Share

Jujur Pada Kian

Author: Aldra_12
last update publish date: 2026-05-11 12:39:47

Arthur mencoba untuk tenang. Matanya terpejam beberapa saat sebelum menoleh pada Kendrick lagi.

“Selidiki, ke mana Siska sebelum pergi ke stasiun, pasti ada jejak yang memperlihatkan ke mana saja dia pergi membawa bayiku.” Tatapan Arthur masih begitu merah.

“Baik, Tuan. Akan segera saya laksanakan.” Kendrick mengangguk.

“Juga, minta orang untuk mengecek setiap bayi yang baru saja lahir, bagaimanapun caranya aku harus menemukan bayiku.” Suara Arthur sedikit menggeram.

Kendrick kembali mengangguk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
kalo udah jujur kan enak jd ga bikin kian berharap banyak....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Masih Bingung

    Sore hari.Semua orang masih berkumpul di ruang keluarga kediaman Arron. Saat masih berbincang hangat satu sama lain, melupakan penat karena pekerjaan, tatapan Kian teralih ke ujung ruangan. Kian melihat Kaylan yang berjalan pelan-pelan ke arah semua orang duduk.“Kaylan.” Kian langsung berdiri. Dia buru-buru menghampiri Kaylan yang tampak masih mengantuk.Begitu tiba di hadapan Kaylan, Kian berlutut lalu memasang senyum manis di wajahnya. “Kaylan, Sayang, kamu sudah bangun? Bagaimana? Apa kepalamu masih pusing?”Kaylan mengerjapkan matanya pelan, lalu menggeleng kecil. “Tidak, Bibi. Kepalaku sudah tidak pusing lagi, kok.”Kian bernapas lega mendengar balasan dari Kaylan, setidaknya luka di kening Kaylan tidak terlalu parah.Mata Kian tiba-tiba panas saat memandangi wajah Kaylan. Setelah lima tahun, akhirnya dia bisa melihat bayinya, walau Kian kehilangan banyak waktu dan tak bisa menemani Kaylan tumbuh.Yang terpenting sekarang. Kian bisa melihat Kaylan lagi.Kian memeluk erat tubu

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Diana Mau Minta Maaf

    Kian terkejut mendengar pengakuan dari Liza.Mata Kian melebar, tatapannya kini beralih pada Diana yang masih diam menunduk. Perlahan Kian membuang keterkejutannya. Dia tidak ingin membuat Diana semakin takut.Kian berlutut di hadapan Diana, lalu memegang lembut kedua pundak gadis kecil yang jadi anak angkatnya ini. “Diana, lihat Mami, Sayang.” Kian bicara dengan nada suara yang sangat lembut.Kian melihat Diana yang masih diam tertunduk, bahkan Diana semakin menyembunyikan wajahnya di belakang kaki Liza.“Tidak apa-apa, Mami tidak akan marah.” Kian membujuk. “Kemarilah, tidak apa-apa, hm.”Kian melihat Diana yang perlahan mengangkat pandangan ke arahnya.Kian tersenyum dengan tangan kanan yang terulur ke arah Diana agar mau mendekat padanya.“Kemarilah, tidak apa-apa. Mami tidak akan menggigit.” Kian kembali bicara dengan nada candaan agar Diana tak merasa takut jika hanya melihat tatapan darinya.Perlahan Diana akhirnya melangkah maju. Kini dia berdiri di samping Liza, dia masih me

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Alasan Kaylan Terluka

    Suasana di dalam ruang keluarga kediaman Arron siang ini terasa begitu hangat dan dipenuhi oleh aura kebahagiaan yang membuncah. Kian, Arthur, Arron, dan Sienna duduk bersama, berbagi senyum dan tawa kecil yang selama lima tahun ini sempat meredup dari rumah tersebut. Beban rahasia yang telah luruh berganti dengan rasa syukur yang teramat besar di hati Sienna.Dan Kian sekeluarga, kini mendapatkan apa yang hilang dari mereka dalam lima tahun ini.Tatapan Kian tertuju pada Sienna. Senyumnya terangkat kecil saat Sienna juga ternyata memandang ke arahnya. “Sienna, aku serius dengan ucapanku tadi. Kamu benar-benar harus tetap tinggal di rumah ini bersama kami. Mulai sekarang, aku ingin kamu fokus penuh pada kesehatanmu agar bisa segera sembuh dari penyakit tuberkulosis yang kamu derita.” Kian bicara dengan nada penuh penekanan.“Tidak usah bekerja. Bahkan di rumah ini, aku melarangmu menyentuh pekerjaan apa pun. Tidak ada bantahan.” Kian kembali bicara untuk mengingatkan agar Sienna tak

