Início / Romansa / Istri Kilat Presdir Tampan / Terpaksa Undang Makan Malam

Compartilhar

Terpaksa Undang Makan Malam

Autor: Aldra_12
last update Data de publicação: 2026-01-13 10:02:03

Keesokan harinya.

Arthur membuka matanya perlahan, menatap langit-langit kamar sejenak sambil mengembuskan napas pelan, saat menoleh ke sisi ranjang, dia tak menemukan Kian di ranjang.

Kening Arthur berkerut samar, tatapannya kini tertuju ke jam dinding yang masih menunjukkan pukul setengah enam pagi.

“Apa dia sudah bangun?”

Bangkit dari posisi berbaring, Arthur mengangsurkan kaki ke lantai lalu melangkah pergi. Ketika baru saja membuka pintu kamar, hidungnya mencium aroma masakan yang menguar
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
awas Ken jangan tertawa nanti bonusmu ga cair
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Hari Pertama Sekolah

    Keesokan harinya.Kian bangun lebih pagi dan menyiapkan pakaian kerja suaminya lebih awal.Hari ini, hari pertama Kaylan bersekolah. Dan Kian tidak sabar ingin melihat seceria dan sebahagia apa Kaylan bisa belajar dan memiliki banyak teman sebayanya.“Sayang, aku harus menjemput Sienna dan Kaylan lebih awal, jangan sampai Kaylan terlambat di hari pertamanya masuk sekolah.” Kian bicara sambil mengemas barang-barangnya ke dalam tas.Arthur baru saja keluar kamar mandi ketika mendengar apa yang Kian katakan.Arthur mendekat ke sang istri. Masih memakai handuk yang melilit bagian bawah tubuhnya, Arthur memeluk Kian dari belakang.Kian sedikit terkejut. Tapi dia langsung melebarkan senyumnya.“Ketakutanku benar-benar terjadi, kamu lebih perhatian ke Kaylan. Tapi aku bisa apa? Aku tidak bisa melihat istriku ini berwajah suram.” Setelah melontarkan candaan, Arthur mencium pipi Kian begitu dalam.Kian terkekeh karena ulah suaminya. Dia menoleh ke wajah Arthur setelah pipinya dilepas.“Kaylan

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Minta Bantuan Suami

    Kian menatap Ginny dengan rasa penasaran, sampai Ginny berkata, “Dari yang saya dengar, Luna bertindak semena-mena pada model yang dia anggap merebut kerjasama untuknya. Jadi, model mana pun akan menolak ketika tahu kalau kerjasama yang ditawarkan sempat ditawarkan ke Luna.”Kening Kian berkerut dalam. Bagaimana bisa model biasa seperti Luna, bisa bertindak seperti itu?“Bukankah model-model itu bisa melaporkan masalah itu ke pihak yang berwajib atau agensinya? Kenapa harus takut?” Kian kembali mempertanyakan keanehan ini.Ginny menggeleng. “Saya juga tidak tahu, Bu.”Kening Kian semakin berkerut dalam sampai matanya menyipit.Siapa sebenarnya backingan Luna, sampai membuat wanita itu ditakuti banyak model di negara ini?“Jadi, sekarang bagaimana, Bu? Kita jadi pakai model atau tidak?” Ginny memastikan.Kian diam berpikir. Jika masalahnya begini, maka akan sulit untuk mereka mendapatkan model.“Coba aku pikirkan dulu. Untuk sekarang, jalankan promosinya seperti biasa.” Kian bicara den

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Diterima Sekolah

    Kian mengajak Sienna masuk menemui guru dan mendaftar sekolah untuk Kaylan.Setelah memberikan semua syarat-syarat dan melakukan tes pada Kaylan, pihak sekolah meloloskan Kaylan agar bisa mulai bersekolah esok hari.“Besok Kaylan bisa mulai masuk dan ikut pelajaran bersama anak lainnya,” kata guru yang akan mendidik Kaylan.“Terima kasih, Miss.” Kian lega Kaylan diterima di sekolah ini.“Kaylan siap sekolah, kan?” Guru kini menatap pada Kaylan.Kaylan mengangguk-angguk. “Iya, Miss.”Setelah berpamitan dengan guru. Kian mengajak Sienna dan Kaylan meninggalkan sekolah.Kian juga mengajak Sienna berbelanja kebutuhan sekolah Kaylan seperti sepatu, tas, dan alat tulis karena buku sudah disediakan oleh sekolah.Kian mengantar Sienna dan Kaylan setelah selesai berbelanja.Kian menatap Kaylan yang sangat senang menenteng kantong berisi tas barunya.“Anda menghabiskan banyak uang untuk Kaylan.” Sienna menatap Kian yang berjalan di sampingnya menuju rumah.“Uang hanyalah angka, jika uang bisa m

