Nona, Lupakan Saja Mantan Suamimu

Nona, Lupakan Saja Mantan Suamimu

last updateDernière mise à jour : 2026-09-22
Par:  CaramellyMis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
2 Notes. 2 commentaires
82Chapitres
1.2KVues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Pengkhianatan berlapis dari suami, sahabat, serta putrinya sendiri membuat Diana bertekad menutup hatinya dan menata ulang hidupnya sendirian. Namun, rencananya harus porak-poranda saat bocah dari masa lalunya mendadak muncul kembali sebagai seorang pria dewasa yang selalu siap pasang badan untuknya.

Voir plus

Chapitre 1

Sidang Perceraian

“Aku … mau ikut Papa Harsa dan Mama Naura saja. Mama Diana suka larang ini itu. Aku nggak suka!”

Diana menahan napas mendengar ucapan itu meluncur dari bibir putrinya. Matanya mulai memerah, tak berkedip memandang video rekaman yang disetorkan oleh pihak pengacara Harsa, suami Diana, di sidang perceraian mereka. 

Di sana ia melihat Harsa, suaminya, bersama Laura, putri mereka, dan sosok yang disebut Mama Naura. Yang mana adalah sahabat Diana sendiri.

Namun, wanita itu pulalah yang menjadi selingkuhan suaminya.

Dalam video itu, Diana menyaksikan putrinya memeluk Naura, sementara Harsa mengelus kepala Laura. Tampak seperti keluarga bahagia–seakan yang ada di sana bukan suami dan putri Diana, melainkan milik Naura.

Meski begitu, Diana tidak ingin menyerah mendapatkan hak asuh putrinya. 

“Yang Mulia, putri saya baru berusia 4 tahun,” ucap Diana dengan suara bergetar. “Ia masih di bawah umur dan belum bisa mengambil keputusan. Bagaimanapun, saya ibunya. Saya yang selama ini merawat dan membesarkannya, jadi–”

“Laura adalah putri kandung saya dengan Naura, Yang Mulia.”

Sepasang mata Diana membelalak. Kepalanya sontak menoleh pada Harsa yang mengatakan kalimat itu dengan tenang.

Pria itu menatap Diana dengan senyum tipis. “Oleh karena itu, saya tidak yakin Diana akan mengasuh Laura dengan benar, apabila tidak ada saya bersama mereka. Ia bukan ibu kandung Laura dan selama lima tahun, saya cukup paham bagaimana karakter asli wanita ini.”

Tangan Diana mencengkeram tepian meja di hadapannya. Kepalanya terasa pusing.

Memang benar, Laura bukan putri kandungnya. Anak itu adalah anak yang diadopsi oleh suaminya di tahun kedua pernikahan mereka. 

“Tapi,” ucap Diana. “Tapi, saya–”

“Yang Mulia, saya melampirkan dokumen hasil tes DNA yang menunjukkan kalau anak ini, anak biologis dari klien saya.” Pengacara Harsa tiba-tiba berucap. 

Air mata Diana menetes, merasakan sesak di dada. Rasanya seperti dikhianati dua kali oleh orang-orang yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya.

Saat matanya terbuka, ia menoleh pada Harsa yang tengah menatapnya dengan senyum kemenangan.

“Jadi … kamu membuatku membesarkan putrimu dan selingkuhanmu?” ucap Diana. Suaranya nyaris habis karena menahan sumbatan di tenggorokannya. “Kalau kamu memang mencintai dia dan ingin berkeluarga dengannya, kenapa menikahiku?”

“Jangan bersikap seakan-akan kamu korban di sini, Di,” balas Harsa. Pria itu menggeleng-gelengkan kepalanya. “Waktu itu, kamu menginginkanku, kan? Makanya kamu menyatakan cinta lebih dulu? Orang kecil sepertiku bisa apa?”

“Kamu–”

“Aku tidak punya pilihan lain.” Harsa mengangkat bahu. “Lagipula, toh apa kurangnya aku selama ini, Di? Aku tetap jadi suamimu, serta jadi ayah yang baik. Aku bahkan mengembangkan bisnismu sampai sukses.”

“Andai saja kamu tidak berulah dan mengajukan gugatan cerai, aku tetap bisa bersikap seperti biasa,” lanjut Harsa. “Tapi tidak. Selalu kamu dan egomu.”

