LOGINPengkhianatan berlapis dari suami, sahabat, serta putrinya sendiri membuat Diana bertekad menutup hatinya dan menata ulang hidupnya sendirian. Namun, rencananya harus porak-poranda saat bocah dari masa lalunya mendadak muncul kembali sebagai seorang pria dewasa yang selalu siap pasang badan untuknya.
View MoreBeberapa menit kemudian, Rowan melepaskan kecupan itu dan menatap Diana lembut. Diana membalas tatapan itu dengan intens. Jantungnya masih berdegup kencang. Ia benar-benar terkejut Rowan seberani itu menciumnya.“Rowan, kamu—”“Diana,” potongnya pria itu cepat. “Apa kamu masih tidak bisa melihat—”“Aku lapar,” sela Diana. “Aku sangat lapar.”Diana sengaja mengalihkan pembicaraan. Ia tidak bisa terus menerus menerima ‘serangan’ perhatian ini. Jika tidak, cepat atau lambat ia akan kehilangan akal sehatnya. Bagaimanapun, tindakan Rowan barusan di luar dugaannya.Rowan mengangguk, lalu bangkit. Rowan mengambilkan tumis kangkung dan ayam ke piring Diana. “Aku tahu tidak terlalu suka ayam goreng yang terlalu banyak dagingnya.” Rowan mengambilkan paha dan sayap ke piring Diana. “Kamu juga suka pedas, kan? Jadi, sambalnya kubuat sesuai seleramu.”Diana benar-benar kehilangan kata-kata. Ia menatap Rowan, lalu tersenyum tipis. Keberadaannya adalah penghiburan bagi Diana. Di saat semua orang
Diana yang masih mendekap erat brokoli di dadanya hanya bisa menahan napas, tubuhnya mendadak mematung seperti batu. Rowan tersenyum, lalu memutar tubuhnya kembali membelakangi Diana dengan santai, ia terlihat jauh lebih tenang, daripada hati Diana yang kini diporak-porandakan olehnya. Diana kini hanya bisa terpaku memperhatikan punggung lebar Rowan yang bergerak lincah di depan wastafel.Diana baru benar-benar menyadari, Rowan kecilnya telah bertransformasi seutuhnya menjadi sosok pria dewasa yang teramat maskulin, kuat, dan penuh daya pikat.Diana buru-buru menggelengkan kepalanya pelan, mencoba mengusir pikiran-pikiran liar yang mendadak mengontaminasi otaknya. Ia merutuki dirinya sendiri dalam hati karena bisa-bisanya terpesona oleh pria yang usianya jauh di bawahnya. Selain itu, ia sudah menganggap Rowan seperti adiknya sendiri.“Kamu sudah lapar?” tanya Rowan.Diana menggeleng pelan. Ia melihat Rowan memakai celemek yang biasa ia gunakan, pria itu mulai menumis kangkung dan meng
Rowan menarik kembali wajahnya perlahan, sembari mengulas senyum tipis yang cukup menawan. Membuat siapapun yang melihatnya pasti meleleh. Kemudian melepaskan tautannya.“Kamu lapar nggak? Kebetulan aku lapar. Bagaimana kalau sekarang, kamu temani aku makan?” kata Rowan.Sementara itu, Diana masih terpaku. Bayangan bibir hangat Rowan yang mengecup punggung tangannya beberapa detik lalu, masih menguasai seluruh isi pikirannya. Detak jantungnya bahkan belum sepenuhnya kembali normal.Namun, sebagai wanita yang lebih dewasa, Diana berusaha keras mengendalikan ekspresi wajahnya. Ia tidak ingin suasana di antara mereka mendadak berubah menjadi canggung. Terlebih lagi, ekspresi Rowan saat ini terlihat biasa saja. Pria itu bersikap seolah tindakan intim yang baru saja dilakukannya, bukanlah hal besar yang berhasil mengacak-acak isi pikiran Diana dan perasaannya.“Mau makan apa? Aku belum sempat belanja mingguan.” Kemarin Diana terlalu sibuk mengurus perceraiannya dengan Harsa.“Aku bisa mem
Rowan duduk menunduk, lalu bangkit. “Aku pergi.”“Sudah mau pergi?” tanya Diana.Rowan tidak menjawab. Diana mengernyit, bingung dengan perubahan suasana hati Rowan yang mendadak drastis. Rowan kembali ke rumahnya, di samping Diana. Begitu menutup pintu rumahnya, Rowan memejamkan mata. Bayangan kejadian tadi kembali mengusik pikirannya. “Diana, kali ini aku tidak akan menyerah.”Rowan melangkah ke lantai atas, lalu menghubungi seseorang untuk mendesak polisi agar segera menangkap semua preman itu. Ia ingin kasus ini diusut tuntas. Dan Rowan yakin dalangnya mantan suami Diana.***Terdengar suara pintu diketuk dari luar, lalu suaranya semakin keras menjadi gedoran keras yang berulang. Diikuti suara bel yang terus ditekan dari luar. Lalu, namanya dipanggil cukup keras.“DIANA!” teriaknya. “BUKA!AKU TAHU KAMU DI DALAM!”Pagi-pagi sekali, Harsa sudah membuat keributan. “Kalau kamu tidak mau buka, aku dobrak pintu ini!”Pintu terbuka lebar. Diana berdiri tegak, menatap Harsa dengan pand


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.