Share

Bab 21 

Author: Simon
Saat mobil memasuki kota, Alesha menyadari bahwa dia sudah tidak kembali selama tiga tahun penuh. Gedung-gedung tinggi berkelebat di luar jendela, papan reklame menampilkan wajah-wajah yang tidak dikenal, bahkan pohon-pohon di pinggir jalan juga tumbuh lebih tinggi dari yang dia ingat.

Javier terus berbicara di telepon sepanjang perjalanan. Setelah menutup telepon, dia menoleh ke arah Alesha. "Kita istirahat di hotel dulu. Nanti malam, ada yang perlu kita temui."

"Siapa?"

"Bawahan lama ayahku ya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 23 

    Ketika pintu ruang rapat dibuka, kedua sisi meja panjang sudah dipenuhi orang. Alesha dan Javier berjalan masuk secara berdampingan. Pandangan mereka menyapu setiap orang yang hadir. Semua orang menyimpan niat tersendiri.Austin duduk di samping Rafka. Sebuah dokumen terbentang di depannya dan dia sedang berbicara pelan.Prisha duduk di sebelahnya. Ekspresinya terlihat angkuh."Bu Alesha, aku nggak nyangka akan bertemu denganmu di sini. Dengar-dengar, kamu sudah dipindahkan ke Kabupaten Aruna? Kenapa? Nggak tahan tinggal di sana?"Terdengar tawa pelan beberapa orang yang duduk di sekitar.Alesha tidak menjawab, hanya membuka map di depannya.Javier mewakili Alesha berbicara, "Mari kita mulai rapatnya." Rapat resmi dimulai.Di paruh awal, Keluarga Muliadi selalu memegang kendali, sampai Rafka mengumumkan pemungutan suara."Yang setuju saya mengambil alih perusahaan, silakan angkat tangan." Orang-orang dari kedua sisi meja mulai mengangkat tangan masing-masing.Rafka menurunkan tangann

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 22

    Setelah kuah mendidih, Kayla mulai menambahkan bahan-bahan makanan ke dalam pot sambil bertanya, "Ayo ceritakan padaku. Apa hubunganmu dengan Javier?""Dia cuma teman.""Kalau cuma teman, apa mungkin dia temani kamu kembali untuk menangani urusan?" Kayla terlihat tidak percaya."Lesha, aku memang nggak pernah ketemu sama dia. Tapi dalam tiga tahun terakhir, hampir setiap kali waktu kita teleponan, kamu pasti akan ungkit soal dia. Mungkin kamu juga nggak nyadar." Gerakan Alesha mengambil makanan terhenti sejenak.Kayla berbicara sambil menghitung dengan jarinya, "Hari ini, Javier bantu entah siapa cari ayam lagi. Javier berkelahi lagi. Javier dimarahi lagi karena bermulut usil. Javier membawakanmu makanan lagi. Coba dengar sendiri, apa ini sikap seorang teman yang normal?" Alesha terdiam beberapa detik."Dia ...." Alesha hendak berbicara, tetapi terdiam lagi.Kayla menunggunya melanjutkan."Dia lumayan baik," kata Alesha pada akhirnya.Kayla menatapnya sejenak dan tersenyum. "Oke. Yan

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 21 

    Saat mobil memasuki kota, Alesha menyadari bahwa dia sudah tidak kembali selama tiga tahun penuh. Gedung-gedung tinggi berkelebat di luar jendela, papan reklame menampilkan wajah-wajah yang tidak dikenal, bahkan pohon-pohon di pinggir jalan juga tumbuh lebih tinggi dari yang dia ingat.Javier terus berbicara di telepon sepanjang perjalanan. Setelah menutup telepon, dia menoleh ke arah Alesha. "Kita istirahat di hotel dulu. Nanti malam, ada yang perlu kita temui.""Siapa?""Bawahan lama ayahku yang masih berusaha pertahankan perusahaan sampai sekarang. Ada beberapa hal yang perlu aku klarifikasi terlebih dahulu." Alesha mengangguk tanpa mengajukan pertanyaan lebih lanjut.Pukul delapan malam itu, Javier membawa Alesha ke sebuah kafe. Di ruang privat, duduk seorang pria berusia 50-an tahun yang beruban dan berkacamata. Matanya langsung memerah saat melihat Javier masuk."Javier ....""Paman Gading." Javier berjalan mendekat dan menjabat tangannya. "Aku sudah kembali." Gading menepuk-ne

