เข้าสู่ระบบKian dan yang lain sangat terkejut mendengar penolakan dan pengusiran dari Rose–nama akun influencer yang mengkritik produk HW. Company.Penolakan Rose ini tentu membuat semua orang semakin yakin jika ada sesuatu di balik tindakan Rose membuat dan menyebar video tentang produk HW. Company.Kian benar-benar tidak menyangka jika harus menghadapi wanita seperti ini.Belum juga Kian mengeluarkan argumen untuk mendesak Rose agar mau duduk berdiskusi dengan mereka. Kian melihat Rose memutar tubuhnya dengan gerakan cepat lalu menyambar tas olahraga yang tergeletak di atas kursi.Namun, sebelum Rose pergi, Kian dengan sigap menggeser posisinya berdiri untuk menghalangi Rose pergi begitu saja.“Tunggu sebentar, Nona Rose.” Kian bicara dengan nada pelan dan sopan. Meski tak menyukai sikap wanita di depannya ini, tapi Kian tetap tersenyum lalu berkata, “Kami datang ke sini murni dengan niat baik. Video yang Anda unggah di akun Anda sudah menggiring opini publik dan menciptakan persepsi yang san
Setelah bicara dengan Ginny. Kian meninggalkan ruang kerjanya dan pergi ke lantai tempat ruangan suaminya berada.Kian melangkah cepat menyusuri koridor menuju ruang kerja Arthur begitu keluar dari lift yang baru saja terbuka di lantai ini. Saat tiba di depan pintu eksekutif, dia langsung mendorongnya lalu masuk dan mendapati suaminya tengah memeriksa beberapa dokumen di balik meja kebesarannya.“Arthur.” Kian memanggil lembut.Kian melihat tatapan suaminya kini teralihkan ke arahnya.“Kamu bawa kabar soal kasus video itu?” Arthur berdiri dari duduknya untuk menyambut kedatangan sang istri.Kian mengangguk-angguk pelan.Kian berjalan ke sofa dan mendudukkan diri di sana.Kian menunggu Arthur duduk di sampingnya, sebelum dia mulai menjelaskan semua hasil laporan yang tadi diberitahukan oleh Ginny termasuk kejanggalan terkait sikap influencer itu.Arthur mendengarkan dengan seksama, hingga keningnya berkerut dalam. “Rasanya memang sangat tidak masuk akal. Jika dia memang merasa dirugik
Di perusahaan HW. Company.Kian melangkah keluar dari lift lalu menuju ke ruang kerjanya.Saat melewati kubikel milik Ginny, Kian memanggil asistennya itu hanya dengan isyarat matanya yang membuat Ginny langsung berdiri dari duduknya.Begitu Kian melangkah masuk ke dalam ruang kerja pribadinya, Ginny mengikuti Kian lalu berdiri di depan meja dengan beberapa berkas tebal di dalam dekapannya.Ginny menunggu Kian duduk lebih dulu, sebelum dia menyampaikan informasi yang dimilikinya.“Bagaimana hasil penyelidikannya?” Kian langsung bertanya saat tatapannya tertuju pada Ginny.Ginny meletakkan berkas yang dibawanya di atas meja lalu mendorong pelan ke arah Kian. “Ini laporan hasil penyelidikan dari tim terkait kasus video viral yang heboh kemarin, Bu.”Tangan Kian terulur ke arah map yang baru saja Ginny letakkan, lalu segera membuka lembar pertama pada berkas laporan tersebut dan membaca dengan seksama. “Jadi, bagaimana hasil investigasinya, Ginny?”Kian bertanya dengan tatapan tertuju ke
Kaylan masih menatap bingung pada semua orang, sampai tatapan Kaylan tertuju pada Sienna.Kaylan melihat Sienna yang tersenyum hangat ke arahnya.Dia akhirnya mengangguk pelan.“Selama ada Ibu, aku akan melakukan apa pun.” Kaylan menatap bergantian pada Kian dan Arthur.Kian tersenyum dengan tatapan gemas mendengar balasan Kaylan. Namun, dia tidak marah jika Kaylan masih bergantung pada Sienna. Bagaimanapun Sienna tetap ibu pertama bagi Kaylan.Kian mengusap lembut kedua pipi Kaylan, dengan tatapan hangat dia berkata, “Tentu saja, Ibu akan di sini bersama kita. Bahkan Ibu mulai sekarang tidak akan susah payah cari uang lagi. Karena di sini, semua kebutuhan Ibu dan Kay akan tercukupi. Apa Kay senang?”Senyum Kaylan begitu lebar. Dia mengangguk-angguk pelan. “Senang.”Kian memeluk Kaylan dengan erat, bahkan dia mencium berkali-kali pucuk kepala Kaylan dengan penuh kasih sayang.**Malam semakin larut.Kian berdiri di dekat ranjang Kaylan, kedua tangannya memeluk lengan satu sama lain sa
