MasukDemi membayar biaya pengobatan ayahnya dan melarikan diri dari ibu tiri serta adik tirinya yang terus memerasnya, Nika Bensmith rela melakukan sesuatu yang tak pernah ia bayangkan. Namun, sebuah malam yang seharusnya menjadi awal kehancurannya justru mempertemukannya dengan seorang pria asing yang mengubah takdirnya. Fino Aries adalah CEO muda yang tampan, kaya, dan sempurna di mata semua orang. Tidak ada yang tahu bahwa ia menyimpan rahasia kelam—haphephobia, gangguan yang membuatnya tidak mampu menyentuh wanita mana pun tanpa merasa mual, sesak, bahkan muntah. Anehnya, semua gejala itu lenyap hanya ketika bersama seorang wanita yang bahkan tidak ia kenal. Takdir mempertemukan mereka kembali dua tahun kemudian. Demi memenuhi permintaan sang kakek, Fino menawarkan sebuah pernikahan kontrak kepada Nika. Baginya, itu hanyalah kesepakatan bisnis. Namun bagi Nika, pernikahan itu adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan ayahnya. Di balik kontrak yang dingin, perlahan tumbuh perhatian yang berubah menjadi cinta. Hingga suatu hari, masa lalu Fino kembali bersama seorang wanita bernama Rena. Kesalahpahaman, fitnah, dan rahasia malam yang mereka lupakan mulai terungkap satu per satu. Ketika kebenaran akhirnya terbuka, mampukah cinta mereka bertahan?
Lihat lebih banyakSebuah pertemuan diadakan di cafe hotel berbintang yang ada di Shanghai, seorang wanita duduk membawa sebuah penawaran kontrak kerjasama untuk sebuah perusahaan besar yang membutuhkan kain untuk pembuatan tirai hotel. Pria setengah baya bernama Marko melirik tubuh indah wanita yang ada di sampingnya sembari mendengarkan presentasi produk yang sedang ia tawarkan.
"Nika, bisakah kamu menemaniku sampai pagi?" Ajakan spontan yang sudah biasa di dengar olehnya saat menjadi petugas pemasaran dan berhadapan dengan pria yang sudah berstatus istri orang. "Pak, anda punya istri lebih cantik dariku kasian dia menunggumu di rumah." Jawaban yang sama untuk menolak permintaan customer. "Kamu sudah paham jika pria sepertiku membutuhkan sensasi baru." Pria berambut tebal mulai bertindak diluar batas, ia dengan sengaja meraba bagian atas betis kaki Nika. Inilah resiko seorang marketing, dengan tersenyum wanita itu menyingkirkan tangan Marko dan mengalihkan perhatian untuk mengajak pria paruh baya itu minum, ia tidak bisa menyinggung karena pembelian kain belum deal. "Nika, ayolah! Temani aku semalam saja, apapun akan aku berikan padamu, pembelian kain dalam jumlah besar akan aku beli darimu sebanyak yang kamu mau." Wanita itu tersenyum sembari menuangkan minuman sekali lagi ke dalam gelas Marko. "Anda sudah cukup mabuk, Pak Marko." Tiba-tiba saja teman-teman Marko yang berjumlah dua orang di sebelahnya mulai memberikan kode yang sulit dimengerti oleh Nika. Mereka berdua tiba-tiba saja memegang kedua lengan wanita cantik ini. "Apa yang akan kalian lakukan?" Nika terlihat panik melihat ke kanan dan ke kiri. "Menurut saja!" Marko memberinya minuman dengan obat perangsang lalu mencekokinya hingga Nika terpaksa menegukknya dengan susah payah. Nika terbatuk. "Kalian sangat keterlaluan! Aku akan menurut tapi tanda tangani dulu surat kontrak itu, baru aku akan melayani kalian bertiga." Keadaan terjepit tapi tetap harus profesional dalam pekerjaan. Nika sudah biasa menjalani hqri-jari dalam bahaya sebagai seorang marketing, ini adalah bidangnya untuk itulah ia belajar ilmu bela diri walaupun terkadang jika kondisinya lelah, melawanpun tidak sanggup. Wanita cantik berparan rupawan masih berusaha untuk sadar, lengannya masih di pegangi oleh kedua pria berbaju merah dan berjas hitam. "Baiklah, aku akan tanda tangan. Tepati ucapanmu cantik." Marko terlihat mengeluarkan pena dari dalam sakunya dan menandatangani semua berkas di dalam dokumen yang Nika letakkan di atas meja. Pikiran dan rencana selalu merasuki pikirannya ketika kondisi Nika terjepit atau dalam bahaya, ia selalu memutar otak agar rencananya berhasil walaupun bahaya itu mengancam nyawanya sekalipun. Wanita berambut panjang ini tidak bodoh ia juga sudah biasa dalam situasi terdesak. Lengannya meronta dengan keras, lututnya membentur