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 20

    Javier membuka mulutnya, tetapi tidak mengatakan apa-apa.Alesha melanjutkan, "Kembalilah. Rebut kembali apa yang seharusnya adalah milik ayahmu. Mampu mempertahankan atau nggak adalah perkara yang berbeda dengan apakah kamu mencoba memperjuangkannya. Ayahmu tinggalkan perusahaan itu kepadamu, bukan untuk buat kamu bersembunyi di sini."Javier memandang Alesha. Matahari terbenam di belakangnya menyelimuti siluetnya dengan lapisan emas. Dia tiba-tiba teringat pertama kali dia melihat Alesha tiga tahun lalu. Wanita itu berdiri di tengah kerumunan yang kacau dengan kening berkerut dan ekspresi serius. Saat itu, dia merasa pengacara dari kota yang serius itu pasti susah diajak bergaul.Dalam tiga tahun terakhir, Javier pernah melihat Alesha membanting file karena marah, melihatnya bergadang sampai tengah malam demi mengerjakan sebuah kasus, melihatnya berjongkok di pintu masuk desa untuk mengobrol dengan bibi-bibi di desa, melihatnya diam-diam menyeka air mata setelah memenangkan kasusnya.

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 19

    Sampai malam hari, Javier juga tidak kembali. Keesokan harinya, dia juga tidak kembali.Pada sore hari ketiga, Alesha duduk di bawah pohon belalang pintu masuk desa sambil menyaksikan matahari terbenam sedikit demi sedikit. Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki di belakangnya.Javier berjalan mendekat dan duduk di sebelahnya. Keduanya terdiam untuk beberapa saat."Kamu nggak mau tanya aku pergi ke mana?" Javier berbicara lebih dulu."Kalau mau ngomong, kamu pasti akan ngomong."Javier tersenyum, tetapi senyumnya terlihat agak pahit."Alesha." Jarang sekali Javier memanggil Alesha dengan nama lengkapnya. "Kamu tahu apa alasanku dibuang kemari?""Katamu, kamu buat kakekmu kesal sampai masuk rumah sakit.""Aku cuma mengada-ada."Alesha menoleh ke arah Javier. Matahari terbenam menyinari wajahnya, tetapi cahayanya agak redup sehingga ekspresinya tidak terlihat jelas."Ayahku ...." Javier terdiam sejenak sebelum melanjutkan, "Aku yang celakai ayahku."Angin berhenti bertiup. Suasananya me

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 18

    Ayu tertegun sejenak, lalu matanya memerah. "Bu Alesha, kamu benar-benar orang yang baik."Alesha tersenyum, tetapi tidak mengatakan apa-apa. Setelah mengantar mereka pergi, Javier muncul entah dari mana dan melihat keranjangnya."Wah, kamu dapat telur lagi? Apa kamu mau buka peternakan ayam?"Alesha mengabaikannya.Javier lanjut berbicara sendiri, "Tapi nggak sia-sia juga kamu jadi pengacara. Lihat saja ekspresi pasangan itu. Mereka bahkan kelihatan nyaris bersujud padamu."Alesha berjalan pergi dengan membawa keranjang. "Ngapain kamu ikuti aku?""Aku mau ajak kamu makan." Javier mengikuti Alesha sambil berkata, "Hari ini, Bibi Leni masak iga. Dia suruh aku datang ajak kamu makan di rumahnya."Alesha menghentikan langkahnya dan menatap Javier. "Kenapa kamu datang untuk ajak aku makan setiap hari?"Javier tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Karena makan sendirian nggak seru."Pria itu terlihat seperti tidak memiliki beban pikiran, tetapi sepertinya tersembunyi sesuatu yang lain di matan

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 6

    Pada hari ini, Alesha menerima pesan teks dari maskapai.[ Penumpang yang terhormat, penerbangan Anda besok pagi telah dikonfirmasi. Silakan tiba di bandara dua jam sebelumnya untuk check-in. ]Pada saat yang sama, ponsel Alesha bergetar. Itu adalah pesan dari Austin.[ Prisha sudah cerita padaku te

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 5

    Alesha kembali ke rumah. Rumah ini sangat bersih dan rapi, seperti rumah contoh. Seluruh interiornya didominasi warna abu-abu dan putih. Sofanya juga diimpor dari luar negeri, tetapi terlalu keras baginya sehingga dia tidak terbiasa duduk di sana.Alesha telah mencoba mengubah banyak hal. Saat baru

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 4 

    Beberapa detik keheningan menyelimuti kantor."Baik, aku mengerti." Alesha berdiri, lalu mengambil dokumen yang dikembalikan itu. "Kamu keluar saja dulu." Alesha telah mengajukan permohonan promosi dari bulan lalu. Hanya dia sendiri yang tahu berapa banyak malam tanpa tidur yang telah dia habiskan

  • Hubungan yang Dipaksakan Tidak Pernah Manis   Bab 3 

    Trending topic itu meledak di pukul tiga dini hari. Ketika menerima telepon, Alesha baru selesai mandi."Bu Alesha, kamu masuk trending topic." Suara asisten Alesha terdengar agak ragu."Karena kasus sore ini?" tanya Alesha sambil mengeringkan rambutnya. "Nggak apa-apa. Masalahnya akan berlalu dalam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status