Share

Bab 28

Penulis: Mom's Ainun
last update Tanggal publikasi: 2025-12-26 09:27:31

“Jadi bagaimana keadaan anak saya, Dok?” tanya Andini meminta penjelasan yang pasti. bibirnya bergetar hebat di sertai mata yang berkaca-kaca.

Sang dokter menghela napas panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Kemudian menatap Andini dengan sorot mata yang tajam.

“Kami sudah berusaha tapi Allah punya kuasa sepenuhnya.”

“Maksudnya?” sambung Bu Sarah.

“Mohon Ibu sabar dan tawakal, kuatkan hati kalian karena Alif sudah meninggal, Bu.”

Degh …

Seketika Andini kehilangan keseimbangan tubuh
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 32

    Andini lantas ke ruangan yang sudah di informasikan oleh pihak rumah sakit, dan tempat itu adalah tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Tempat yang sangat privat, hanya orang yang diundang saja yang bisa masuk kesana. Andini datang masih memakai gaun pesta, hanya ditutup baju putih dokter saja. Hufs …Andini menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan, sambil menatap pintu yang dijaga oleh 2 pria memakai jas berwarna hitam berbadan besar. Melihat kedatangan Andini, salah satu dari pengawal itu membuka pintu lalu mempersilahkannya masuk. “Terimakasih,” ucap Andini.Andini melangkah pelan memasuki ruangan yang begitu luas dan mewah, napasnya tertahan melihat deretan furniture berkelas yang tertata rapi, sofa kulit berwarna coklat tua, meja marmer yang berkilau, serta lukisan abstrak besar menghiasi dinding putih bersih. Lampu kristal menggantung megah di tengah langit-langit, memancarkan cahaya hangat yang membuat ruangan itu terasa hidup dan megah sekalig

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 31

    Tamparan keras menghantam pipi Alyas dengan suara yang nyaris menggelegar di toilet yang sunyi itu. Wajah Alyas memerah, bekas tangan Andini terukir jelas, sementara matanya yang semula penuh amarah kini terpancar kebingungan dan luka. Andini menghembuskan napas panjang, dada terasa sedikit lega setelah menumpahkan kemarahan yang terpendam. Matanya yang tajam menatap tajam ke arah pria di depannya, seolah ingin menancapkan pesan bahwa ia bukan wanita yang bisa dipermainkan."Kita masih punya keterikatan pernikahan, jangan harap kamu bisa punya hubungan dengan orang lain," suara Alyas pecah, penuh dendam dan kepahitan. Tanpa menunggu jawaban, ia berbalik dan melangkah pergi dengan langkah berat, meninggalkan Andini yang berdiri terpaku dengan dada berdebar dan hati yang remuk.Saat pintu tertutup rapat di belakang Alyas, perlahan-lahan air mata mulai mengalir di pipi Andini, membasahi kulitnya yang hangat. Ia menutup wajah dengan tangan gemetar, berusaha menahan rasa sakit yang bukan h

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 30

    “Kenapa kamu ke sini, ini toilet wanita. Kalau ada wanita yang terganggu bagaimana?” tanya Andini panik, pura-pura tidak mengenali pria yang ada di hadapannya. Alyas tersenyum sambil menyentuh wajah Andini menggunakan ujung jari jemarinya, sementara Andini sesekali menutup matanya menahan desiran aliran darah yang terasa beredar lebih cepat dari biasanya. “Kenapa kamu terus memalingkan mata seperti itu, apa kamu sedang pura-pura tak mengenaliku?” Alyas malah balik tanya, tak perduli dengan pertanyaan Andini. Andini seketika menatap Alyas, kedua tangan Alyas langsung memegang pinggang ramping wanita berambut panjang itu kemudian mengangkatnya di area wastafel tepatnya di depan kaca dengan begitu mudahnya. Dengan raut wajah yang kesal, pria tampan itu menatap wajah Andini lebih dekat. Sementara gestur tubuh Andini, memperlihatkan tak nyaman dengan kedekatan itu.“Tolong jangan terlalu dekat seperti ini!” seru Andini sambil mendorong tubuh Alyas, tapi dorongan itu tak membuat pria yan

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 29

    “Seharusnya sejak dulu aku melakukan ini,” kata Alyas sambil menelan saliva, nampak buah zakun di lehernya bergerak naik turun di penuhi dengan tetesan keringat.Sementara Andini menatap tubuh atletis Alyas. Bola matanya berkaca-kaca, rasanya ingin menangis karena bahagia. Pada akhirnya dirinya bisa menyerahkan jiwa raganya kepada pria yang dicintainya. Hatinya gadis cantik itu berbicara dengan lembut. “Sejak kamu mengucapkan akad pernikahan, sejak saat itu pula aku menyukaimu. Saat itu aku jatuh cinta pada pandangan pertama, bahkan sampai saat ini perasaan itu masih tetap sama. Sedangkan aku tidak tau apa perasaan kamu, saat ini pun yang aku tau, kamu mau menyentuhku hanya karena dalam pengaruh obat. Meskipun begitu, aku akan tetap menikmati malam terakhir kita ini dengan penuh cinta.” Alyas yang tubuhnya dikuasai oleh obat langsung menindih tubuh Andini, mengecup bibir tipis istrinya itu dengan penuh gairah cinta. Setelah puas bermain di bagian bibir, pria gagah itu menyusuri seti

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 28

    “Jadi bagaimana keadaan anak saya, Dok?” tanya Andini meminta penjelasan yang pasti. bibirnya bergetar hebat di sertai mata yang berkaca-kaca. Sang dokter menghela napas panjang, lalu mengeluarkannya secara perlahan. Kemudian menatap Andini dengan sorot mata yang tajam. “Kami sudah berusaha tapi Allah punya kuasa sepenuhnya.” “Maksudnya?” sambung Bu Sarah.“Mohon Ibu sabar dan tawakal, kuatkan hati kalian karena Alif sudah meninggal, Bu.” Degh …Seketika Andini kehilangan keseimbangan tubuhnya, kemudian jatuh di lantai. Tangannya terus memukuli dadanya sambil menangis tersedu-sedu. Sementara Bu Sarah yang kehilangan ala sehatnya langsung mendekat ke arah Andini dengan wajah yang sangat emosional. Kemudian menaruh kedua tangan di pinggang, menatap menantunya sambil menyeringai lebar. “Kamu jangan so sedih seperti itu, Andini. Cukup, jangan bersandiwara lagi. Bangun dan kemasi barang-barangmu yang ada di rumah saya, saya mau saat saat pulang ke runah kamu sudah tidak ada lagi.” Jel

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 27

    Mendengar suaminya kembali tidak berpihak padanya, Andini hanya bisa pasrah dan menundukkan kepalanya. Kata orang, biarpun satu dunia menyalakan asalkan suami berpihak pada istri semua akan baik-baik saja. Tapi sayang semua itu tidak pernah terjadi, di kehidupan Andini. Gadis itu tidak punya pegangan, di saat mertuanya sedang marah kepadanya. Beberapa menit kemudian …Andini dan Alyas tiba di rumah, gadis itu berjalan sambil tertatih menuju kamarnya. Walau badan terasa sakit semua, dia harus secepatnya kembali ke rumah sakit. Sedangkan Alyas sibuk dengan ponselnya, Elisa masih menguasai pikiran Alyas hingga pria itu tidak punya kesempatan untuk bicara dari hati ke hati masalah susu kadaluarsa itu. Kesal karena terus di abaikan, Andini pun mengomentari suaminya yang mulai kembali menyebalkan.“Mas, dari pada kamu sibuk sama ponsel kamu, lebih baik kamu cepat mandi sama ganti pakaian, bukankah kita akan kembali ke rumah sakit untuk jagain Alif. Kamu mau Ibu makin marah?” Alyas kembali

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 3 - Maaf Tak Bisa Menyentuhmu

    "Mas kamu nggak apa-apa, kan?” tanya Andini panik mendengar suara benda terjatuh di dalam kamar mandi, terlebih lagi Alyas tidak menjawab pertanyaannya. Andini menengok kanan dan kiri mencari sesuatu yang bisa digunakan untuk membuka pintu, entah kenapa ia tidak menemukan apapun. Kemudian Andini b

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 2 - Mencoba Untuk Bertahan

    Andini benar-benar dibuat hancur oleh seorang pria yang seharusnya menjadi pelindung untuknya, ucapan dan perilaku Alyas yang di luar nalar membuatnya ingin berteriak. Namun, keadaannya tidak memungkinkan. Jangankan untuk teriak, sekedar untuk menangis, Andini harus menggigit bibirnya agar tidak me

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 1 - Malam Pertama Yang Membuat Luka

    “Saya terima nikah dan kawinnya, Andini Wijaya putri kandung Bapak Wijaya dengan maskawin uang tunai lima ratus juta rupiah dibayar tunai.” Seorang pria tampan bernama Alyas mengucapkan ijab kabul dengan suara lantang dan tegas. “Bagaimana para saksi, sah?” tanya penghulu. “Sah ….” Seketika tepu

  • Istri Kontrak Kesayangan Duda Tampan    Bab 25

    “A …,” Andini berteriak dengan sangat keras.Kaki gadis itu menginjak batu kecil hingga tergelincir dan terjatuh di tebing, beruntung tangannya dengan sigap memegang batu. Ia menjerit kesakitan karena tangan yang di buat pegangan ada luka akibat tertusuk duri hingga rasa sakitnya berkali-kali lipat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status