hal sensitif di bawah sana dan mengenai kedua pria yang sudah melepas lengannya. Marko terdiam melihat Nika pandai ilmu bela diri, terakhir Marko yang masih ingin menyerang di jambak rambutnya lalu diberi beberapa botol minuman ke dalam mulutnya. "Lepaskan! Jangan beri aku minum lagi! Sudah cukup!" Pria itu mulai meronta. "Besok kalau kamu berani menuntutku berbuat seperti ini, dan mengadu ke perusahaan, aku akan mengadu ke istrimu dan memberikan semua bukti hari ini dan bukti lain bersama wanita lain. Aku pastikan kamu kehilangan kekayaan yang kamu miliki karena skandal ini." Nika mengancam dengan elegan, walaupun kepalanya sudah mulai berputar, ia merasa obatnya mulai bekerja. Marko sudah tidak sadarkan diri, Nika membawa tas dan dokumennya keluar dari cafe di dalam hotel. Ia meraba setiap dinding dan melewati beberapa orang di sana. Sampai akhirnya wanita berambut ikal ini melihat sebuah pintu kamar terbuka, ia tidak berfikir siapa sang pemilik kamar, wanita cantik itu langsung masuk ke dalam kamar. Terlihat Seorang pria yang sudah mabuk sedang berbaring di atas ranjang, wanita cantik ini berubah menjadi liar, kakinya naik di atas tubuh pria asing lalu tangannya bertumpu di kedua sisi kepala pria tampan yang perlahan membuka kedua matanya. "Tolong aku!" Nika perlahan mendekatkan wajahnya dan menempelkan benda merah muda untuk mengecupnya di sana, hingga gairah pria itu terbangun dan mendorong tubuh kecil Nika untuk berada di bawah tubuhnya sekarang. Ia merasa aneh, harusnya sentuhan dengan wanita atau pria akan membuatnya mual dan muntah karena phobianya tapi kali ini semuanya tidak bereaksi saat wanita ini mengecupnya. "Jangan menyesal! Kamu tidak bisa mundur jika aku sudah melepas semuanya!" Perkataan pria itu di dengar Nika dengan sangat baik, ia hanya menganggukkan kepala. Dengan perlahan pria itu membenamkan wajahnya fi leher Nika, hingga membuat wanita itu mengeluarkan suara yang mengusik sang pria untuk berbuat lebih dan kancing demi kancing dua insan berlainan jenis ini mulai terlepas satu persatu, pria itu menangkupkan telapak tangannya sembari menikmati manisnya buah persik yang ada dibawah hidung wanita cantik yang meminta pertolongannya. Suara getar ponsel mengusik kesunyian kamar bernuansa emas dan putih. Tangan kanan meraba sebuah benda berotot yang cukup kenyal dan keras. Wanita cantik itu menoleh dengan mata mulai terbuka perlahan, ketika sadar penuh ia membelakakan matanya baru kemudian mengedipkan berulang kali, pemandangan tubuh berwarna putih yang sedang menggoda imannya, salivanya tertelan berulang kali. Ia tak melihat wajah pria yang tertutup oleh bantal dan menghadap ke arah lain. "Aku rasa dia masih tidur." Nika memeriksa bagian bawah tubuhnya yang ada di dalam selimut. Mulutnya menganga dan spontan menepuk jidatnya. "Ini gara-gara obat perangsang itu, aku sama sekali tidak ingat kejadian setelah itu. Sial!" Perlahan Nika mengambil pakaiannya yang tercecer di lantai lalu memakainya satu persatu, hingga Ia berhasil memakai pakaiannya secara utuh. Ia memungut tas dan dokumen lalu mengambil sepatu, kaki kecilnya berjinjit berharap tidak ada satu langkah kaki yang akan terdengar oleh pria yang ada di atas tempat tidur. Pintu berhasil dibuka dan wanita cantik berambut panjang ini berhasil meninggalkan kamar hotel. Pria bertubuh kekar mulai sadar dari tidurnya, Ia adalah seorang CEO perusahaan mode terkenal di Shanghai bernama Fino Aries, kepalanya menoleh dan melihat kenyataan wanita cantik semalam sudah pergi meninggalkannya tanpa meninggalkan nama. "Apakah dia tidak mau berkenalan denganku? Atau dia takut padaku? Tapi wanita itu satu-satunya yang bisa bersentuhan denganku. Bagaimana caraku menemukannya?" gumam Fino sambil menyingkap selimut dari tubuhnya. Ia berjalan menuju samping tempat tidur berharap menemukan sesuatu yang bisa membantunya menemukan wanita semalam, ia belum sempat berkenalan bahkan wajahnya terlihat samar di pikirannya. Ketika melihat ke lantai wajah pria berbadan tegap ini mulai tersenyum seolah mendapatkan sesuatu yang bisa membantunya. "Sepertinya hanya ini yang bisa membantuku menemukan