Share

AXEL CAMPBELL

last update publish date: 2023-04-28 17:34:59
Seorang pria gagah berparas rupawan dengan tubuh proporsionalnya yang tinggi dan tegap mampu mencuri perhatian setiap orang yang melihatnya, saat pria itu berjalan dengan langkah kokohnya yang panjang dan mantap keluar dari bandara. Perjalanan dari Milan menuju ke New York City yang cukup melelahkan tak membuat penampilannya buruk. Wajah maskulinnya yang tampan tetap terlihat tanpa cacat, meskipun gaya berpakaian sang pria terlihat santai dan kasual, namun semua itu tak membuat pesona sang pria
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   EXTRA PART 2

    Hari ini, taman belakang kediaman Campbell didekorasi dengan lampu-lampu gantung kecil yang berpijar seperti kunang-kunang di bawah langit senja yang lembayung. Malam semakin larut, namun taman kediaman Campbell justru terasa semakin hidup. Lampu-lampu gantung yang melilit dahan pohon ek tua itu bergoyang pelan, memantulkan cahaya keemasan pada gelas-gelas kristal dan tawa yang belum juga usai. Ini adalah perayaan ulang tahun pernikahan kami yang ke-15, sekaligus peresmian "Campbell-Hart Memorial", sebuah sayap rumah sakit baru untuk anak-anak trauma yang kami bangun bersama Henry sebagai bentuk dedikasi kami pada masa lalu. Aku berdiri di beranda, memandangi kerumunan kecil orang-orang terkasih. Andrew. Di usianya yang remaja, ia memiliki wajah dan bahu tegap seperti Henry, namun cara ia mendengarkan lawan bicaranya dengan kepala sedikit miring dan tatapan tajam yang penuh empati adalah replika sempurna dari Axel. Ia adalah jembatan hidup antara dua pria hebat di hidupku. ​Saat

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   EXTRA PART

    Tiga tahun telah berlalu sejak malam berdarah di griya tawang itu. Kini, aku berdiri di lobi utama Campbell Tower yang baru, menatap dinding marmer putih yang bersih dan logo keluarga yang kini bersinar lebih terang dari sebelumnya. Kami tidak hanya membangun kembali gedung... kami membangun kembali kepercayaan yang sempat hancur. ​"Semua laporan audit kuartal ketiga sudah bersih, Mrs. Campbell," suara asisten pribadiku memecah lamunanku. "Dan perwakilan dari yayasan pendidikan sudah menunggu di ruang rapat." ​Aku mengangguk, tersenyum tipis. "Terima kasih. Aku akan segera ke sana." ​Langkah kakiku bergema di koridor yang luas, namun langkah itu terhenti saat aku melihat siluet yang sangat kukenal keluar dari lift eksekutif. Axel. Ia mengenakan setelan jas navy yang pas di tubuh tegapnya, rambutnya tertata rapi, dan wajahnya memancarkan aura pemimpin yang tenang namun tegas. ​ ​Dulu, Axel adalah "hantu" yang bergerak di balik bayang-bayang. Sekarang, ia adalah Chief Operatin

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   KEMBALI BERSAMA

    Cahaya matahari pagi yang hangat menerobos masuk melalui celah gorden sutra di kediaman Campbell, membasuh lantai kayu ek dengan warna keemasan. Tidak ada lagi pecahan kaca, tidak ada lagi bau mesiu yang menyesakkan, dan yang paling penting, tidak ada lagi bayang-bayang ketakutan yang mengintai di balik setiap pintu yang terkunci.​Aku menyesap kopi pahitku, menatap ke arah taman belakang di mana tawa riuh rendah mulai terdengar.​Di sana, di atas rumput hijau yang dipangkas rapi, Axel sedang berlutut, membantu Andrew dan Damian merakit sebuah pesawat model yang rumit. Tangan Axel yang dulu hanya mengenal dinginnya logam senjata, kini bergerak dengan ketelatenan yang luar biasa, membimbing jemari kecil putra-putranya. Luka parut di punggung tangannya akibat gesekan kabel baja malam itu masih ada, sebuah tanda permanen tentang pengorbanannya, namun matanya tak lagi menyimpan kegelapan "sang hantu".​Ia telah kembali. Benar-benar kembali.​​Suara bel pintu mengalihkan perhatianku. Saat

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   PERLAWANAN DI AMBANG BATAS

