang lain membicarakanmu seperti itu."

Pada saat itu, Alesha bersandar dalam pelukan Austin dan merasa dia tidak memiliki penyesalan lagi dalam hidupnya.

Ponsel Alesha terus menampilkan topik yang sedang tren. Dalam hashtag "pengacara wanita merendahkan diri demi menikahi pria kaya", sudah ada lebih dari 20 ribu komentar.

[ Jadi, dia akhirnya nikah sama pria itu? Apa yang dilihat pria itu darinya? Karena dia pandai menjilat? ]

[ Waktu nonton video lomba debat itu, aku rasa interaksi mereka manis banget. Ternyata itu cuma pengejaran sepihak si cewek. Ya ampun .... ]

[ Namanya juga pengacara wanita. Semua orang juga tahu apa yang bisa mereka lakukan demi karier. ]

Alesha menggulir kolom komentar untuk waktu yang sangat lama. Kemudian, jarinya berhenti bergerak. Ada sebuah komentar yang tenggelam di antara ribuan komentar hinaan.

[ Tapi untuk kasus itu ... aku menonton siaran langsung persidangannya. Pria itu memang nggak bersalah. Bukannya justru bagus pengacara wanita itu membersihkan namanya? ]

Ada orang yang membalas komentar itu.

[ Membela pria bajingan itu salah. ]

Alesha menatap kalimat itu lama sekali. Tidak ada yang peduli dengan kebenaran. Semua orang hanya percaya pada apa yang mereka yakini.

Sebenarnya, Alesha tidak peduli dengan makian-makian itu. Sejak hari pertama menjadi pengacara, dia tahu profesi ini memang ditakdirkan untuk dikritik. Dia hanya tidak menyangka Austin akan berada di antara kelompok itu.

Keesokan harinya, asisten Alesha mengetuk pintu kantor dan berjalan masuk dengan membawa setumpuk dokumen.

"Bu Alesha, Pak Austin sudah menandatangani semua dokumen penutupan kasus untuk bulan ini. Tapi, apa Bu Alesha yakin nggak membuat kesalahan dengan yang ini? Ini surat kesepakatan cerai. Sepertinya Pak Austin nggak membacanya dengan teliti dan langsung menandatanganinya. Apa Bu Alesha mau membicarakannya dengan Pak Austin?"

Asisten itu menyerahkan surat kesepakatan cerai itu kepada Alesha.

"Nggak salah. Memang aku yang menaruhnya."

Waktu Austin sangat berharga dan pria itu tidak bersedia meluangkan sedetik pun untuknya. Jadi, Alesha hanya bisa menyelesaikan masalah perceraian dengan cara ini.

Keterkejutan di wajah asisten itu perlahan berubah menjadi ekspresi penuh kerumitan. Setelah ragu sejenak, dia berkata, "Bu Alesha, masih ada hal lain ...."

"Katakan saja."

"Permohonan promosi Bu Alesha ... sudah ditolak Pak Austin." Suara asisten itu makin kecil.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 23 

    Ketika pintu ruang rapat dibuka, kedua sisi meja panjang sudah dipenuhi orang. Alesha dan Javier berjalan masuk secara berdampingan. Pandangan mereka menyapu setiap orang yang hadir. Semua orang menyimpan niat tersendiri.Austin duduk di samping Rafka. Sebuah dokumen terbentang di depannya dan dia sedang berbicara pelan.Prisha duduk di sebelahnya. Ekspresinya terlihat angkuh."Bu Alesha, aku nggak nyangka akan bertemu denganmu di sini. Dengar-dengar, kamu sudah dipindahkan ke Kabupaten Aruna? Kenapa? Nggak tahan tinggal di sana?"Terdengar tawa pelan beberapa orang yang duduk di sekitar.Alesha tidak menjawab, hanya membuka map di depannya.Javier mewakili Alesha berbicara, "Mari kita mulai rapatnya." Rapat resmi dimulai.Di paruh awal, Keluarga Muliadi selalu memegang kendali, sampai Rafka mengumumkan pemungutan suara."Yang setuju saya mengambil alih perusahaan, silakan angkat tangan." Orang-orang dari kedua sisi meja mulai mengangkat tangan masing-masing.Rafka menurunkan tangann

