ВойтиAku adalah cinta pertama Warren, tetapi dia justru jatuh cinta pada penggantiku. Menjelang hari pernikahan, aku menemukan ponselnya dipenuhi dengan foto gadis itu. Gadis itu punya 70 sampai 80% kemiripan denganku, tampak polos dan ceria. Aku tidak ragu, langsung menyerahkan ponsel itu kepadanya. "Pernikahan kita masih jadi?" Warren terdiam lama, lalu menghapus kontak wanita itu di depanku. "Thalia, aku akui pernah tergoda padanya, tapi itu hanya karena dia mirip kamu." Demi dia, aku melawan keluargaku selama tiga tahun. Sekarang, untuk menyerah pun aku tak sanggup. Maka upacara pernikahan tetap berlangsung seperti biasa. Saat dia menerimaku dari tangan ayahku, dia bahkan menangis tersedu-sedu. Namun, tepat saat pertukaran cincin, dia menerima sebuah undangan pernikahan. [ Selamat atas pernikahanmu. Semoga kita sama-sama bahagia dengan pernikahan kita. ] Warren langsung panik, melepaskan tanganku, dan berlari pergi. Aku berdiri di belakangnya, berkata dengan tenang, "Warren, kalau kamu berani pergi, hubungan kita berakhir." Dia ragu satu detik, tetapi tetap meninggalkanku di hadapan semua tamu.
Узнайте большеAku tidak pernah menyangka seumur hidupku akan bertemu dengannya lagi. Bahkan lebih tidak pernah menyangka, setelah lebih dari 20 tahun, saat kami bertemu lagi, kalimat pertama yang dia ucapkan padaku justru adalah tuduhan.Aku mengangkat kepala, menahan air mata yang hampir menitik. Dengan wajah tanpa ekspresi, aku menatapnya. "Ayahku cuma punya satu anak perempuan, dari mana datangnya adik?""Aku hanya mengambil kembali milikku sendiri. Kamu tiba-tiba masuk dan memaki tanpa alasan, apa maksudnya?"Dia langsung menunjukku dan memaki, "Perempuan jalang! Kamu lahir dari perutku! Semua yang ada padamu, aku yang berikan! Kalau kamu ambil rahim adikmu, gimana nasibnya kelak?"Aku tidak bisa menahan tawa. "Gimana nasibnya? Kalau sesayang itu sama anakmu, kenapa nggak kamu saja yang jadi donor? Kenapa harus mengincar milik orang lain?"Tak lama kemudian, para pengawal di luar akhirnya bereaksi dan menyeretnya pergi.Aku menutup mata dengan tenang, menunggu operasi. Setelah semua ini, sisa ke
"Thalia, masih sakit ya?""Daging yang sudah busuk itu harus dikorek bersih dulu baru bisa benar-benar sembuh. Luka di sini begitu, luka di hati juga begitu.""Aku nggak mempermasalahkan masa lalumu, tapi aku nggak bisa terima kalau di hatimu selalu ada sepotong daging busuk yang terus disiksa berulang kali."Mataku dipenuhi air mata, aku menggigit bibir tanpa berkata apa-apa. Bryan menghela napas, lalu memelukku, menepuk punggungku dengan lembut tanpa suara.Beberapa saat kemudian, aku mengangkat kepala dan berkata dengan tegas, "Aku sudah nggak cinta dia lagi."Di hari pernikahan itu, saat Bryan menggandeng tanganku dan muncul di hadapan semua orang, Warren yang duduk di kursi tamu langsung membelalakkan mata."Thalia!" Dia sontak berdiri, ingin berlari ke atas panggung.Namun, dia langsung dihentikan oleh asistennya. "Pak Warren, bisnis utama perusahaan kita punya kerja sama dengan Keluarga Syarief. Kita nggak bisa menyinggung Pak Bryan."Mata Warren langsung memerah. Dia hanya bisa
"Sampai pencuri bisa masuk ke rumahku!"Manajer properti buru-buru meminta maaf, "Pak Warren, berapa pun kerugian di rumah Anda, kami akan menggantinya dengan uang tunai terlebih dahulu. Tenang saja, kami akan segera melapor ke polisi dan ke depan juga akan memperketat keamanan."Namun, setelah berkeliling memeriksa bersama, semua barang di rumah masih ada, hanya beberapa foto pernikahan yang hilang. Seolah-olah terpikir sesuatu, Warren segera membuka laci kamarnya dengan panik.Kotak yang selama ini kusimpan dengan hati-hati sudah tidak ada. Wajahnya langsung pucat. Dia berjalan terhuyung ke kamar mandi.Di sudut yang tidak mencolok, tergeletak selembar kertas yang belum terbakar habis. Hanya satu kata samar, "hamil", tetapi itu sudah cukup membuat Warren runtuh.Baru saat itu dia teringat, di tahun mereka kehilangan anak pertama, nomor yang terdaftar di rumah sakit adalah miliknya.Saat itu, telepon dari asistennya masuk. Warren segera mengangkatnya. "Sudah ketemu?"Suara sekretaris
Ponsel terlepas dari tangan Warren. Dia menatap pesan itu lama sekali sebelum akhirnya bertanya, "Apa katamu?"Asisten di sana mengulang dengan suara keras, "Apinya terlalu besar, Bu Thalia nggak berhasil diselamatkan.""Keluarga sudah mengurus jenazah Bu Thalia, bahkan sudah mengadakan pemakaman. Sebelumnya aku telepon Bapak, tapi selalu diangkat oleh Bu Cheryl. Dia bilang akan menyampaikan pada Bapak.""Dia bilang Bapak sangat sibuk, urusan pekerjaan bisa dikirim lewat email, sementara untuk hal lain yang nggak penting, tunggu Bapak pulang saja."Telinga Warren tiba-tiba berdengung, dia tidak percaya. Dengan suara lirih, dia bergumam, "Gimana mungkin .... Waktu itu aku jelas-jelas sudah menyuruh orang langsung melapor ke polisi ...."Saat itu, melihat kondisi Cheryl tidak baik, dia langsung pergi ke luar negeri dalam keadaan panik. Dia menatap pesan itu dengan tajam, tiba-tiba merasa gelisah.Dengan tergesa-gesa, dia memberi instruksi kepada asistennya, "Aku nggak percaya dia sudah m












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.