wanita itu," ucap Fino memperhatikan benda ditangannya sekali lagi."Kek, apa ini tidak berlebihan?" Nika terlihat keberatan karena ia masuk ke perusahaan tanpa melamar. "Jabatan itu bukan apa-apa tapi cocok untuk menangani masalah kali ini. Jika kamu berhasil, kamu akan mendapatkan jabatan yang pas untukmu. Karena masalah ini bukan masalah yang mudah di selesaikan. Naiklah mobil di depan, Ferdi akan mengantarmu!" Penjelasan Garu membuat Nika semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi di kantor? "Terimakasih, Kek. Semoga aku tidak mengecewakan kakek. Aku berangkat!"ucap Nika berpamitan dengan Garu lalu meninggalkan mobil. Ia merasakan keraguan yang cukup menganggu karena tidak ada niat untuk mendapatkan jabatan tinggi dengan jalur seperti ini. Tapi ia penasaran apa yang terjadi di kantor sampai kakek harus turun tangan dan merekomendasikan aku masuk. Garu hanya menganggukkan kepala. ***Fino berdiri menghadapi dewan direksi. Ia tampak tegang dan berkeringat karena menemukan hal yang janggal tapi belum menemukan solusi. "Kamu tahu perusahan i
Manola dan Jovi menerobos masuk ke rumah barunya, setelah mereka melihat Nika yang berdiri jauh dengan mereka, dengan sadar mereka berteriak. "Kamu harusnya bilang jika kamu menikah dengan orang kaya, enak saja kamu nyaman dengan kehidupan ini dan kami harus tetap miskin."Teriakan itu membuat Fino keluar kamar, ia merangkul istrinya yang terpaku melihat keluarga tirinya datang dan membuat kekacauan. "Aku minta maaf, karena keluarga tiriku mengacau di rumah ini. Aku akan menyelesaikan permasalahan ini. Kamu sebaiknya tunggu aku di sini!" Nika berlari dan menghampiri mereka berdua, lalu mendorong mereka untuk keluar rumah. ***Di halaman rumah baru Nika. "Kamu kurang ajar! Kamu mendorongku sampai terjatuh seperti ini?" Manola mengibaskan bajunya dan membersihkan dari sisa kotoran yang menempel di tubuhnya. Begitu juga Jovi. "Apa kamu lupa, kamu harus memberiku lima ratus juta setiap bulan?" Jovi mengingatkan padahal tidak pernah ada kesepakatan. Nika tersenyum menyeringai. "Aku s
Nika sampai tak sanggup menghela napas. Ia hanya bisa menahan debaran jantungnya yang sulit dikendalikan. Tiba-tiba mata Fino melirik ke arah lain, ia mencoba mengendalikan diri karena istrinya baru saja keluar dari rumah sakit. "Apa yang kamu pikirkan?" Pria itu tersenyum menyentil dahi Nika untuk membuyarkan segala bayangan yang lewat di pikirannya. "Ak-aku ti-tidak memikirkan apapun." Netranya berlarian ke mana-mana seolah ingin cepat menjauh dan menghindar dari pria ini. "Aku serius dengan ucapanku! Aku ingin tidur denganmu malam ini." Kali ini Fino sengaja menggodanya. Ia menggendong istri kontraknya dengan kedua tangannya, hingga wanita itu terpaksa memegang leher Fino. "Turunkan aku! Aku punya kaki dan aku bisa jalan sendiri!" Gadis itu mulai meronta di pelukan Fino. "Diamlah! Anggap saja ini pelayanan gratis masuk ke rumah baru, " celetuk Fino sembari terus berjalan menelusuri lorong menuju kamar termewah di rumah itu. "Fino...!" Teriakan itu menggema sampai seluruh penj
"Ayah?!""Kakek?!"Ucap keduanya bersamaan. Mereka kembali saling menjauhkan diri setelah melihat mereka sedikit terkikih."Pengantin baru memang begitu Pak Bimo," jelas Kakek."Kek, kenapa bisa--" Fino terkejut karena belum sempat memperkenalkan mertuanya itu kepada Kakek."Kamu memang tidak punya sopan santun, menikah itu bukan persoalan dua orang tapi kedua keluarga. Apa yang kamu lakukan hingga ayahnya saja tidak di beri tahu?" Fino hanya bisa menggaruk kepala yang tidak gatal, ia hanya menjalankan pernikahan kontrak kalau sudah begini, apa yang akan terjadi selanjutnya?"Maafkan aku ayah, harusnya aku pergi ke rumah sakit. Tapi semua begitu mendadak dan aku--" Nika mencoba menjelaskan tapi dihentikan oleh ayahnya."Ayah mengerti, sudah jaga kesehatanmu baik-baik. Ayah sudah banyak merepotkanmu, Nak. Ayah lega kamu mendapatkan orang yang kamu cintai, dan aku sudah dengar dari Kakek Garu kalau kalian sudah menikah. Setidaknya ketika ayah pergi, ayah akan lebih tenang meninggalkanmu












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan