MasukTunangannya berselingkuh dengan teman dekatnya. Hati Karin hancur dan kecewa, sehingga membuatnya menghabiskan menghabiskan malam di kelab dan membuatnya melakukan kesalahan yang fatal. Dia tidur dengan pria asing! Namun, siapa sangka, pria itu ternyata adalah Presdir baru di kantornya, seorang duda beranak satu, Gavin.
Lihat lebih banyakSepanjang perjalanan pulang, Karin hanya diam sambil menatap jalanan dari balik jendela mobil. Ucapan ayahnya terus terngiang-ngiang di telinganya, terutama saat pria itu berlutut dan memohon agar dirinya tetap menanggung biaya hidup istri serta anaknya.Karin tidak pernah meminta dilahirkan ke dunia. Dia juga tidak pernah meminta agar ayahnya selalu mengutamakan keluarga barunya. Akan tetapi, sejak kecil, Karin harus belajar menerima kenyataan bahwa dirinya bukanlah seseorang yang penting bagi pria itu.Karin memejamkan mata, berusaha menahan sesak di dadanya. Dia tidak ingin terus-menerus memikirkan masalah itu, tetapi semakin berusaha melupakannya, semakin jelas pula semua kenangan yang selama ini dia pendam.“Masih memikirkan ucapan Bapak?” tanya Gavin, memecah keheningan.Karin menoleh. Pria itu meliriknya sekilas sebelum kembali memperhatikan jalan.“Sedikit,” jawab Karin pelan.Gavin tidak langsung menanggapi. Dia tahu Karin sedang berusaha mengendalikan perasaannya. Sejak tadi
“Karin, itu bukan keinginan Bapak,” ujar Pak Rohman.Karin tersenyum tipis, lalu menganggukkan kepalanya. Ia sudah bisa menebak bahwa ayahnya akan mengatakan hal semacam itu. Sejak dulu, Pak Rohman selalu memiliki alasan untuk membenarkan keputusan-keputusannya, seolah-olah semua yang terjadi bukanlah tanggung jawabnya.“Aku tahu, Pak. Itulah makanya aku membiayai hidupku sendiri sejak SMA hingga saat ini.” Karin berhenti sejenak, menatap ayahnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “Dan kenapa sekarang, ketika menyangkut Viko, aku yang harus membiayainya?”Pak Rohman terdiam. Ia tampak kesulitan mencari jawaban yang bisa membuat putrinya mengerti.“Karena Bapak sudah tidak mampu, Karin.”Karin mengembuskan napas panjang. Ia menunduk sebentar, berusaha menahan perasaan yang semakin sulit dikendalikan. Jawaban itu terdengar begitu sederhana, tetapi bagi Karin, ada begitu banyak kepedihan yang terkandung di dalamnya.“Dulu, Bapak mampu, tetapi tidak mau membiayaiku,” balas Karin. “Sekar
Jawaban itu bukanlah sesuatu yang ingin Karin dengar. Alih-alih merasa lega karena ayahnya mulai menyadari kesalahannya, Karin justru merasakan hatinya semakin sakit.Bahkan setelah meminta maaf, Pak Rohman masih saja memikirkan Viko dan istrinya. Pria itu seolah-olah tidak menyadari bahwa putrinya sendiri juga memiliki perasaan, memiliki kehidupan yang harus dijalani, dan memiliki banyak luka yang belum pernah sembuh.Karin tersenyum kecil, meskipun senyum itu sama sekali tidak mencerminkan kebahagiaan.“Mereka masih kuat untuk bekerja, Pak.”Pak Rohman langsung menggelengkan kepalanya.“Ibu kamu tidak pernah bekerja. Dia tidak tahu cara mencari uang. Pun dengan Viko, dia masih terlalu kecil untuk mencari uang, Karin.”Karin terdiam.Terlalu kecil?Viko memang masih kuliah, tetapi bukankah usianya sudah cukup dewasa untuk mulai belajar mandiri? Setidaknya, adik tirinya itu bisa mencoba mencari pekerjaan paruh waktu atau melakukan sesuatu untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya.
Karin memejamkan matanya sejenak. Ada sesuatu yang terasa menyesakkan dadanya ketika melihat pria yang kini duduk di hadapannya. Pria yang seharusnya menjadi tempatnya bersandar, tetapi justru menjadi sumber luka yang selama ini ia pendam sendirian.“Bapak.”Hanya satu kata itu yang mampu keluar dari bibir Karin. Bahkan untuk sekadar memanggil ayahnya sendiri, ia merasa begitu berat. Ada banyak hal yang ingin ia katakan, tetapi semuanya seolah tertahan di tenggorokannya.Sudah terlalu lama Karin menyimpan rasa sakit itu. Bertahun-tahun ia berusaha menerima kenyataan bahwa dirinya tidak pernah benar-benar mendapatkan kasih sayang seorang ayah, meskipun mereka tinggal di rumah yang sama.Sejak kecil, Karin memang hidup bersama Pak Rohman. Namun, keberadaan mereka dalam satu rumah tidak serta-merta membuat Karin merasa memiliki seorang ayah. Ia tumbuh tanpa perhatian yang semestinya diterima seorang anak. Tidak ada tempat untuk mengadu ketika ia bersedih, tidak ada pelukan ketika ia mera






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.