LOGIN"Itu bukan ciuman, lo nya aja yang nyium gue." ~Kenzie Alvan Ganendra~ "Kan waktu itu gue juga terpaksa. Lo tahu sendiri, kan? Gue juga nggak niat-niat banget kok, buat cium lo. Jadi lo jangan ke ge-er an, ya." ~Amanda Rheina Anantha~ Bagi Amanda Rheina Anantha, bertemu dengan Kenzie Alvan Ganendra merupakan musibah terbesar dalam hidupnya. Alvan ini meskipun memiliki paras yang tampan dan otak yang pandai, tapi dia mempunyai sifat galak, judes, angkuh, sombong, suka mengejek, dan lain-lain. Pokoknya menurut Amanda, Alvan ini adalah satu-satunya makhluk di Bumi yang mempunyai keburukan setiap orang. Setiap kata yang keluar dari mulut Alvan, selalu membuat Amanda kesal dan selalu ingin menonjok cowok itu. Jadi jangan salahkan Amanda jika dia menjadi sangat galak tiap kali bersama Alvan---apalagi entah ada nasib sial apa membuat mereka duduk sebangku di kelas. Bisa membayangkan bagaimana hebohnya mereka karena duduk sebelahan dan berantem terus. Namun, kenapa jantung Amanda selalu berdebar-debar tiap kali berada di dekat Alvan? Masa lalu apakah yang sudah menunggu pertemuan mereka berdua?
View More“Tapi kalo menurut gue, lo nggak harus ngelakuin itu. Sekeras apa pun usaha lo buat bisa bikin semua orang benci sama lo, semuanya nggak akan ngaruh karena tiap orang berhak buat disayangi. Termasuk juga lo.”“...”“Buktinya aja, mama tiri lo yang nggak lo sukai pun tetep sayang sama lo. Papa lo meskipun menyimpan rahasia yang menyakitkan dan mendapat perlakuan kasar dari lo, tetep sayang sama lo. Arga, yang nggak pernah lo sayangi pun tetep sayang juga sama lo. Itu semua bukti kalo lo itu emang pantes buat disayangi. Lo nggak perlu ngelakuin apa pun buat bikin orang lain sayang sama lo atau ngelakuin sesuatu buat bikin orang lain benci sama lo.”“...”“Dan lo juga harus bisa membuka hati lo buat orang lain yang sayang sama lo. Sayangi mereka juga yang sayang sama lo, Van. Lo nggak bisa terus-terusan terpuruk dalam kesedihan dan rasa bersalah, karena apa yang dibilang Papa lo itu bener. Kewajiban orangtua adalah melindungi anaknya, bahkan mempertaruhkan nyawanya demi anak yang mereka
Awalnya Amanda mau bilang ‘nggak mau’, tapi setelah dipikir-pikir nggak ada ruginya juga menerima tawaran Alvan ini. Toh semua itu kan permintaannya Aldy.Semua hal yang berhubungan dengan Aldy sudah pasti terbaik buat Amanda. Amanda selalu percaya sama cowok itu hingga sekarang. Meskipun Aldy sudah tidak ada, tapi Amanda tetap percaya pada Aldy.“Mau gue jagain lo?” tanya Alvan lagi dengan wajah lebih serius dari yang tadi.Kelihatannya kali ini cowok itu tidak main-main.Amanda berpikir sejenak untuk tetap imejnya kemudian mengangguk setelah mendapat ide. “Oke, deh. Gue mau lo jagain. Asal...”“Asal?”Wajah tegang Amanda pun berubah santai dan lebih kalem. “Asal lo nggak boleh sakit lagi.”Alvan terdiam. Wajahnya mulai terlihat melunak mendengar ucapan Amanda.“Gimana? Sanggup nggak lo?”“Sanggup.”Alvan mengangguk mantap. “Lagian gue juga nggak suka sakit-sakitan terus. Capek.”Amanda tersenyum senang plus lega. “Bagus, bagus. Itu yang namanya anak yang baik,” ujarnya sambil mengus