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 22

    Setelah kuah mendidih, Kayla mulai menambahkan bahan-bahan makanan ke dalam pot sambil bertanya, "Ayo ceritakan padaku. Apa hubunganmu dengan Javier?""Dia cuma teman.""Kalau cuma teman, apa mungkin dia temani kamu kembali untuk menangani urusan?" Kayla terlihat tidak percaya."Lesha, aku memang nggak pernah ketemu sama dia. Tapi dalam tiga tahun terakhir, hampir setiap kali waktu kita teleponan, kamu pasti akan ungkit soal dia. Mungkin kamu juga nggak nyadar." Gerakan Alesha mengambil makanan terhenti sejenak.Kayla berbicara sambil menghitung dengan jarinya, "Hari ini, Javier bantu entah siapa cari ayam lagi. Javier berkelahi lagi. Javier dimarahi lagi karena bermulut usil. Javier membawakanmu makanan lagi. Coba dengar sendiri, apa ini sikap seorang teman yang normal?" Alesha terdiam beberapa detik."Dia ...." Alesha hendak berbicara, tetapi terdiam lagi.Kayla menunggunya melanjutkan."Dia lumayan baik," kata Alesha pada akhirnya.Kayla menatapnya sejenak dan tersenyum. "Oke. Yan

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 21 

    Saat mobil memasuki kota, Alesha menyadari bahwa dia sudah tidak kembali selama tiga tahun penuh. Gedung-gedung tinggi berkelebat di luar jendela, papan reklame menampilkan wajah-wajah yang tidak dikenal, bahkan pohon-pohon di pinggir jalan juga tumbuh lebih tinggi dari yang dia ingat.Javier terus berbicara di telepon sepanjang perjalanan. Setelah menutup telepon, dia menoleh ke arah Alesha. "Kita istirahat di hotel dulu. Nanti malam, ada yang perlu kita temui.""Siapa?""Bawahan lama ayahku yang masih berusaha pertahankan perusahaan sampai sekarang. Ada beberapa hal yang perlu aku klarifikasi terlebih dahulu." Alesha mengangguk tanpa mengajukan pertanyaan lebih lanjut.Pukul delapan malam itu, Javier membawa Alesha ke sebuah kafe. Di ruang privat, duduk seorang pria berusia 50-an tahun yang beruban dan berkacamata. Matanya langsung memerah saat melihat Javier masuk."Javier ....""Paman Gading." Javier berjalan mendekat dan menjabat tangannya. "Aku sudah kembali." Gading menepuk-ne

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 20

    Javier membuka mulutnya, tetapi tidak mengatakan apa-apa.Alesha melanjutkan, "Kembalilah. Rebut kembali apa yang seharusnya adalah milik ayahmu. Mampu mempertahankan atau nggak adalah perkara yang berbeda dengan apakah kamu mencoba memperjuangkannya. Ayahmu tinggalkan perusahaan itu kepadamu, bukan untuk buat kamu bersembunyi di sini."Javier memandang Alesha. Matahari terbenam di belakangnya menyelimuti siluetnya dengan lapisan emas. Dia tiba-tiba teringat pertama kali dia melihat Alesha tiga tahun lalu. Wanita itu berdiri di tengah kerumunan yang kacau dengan kening berkerut dan ekspresi serius. Saat itu, dia merasa pengacara dari kota yang serius itu pasti susah diajak bergaul.Dalam tiga tahun terakhir, Javier pernah melihat Alesha membanting file karena marah, melihatnya bergadang sampai tengah malam demi mengerjakan sebuah kasus, melihatnya berjongkok di pintu masuk desa untuk mengobrol dengan bibi-bibi di desa, melihatnya diam-diam menyeka air mata setelah memenangkan kasusnya.