Di ruang makan.Kaylan makan dengan lahap meski kondisinya kurang baik.Kaylan sejak tadi memperhatikan Sienna. Dia menyadari kalau mata ibunya merah seperti habis menangis.“Apa Ibu tadi nangis? Kenapa Ibu banyak diamnya?” Kaylan menatap penuh rasa penasaran.Sienna langsung tersenyum setelah mendengar pertanyaan Kaylan. Dia menggeleng pelan.“Tidak, kenapa kamu bertanya seperti itu, Sayang?” Sienna menatap gemas karena pertanyaan Kaylan.“Karena mata Ibu merah, juga Ibu seperti sedih.” Tatapan Kaylan berubah sendu pada Sienna.Sienna semakin melebarkan senyumnya. Dia tidak mau membuat Kaylan banyak pikiran.Sebelum melanjutkan ucapannya. Sienna lebih dulu menyuapi Kaylan.“Ibu hanya sedang senang saja, sampai tidak sadar menangis dan mata Ibu jadi merah.” Sienna menjelaskan dengan kalimat yang mudah Kaylan cerna.Kaylan mengangguk-angguk karena mulutnya penuh dengan makanan yang masih dia kunyah.Kaylan menelan makanan di mulutnya, lalu dia kembali bicara. “Terus, kenapa tadi Bibi K
Setelah Liza dan Diana berpamitan untuk pulang, serta Sienna yang masih menemani Kaylan makan di dapur.Suasana di ruang keluarga kediaman Arron berangsur tenang. Kini, hanya tersisa Kian, Arthur, dan Arron yang duduk bersama di ruang keluarga.Arthur menatap Kian yang sudah tenang dan bisa tersenyum lepas.“Ki, kenapa kamu tadi tidak memberitahuku soal video yang sedang viral di sosmed?” Arthur mulai membahas masalah di perusahaan.Sebelum Kian menjawab pertanyaan suaminya, ternyata sudah lebih dulu terdengar Arron bicara.“Ada apa dengan video itu? Apa masalahnya sampai begitu ramai?”Tatapan Arthur tertuju pada sang kakek, napas Arthur mengembuskan berat lalu dia menjelaskan. “Ada seorang influencer yang melakukan review buruk di media sosial. Dia mengklaim jika produk makanan kita buruk dan bahkan membuat mual sampai muntah.”Arthur menjeda kalimatnya beberapa saat, lalu kembali bicara. “Efek dari video itu menyebar sangat cepat, Kek. Sampai siang tadi, sudah mulai terjadi penurun
Arthur dan Kian menoleh bersamaan.Kini, tak jauh dari pandangan mereka, seorang anak kecil memegang senapan mainan berdiri memandang keduanya.Kian berdiri dari duduknya. Tatapannya terus tertuju ke anak laki-laki ini. “Arthur, dia ….” Arthur ikut berdiri..“Niel, kamu jangan nakal.”Sebelum Arth
Sore hari.Kian berjalan menghampiri Arthur yang sudah menunggu di depan lobby.“Jadi, siapakah orang yang ingin kita temui?” Kian berdiri di hadapan Arthur, senyumnya terangkat lebar untuk suaminya.“Nanti kamu akan lihat.” Arthur membuka pintu untuk Kian.Kening Kian berkerut, dia tatap penasaran
Arthur berdiri di samping meja kerjanya. Jemarinya mengusap tepian meja, memandangi tempat kerja yang selalu dibanggakannya bertahun-tahun ini.“Tuan.” Kendrick masuk ke dalam ruang kerja Arthur setelah menyapa.Kendrick meletakkan setumpuk berkas di atas meja.“Ini semua tawaran akuisisi dari bebe
Kian sudah selesai dengan Hendra. Dia keluar dari ruang kunjungan, tatapannya langsung tertuju pada Arthur yang menantinya. “Sudah selesai?” Arthur memastikan. Matanya menelisik ke setiap tubuh Kian, memastikan istrinya tak terluka. Kian mengangguk-angguk pelan. Meski yang dilakukannya tak bisa m







