Compartilhar

Chapter-02

last update Data de publicação: 2024-09-28 05:10:49

Karena membutuhkan banyak biaya untuk ayahnya, Rania pun akhirnya menyetujui ucapan Rana. Dia menerima tawaran Rana yang akan menikah dengan Abrisam, pria kaya raya yang buta itu. Selama menikah, Rana akan pergi keluar negeri untuk mengasingkan diri. Sedangkan nanti yang akan tinggal bersama dengan Abrisam adalah Rania. Semua ini dia lakukan untuk ayahnya, agar ayahnya sembuh dari penyakitnya dan mampu menemani rania hingga hari bahagianya nanti.

Setelah bertemu dengan Rana, dan wanita itu meminta Rania bertemu dengan Abrisam di taman kota. Sayangnya, Rania sudah muter-muter taman ini selama setengah jam, dan Rania tidak bertemu dengan Abrisam sedikitpun. Dia melihat banyak orang yang datang dari ibu-ibu, bapak-ibu, anak-anak dan masih banyak lai. Tapi Rania tidak melihat orang buta yang masuk ke dalam taman ini.

Rania memutuskan untuk pulang, hari ini Adhitama harus di operasi pencangkokan jantung. Dia tidak tega jika harus meninggalkan Adhitama sendirian di rumah sakit. Walaupun Rana bilang jika dia ada disana, nyatanya perasaan Rania tetap saja tidak tenang. Ketika wanita itu membalik badannya hendak pergi, rania malah melihat satu pria yang baru saja turun dari mobil. Pria itu mengenakan kacamata hitam dan juga tongkat kecil berwarna silver di tangan kanannya. Ditambah lagi ada satu pria berjas coklat yang menuntun alis membantu orang itu berjalan. Apa mungkin pria yang di maksud Rana itu adalah Abrisam?

Wanita itu mencoba mendekati Abrisam. Menatap penampilan pria itu dari ujung kaki sampai ujung rambut. Secara penampilan sangat bagus dan terlihat mahal, wajahnya juga tampan, tidak memiliki bulu halus di dagu atau mungkin atas bibir. Wajahnya sangat bersih dan juga wangi. Hanya saja dia buta, itu yang membuat Rana menolaknya. Coba saja pria itu bisa melihat, mana mungkin Rana menolaknya. Secara tidak langsung Abrisam ini sangat sempurna di mata Rania.

Astaga apa yang aku pikirkan!!

“Mas Abri … .” panggi Rania mengakrabkan diri.

Abrisam yang dipanggil dengan sebutan mas pun memiringkan kepalanya, berharap dia tidak salah mendengar. “Rana … kamu panggil apa tadi?” kata Abrisam bingung.

“Mas Abri. Kenapa? Ada yang aneh ya?”

Abrisam tertawa kecil, tentu saja ada yang aneh. Pasalnya ini pertama kalinya ada wanita yang memanggil Abrisam dengan sebutan mas. Biasanya mereka semua akan memanggil Abrisam dengan sebutan nama tanpa adanya embel-embel.

“Kalau kamu nggak mau. Ya nggak papa, aku panggil Abri aja.” kata Rania akhirnya.

Dan nyatanya Abrisam langsung menggeleng. Dia menyukai sebutan barunya itu, dan meminta Rania terus memanggil Abrisam dengan sebutan mas.

Kata Rana hari ini adalah hari perkenalan Rana dengan Abrisam, sebelum menikah. Dan sebisa mungkin Rania harus mengakrabkan diri pada Abrisam, agar pria itu tidak curiga jika wanita yang di depannya itu bukanlah Rana tapi Rania. Wanita itu mengajak Abrisam untuk jalan-jalan, tidak banyak yang mereka bicarakan karena Rania tidak nyaman dengan pria yang selalu mengikuti Rania dan juga Abrisam sejak tadi.

“Mas Abri yang di belakang itu siapa sih, dari tadi ngikutin kita mulu.” tanya Rania berbisik.

“Dia Bagas, sopir aku. Dia orang kepercayaan aku, kenapa? Kamu nggak nyaman ya ada dia?”

Rania mengangguk dia tidak nyaman dengan Bagas yang sejak tadi mengikutinya, dan terus saja menatap dirinya tajam. Seolah Rania adalah daging segar yang siap dilempar ke lubang buaya. Mengangguk di depan Abrisam juga percuma, karena pria itu tidak bisa melihat Rania. Ah tidak masalah lah, yang penting dia hanya memiliki waktu satu jam untuk mengenal Abrisam.

Setelah berkeliling taman dan merasakan rintihan air hujan, Rania mengajak Abrisam ke sebuah warung pinggir jalan untuk meneduh. Tapi karena mencium aroma wangi soto membuat perut Rania berbunyi cukup kencang. Maklum saja dia belum makan sejak pagi karena sibuk mengurusi ayahnya, belum lagi harus bertemu dengan Rana dan sekarang harus bertemu dengan Abrisam.

Tentu saja hal itu langsung membuat Abrisam tertawa kencang. Dia pun mencoba membenarkan kaca mata hitamnya yang bertengger manis di hidung mancungnya.

