Share

Bab 35 Nasib Kalila

Penulis: Dhesu Nurill
last update Terakhir Diperbarui: 2024-08-01 21:44:07

Kalila keluar dari rumah Hana dengan perasaan kesal. Kalau benar kakaknya itu menuntut atas biaya hidup di masa lalu, entah berapa rupiah yang harus dia keluarkan.

Wanita itu harus menemui Rido untuk meminta bantun. Namun sebelumnya sang wanita juga harus bertemu dengan Aji. Dia akan minta penjelasan sebab dirinya yang sudah dikeluarkan dari kampus.

Beberapa kali sang wanita berusaha untuk menghubungi Aji, tapi tidak pernah diangkat. Sebenarnya, Aji sengaja silent ponselnya. Sebab hari ini dia
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 72 Sisi Jahat Hana

    Aji benar-benar syok. Dia sama sekali tidak menyangka kalau istrinya bisa berbuat seperti ini, apalagi reaksi Hana yang di luar dugaan. Selama bertahun-tahun menikah, ini kali pertama dia melihat wajah Hana yang sama sekali berbeda dari biasanya. Pria itu berusaha memberontak, meminta agar dilepaskan. Suara-suara rintihan keluar dari mulutnya, memberikan sinyal kalau dirinya ingin berbicara."Kenapa, Mas? Kamu ingin menjelaskan sesuatu? Atau kamu ingin bertanya kenapa aku seperti ini?" tanya Hana dingin. "Sayangnya, aku tidak akan membuka sumpalan di mulutmu. Kamu cukup dengarkan saja semua yang ingin aku katakan.""Pertama, aku tahu kamu sudah memasukkan obat yang salah kepadaku sampai sakitku berlarut-larut. Tapi untunglah, Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Dia menolongku dengan membuka semua kebohonganmu, Mas. Aku bisa sembuh, dan aku bisa membalaskan semua dendamku padamu!"Tubuh Aji seketika menegang, rasa dingin mulai menjalar di sekujur tubuhnya. Dia benar-benar tidak menyangk

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 71 Bukan Hana yang Dulu

    Setelah itu, Hana pun benar-benar menutup pintu. Bahkan, sang wanita menguncinya dari luar. Kalila hanya bisa terduduk dengan tangisan tanpa suara. Hidupnya sudah benar-benar hancur kali ini. Dia tidak punya pilihan lain. Meskipun dia memberikan kesaksian, tetap saja pada akhirnya akan dipenjara juga.Wanita itu hanya bisa terdiam dan menunggu kapan dirinya bisa mengambil bukti yang ada di kampus. Kalila tahu saat ini Aji masih ada di rumah, jadi tidak mungkin kalau dia tiba-tiba saja keluar. Siapa tahu mereka bertemu, yang ada semua rencana akan gagal total.Setelah mengamankan Kalila, Hana kembali ke gudang. Dia melihat Bi Asih dan Rendy masih berjaga di sana."Bagaimana? Dia sudah sadar?" tanya Hana yang langsung dijawab dengan gelengan kepala."Belum, Non. Tapi, Non, apakah saya harus tetap di sini?" tanya Bi Asih. Hana melihat kekhawatiran di wajah Bi Asih, sepertinya dia takut kalau dirinya juga terlibat dalam masalah ini."Bi, tidak boleh ada yang terlibat, termasuk Rendy. Kali

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 70 Dipenjara atau Kehilangan Nyawa?

    Hana tidak memedulikan tangisan adiknya. Hatinya sudah kebal dengan semua drama yang dilakukan oleh sang adik. Lagipula, Hana menyangsikan ketulusan hati Kalila, apalagi dengan tangisan itu yang mungkin saja hanya kepalsuan.Bagi Hana, sekarang dia tidak mau lagi memedulikan orang yang tak penting, meskipun itu adalah saudara sendiri. Jika orang lain baik kepadanya, maka dia akan memberikan kebaikan berlipat-lipat pula. Tetapi, jika orang itu memberikan keburukan kepada Hana, dia akan menyingkirkannya dengan berbagai cara. Sudah cukup wanita itu melakukan pengorbanan selama ini, baik itu kepada adiknya maupun kepada suaminya. Untuk sekarang, Hana ingin benar-benar membahagiakan diri sendiri dan anaknya."Kak, aku mohon, Kak! Tolong aku!" seru Kalila setengah berteriak. Tiba-tiba saja dia memegangi kaki Hana.Wanita itu, yang hendak pergi, pun terhenti oleh pergerakan adiknya."Kak, aku mohon tolong kali ini saja! Beri aku kesempatan kedua. Apakah Kakak tega melakukan semua ini kepada

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 69 Aku Tetap Menghukummu

    Hana akhirnya membalikkan badan sembari melipat tangan di depan dada. Tatapannya datar, tidak ada ketakutan, kesedihan, ataupun kekecewaan. Sudah terlalu banyak hal yang membuat Hana merasa sakit, bahkan mungkin saat ini perasaannya hambar kepada adiknya sendiri.Kasih sayangnya kini hanya tersisa setetes, sama seperti ikatan darah yang memang tidak bisa dihancurkan oleh apa pun. Kalau saja adiknya ini orang lain, mungkin dia akan melakukan semuanya dengan totalitas tanpa berpikir dua kali. Namun, Hana takut kalau orang tuanya merasa sedih, jadi dia hanya akan memberikan hukuman beberapa persen saja."Aku sudah punya banyak bukti, sebelum kamu mengatakan kalau kamu sendiri punya buktinya."Kalila, mendengar itu, terkesiap. Tubuhnya menegang di tempat. Raut wajahnya berubah menjadi pucat pasi. Dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang barusan didengar, seolah sebuah pukulan mutlak mendarat di hatinya sampai ia tidak bisa mencerna kata-kata kakaknya.Melihat kebingungan di mata K

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 68 Harga Kebebasan

    Hana terdiam. Dia menatap lurus ke depan. Sudah diduga kalau adiknya itu pasti akan cuci tangan dengan cara menyerahkan bukti-bukti kejahatan Aji, agar dirinya bersih dari tuduhan apa pun.Mungkin kalau saja kasus ini tidak melibatkan perselingkuhan, tentu Hana akan memihak kepada Kalila. Tetapi, rasa sakitnya itu sudah terlalu mendalam, bahkan untuk memaafkan adiknya saja dia tak bisa.Dia melakukan ini hanya demi ikatan darah yang tidak bisa diganggu gugat. Hana akan menyelamatkan nyawa Kalila dari Aji hanya sampai batas itu, dan bukan berarti akan menyelamatkan Kalila dari hukuman yang seharusnya diterima.Terlihat Hana menarik napas panjang. Meskipun dari belakang, Kalila dengan jelas melihat pundak kakaknya naik turun, menandakan kalau wanita itu sedang berusaha tenang.Jantung Kalila berdetak dengan sangat kencang. Dia berharap kakaknya bisa memberikan toleransi kepadanya agar tidak dihukum atau membusuk di dalam penjara. Kalila janji, setelah masalah ini selesai, dia akan pergi

  • Istri Penyakitan Melakukan Pembalasan   Bab 67 Mengumpulkan Bukti (1)

    Setelah Aji diikat dengan kuat dan rapi di gudang, Rendy dan Bi Asih pun membantu Hana untuk mencari bukti-bukti yang sekiranya bisa dijadikan alat untuk menghancurkan Aji, terutama perselingkuhan suaminya dan adiknya. Namun sebelum itu, Hana pun menemui Kalila yang sedari tadi ada di kamar. Sejauh ini adiknya menurut dan tidak mengeluarkan suara apa pun yang bisa mencurigakan. "Tolong, ya. Cari apa pun yang sekiranya bisa dijadikan bukti dan juga cari saja di manapun. Entah itu di mobil, di tas kerja Mas Aji atau di manapun. Aku ingin bukti itu segera didapatkan sebelumnya Mas Aji sadar kembali." Kedua orang itu menganggukkan kepala, sementara Hana langsung berjalan ke tempat Kalila. Di dalam, wanita itu sudah benar-benar ketakutan. Bagaimana kalau Aji tahu keberadaannya di sini? Pasti wanita itu akan berada dalam bahaya atau mungkin nyawanya akan hilang detik itu juga.Tubuhnya tersentak saat mendengar pintu terbuka. Dia mematung tempat, takut jika yang datang itu Aji, tapi Kal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status