    ​Aku meronta sekuat tenaga, memutar tubuhku untuk melepaskan diri dari himpitan tubuhnya. "Lepaskan aku, bajingan! Kau pengecut, Jeremy! Kau hanya bisa menggunakan kekerasan karena kau tahu kau tidak akan pernah memilikiku dengan cara lain!"​Satu tamparan keras mendarat di pipiku, membuat pandanganku berkunang-kunang dan rasa anyir darah memenuhi mulutku. Namun, rasa sakit itu justru membakar sisa keberanianku. Saat ia mencoba menyatukan tubuhnya denganku, tanganku yang sempat terhimpit berhasil meraih benda yang kucari sejak tadi, pembuka surat perak yang tajam.​Jemariku mencengkeram gagang dinginnya. Aku menunggu. Aku membiarkan dia merasa menang, membiarkan dia mengira aku telah menyerah saat ia membenamkan wajahnya di leherku dengan rakus.​"Matilah kau," desisku.​Dengan seluruh tenaga yang tersisa, aku menghujamkan ujung perak itu ke arah bahunya. Jeremy melolong kesakitan saat logam itu menembus jas mahalnya. Cengkeramannya mengendur seketika, memberiku ruang untuk menendang

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   OBSESI YANG MENGHANCURKAN

    Mansion Campbell kacau balau. Henry berteriak pada kepala keamanannya di lantai bawah, tapi Axel tidak peduli dengan ego Henry yang terluka. Axel berada di kamar Angelina, matanya memindai setiap jengkal ruangan yang kini terasa hampa.​Semuanya tampak bersih. Terlalu bersih. Unit Alpha Jeremy adalah profesional. Namun, Angelina mengenal Axel lebih baik dari siapa pun. Angelina tahu Axel tidak mencari jejak kaki, tapi mencari pesan.​Axel berlutut di samping tempat tidur Andrew. Di sana, di atas karpet bulu, Axel melihatnya. Sebuah pemandangan yang tak kasat mata bagi mata awam: tata letak mainan blok kayu Andrew.​Andrew tidak pernah menyusun baloknya secara vertikal saat tidur. Tapi sekarang, tiga balok merah berdiri tegak, diikuti oleh satu balok biru yang miring ke arah barat laut.Tiga balok merah: Kode darurat Axel dan Angelina untuk "Tiga penculik".Balok biru miring : menunjuk ke arah sektor koordinat yang pernah Axel dan Angelina diskusikan saat mempelajari peta kota.​Axel m

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   JERATAN JEREMY OLLANDS

    Cahaya kemerahan dari kebakaran di Gudang 44 terpantul di lensa kacamata Jeremy Ollands yang berdiri di balkon griya tawangnya. Ponselnya bergetar hebat—laporan kekalahan, kerugian jutaan dolar, dan yang paling fatal: hancurnya server data yang ia gunakan untuk memeras Henry. ​Jeremy meremukkan gelas kristal di tangannya hingga pecah. Darah segar menetes dari telapak tangannya, namun ia tidak meringis. Matanya hanya terpaku pada satu titik di kegelapan kota. ​"Axel... kau pikir kau bisa bermain catur denganku?" bisik Jeremy dengan suara yang bergetar karena amarah yang dingin. ​ ​Dezan melangkah masuk, kepalanya tertunduk. Ia tahu tuannya sedang berada di puncak kegilaan yang tenang. "Tuan, gudang itu habis. Henry Campbell sudah mengirim tim taktisnya ke sana setelah menerima pesan anonim. Mereka menemukan sisa-sisa logo Campbell di monitor yang terbakar. Henry sekarang mengira Anda sedang menyabotase asetnya sendiri." ​"Henry itu bodoh, tapi dia punya otot. Axel itu cerdas,

  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   DUA HATI YANG SALING BERSELISIH

    Plak! Pamela menamparku begitu saja, astaga! Apa yang dia lakukan?! Wajahku kini memandang ke arah lantai sedangkan Pamela tajam menatap ke arahku. Saat itu juga aku langsung mengangkat wajahku menatap tajam Pamela. Aku mengernyit bertanya-tanya, apa alasan wanita itu tiba-tiba menamparku? "Itu adal

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   APA YANG TERJADI DENGANKU?

    Aku segera bergegas ke rumah sakit saat pihak rumah sakit memberitahuku jika Henry sadar dan bangun dari komanya. Mendengar kabar itu, bagaimana tidak aku merasa terkejut sekaligus merasa bahagia. Dengan langkah terburuku aku segera menuju ruang perawatan tempat Henry selama hampir tiga minggu terb

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   SITUASI RUMIT

    "Pamela." Aku berpikir bagaimana bisa Pamela tahu Henry ada di rumah sakit ini? Pamela hanya menatapku, aku tidak tahu apa yang dia pikirkan tapi hanya tatapan dingin yang Pamela berikan padaku. Lalu Pamela berlalu tanpa mengatakan apa-apa. Aku berbalik kepadanya lalu berkata, "Henry membutuhkan dar

    last updateLast Updated : 2026-03-31
  • ISTRI KONTRAK PENEBUS HUTANG   SITUASI RUMIT, PART 2

    "Henry, kaukah itu?" Pamela mengangkat tangannya dan dia menyentuh wajah pria yang dianggapnya Axel, sedangkan Axel dia mencoba menghindar dengan cepat.Pamela pun akhirnya menyadari bahwa pria yang ada di hadapannya bukanlah Henry. Ah! Siapa kau?!" Dia pun membangkitkan tubuhnya dengan spontan."Maaf

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status