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kebahagiaan Yang Kembali

    Setelah semua kepastian yang mereka dapatkan.Sekarang, Kian dan Arthur melangkah pelan masuk ke dalam kamar tempat Kaylan beristirahat.Mereka mendekati ranjang tempat Kaylan tengah tertidur pulas. Kening Arthur berkerut dalam melihat kepala Kaylan diperban.“Kepalanya kenapa?” tanya Arthur sambil menoleh pada Kian yang berdiri di sampingnya.“Dia jatuh di sekolah, tadi aku buru-buru meninggalkan perusahaan untuk menjemputnya di rumah sakit. Bahkan ponsel dan tasku masih di mobil, karena itu aku tidak membalas panggilan apa pun.” Kiran menjelaskan secara terperinci.Tatapan Kian kembali tertuju pada Kaylan, lalu dia bicara lagi. “Karena luka itulah, aku akhirnya tahu kalau Kaylan bayi kita. Aku mengganti pakaiannya, dan melihat tanda lahirnya.”Kian menyandarkan kepala di pundak Arthur setelah selesai bicara.Sedangkan Arthur kini merangkul pundak Kian dan ikut bersandar di kepala Kian.Mata Arthur menatap lekat pada wajah damai Kaylan yang sekarang dia ketahui sebagai darah dagingn

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Semua Lega

    Arthur terpaku di tempatnya berdiri. Tubuhnya menegang kaku, sementara napasnya seolah berhenti berembus bahkan jantungnya seolah ikut berhenti berdetak. Matanya menatap lekat pada wajah Kian, mencoba memastikan apa yang baru saja istrinya katakan bukanlah candaan semata.“Kian, apa maksud ucapanmu?” Suara Arthur pelan dan terdengar meragu."Menemukan?” Ulang Arthur memastikan. “Sayang, tolong jangan bercanda dengan hal sensitif seperti ini.” Arthur menatap tak percaya.Kian menggeleng dengan cepat. Buliran kristal bening kembali luruh dari pelupuk matanya bersamaan dengan senyumnya yang terangkat lembut di bibirnya.“Aku tidak bercanda, Sayang. Aku benar-benar tidak sedang bercanda! Aku sudah menemukan bayi kita yang hilang.” Kian mengangguk-angguk untuk meyakinkan.Tubuh Arthur membeku mendengar kalimat yang begitu meyakinkan dari istrinya.“Benar-benar sudah ditemukan?” Arthur kembali memastikan seolah apa yang baru saja didengarnya tidaklah benar.Kian mengangguk-angguk mantap.

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Membuat Takut

    Arthur mengembuskan napas kasar mendengar ucapan Kendrick. Kalimat dari asistennya ini benar-benar tidak menenangkannya sama sekali.“Bagaimana bisa dia baik-baik saja, kalau tiba-tiba dia pergi dan tidak bisa dihubungi?” Arthur menoleh pada Kendrick dengan wajah setengah kesal.“Sekarang, percepat saja laju mobilnya agar kita bisa segera tiba di rumah,” perintah Arthur setelah merasa kalau Kendrick mengemudikan mobil dengan sangat lambat.Bukannya segera mempercepat laju mobil ini, Kendrick malah menceramahi. “Tidak baik mengemudi terlalu cepat, Tuan. Jangan sampai terjadi sesuatu pada kita, sebelum kita tahu apa yang terjadi pada Kian.”Arthur melotot, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena Kendrick yang memegang kemudi.Kendrick tetap mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota yang agak lenggang siang ini, meskipun dia terus mendengar Arthur mengeluh sampai memprotes sikapnya.Kendrick tidak peduli atasannya mengomel, baginya sekarang adalah mengantar Arthur

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Akhirnya Diusir

    Keesokan harinya.Kian keluar dari kamar lebih awal. Dia ingin ke dapur untuk membuatkan Arthur kopi.Saat baru saja melangkah untuk melewati kamar yang ditempati Siska, langkah Kian terhenti kala melihat Siska keluar dari kamar hanya memakai kaus ketat dan celana pendek setengah paha.“Apa kamu ti

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Kasihan Sekali

    Di rumah yang Kian tempati sekarang.Kian hanya duduk dengan tatapan mengedar ke seluruh ruangan yang sekarang ditempatinya. Tidak banyak perabot di sana, tapi jelas kalau rumah itu termasuk mewah dengan desain interior yang cantik.Sejak kepergian Arthur, Kian tidak berani masuk ke dalam rumah lebi

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Tidak Direstui

    “Apa maksudmu?” Arron langsung bangkit dari duduknya. Sambil meremat pangkal tongkat yang dipegangnya, tatapan Arron tertuju ke surat nikah yang Arthur tunjukkan.“Kakek ingin aku menikah, kan? Sekarang kukabulkan, aku sudah menikah,” ucap Arthur dengan tenang.Sedangkan Oliver. Dia diam memandang

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Memilih Pergi

    Setelah menghubungi seseorang. Arthur kembali melangkahkan kaki menghampiri Kian yang menunggunya.Mengulurkan ponsel milik Kian, Arthur berkata, “Sudah.”Kian mengambil ponselnya, memasukkan ke tas kecil miliknya, sebelum kembali menatap Arthur dan bertanya, “Bagaimana? Temanmu mau membantumu memb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status