Inicio / Romansa / Istri Kilat Presdir Tampan / Menjadi Bukti dan Saksi

Compartir

Menjadi Bukti dan Saksi

Autor: Aldra_12
last update Fecha de publicación: 2026-03-15 11:00:33

Daniel terkapar dengan darah segar yang menggenang di lantai setelah Oliver mengambil ponselnya dan meninggalkannya begitu saja.

Yang tanpa Oliver tahu, Daniel memiliki ponsel lain yang dia gunakan untuk menyimpan semua bukti-bukti kejahatan Oliver.

Dengan napas yang berat dan kesadaran yang mulai menipis, Daniel mencoba menyeret tubuhnya di lantai untuk meminta bantuan. Walau usahanya sia-sia karena tubuhnya perlahan melemas.

Sampai pandangannya tertuju ke pintu yang kem

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Adeena
diam diam saja kalo mau nangkap Oliver takut kabur duluan....
goodnovel comment avatar
Hj Yerni
semakin kesini sumakin seru..!
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Hanya Konten

    Pria itu menengok ke kanan dan kiri memastikan situasi, lalu kembali menatap pada Sienna.“Begini, nanti kamu pura-pura terkejut kalau ada wanita yang mendekatimu bersama beberapa orang yang membawa kamera di belakangnya.”Sienna mengerutkan kening, sampai dia kembali mendengar pria ini bicara.“Nanti, kamu bisa dapat uang lima juta rupiah jika mau ikut acara ini.”Sienna meneguk ludahnya mendengar nominal yang disebutkan pria ini. Dia menatap pria asing berkaus hitam di hadapannya dengan seksama. “Maksudnya saya benar-benar hanya harus pura-pura terkejut saja, Pak?” Sienna memastikan.Pria itu mengangguk cepat sambil melirik ke arah luar taman, seolah memastikan keadaan aman. "Benar, Bu. Nanti ada seorang wanita cantik datang membawa beberapa kru kamera. Dia akan pura-pura membantu Ibu, selain memborong dagangan Ibu nanti dia akan kasih uang lima juta juga. Tugas Ibu hanya kelihatan kaget, sedih, dan susah saat ditanya-tanya di depan kamera. Begitu pengambilan video selesai, Ibu bis

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Yakin Dengan Keputusan Kian

    Kian menanggapi ucapan suaminya dengan tenang. Dia mengangguk-angguk pelan, lalu mengulas senyum kecil ke Arthur. “Sebenarnya, sejak pertama kali bertemu dan melihat sikap Luna, aku memang sudah agak kurang cocok. Sikapnya sedikit angkuh, cara bicaranya meremehkan lawan bicaranya.”Arthur hanya diam dengan tenang, menyimak penuturan sang istri sembari menyuap seendok nasi ke dalam mulutnya.Kian mengembuskan napas pelan, lalu dia kembali bicara.“Waktu itu aku masih mencoba mengamati untuk mempertimbangkan apakah benar-benar akan memakai Luna atau tidak, meskipun Ginny waktu itu sudah memperingatkanku.” Kian menjeda kalimatnya sejenak, setelah mengingat kejadian saat Luna tak datang tepat waktu, Kian kembali bicara. “Tapi saat hari penandatanganan kerja sama tiba, dia malah menyepelekan jadwal bertemu. Luna membuatku menunggu di ruang rapat sampai satu jam lamanya tanpa alasan yang jelas. Setelah kejadian itu, aku semakin yakin dan mantap untuk tidak melanjutkan kerja sama dengan di

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Informasi Yang Dimau

    Pintu ruangan kerja Arthur terbuka perlahan. Kian melangkah masuk dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya, membawa sebuah paper bag berisi beberapa kotak bekal makanan yang dipesannya.Saat melihat Arthur sibuk di balik meja, Kian dengan cepat memanggil. "Sayang, ayo makan siang dulu." Tatapan Arthur terangkat ke arah suara Kian. Senyumnya terangkat kecil begitu melihat wajah sumringah sang istri.Arthur bangkit dari posisi duduknya. Dia lalu melangkah menghampiri Kian yang sudah lebih dulu berada di sofa."Kamu memesan makanan ini?" Arthur langsung duduk di samping Kian, tatapannya tertuju pada istrinya yang mulai sibuk membuka pembungkus makanan yang baru saja dikeluarkan dari dalam paper bag."Tentu saja. Bukankah tadi pagi aku sudah berjanji kita akan bertemu di kantor siang ini?" Kian menoleh sejenak, memberikan kedipan manja sebelum kembali menata sendok dan garpu. "Aku ingin makan siang bersamamu." Namun, saat Kian baru saja akan menyodorkan kotak nasi ke Arthur,dia justr