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 19

    Sampai malam hari, Javier juga tidak kembali. Keesokan harinya, dia juga tidak kembali.Pada sore hari ketiga, Alesha duduk di bawah pohon belalang pintu masuk desa sambil menyaksikan matahari terbenam sedikit demi sedikit. Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki di belakangnya.Javier berjalan mendekat dan duduk di sebelahnya. Keduanya terdiam untuk beberapa saat."Kamu nggak mau tanya aku pergi ke mana?" Javier berbicara lebih dulu."Kalau mau ngomong, kamu pasti akan ngomong."Javier tersenyum, tetapi senyumnya terlihat agak pahit."Alesha." Jarang sekali Javier memanggil Alesha dengan nama lengkapnya. "Kamu tahu apa alasanku dibuang kemari?""Katamu, kamu buat kakekmu kesal sampai masuk rumah sakit.""Aku cuma mengada-ada."Alesha menoleh ke arah Javier. Matahari terbenam menyinari wajahnya, tetapi cahayanya agak redup sehingga ekspresinya tidak terlihat jelas."Ayahku ...." Javier terdiam sejenak sebelum melanjutkan, "Aku yang celakai ayahku."Angin berhenti bertiup. Suasananya me

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 18

    Ayu tertegun sejenak, lalu matanya memerah. "Bu Alesha, kamu benar-benar orang yang baik."Alesha tersenyum, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Setelah mengantar mereka pergi, Javier muncul entah dari mana dan melihat keranjangnya."Wah, kamu dapat telur lagi? Apa kamu mau buka peternakan ayam?"Alesha mengabaikannya.Javier lanjut berbicara sendiri, "Tapi nggak sia-sia juga kamu jadi pengacara. Lihat saja ekspresi pasangan itu. Mereka bahkan kelihatan nyaris bersujud padamu."Alesha berjalan pergi dengan membawa keranjang. "Ngapain kamu ikuti aku?""Aku mau ajak kamu makan." Javier mengikuti Alesha sambil berkata, "Hari ini, Bibi Leni masak iga. Dia suruh aku datang ajak kamu makan di rumahnya."Alesha menghentikan langkahnya dan menatap Javier. "Kenapa kamu datang untuk ajak aku makan setiap hari?"Javier tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Karena makan sendirian nggak seru."Pria itu terlihat seperti tidak memiliki beban pikiran, tetapi sepertinya tersembunyi sesuatu yang lain di matan

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 2 

    Keesokan harinya, di Pengadilan Negeri Kota.Palu diketuk dan hakim ketua menyatakan terdakwa tidak bersalah.Saat Alesha membereskan dokumen-dokumennya, ibu terdakwa menggenggam tangannya dan mengucapkan "terima kasih" berulang kali. Dia menyuruh ibu terdakwa untuk tidak perlu berterima kasih karen

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 6

    Pada hari ini, Alesha menerima pesan teks dari maskapai.[ Penumpang yang terhormat, penerbangan Anda besok pagi telah dikonfirmasi. Silakan tiba di bandara dua jam sebelumnya untuk check-in. ]Pada saat yang sama, ponsel Alesha bergetar. Itu adalah pesan dari Austin.[ Prisha sudah cerita padaku te

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 5

    Alesha kembali ke rumah. Rumah ini sangat bersih dan rapi, seperti rumah contoh. Seluruh interiornya didominasi warna abu-abu dan putih. Sofanya juga diimpor dari luar negeri, tetapi terlalu keras baginya sehingga dia tidak terbiasa duduk di sana.Alesha telah mencoba mengubah banyak hal. Saat baru

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 4 

    Beberapa detik keheningan menyelimuti kantor."Baik, aku mengerti." Alesha berdiri, lalu mengambil dokumen yang dikembalikan itu. "Kamu keluar saja dulu." Alesha telah mengajukan permohonan promosi dari bulan lalu. Hanya dia sendiri yang tahu berapa banyak malam tanpa tidur yang telah dia habiskan

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status