Share

Chapter 44

Author: Asayake
last update Last Updated: 2025-09-22 19:24:08

Sisa-sisa hujan sudah tidak lagi terlihat. Isela mengusap sudut pelipisnya yang kini memar membiru, masih terasa perih saat matanya berekedip.

Lama dia duduk di depan cermin kecil, hanya untuk memandangi diri yang terlihat menyedihkan dengan kondisi mata yang kembali memerah meski telah ia tidurkan selama beberapa jam. Seluruh tubuhnya sakit berdenyut dengan suhu tubuh yang panas.

"Sepertinya aku akan sakit," bisik Isela dengan suara seraknya.

Dilihatnya jam weker yang telah retak karena bantingan Avery, jarum jam itu menunjukan pukul 2 dini hari.

Isela meninggalkan kamarnya, menyusuri kesunyian seperti biasa, membawa diri melewati sudut-sudut dapur yang kembali mengingatkan dia pada kenangan buruk hari kemarin.

Sejenak dia duduk di kursi kayu dekat jendela, termenung memandang penjuru arah tempatnya menghabiskan waktu untuk bekerja. Hatinya masih bertanya-tanya, apa yang akan terjadi padanya di hari esok?

Apa semua tuan rumah akan membencinya?

Jika itu benar, apakah dia akan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Elis Sulistianty
uhh mampus loe Dahlia senjata makan tuan makasi jach
goodnovel comment avatar
Casmuroh Casmuroh
Jach penyelamat Isela
goodnovel comment avatar
fadil anggara
astaghfirullah sharian nungguin dri pagi dan othor dg teganya cuma up 1biji...wahhhhhhhhh luarbiasa ngirit up nya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 204

    Dahlia mengenakan kacamata hitamnya sebelum memutuskan keluar dari mobil. Begitu dia muncul, ratusan lampu kamera langsung menyorot hingga mengharuskannya menggunakan pengawalan ketat dikiri kanan, menjadikannya pusat perhatian dan diserbu ratusan pertanyaan hingga membuat Dahlia kesulitan berjalan memasuki gedung pengadilan.Semua orang berlomba-lomba ingin tahu, bagaimana akhir dari rumah tangga sang bintang besar itu. Mereka semua juga bertanya, tentang pembungkaman besar-besaran setiap beritanya yang dihubungkan dengan Catelyna.Ditemani kuasa hukumnya, Dahlia memasuki gedung pengadilan dan berbicara dengan beberapa orang yang bertugas.Dahlia tidak berhenti melihat kepenjuru arah, jadwal proses persidangan pertamanya akan segera berlangsung kurang dari lima menit lagi. Namun, Dahlia tidak dapat melihat keberadaan suaminya yang paling dinanti dan ingin dia ajak bicara serius untuk menata kembali rumah tangga mereka yang telah berantakan.Ditengah penantiannya, akhirnya Dahlia meli

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 203

    Ditengah kekacauan yang kini sedang berlangsung, orang-orang berdiri merapatkan barisan agar apa yang kini sedang terjadi tidak menjadi tontonan.Grayson bergeser dengan hati-hati, dia meraih tangan Catelyna yang kembali jatuh ke aspal. Jarinya bergerak pelan tak merasakan ada denyut nadi di pergelangan tangannya.“Kita harus membawanya sekarang sebelum polisi datang,” bisik Nick mulai angkat bicara.Pelukan Isela menguat, dengan suara isakannya yang lemah dan pakaian ternodai darah segar Catelyna, gadis itu bangkit sekuat tenaga mengangkat tubuh Catelyna tanpa meminta bantuan siapapun, tanpa bicara apapun.Kakinya gemetar goyah, namun tekadnya yang begitu terus menatap ke depan membawa orang yang paling dalam hidupnya dalam pelukan.Isela tak sedekitpun melihat Grayson, tak bicara sepatah kata pun untuk meminta tolong pada ayahnya, mempertegas bahwa inilah kenyataannya yang terjadi. Isela hanya memiliki Catelyna.Semua orang yang ada disekitarnya tertunduk merasa bersalah.Grayson ba