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Menemukan Orang Yang Tepat

    Kian sudah sampai di HW. Company dan sekarang ada di dalam lift yang bergerak naik.Begitu pintu lift terbuka di lantai ruangannya, Kian keluar dan melangkah di koridor. Sebelum sampai di ruang kerjanya, Kian menoleh ke meja kerja Ginny."Ginny, ikut ke ruanganku sekarang.” Kian memberi perintah tanpa menghentikan langkahnya.Ginny langsung berdiri begitu mendengar perintah Kian. Dia melangkah menyusul Kian yang sudah masuk ke ruang kerja.Ginny sekilas melihat raut wajah serius Kian, membuatnya menerka apakah ada masalah pada pemasaran produk mereka?Ginny segera menghampiri meja Kian setelah memastikan pintu tertutup rapat. Dia kini berdiri di depan meja Kian, siap mendengarkan atasannya bicara.Kian mendudukkan tubuhnya, punggungnya disandarkan lalu tatapannya tertuju pada Ginny yang sudah berdiri di depan mejanya.“Aku baru saja bertemu seorang wanita di luar. Dia memiliki proporsi tubuh dan garis wajah yang sangat potensial untuk menjadi model utama produk baru kita.” Kian mulai

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Hanya Asisten?

    Mia mengulum bibir, sedikit terkejut mendengar rentetan pertanyaan dari wanita anggun di hadapannya. Mia meremas jemarinya pelan sebelum akhirnya menjawab dengan nada suara rendah. “Saya bekerja sebagai asisten model, Bu.”Kian menaikkan satu sudut alisnya. “Asisten model?” Kian memastikan jika tak salah mendengar.Mia mengangguk pelan. Dia mengulas senyum tipis. “Iya, Bu.” Mia meyakinkan jika ucapannya benar.Kiaan menatap aneh, tapi dia mencoba menutupi keterkejutannya dengan senyum.“Kalau boleh tahu, kamu asisten model siapa?” Kian menatap dengan ekspresi penasaran.Mia agak terkejut mendengar Kian mengulik lebih dalam soal pekerjaanya. Dia melirik ke arah lain sejenak, melihat Kian yang baik dan ramah, akhirnya Mia meyakinkan dirinya dengan menjawab, "Saya asistennya Nona Luna, Bu."Mendengar nama itu disebut, Kian seketika tertegun. Luna? Model yang beberapa waktu lalu hampir saja menjalin kontrak dengan HW. Company, tapi langsung Kian coret dari daftar karena sikapnya yang

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Tidak Mau Main Bareng

    Matahari siang itu bersinar cukup terik di atas halaman sekolah. Setelah bel berbunyi, anak-anak kelas taman kanak-kanak berhamburan keluar menuju area bermain terbuka.Diana berjalan dengan langkah cepat dan riang menuju perosotan berwarna cerah. Namun, langkahnya mendadak melambat saat mendengar suara derap sepatu lain di belakangnya. Begitu menoleh, Diana mendapati Kaylan berjalan membuntutinya dengan jarak beberapa langkah saja.Diana langsung membalikkan tubuhnya lalu melipat kedua tangannya di dada sambil cemberut. “Kamu kenapa sih, ikut-ikut aku terus?”Kaylan menghentikan langkahnya. Dia sedikit menurunkan pandangannya saat melihat tatapan Diana yang menyorot tak suka ke arahnya. “Aku tidak ikut-ikut. Aku cuma mau main di sana juga.” Telunjuk Kaylan mengarah ke tempat yang ingin Diana datangi.“Nggak boleh! Kamu main di tempat lain saja sana." Diana menghentakkan kakinya. "Jangan dekat-dekat aku!”Kaylan mengangkat pandangannya dengan sempurna ke arah Diana yang memasang waja

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status