Deburan ombak pantai kembali menjadi pemandangan satu-satunya yang bisa dilihat Alvan dan Amanda sore ini. Sudah seminggu yang lalu Alvan keluar dari rumah sakit dan baru hari ini mereka bisa keluar berdua. Karena Alvan masih harus banyak istirahat, Amanda tidak berani ngajak-ngajak keluar.Selain itu kalau Amanda buru-buru ngajak Alvan pergi, pasti tuh cowok langsung mikir yang tidak-tidak karena sebenarnya Amanda memang sengaja menunggu Alvan sampai sembuh.Suasana sore hari di pantai yang tidak pernah berubah. Angin bertiup dengan kencangnya dan matahari semakin meredup karena hari sudah mulai sore.Belakangan ini angin memang sedang semangat-semangatnya bertiup kencang, seperti hari ini. Dan Amanda yang menguraikan rambut panjangnya pun kerepotan karena tiupan angin terus mengibar-ngibarkan rambutnya sampai berantakan tidak karuan.Amanda pun merogoh-rogoh saku celana sambil ngedumel sendirian dan kemudian mengikat rambutnya asal-asalan. Tidak apa-apa acak-acakan yang penting tida
Amanda membawa Alvan ke taman rumah sakit. Di taman itu mereka bisa menikmati pemandangan yang jauh lebih menyenangkan daripada di dalam ruang ICU, banyak tanaman bunga yang sedang mekar dengan indah.Buat Alvan juga sekalian nyari hiburan setelah seminggu lebih terkurung di dalam ruang ICU yang pengap dan menakutkan itu.“Apa lo sering dateng ke sini?” tanya Alvan membuka percakapan karena sejak tadi mereka cuma diam-diaman tak jelas.“Hah?” Amanda sempat kaget dan linglung. “Kenapa emangnya lo pengen tahu?”“Ya jelas gue pengen tahu,” jawab Alvan jutek. “Kenapa emangnya kalo gue pengen tahu?” Alvan balik bertanya.Cowok itu memang paling bisa membalikkan pertanyaan dan membuat Amanda mati kutu seperti sekarang ini. “Iya. Gue sering ke sini. Kenapa emangnya?”“Mau ngapain lo sering dateng ke sini? Nyapu halaman apa bantuin tukang kebun buat motong rumput?”GRRRR ....'Nih cowok meskipun sakit begitu tetap saja berhasil membuat Amanda gondok. Sifat menyebalkannya masih tetap sama.'Da
Amanda melamun sendirian di kamarnya malam ini. Beberapa buku pelajaran berserakan di depannya dengan posisi terbuka. Tapi Amanda tidak minat sedikit pun untuk menyentuh buku-buku itu maupun untuk membaca tulisan-tulisan di buku itu.Dibandingkan membaca buku, Amanda lebih suka mengotak-atik ponsel
Amanda berlari menyusuri lorong sekolah sambil menangis mengingat hal mengerikan apa yang akan dia hadapi sebentar lagi. Dia benar-benar merasakan ketakutan yang sama bahkan lebih parah dari yang sebelumnya.Langkah cepat Amanda pun berhenti karena Amanda merasakan kedua kakinya benar-benar lemah d
Karena tidak melihat Alvan di sekolah hari ini, Amanda jadi terus kepikiran soal cowok itu. Dia khawatir kemungkinan Alvan sakit atau bahkan kabur lagi setelah bertengkar dengan papanya. Sikap cowok itu memang tidak bisa diduga dan kemungkinan apa pun bisa terjadi. Malam harinya Amanda berpikir ak
Mobil pribadi milik si kembar melaju di jalan raya. Bagas dan Bagus duduk di depan seperti biasa dengan sudah rapi mengenakan seragam sekolah. Sedangkan Amanda duduk di bangku belakang sambil memoles-moles wajahnya dengan bedak sambil bercermin di alas bedaknya. Selebihnya suasana dalam mobil har
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews