Share

101. Tragedi Beishan

Author: Donat Mblondo
last update Last Updated: 2025-10-09 09:46:42

Tujuh tahun silam...

Langit Beishan malam itu seolah ditelan amarah langit. Hujan turun tanpa jeda, deras dan berat seperti lembaran baja cair yang menghantam atap mobil kerajaan. Petir menyambar jauh di lereng gunung, sementara kabut tebal menggulung dari jurang-jurang dalam.

Mobil otonom kerajaan berlapis baja melaju stabil di jalan sempit yang menurun. Lampu sorotnya membelah kabut tipis, sementara di dalam kabin, suasana hangat dipenuhi percakapan lembut keluarga.

Raja Yan Zhenyu duduk di kursi depan bersama istrinya, Sua Luqi. Tangan mereka saling menggenggam, sebuah kebiasaan kecil yang tak pernah hilang sejak pernikahan mereka dua puluh tahun lalu.

Di kursi belakang, Zhenrui, sang putra mahkota, memperhatikan layar di pangkuannya, sementara Anli, adik bungsunya yang berusia tiga belas tahun, bersandar di bahunya, matanya mulai terpejam, mendengarkan suara hujan yang menenangkan.

Tak seorang pun dari mereka tahu, di balik kabut dan suara hujan itu, ada mata lain yang mengintai.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ternyata Aku Seorang Putri Kerajaan   198.

    Zhenrui bergerak cepat.Tanpa ragu, ia menurunkan Meilin ke sofa besar di sisi ruangan. Gerakannya hati-hati, nyaris kaku, seolah takut satu sentuhan salah akan memperburuk keadaan. Begitu tubuh gadis itu terbaring, ia segera mundur setengah langkah, memberi ruang.Anli sudah di sana.Tangannya bergerak cepat dan pasti, dua jari menekan pergelangan Meilin, lalu naik ke leher, menghitung denyut nadi. Ujung jarinya menyentuh dahi, lalu sisi rahang. Ia tidak perlu melihat untuk memahami apa yang terjadi. Perubahan napas, panas kulit, dan ritme jantung berbicara terlalu jelas.Alis Anli mengerut. “Ini bukan bius biasa,” ucapnya tajam. “Ada stimulan saraf… obat perangsang.”Kata itu jatuh seperti palu.Zhenrui membeku.Tatapan Jia Liang yang masih berlutut langsung berubah liar. Tubuhnya gemetar hebat, keringat dingin mengalir deras.Anli mengangkat kepalanya, wajahnya tetap tenang, namun nadanya berubah dingin, terukur, dan berbahaya.“Kakak,” katanya, mengarah pada Zhenrui, “bagaimana se

  • Ternyata Aku Seorang Putri Kerajaan   197.

    Dalam sepersekian detik sebelum ujung logam itu menembus dada, tangan Anli terangkat cepat dan tepat, menjepit pergelangan Jia Liang dengan kekuatan yang sama sekali tidak selaras dengan tubuhnya yang tampak rapuh.Logam bergetar pelan. Mata Anli tetap terpejam. Namun napasnya berubah. Tenang dan fokus.“Aku baru saja tertidur,” ucapnya pelan, suaranya rendah dan stabil, “dan kau membuat kesalahan dengan mengira aku tidak akan menyadarinya?”Si penyusup membeku.“Ba—bagaimana…?” suaranya bergetar tanpa ia sadari.Anli menghela napas kecil. “Langkahmu terlalu hati-hati,” katanya. “Dan bau logam dari belati itu bercampur dengan parfummu yang menyengat.”Ia membuka matanya perlahan. Pupilnya buram, tidak fokus, namun arah wajahnya tepat mmenghadap sosok itu.“Buta hanyalah sebuah keterbatasan,” lanjut Anli dingin.Dengan satu gerakan tajam, ia memutar pergelangan si penyusup ke arah dalam. Jarinya melemah refleks. Belati berpindah tangan.Dalam hitungan detik. Ujungnya kini berada di bawa

  • Ternyata Aku Seorang Putri Kerajaan   196.

    Sosok itu tersenyum samar dari balik bayangan.“Aku sudah menyiapkan sesuatu,” katanya ringan. “Anggap saja… hadiah.”Jantung Meilin menghantam dadanya. Langkah kaki terdengar.Satu. Lalu dua. Lalu lebih banyak.Bayangan-bayangan lain muncul dari sisi ruangan. Bau asing keringat, rokok, logam menyusup ke udara yang sebelumnya steril.Napas Meilin tersendat. Tangannya gemetar. Bukan karena lemah. Melainkan karena tubuhnya sedang dipaksa tenang oleh sesuatu yang tidak ia kehendaki.Sosok di kursi berdiri, mundur selangkah, memberi ruang.“Nikmatilah!” katanya singkat.Pintu tertutup di belakangnya.Klik!Suara itu seperti palu yang memukul kesadarannya. Para pria itu mendekat.Meilin menggigit bibirnya sendiri keras-keras. Rasa sakit menyebar, tajam dan nyata. Sedikit demi sedikit, kabut di kepalanya terbelah.‘Bangun. Sekarang.’Tubuhnya masih berat. Penglihatannya masih kabur. Tapi naluri itu tidak pernah tidur.Salah satu bayangan meraih ke arahnya.Meilin menegakkan tubuhnya tiba-ti

  • Ternyata Aku Seorang Putri Kerajaan   195.

    Diskusi itu akhirnya berakhir.Keputusan telah dijatuhkan. Perlindungan telah diberikan. Ancaman terhadap Keluarga Zhao sudah jelas.Zhenrui melangkah keluar dari ruang direktur dengan langkah tenang, kembali mengenakan wajah dingin seorang penguasa. Pasukan Bai Ling telah lebih dulu berpamitan, mereka harus segera kembali ke negeri asal untuk melaporkan semuanya kepada Putri Bai Ling. Koridor lantai atas Qin Holdings kini terasa lebih sunyi dari sebelumnya.Langkah Zhenrui melambat.Matanya menangkap sesuatu di sudut koridor, dekat persimpangan lorong yang mengarah ke area servis.Sebuah tas kecil tergeletak di lantai marmer. Zhenrui berhenti. Ia menatapnya beberapa detik.Tas kain sederhana, warna pucat. Ada gantungan kecil berbentuk lonceng di resletingnya, sedikit tergores, seolah sering terantuk. Benda itu terlalu familiar.Alis Zhenrui berkerut. Ia melangkah mendekat, lalu memungut tas itu. Tangannya mengencang tanpa sadar.“Meilin...”Nama itu keluar begitu saja, lirih tapi teg

  • Ternyata Aku Seorang Putri Kerajaan   194.

    Anli menghela napas pelan, lalu mengangkat satu tangannya dari dada Yuze, gerakannya tenang, sama sekali tidak ada keraguan. “Aku bukan orang yang bertindak tanpa berpikir, Kakak,” ucapnya lembut. Setiap kata terdengar seperti sudah ditimbang matang. “Dan aku juga tidak terbiasa menyelamatkan seseorang hanya karena rasa kasihan.”Zhenrui menatapnya lebih tajam.Anli melanjutkan, suaranya tetap halus, hampir seperti sedang menceritakan sesuatu yang sederhana."Aku mendapat sumpah setia Yifan.”Ruangan itu kembali membeku.Zhenrui terdiam sejenak."Sumpah setia?” ulangnya perlahan, jelas terkejut. “Kepadamu?”Anli menggeleng kecil. “Bukan kepadaku.”Ia mengangkat wajahnya, arah pandangnya lurus ke arah Zhenrui, seolah memastikan setiap kata sampai dengan jelas.“Kepada Yancheng.”Agen Bai Ling refleks mendongak. Jantungnya berdetak lebih cepat.Anli tersenyum tipis, senyum yang tenang namun mengandung ketegasan baja.“Dia bilang,” lanjutnya, “mulai hari ini, Yancheng adalah satu-satuny

  • Ternyata Aku Seorang Putri Kerajaan   193.

    Meilin membeku di ambang pintu.Seluruh tubuhnya seolah kehilangan fungsi. Napasnya tertahan di tenggorokan, jari-jarinya gemetar mencengkeram tas pakaian sampai ujungnya tertekuk.“……”Tidak ada suara yang keluar.Di hadapannya, pemandangan itu terlalu intim untuk diproses oleh otaknya yang polos.Anli terbaring di sofa, Yuze condong di atasnya, keduanya begitu dekat, tenggelam satu sama lain sampai dunia luar seolah tidak ada. Bukan adegan kasar, bukan pula sesuatu yang tak pantas. Justru karena kelembutan dan keterhubungan itu, Meilin merasa seperti penyusup ke dalam sesuatu yang sangat pribadi.Wajahnya memerah hebat.Zhenrui yang berdiri tepat di belakangnya ikut berhenti.Untuk sepersekian detik… alis raja muda itu terangkat tipis.'Oh, begitu.'Satu gumaman itu saja sudah cukup merangkum segalanya.Sementara Agen Bai Ling di belakang mereka benar-benar berhenti bernapas selama dua detik penuh.“Astaga,” gumamnya nyaris tanpa suara, refleks menoleh ke arah dinding seolah itu leb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status