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Memang Sombong

    Di tempat Luna.Fio terkejut membaca pesan dari Ginny. Matanya menatap tak percaya melihat deretan kata membentuk kalimat pembatalan kerja sama.“Kenapa mukamu begitu? Ayo, katanya kita akan ke HW. Company.” Luna baru saja selesai memakai heels-nya dan siap berdiri dari duduknya.“Ini semua gara-gara kamu.” Fio menatap kesal pada Luna.Kening Luna berkerut dalam mendengar ucapan Fio. “Apa maksudmu?” “HW. Company membatalkan tawaran kontrak kerjasama karena kita telat satu jam. Kamu paham?!” Fio bicara dengan nada tinggi. Dia sampai mengguyar kasar rambutnya ke belakang.Sedangkan Luna bersikap santai, walau dia sebenarnya kesal dengan pembatalan ini.“Sudah dibatalkan ya sudah.” Luna kembali melepas heelsnya. “Memangnya perusahaan besar yang mau kerjasama denganku, hanya perusahaan mereka saja?”Luna mulai sewot dan kembali bicara. “Baru telat satu jam, memangnya mereka tidak tahu sesibuk apa aku ini? Harusnya mereka juga memaklumi.”Fio geram. Dia duduk di dekat Luna dan menatap ke

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Batal Kontrak

    Kian memandang Sienna, matanya tiba-tiba berkaca-kaca tapi sekuat tenaga Kian tidak akan menumpahkan air matanya di hadapan Sienna atau Kaylan..“Ada apa, Nyonya?” Sienna menyadari perubahan ekspresi wajah Kian.Kian menggeleng. Dia mencoba menenangkan dirinya dan menahan diri agar tidak terbawa emosi.“Tidak apa-apa.” Kian tersenyum walau matanya sedikit merah.Kian kembali memandang ke tanggal lahir Kaylan. Tanggal, bulan, dan tahunnya sama dengan kelahiran putranya.Kian tersenyum getir saat teringat pada bayinya, di dunia ini bayi lahir tiap harinya dan pasti ada bayi-bayi yang memiliki kesamaan tanggal lahir satu sama lain. Dan kebetulan tanggal lahir Kaylan sama dengan bayinya, yang membuat Kian teringat pada bayinya yang entah benar sudah tiada atau berada di mana sekarang.Kian mencoba tenang saat kembali menatap pada Sienna.“Aku akan bawa surat-suratnya. Besok aku akan menjemputmu untuk mengajak Kaylan ke sekolah.” Kian menyimpan berkas penting milik Sienna ke dalam tasnya.

  • Istri Kilat Presdir Tampan   Anak Penuh Semangat

    Setelah puas membeli makanan yang belum pernah Kaylan makan.Kian dan Arthur mengajak Kaylan kembali ke mobil karena Kaylan tidak mau makan di tempat.Yang membuat Kian dan Arthur semakin kagum pada anak ini, Kaylan masih memikirkan Arron di rumah karena tidak diajak makan, sehingga Kaylan minta dibungkus saja.“Kay, sudah tidak ada yang mau dibeli lagi?” Kian memastikan.Kaylan menggeleng. “Sudah tidak ada. Ini sudah banyak. Terima kasih Paman, Bibi.”Kian benar-benar semakin gemas pada Kaylan. Apalagi saat Kaylan bicara semanis ini.Mereka segera pulang.Saat tiba di rumah.Kaylan membawa semua makanan yang dibeli keluar dari mobil.“Biar aku bantu.” Kian mengulurkan kedua tangan untuk mengambil sebagian kantong yang Kaylan bawa.“Jangan, biar aku aja.” Kaylan tak mengizinkan. “Paman dan Bibi yang beli, sekarang aku yang bawain ke dalam, biar adil.”Setelah bicara, Kaylan membawa kantong-kantong makanan itu masuk ke dalam rumah meski sedikit kesulitan.Sedangkan Kiaan menatap tak pe

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status