“Kamu lapar ya mencium aroma soto? Mau makan bareng saya?” ucap Abrisam.

Pipi Rania bersemu merah, sungguh memalukan perutnya ini berbunyi tanpa tau tempat. “Boleh Mas kalau nggak keberatan. Maaf ya, aku belum makan sejak pagi tadi.”

“Nggak papa ayo makan. Dimana yang jual?’

Rania ingin menunjukkan penjual soto itu dengan cara menuntun Abrisam. Tapi yang ada Bagas malah menghentikannya dan membuat Rania langsung memasang wajah cemberutnya. Tapi hal itu tidak bertahan lama, ketika Abrisam meminta Bagas untuk tidak melarang Rania. Bagaimanapun Rania adalah calon istrinya. Entah itu cafe, warung atau mungkin restoran sekalipun dia siap kok makan dimanapun dengan wanita itu.

Bagas sendiri langsung mengangguk kecil dan membiarkan majikannya makan bersama calon istrinya. Tapi untuk kali ini Bagas merasa curiga dengan wanita yang satu ini. Jika kemarin, ketika mereka bertemu untuk pertama kalinya wanita itu menunjukkan wajah juteknya. Lalu sekarang wanita itu terus saja tersenyum tanpa henti di samping Abrisam. Siapa wanita itu? Dan apa mungkin dia memiliki dua sisi kepribadian yang bisa berubah dalam sekejap?

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-209

    Grace mengepalkan tangannya setelah tahu kebenarannya. Dia marah da dia murka, dia merasa dibohongi sama anak kemarin sore yang dibesarkan mati-matian. Grace berharap semuanya bisa berubah lebih baik, ternyata dia kecolongan. Ya Grace sudah tahu yang saat ini menikah dengan Abrisam adalah Rania bukan Rana. Dan wanita siaan itu malah menikmati hidup bebas nya di kanada bersama dengan pria asing yang saat ini tinggal dengannya. Yang dimana Grace sedang melakukan perjalanan bisnis ke kanada dan tak sengaja bertemu dengan mereka. Terkejut? Tentu saja iyaaa. Grace sangat terkejut dan marah pada Rana, bisa-bisanya dia kecolongan karena hal ini. Dan bodohnya Grace kenapa dia tidak curiga akan hal ini, dan kenapa juga dia tidak bisa membedakan Rania dan juga Rana. “Sial!!” umpat Grace terang-terangan.David yang di sampingnya pun mendengus. “Harusnya ini tidak menjadi masalah Grace, yang penting perusahaan ini masih berjalan dengan lancar.”Tapi tetap saja Grace

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-208

    “Waktu itu apa?” Bagas gelagapan dia pun memutar otaknya untuk mencari alasan yang tepat agar mereka tidak salah paham lagi. Hanya saja waktu itu memang membuat Bagas sedikit shock dengan pengakuan Leon. Yang dimana pria itu mengaku menyukai Rania dan mengiming-iming akan memberikan apapun yang Rania mau, dari perusahaan, rumah mewah, kehidupan yang layak dan juga apapun yang Rania inginkan. Itu bukan ketertarikan semata tapi Leon benar-benar ingin memiliki Rania seutuhnya, bukan macam Claudya yang hanya dimanfaatkan Leon untuk menghancurkan abrisam. Dan sayangnya setelah mendapatkan Claudya yang gila harta dan juga kedudukan, Leon langsung membuang Claudya begitu saja. Tapi dengan Rania … Leon sangat berbeda, benar-benar berbeda. Jika dia menginginkan Rania untuk menghancurkan Abrisam kembali itu tidak mungkin, karena menurut Bagas pria itu berubah dan berbeda. Dia tidak terobsesi meskipun dia ingin, hanya saja Leon ingin kedekatanya dengan Rania secara terang-terangan.“Maksudnya?

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-207

    Sesampainya di rumah Rania dan Abrisam masuk lebih dulu meninggalkan Kara dan juga Bagas yang sibuk mengeluarkan koper besar milik Kara. Pria itu hanya diam saja tidak mengatakan apapun semenjak Kara pulang. Dan hal itu tentu saja menambah kejengkelan Kara disini, bisa tidak ya senyum sedikit saja atau mungkin mau bilang sesuatu apa yang terjadi di masa lalu? Tidak!! Mengharapkan manusia batu bicara itu sama halnya dengan menunggu ayam beranak hingga puluhan anaknya. Setelah menurunkan kopernya, Kara lebih dulu berjalan menuju kamarnya sambil memainkan ponselnya. Sedangkan Bagas hanya bisa memperhatikan apa yang wanita itu lakukan dengan ponselnya hingga tersenyum dan tertawa. Bahkan jarinya begitu lincah membalas pesan seseorang dan kembali tersenyum. Membanting pintu kamarnya Kara terkejut bukan main, dia membalik badannya dan menatap Bagas yang sudah berdiri di depan pintu dengan tangan kekarnya. Kara menelan ludahnya, dia pun mundur beberapa langkah sampai la

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-206

    “Mulai besok antar makan siang ke kantor untukku.” kata Abrisam.Bagas menoleh menatap Rania dan tersenyum. “Aku juga mau. Boleh bawakan aku satu?” Disini Abrisam mendengus. “Kamu kan bisa beli sendiri Gas, atau nggak cari istri sana biar nggak numpang ke istri orang terus.” Tapi nyatanya dus tidak bisa memungkiri kalau masakan Rania benar-benar enak, dan membuat Bagas seolah tidak bisa berhenti untuk makan terus menerus. Jika saja ada orang yang mau memasak untuk nya mungkin juga dia tidak akan meminta Rania memasak untuk dirinya. Dia akan merepotkan istrinya terus menerus untuk menghidupi nya. Untuk saat ini tidak ada salahnya jika dia menumpang hidup pada Rania dan juga Abrisam, lagian Bagas juga sudah menganggap mereka sebagai keluarga. Jadinya … “Nggak ada!! Intinya Rana hanya boleh masak cuma untuk aku bukan untuk kamu!!” potong Abrisam cepat sebelum andai-andai Bagas selesai. Disini Rania tersenyum geli, ini hanya perkara masak memasak kenapa harus se drama ini sih? Lagian

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-205

    Rania pulang dari kantor, sedangkan Abrisam memilih untuk tetap atau di dalam kantor. Dia menunggu sesuatu yang katanya bisa membuat Abrisam bahagia. Sedangkan menurut Abrisam tidak ada yang bisa membuatnya bahagia di dunia ini kecuali Rania. Entah kenapa hanya nama itu yang terlintas dipikiran Abrisam saat ini.“Dokter bilang ada donor mata yang cocok untuk kamu.” ucap Bagas.Abrisam hanya terdiam, telinganya mendengarkan setiap kata yang muncul dari bibir Bagas. Hanya saja bukannya tidak ingin, tapi …“Kalau iya aku bisa jadwalkan operasinya.” Sekali lagi Abrisam hanya diam saja sampai Bagas menyelesaikan ucapannya. Tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya kecuali tubuhnya yang tiba-tiba saja bangkit dari duduknya dan memutuskan untuk pergi. Dia akan memikirkan hal ini, bukan masalah apa hanya saja ada banyak keganjilan yang akan Abrisam selesaikan lebih dulu. Bagas yang mengetahui hal itu hanya mampu mendengus mengikuti lan

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-204

    “Selamat pagi.” sapa Rania ketika melihat Kara turun dengan wajah lelahnya.“Selamat pagi Kakak Iparku yang baik dan penuh dengan pengertian.” Rania cekikikan, dia pun meminta Kara untuk segera makan. Sebenarnya ini bukan lagi pagi, melainkan siang yang dimana Rania harus mengantar makan siang ke kantor Abrisam. Bukan untuk menyindir Kara hanya saja candaan seperti itu sering mereka lakukan berdua ketika bertemu. Kara maupun Rania tidak keberatan sama sekali, mereka malah lebih akrab dengan semua ini.“Beneran mau anter makan siang ke kantor mas Abri, Mbak?” Kara hanya memastikan, apalagi melihat dua kotak makan yang berbeda warna tapi memiliki isi yang sama. Kalau cuma untuk Abrisam terus satunya untuk siapa? Masa iya Abrisam makan sampai dua porsi?Rania mengangguk, sebentar lagi dia akan pergi. Lagian ini hanya mengantarkan makan siang, kalau Kara ingin ikut ya bisa saja. Dia akan dengan senang hati pergi bersama dengan Kara dan ada temannya. Tapi sayangnya Kara tidak ingin, dia t

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-43

    "Jadi … apa ada pertanyaan aneh, setelah kamu ketemu keluarga kamu?" tanya Abrisam. Rania berpikir sebentar. Doa pun menaruh dompet abu-abu miliknya di atas meja. Lalu menatap Abrisam dengan mata memicing. "Kamu … ngikutin aku ya?" tuduh Rania."Aku habis dari kantor. Mana mungkin aku ngikutin kamu."

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-38

    Turun dari mobil yang jarak parkiran dan juga tempat pasar raya lumayan jauh. Rania dengan hati-hati menuntun Abrisam, yang mendadak tidak ingin menggunakan tongkat. Padahal ya, jika menggunakan tongkat juga tidak masalah bagi Rania. Bisa untuk hati-hati dan juga bisa tahu jika kakinya tidak akan me

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-36

    "Seriusan, aku lihat sendiri Bri. Nggak percaya banget sih!!" kata Bagas. "Kamu suka bohong biasanya sama saya." Bagas menjitak kepala Abrisam dengan gemas. "Kapan aku bohong sama kamu!! Tapi ini serius, Bri. Ya Tuhan." Abrisam mendengus sebal, dia kesal bukan perkara itu. Bahkan Abrisam juga senang

  • Istri Pengganti Suami Buta   Chapter-35

    Sudah setengah jam lamanya, Selena terus tersenyum ketika melihat dua tanda di leher jenjang Rania. Wanita itu sudah berusaha untuk menutupi tanda itu, dengan rambut dan juga bintik merah di lehernya. Tapi … dasarnya mata Selena ini sangat tajam, tidak mungkin dia salah lihat. Antara bintik hitam da

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status