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 202

    Kobaran api menyala, membumbung tinggi di bawah langit biru berhujan salju.Letupan senjata yang saling menyerang hilang ditelan keheningan.Catelyna, satu-satunya orang yang ditargetkan untuk dilenyapkan telah berhasil dilumpuhkan. Begitupun dengan Nick, orang yang harus dia lindungi kini telah gagal diselamatkan.Sudah tidak ada alasan untuk melanjutkan penyerangan...Para penembak yang bersembunyi, mengakhiri genjatannya karena tugasnya telah selesai, mereka mundur perlahan, meninggalkan Nick dalam keadaan tangannya tertembak, bersama Boris yang kini berdiri dalam kekalahan..Gagal menjaga Catelyna dari serangan pengeksekusian.Suara keributan itu telah sampai di telinga Grayson yang sudah lama berdiri di persimpangan jalan menantikan kedatangan Catelyna bersama Isela.Didorong oleh instingnya, Grayson langsung berlari mengejar asap hitam yang berjarak beberapa puluh meter dari keberadaannya.Dengan napas tersengal-sengal, mata Grayson bergerak melihat ke penjuru arah.Grayson mem

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 201

    Anak buah Nick bergegas membereskan Lilith yang kini tergeletak di tanah, mereka membawa wanita itu masuk ke dalam sedannya lagi yang kini harus ikut dibereskan dari tempat.“Beberapa menit lagi tukang derek akan sampai,” ucap Nick menepuk bahu salah satu anak buahnya yang ditugaskan untuk menunggu, membereskan Lilith ke tempat pembuangan seperti biasa.Nick kembali masuk ke dalam mobilnya, mengikuti perjalanan Isela yang sempat tertunda karena gangguan.Bersama Zudith, Isela diantar. Gadis itu tertunduk diam membisu, memandangi tangannya yang kini tidak berhenti gemetar hebat dan berkeringat dingin. Jantungnya berdebar begitu kencang tidak terkendali, tidak dapat mengidentifikasi apa yang kini sedang dia rasakan setelah menarik pelatuk untuk pertama kalinya dan membunuh seseorang.“Aku telah membunuh,” bisik Isela menggigil, kembali teringat suara letupan di telinga, teringat pemandangan mengerikan yang telah dibuat olehnya, melampiaskan seluruh amarah yang telah lama dia pendam.Apa

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 200

    Jach mengusap bibirnya dengan buku-buku jari, sepasang mata amber dibawah lebat bulu mata itu terpaku pada handponenya yang kini tidak bergerak sedikitpun di atas meja, menantikan kabar tentang apa yang kini sedang terjadi di luar sana. Jach tidak dapat muncul menunjukan diri, apalagi terlibat langsung dalam kepergian Catelyna yang sebentar lagi akan melarikan diri dari Neydish menuju pelabuhan. Perasaan Jach tidak tenang, dia ragu jika pekerjaan kali ini akan berhasil. Orang yang menjadi lawan Elisio adalah saudaranya sendiri, orang yang memiliki kekuatan sama, orang yang tahu kelemahan satu sama lainnya. Rasanya sangat janggal jika semalam Alexis mundur begitu saja saat di usir oleh Mante. Morgan Hemilton tidak protes meski dia tahu, kemungkinan Elisio berpihak pada Catelyna meski wanita itu telah membunuh ayah mereka. Tidak ada pertengkaran apapun.. Untuk orang-orang liar seperti paman dan bibinya, ini terlalu hening dan damai. Kecuali, mereka diam-diam bergerak dalam se

  • Isela: Putri yang Terbuang   Chapter 199

    Isela memaksakan diri untuk tetap tersenyum melihat mobil yang membawa Catelyna akhirnya telah bergerak cepat meninggalkannya lebih dulu. Dibawah cahaya pagi dan penglihatan yang masih pudar tak dapat menjangkau jauh. Mata Isela memicing dibalik kacamata yang dia kenakan, samar-samar dia melihat sebuah sedan merah yang terparkir di bawah pohon. Di dalam sedan itu, terdapat seorang perempuan berpenampilan glamour tengah menunggu dan bersiap untuk mengantar. Sedan itu akhirnya mendekat. “Isela!” teriakan suara yang familiar dipendengaran memanggil namanya, menuntun Isela untuk menoleh ke belakang, melihat siluet samar seseorang yang tengah berdiri dalam jarak lima puluh meter darinya. Isela tidak tahu, dia tidak dapat melihat dengan jelas siapa yang telah memanggilnya. Lilith menyeringai puas, menyaksikan kebutaan Isela yang semakin memudahkan dirinya menembak tanpa Isela tahu bahwa kini nyawanya sedang berada di detik-detik terakhirnya. Betapa beruntungnya Lilith, kini dia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status