FAZER LOGINPada hari Nikita menerima hasil diagnosis kanker rahim, dia memergoki suaminya sedang menemani kakak perempuannya menjalani pemeriksaan kehamilan. Di saat dokter memvonis bahwa kemungkinan besar dia tidak akan pernah bisa memiliki anak lagi, Darwis justru tengah merayakan kabar kehamilan sang kakak. Tiga tahun pernikahan. Segala cinta, pengorbanan, dan ketulusannya ternyata tak lebih dari sebuah lelucon. Dengan hati yang hancur, Nikita menyerahkan surat gugatan cerai dengan tenang. Dia memilih menyembunyikan penyakitnya, tak berniat memberi siapa pun kesempatan untuk kembali menyakitinya. Darwis langsung melemparkan surat itu ke tempat sampah. "Kamu bahkan belum melahirkan pewaris untuk Keluarga Susanto. Kamu nggak berhak mengajukan cerai." Nikita menatapnya dengan tenang. "Bagaimana kalau harga yang harus kubayar untuk memiliki anak adalah nyawaku sendiri?" Tanpa mengangkat kepala sedikit pun, Darwis menjawab, "Kalau begitu, kamu mati saja." Saat itu juga, seluruh harapannya benar-benar sirna. Belakangan, penyakit yang selama ini dia sembunyikan akhirnya terungkap. Namun, Nikita telah menghilang tanpa jejak. Ketika namanya kembali terdengar, dia telah bangkit di dunia riset dan menjadi sosok legendaris yang disegani semua orang. Sebaliknya, diplomat yang selama ini dikenal dingin dan tak tersentuh itu justru mencari Nikita hingga ke berbagai penjuru dunia. Dengan mata memerah, Darwis berlutut di hadapannya. "Niki ... aku akan menukar nyawaku dengan nyawamu. Jangan tinggalkan aku ... boleh?" Nikita hanya tersenyum tipis, lalu mengembalikan ucapan yang dulu pernah dia terima. "Pak Darwis ... kalau begitu, kamu mati saja."
Ver maisLampu di area foyer masih menyala, tetapi cahaya kuning hangat itu sama sekali tidak membuat rumah ini terasa hangat.Tanpa sadar, pandangan Nikita menyapu rak sepatu.Di atas rak itu, selain sepatu miliknya dan sepatu pembantu, tampak jelas sepasang sepatu flat wanita yang tidak seharusnya ada di rumah ini.Modelnya elegan, warnanya cerah.Lampu utama ruang tamu menyala terang benderang, tetapi tidak ada seorang pun di sana. Suasananya begitu sunyi hingga terasa mencekam.Hanya dari arah kamar tidur utama terdengar suara gemericik air yang terus mengalir. Suara pancuran dari kamar mandi terdengar jelas di telinga.Kening Nikita langsung berkerut rapat.Dia memperlambat langkah, berjalan sedikit demi sedikit menuju kamar tidur utama.Sesampainya di depan pintu kamar, dia mengangkat tangan dan perlahan mendorongnya hingga terbuka.Detik berikutnya, sosok yang sangat dikenalnya keluar dari kamar mandi. Orang itu mengenakan setelan piama sutra favoritnya.Warnanya krem muda, bahannya lemb
Nikita perlahan menunduk."Soal perceraian masih dalam proses. Terlalu banyak hal yang terlibat, jadi wajar kalau prosesnya rumit. Nggak mungkin bisa dihindari."Harta, relasi, keluarga .... Semuanya bukan sesuatu yang bisa diputus hanya dengan satu kata "cerai".Adler menatapnya dalam-dalam melalui kaca spion, lalu berkata dengan nada serius, "Kamu lebih tahu daripada siapa pun, siapa Darwis sebenarnya. Pernikahan ini nggak akan semudah itu diakhiri.""Kalau dia nggak ingin melepaskanmu, meski kamu mengerahkan seluruh kemampuanmu, belum tentu kamu bisa terlepas dari pernikahan ini dengan lancar."Nikita terdiam. Karena dia tahu, semua yang dikatakan Adler adalah kenyataan.Selama lima tahun, dia telah merasakan sendiri sikap dingin dan kerasnya Darwis. Tak ada yang lebih memahami cara-cara pria itu selain dirinya.Melihat Nikita tetap diam, Adler tidak melanjutkan pembicaraan. Dia hanya mengulurkan tangan untuk menaikkan suhu AC di dalam mobil. Embusan udara hangat perlahan menyelimut
Raiden datang dengan sangat cepat.Pria itu memasang senyuman santai di wajahnya, lalu memandang Nikita dan bertanya, "Berantem dengan Kak Darwis? Kenapa nggak pulang bareng?"Napas Nikita seketika terasa tercekat.Mustahil dia mau pulang diantar Raiden.Nikita menoleh kepada Mirna. "Nenek, barusan Darwis balas pesanku. Katanya dia akan datang jemput aku, jadi nggak perlu repotin Raiden lagi."Mirna memandangnya. "Begitu ya? Kalau begitu Raiden ...."Raiden memang terkenal sebagai orang yang sangat pandai membaca situasi. Tatapannya dipenuhi kesan santai sekaligus sulit ditebak. Dari perubahan ekspresi Nikita, bagaimana mungkin dia tidak bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi?Dia langsung memotong ucapan neneknya sambil tersenyum tipis, "Kalau Kak Darwis memang mau jemput kamu, berarti aku nggak perlu antar lagi. Tapi aku bisa temani kamu nunggu. Sekalian nanti aku bisa sapa Kak Darwis."Nikita menarik napas dalam-dalam.Darwis tidak akan datang menjemputnya. Kalau memang berniat me
Tenggorokan Nikita terasa sesak.Saat ini, seluruh tubuhnya terasa lemas. Rasa takut setelah hampir dilecehkan oleh Raiden masih belum juga hilang.Di rumah besar Keluarga Kumala ini, dia benar-benar sendirian. Dia rapuh, tanpa siapa pun yang bisa diandalkan.Darwis berdiri tidak jauh darinya, menyatu dengan gelapnya malam. Tatapannya yang dalam tertuju pada Nikita.Dengan suara datar, dia bertanya, "Benarkah begitu?"Tangan Nikita yang menggantung di sisi tubuh perlahan mengepal.Dia terlalu mengenal pria di hadapannya. Menjelaskan tidak ada gunanya, begitu pula membantah. Di mata Darwis, bahkan rasa sakit hatinya pun terasa seperti sesuatu yang tidak perlu.Kalau dia mengatakan satu kalimat lagi, belum tentu Darwis akan memercayainya. Yang ada hanya akan membuat dirinya makin dipermalukan.Mana mungkin Darwis percaya bahwa Raiden baru saja berusaha melecehkannya?Dia juga tidak pernah berharap Darwis akan membelanya atau sampai merusak hubungan dengan Keluarga Kumala demi dirinya.Le


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.