“Harsa!”

Hakim mengetuk palu sekali, mencoba meredam suasana yang mulai memanas di ruang persidangan.

“Sidang akan diskors selama 10 menit. Tenangkan diri kalian.” Hakim memberikan titah.

Tubuh Diana merosot di kursi, sementara dadanya naik turun. Matanya terpejam.

Sekuat tenaga, ia mencoba menenangkan dirinya, meski dirinya terus-menerus dihantam fakta yang memporak-porandakan hati dan otaknya.

Ia kehilangan keluarga. Selama ini ia hidup dalam tipuan, lelaki yang menjadi suaminya bukanlah miliknya–begitu juga putri yang selama ini ia besarkan. Diana tidak melihat harapan untuk merengkuh keduanya lagi.

Akan tetapi, masih ada yang bisa ia perjuangkan. Dan ia tidak ingin membiarkan satu hal ini lepas dari tangannya.

Sepasang mata Diana terbuka.

"Sidang dilanjutkan. Selanjutnya majelis akan memeriksa bukti dan saksi terkait tuntutan pembagian harta bersama."

Pengacara Harsa meminta pembagian harta, dan menuntut penuh hak pengelolaan perusahaan dan seluruh cabang toko. Seperti yang disebutkan Harsa tadi, pria itu berhasil mengembangkan perusahaan furniture selama bertahun-tahun hingga mencapai titik kejayaan.

Namun, bisnis itu sendiri dimodali dan didirikan oleh Diana.

“Perusahaan berdiri sebelum adanya pernikahan. Sehingga tidak masuk harta bersama. Selain itu, jauh sebelum terjadi gugatan di pengadilan. Klien saya sudah mematenkan merek dagang, nama brand, logo, dan seluruh desain di toko atas nama pribadinya.” 

Diana menatap wajah Harsa yang mendadak pucat.

Pengacara Diana melanjutkan ucapannya. “Dengan adanya dokumen sah ini. Tergugat, tidak memiliki hak sepeserpun atas saham perusahaan mulai detik ini.” 

Harsa sontak berdiri. “Tidak mungkin!” tukasnya. “Saya yang membesarkan perusahaan itu! Saat kami menikah, itu masih bisnis kecil!”

Diana tidak mengatakan apa pun, bahkan hingga sidang berakhir dengan peresmian gugatan cerai dari Diana.

Ah, ia kini resmi menyandang status janda.

Wanita itu kemudian berdiri dan melangkah pergi.

“Diana!” 

Meski ia mendengar suara Harsa memanggil namanya, ia tidak menoleh. Langkahnya tetap ia usahakan tegap saat menyusuri koridor.

Namun, tiba-tiba pria itu mencekal pergelangan tangannya dan menariknya hingga nyaris terjatuh.

“Tuli, ya? Aku memanggilmu!” Harsa membentak. “Apa maksudmu mematenkan semuanya atas nama pribadi? Kamu tidak berhak!”

“Secara resmi, aku berhak,” ucap Diana. “Aku pemilik sahnya.”

“Aku yang mengembangkan bisnis itu! Kamu pikir kamu punya otak buat pimpin perusahaan?” balas Harsa. “Kamu tidak tahu apa-apa soal bisnis!”

“Lalu?” Diana menarik tangannya dari cengkeraman Harsa. “Kalau kamu tidak mau dipimpin oleh pemilik seperti ini, silakan ajukan surat pengunduran diri, Harsa.”

Mata Harsa membelalak sempurna. 

“Kurang ajar!”

Tangan Harsa terangkat hendak melayangkan pukulan pada Diana. 

Namun, sebelum pukulan itu mendarat di pipi Diana, sebuah tangan sudah lebih dulu menahannya. 

Fokus Diana beralih pada sosok itu. “Anda…”

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

commentaires

fazaa
fazaa
aaaa suka banget sama alurnya seru.... mampir juga di story aku ya judulnya " Rahasia Malam Sultan"
2026-09-01 19:30:18
0
0
Eliyen Author
Eliyen Author
UDAH, WES!!! INI PENULIS FAVORIT AKUUU!!!! Recommended banget bukunya masuk ke rak baca semua readers!!!
2026-08-18 19:37:53
0
0
82
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status