Short
Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku

Cintanya Berlabuh Pada Penggantiku

От :  WulanПолный текст
Язык: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Главы
0Кол-во прочтений
Читать
Добавить в мою библиотеку

Share:  

Report
Aннотация
Каталог
SCAN CODE TO READ ON APP

Aku adalah cinta pertama Warren, tetapi dia justru jatuh cinta pada penggantiku. Menjelang hari pernikahan, aku menemukan ponselnya dipenuhi dengan foto gadis itu. Gadis itu punya 70 sampai 80% kemiripan denganku, tampak polos dan ceria. Aku tidak ragu, langsung menyerahkan ponsel itu kepadanya. "Pernikahan kita masih jadi?" Warren terdiam lama, lalu menghapus kontak wanita itu di depanku. "Thalia, aku akui pernah tergoda padanya, tapi itu hanya karena dia mirip kamu." Demi dia, aku melawan keluargaku selama tiga tahun. Sekarang, untuk menyerah pun aku tak sanggup. Maka upacara pernikahan tetap berlangsung seperti biasa. Saat dia menerimaku dari tangan ayahku, dia bahkan menangis tersedu-sedu. Namun, tepat saat pertukaran cincin, dia menerima sebuah undangan pernikahan. [ Selamat atas pernikahanmu. Semoga kita sama-sama bahagia dengan pernikahan kita. ] Warren langsung panik, melepaskan tanganku, dan berlari pergi. Aku berdiri di belakangnya, berkata dengan tenang, "Warren, kalau kamu berani pergi, hubungan kita berakhir." Dia ragu satu detik, tetapi tetap meninggalkanku di hadapan semua tamu.

Узнайте больше

Chapter 1

Bab 1

Aku adalah cinta pertama Warren, tetapi dia justru jatuh cinta pada penggantiku.

Menjelang hari pernikahan, aku menemukan ponselnya dipenuhi dengan foto gadis itu. Gadis itu punya 70 sampai 80% kemiripan denganku, tampak polos dan ceria.

Aku tidak ragu, langsung menyerahkan ponsel itu kepadanya. "Pernikahan kita masih jadi?"

Warren terdiam lama, lalu menghapus kontak wanita itu di depanku. "Thalia, aku akui pernah tergoda padanya, tapi itu hanya karena dia mirip kamu."

Demi dia, aku melawan keluargaku selama tiga tahun. Sekarang, untuk menyerah pun aku tak sanggup.

Maka upacara pernikahan tetap berlangsung seperti biasa. Saat dia menerimaku dari tangan ayahku, dia bahkan menangis tersedu-sedu.

Namun, tepat saat pertukaran cincin, dia menerima sebuah undangan pernikahan.

[ Selamat atas pernikahanmu. Semoga kita sama-sama bahagia dengan pernikahan kita. ]

Warren langsung panik, melepaskan tanganku, dan berlari pergi. Aku berdiri di belakangnya, berkata dengan tenang, "Warren, kalau kamu berani pergi, hubungan kita berakhir."

Dia ragu satu detik, tetapi tetap meninggalkanku di hadapan semua tamu.

....

Dalam sekejap, para tamu langsung saling berbisik dan bergunjing pelan.

Aku mendongak, menahan agar air mataku tidak menetes. Sambil melepas kerudung pengantin, aku berkata kepada ayahku, "Ayah, aku kalah taruhan. Atur saja perjodohannya."

Kemudian, aku pergi di tengah tatapan penuh ejekan dari semua orang.

Tak pernah terpikir, Warren akan menungguku di rumah. Saat melihatku, dia langsung memelukku seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bibirnya membuka dan menutup, tetapi yang keluar hanya satu kata tak berguna. "Maaf."

Tiga tahun tanpa bertemu, hanya saling bertahan lewat kerinduan. Aku terjebak di luar negeri melawan keluargaku, sementara dia bertarung di dunia bisnis hingga menjadi orang terkaya di kota. Kami berjuang sekuat tenaga hanya untuk bisa bersama.

Namun, justru di saat yang paling dekat dengan kebahagiaan, aku melihat foto-foto di ponselnya. Sebenarnya itu kerinduan padaku atau justru perasaan pada orang lain?

Pertanyaan yang dulu tak berani kutanyakan, dia jawab dengan tindakannya di upacara pernikahan kami.

Aku melepaskan diri dari pelukannya, tetapi Warren mencengkeram tanganku dengan kuat dan memaksaku menatapnya.

"Thalia, dia akan nikah dengan preman. Aku nggak bisa hanya diam melihatnya terperosok ke dalam masa depan yang kelam."

Tubuhnya beraroma parfum. Aku tak bisa menahan bersin.

Dia mengernyit, hanya menunggu jawabanku yang sesuai keinginannya. Namun, dia lupa kalau aku alergi parfum.

Saat menunduk mencari tisu, aku baru menyadari cincin di jari manisnya. Ternyata cincin yang belum sempat dipakai di pernikahan tadi, sudah dipakaikan oleh orang lain.

"Thalia!" Dia mengingatkanku, mengingatkanku untuk bermurah hati dan mengizinkannya pergi menjaga gadis itu.

Aku mengangkat pandanganku. "Jawaban seperti apa yang ingin kamu dengar? Kita sekarang sudah nggak ada hubungan apa-apa lagi. Kamu mau melindungi siapa pun, nggak perlu lapor padaku."

Aku kembali bersin dan ruam merah mulai muncul di seluruh tubuhku.

Baru saat itu dia sadar ada yang tidak beres. "Kamu alergi."

Tanpa berpikir, dia langsung membawaku keluar. "Aku antar kamu ke rumah sakit."

Ketika duduk di kursi penumpang di sebelahnya, aroma itu semakin pekat di hidungku. Saat aku mengangkat tangan untuk mengatur kursi, tangannya yang memutar setir sempat terhenti. Kemudian, dia menjelaskan dengan wajah pucat, "Mungkin waktu servis posisi kursinya berubah."

Aku tampak lesu, tidak menjawab.

Di dalam genggamanku, ada kondom bekas yang kugenggam erat. Tubuhku sedikit gemetar.

Sesampainya di rumah sakit, dia dengan cekatan membawaku ke IGD. Namun, tidak seperti biasanya, dia tidak lagi bertanya dengan cemas pada dokter tentang keadaanku. Kali ini, dia memegang ponsel, langsung berbalik ke balkon.

Ketika perawat masuk, dia bertanya dengan heran, "Kali ini suamimu nggak temani kamu?"

Dengan nada bercanda, dia menambahkan, "Dia selalu membuat dokter kepala kami kewalahan kalau kamu datang ke rumah sakit."

Aku menoleh, melihatnya menunduk dan membalas pesan dengan senyuman tipis di sudut bibirnya.

Kemudian, aku menjawab dengan tenang, "Dia sibuk."

Pada akhirnya, aku harus diinfus hingga lima botol. Saat Warren kembali, masih tersisa satu setengah botol.

"Maaf, tiba-tiba ada urusan mendesak di perusahaan." Dia menyerahkan sekotak kue yang sudah dingin. "Aku beli di jalan."

Aku melirik tetesan air yang membasahi jasnya, lalu bertanya pelan, "Tadi hujan?"

Dia masih menunduk membalas pesan, lalu menjawab dengan asal, "Mm."

Aku menutup mata, tidak berkata apa-apa lagi.

Setelah waktu yang cukup lama, dia baru bereaksi. "Mobilnya mogok, jadi aku jalan kaki."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Комментариев нет
8
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status